
Sesaat setelah duyung duyung yang tewas di bawah hujan senjata, di lempar kedalam air.
Segera terlihat duyung duyung yang lainnya beterbangan keluar dari dalam air.
Mereka terbang melintasi kapal, begitu ada anak buah kapal yang terlihat oleh mereka.
Mereka segera, menyambar nya, untuk di bawa kembali kedalam air dan di jadikan marngsa mereka.
Melihat hal ini, Yu Ming segera memutar pedang Xuan Yuan di tangan nya, untuk menghalau dan menebas putus siluman siluman duyung yang berseliweran melintasi kapalnya.
Sambil memutar pedang menghalau siluman siluman duyung itu,
Yu Ming juga berteriak mengingatkan,
"Hua er bawa mereka semua bersembunyi di bilik kapal..!"
"Biar aku saja yang menangani situasi ini.."
Ji Lian Hua mengangguk mengerti, dia segera memutar pedang langit untuk melindungi orang di sekitarnya.
Kemudian membantu mereka satu persatu bersembunyi kedalam bilik kapal.
Setiap ada duyung yang datang menyerang nya, duyung itu pasti akan berubah menjadi patung es beku, bila mereka terkena hawa pedang yang Ji Lian Hua lepaskan.
Beberapa saat kemudian, keadaan di atas kapal hanya tersisa Yu Ming seorang diri yang dengan mudah berkelebat kesana kemari, menebas putus.
Setiap siluman duyung yang berani datang mendekatinya.
Duyung duyung itu tidaklah bodoh, sebaliknya mereka adalah mahluk yang sangat cerdas.
Mereka tidak kalah cerdik dari manusia, melihat situasi tidak menguntungkan.
Di mana Yu Ming terlalu kuat, bukan mangsa yang cocok buat mereka.
Duyung duyung itu segera menghentikan aksinya, mereka berhenti total tidak lagi ada yang mencoba terbang melintasi kapal.
Mereka semua nya, memilih kembali ke dasar laut dan bersembunyi di bawah sana.
Tapi mereka belum putus asa, duyung duyung itu masih terus bergerak mengikuti di bawah badan kapal.
Mengikuti pergerakan kapal itu.
Sepanjang perjalanan mereka terus menghubungi rekan rekan mereka agar mengikuti kapal itu.
Sehingga jumlah duyung yang mengikuti kapal itu bertambah secara sangat signifikan.
Duyung itu tidak menyerang secara langsung melainkan, bila ada anak buah kapal yang sedang terpisah dari Yu Ming .
__ADS_1
Seperti ke bagian belakang kapal saat mereka mau ke kamar mandi, mereka akan di pancing dengan wanita tanpa busana, berparas cantik.
Bila mereka terpancing, dan terpesona oleh wanita cantik, maka duyung yang lain akan menyambar mereka untuk di bawa kedalam air.
Dengan cara ini,. mereka bisa mengurangi jumlah orang diatas kapal tanpa perlu berhadapan langsung dengan Yu Ming .
Hal ini jelas merepotkan Yu Ming untuk melindungi mereka.
Tidak membiarkan mereka pergi ke kamar mandi juga tidak mungkin, karena itu kebutuhan dasar.
Menjaga dan mengawasi mereka ke kamar mandi juga tidak wajar.
Melepaskan sulit tidak melepaskan lebih sulit, Yu Ming dan Paman Luo benar benar di buat pusing dengan serangan duyung ini.
Selagi Yu Ming sedang pusing dengan situasi yang di hadapi nya,
Naga Panca Warna tiba tiba muncul di hadapan Yu Ming dan berkata,
"Tuan muda, masalah seperti ini, biar aku yang bantu urus saja.."
Mendengar tawaran paman naganya itu, Yu Ming langsung tersenyum dan mengangguk cepat..
"Terimakasih paman Naga, maaf jadi merepotkan mu.."
"Tidak apa apa tenang saja, itu bukan masalah.."
Sesaat kemudian Naga Panca Warna sudah terbang mengelilingi kapal Yu Ming .
Naga Panca Warna segera menemukan sekumpulan duyung sedang berenang cepat mengikuti kapal Yu Ming .
Naga Panca Warna segera melesat kedalam air, menyerang duyung duyung itu, dengan cakar dan moncong terbuka.
Duyung duyung itu begitu melihat Naga Panca Warna bisa bergerak bebas didalam air menyerang mereka.
Duyung duyung itu tidak berani melawan, mereka segera berenang berpencar masuk kedasar laut, melarikan diri kesegala jurusan.
Tidak butuh waktu lama, seekor duyung pun tidak lagi terlihat, mereka sudah melarikan diri ketakutan begitu Naga Panca Warna muncul mengawal kapal Yu Ming .
Duyung duyung itu mencoba untuk kembali muncul, saat Naga Panca Warna tidak terlihat mengawal kapal Yu Ming .
Tapi begitu mereka muncul, Naga Panca Warna pun ikut muncul, beberapa diantara mereka segera menjadi mangsa Naga Panca Warna .
Sehingga sisa dari mereka yang berhasil meloloskan diri, mereka pada melarikan diri ketakutan.
Tapi duyung duyung itu pantang menyerah, mereka sesekali akan mencoba muncul lagi.
Tapi setelah beberapa kali mencoba, mereka tidak menuai hasil, hanya menjadi korban Naga Panca Warna .
__ADS_1
Akhirnya mereka tidak ada yang berani muncul lagi, Naga Panca Warna yang bisa menyemburkan api es dan kilat listrik.
Itu terlalu mengerikan buat mereka, mereka tidak akan mampu melawan Naga Panca Warna .
Sehingga duyung duyung itu memutuskan melarikan diri, untuk melapor keatasan mereka.
Agar atasan mereka yang muncul untuk membalaskan dendam mereka.
Setelah beberapa waktu menempuh perjalan menyusuri terowongan panjang tanpa gangguan.
Saat mulut jalan di depan sana mulai terlihat, anak buah kapal Yu Ming justru menemukan, di hadapan mereka ada sebuah patung besar.
Anak buah kapal itu segera berteriak,
"Lihat di sebelah kanan itu, ada patung besar bersenjatakan tombak dan tameng..!"
Patung itu seperti bisa bergerak..!"
Teriakan anak buah kapal, segera menarik perhatian semua orang diatas kapal tersebut untuk melihat kesana.
Mereka semua segera menemukan di sana memang ada patung batu besar yang bersenjatakan tombak dan tameng.
Tapi mereka melihat patung itu diam saja, tidak bergerak sama sekali.
Sehingga banyak diantar rekan anak buah kapal itu yang mencemooh nya, bahwa dia kebanyakan melihat duyung cantik, sehingga terlalu banyak berkhayal.
Tapi sesaat kemudian saat patung yang tadinya sedang berada dalam posisi berlutut dengan kaki sebelah dan kepala tertunduk kebawah.
Kini tiba tiba kepalanya terangkat dan sedang menoleh.kearah mereka.
Batu batu yang menutupi bagian leher patung batu raksasa pada berjatuhan kebawah.
Mereka yang tadinya menertawai anak buah kapal, yang pertama kali melihat patung aneh itu.
Kini mereka semua terdiam dengan wajah pucat ketakutan.
Naga panca warna yang melihat hal itu, dia segera melesat kedepan dengan sepasang cakarnya, siap menyerang mata dan wajah patung prajurit kuno raksasa itu.
Tapi saat serangan Naga Panca Warna panca warna tiba, patung batu raksasa itu segera mengangkat tameng di tangan kirinya. Untuk menangkis serangan cakar Naga Panca Warna .
Cakar Naga Panca Warna mendarat tepat di tameng prajurit kuno itu.
Hingga bebatuan terlihat berjatuhan keatas permukaan air menimbulkan gelombang besar yang hampir membuat kapal yang di nahkodai oleh paman Luo hampir saja terbalik di buatnya.
Untungnya Paman Luo dan anak buahnya cukup sigap menangani hal itu, sehingga kapal mereka masih bisa terselamatkan.
Selanjutnya perkelahian seru antara Naga Panca Warna dengan prajurit patung batu itu.
__ADS_1
Segera membuat air tenang di tempat itu bergelombang hebat.