PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Kota pelabuhan persinggahan


__ADS_3

Kekuatan bor pedang si cebol, membuat Yu Ming yang bertahan di balik energi pedang.


Mulai terseret mundur kebelakang, Yu Ming yang sedang terseret mundur kebelakang.


Tiba tiba dia menggunakan lengan kirinya di kibaskan kedepan.


Sehingga bola energi meledak,


"Boooommm...!"


Terjadi ledakan hebat bola energi membuat semua yang ada di dalam nya tertolak mundur semuanya.


Semua pedang yang berada didalam bola energi terpental kesegala penjuru.


Termasuk si cebol yang berubah menjadi sebatang pedang, juga ikut terpental menjauh dari Yu Ming .


Di saat si cebol dan pedangnya tertolak mundur berhamburan di udara.


Yu Ming melepaskan sebuah tebasan pedang energi tanpa wujud melesat mengejar kearah si cebol, tanpa si cebol menyadari bahwa dirinya sedang di serang.


Di detik terakhir dari serangan tersebut Yu Ming membelokkan arah serangan energi pedangnya.


Energi pedang yang tadinya terarah keleher berbelok sedikit menyamping.


Si kakek cebol yang sedang dalam posisi terpental mundur, hanya merasa bagian telinga nya terasa perih, tanpa menyadari apa yang telah terjadi.


Dia baru sadar saat darah mengucur deras membasahi leher dan pundaknya.


Di mana saat dia mencoba untuk merabanya, dia mendapat kenyataan daun telinga kirinya kini sudah tidak ada lagi di tempatnya.


Si kakek cebol sambil meringis, menarik dan menyimpan kembali semua pedangnya kedalam kotak pedangnya.


Setelah itu, dia menjura kearah Yu Ming dan berkata,


"Aku Yen Si pedang tiga belas, di sini mengaku kalah..!"


"Terimakasih pengajarannya yang tak terlupakan ini..!"


"Sampai jumpa..!"


Selesai berkata, kakek cebol itu sambil menggendong kotak besar di punggung nya.


Dia langsung terbang menghilang dari hadapan Yu Ming .


Setelah Kakek itu pergi, Yu Ming pun terbang kembali keatas kapal nya.


Begitu Yu Ming mendarat diatas kapal, Ji Lian Hua pun muncul menyambutnya.


"Bagaimana Yu Ming ke ke, ? apa Yu Ming ke ke baik baik saja..?"


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Aku cukup baik.."


"Kamu tak perlu khawatir.."

__ADS_1


"Ayo kita lanjutkan lagi perjalanan.."


Ucap Yu Ming sambil menarik sauh kapal nya dari dalam sungai.


Setelah layar di kapal di kembangkan, kapal langsung kembali bergerak cepat meninggalkan tempat itu.


Dengan mengikuti hembusan angin dan arus sungai yang mengalir deras.


Kapal Yu Ming bisa bergerak cepat meninggalkan kawasan menara pagoda di tepi sungai itu.


Beberapa hari menempuh perjalanan cepat tanpa halangan akhirnya Yu Ming tiba di sebuah kota pelabuhan yang terlihat sangat ramai dan hidup.


Semua orang di dermaga terlihat begitu sibuk dengan pekerjaan masing masing.


Ada kapal pengangkutan manusia, yang sedang menaik dan menurunkan penumpang.


Ada juga kapal nelayan yang sedang menurunkan hasil tangkapannya ke tepi dermaga.


Dan masih banyak kesibukan lain yang membuat orang orang terlihat hilir mudik di kota pelabuhan tersebut.


Tapi apapun jenis kegiatan usaha yang di lakukan di dermaga itu, Yu Ming dan Ji Lian Hua melihat ada satu kesamaan.


Kesamaan itu adalah semua pelaku kegiatan usaha, wajib memberikan setoran kepada sekelompok orang bersorban merah yang tersebar di kota pelabuhan tersebut.


Termasuk kapal Yu Ming setelah merapat, ada sekelompok anak muda yang melompat keatas kapal Yu Ming .


Mereka bekerja sigap, membantu mengatur posisi parkir untuk kapal Yu Ming dan membantu menambatkan kapal Yu Ming.


Setelah itu mereka datang meminta bayaran ke Yu Ming .


Karena setidaknya mereka ini sudah bekerja, membantu Yu Ming .


Meskipun itu sebenarnya tidak perlu, Yu Ming bisa melakukan nya sendiri.


Sedangkan biaya parkir, nanti Yu Ming juga harus bayar ke penguasa pelabuhan, yang biasanya di kuasai oleh pejabat berwenang setempat.


Bayaran itu masuk ke kas negara dan nanti di pergunakan untuk perawatan dan pengembangan pelabuhan dan kota sekitarnya.


Jadi kedua kelompok ini, menurut Yu Ming masih cukup wajar bila dia membayar mereka.


Adalah yang paling kurang ajar adalah kelompok ketiga manusia bersorban merah itu.


Mereka bukan hanya meminta yang ke pada keempat pemuda itu, mereka bahkan berani meminta imbalan dari petugas berwenang pelabuhan.


Terakhir kini 3 orang mencegat jalan di depan Yu Ming dan Ji Lian Hua yang baru saja turun dari atas kapal mereka.


Salah satu dari mereka sambil tersenyum mengulurkan telapak tangannya kedepan dan berkata,


"Tuan tolong uang keamanannya dulu, sebelum anda berdua memasuki kota pelabuhan kekuasaan kami.."


"Kaya 100 Tael perak, sedang 75 Tael perak, miskin 15 Tael perak.."


"Anak anak rata sepuluh Tael perak.."


Yu Ming dan Ji Lian Hua dari awal sudah jengkel dengan cara orang orang ini mencari uang mirip pemeras, berkedok jasa keamanan.

__ADS_1


Kini mereka juga di hadang dan di mintai uang, Ji Lian Hua langsung naik darah.


Dia segera maju kedepan sambil berkacak pinggang dan menunjuk kewajah mereka dengan jarinya yang runcing.


Ji Lian Hua langsung berkata dengan nada tinggi,


"Keamanan rakyat di jamin negara, apa di sini tidak ada lagi hukum negara lagi..!?"


"Sehingga kecoa busuk seperti kalian bebas berkeliaran menganggu di mana mana..!?"


Salah satu dari tiga orang bersorban merah itu langsung menjawab Ji Lian Hua dengan wajah kurang senang,


"Nona harap jaga ucapan mu, anda boleh silahkan bayar, atau segera angkat kaki dari sini..!"


"Kami tidak pernah mengundang kalian berdua datang kemari.."


Ji Lian Hua dengan wajah merah padam menahan marah, dia berkata,


"Apa hak kalian mengusir kami dari sini..!?"


"Siapa yang memberi kuasa kepada kalian untuk bertindak semena mena..!?"


"Mana petugas pelabuhan kota,..!?'


"Petugas..! Petugas kemarilah..!"


Teriak Ji Lian Hua sambil melambaikan tangannya kearah sekelompok petugas pelabuhan. Yang terlihat sedang nongkrong di kantornya, tidak jauh dari tempat kericuhan itu.


Petugas itu ada beberapa yang ingin maju menghampiri Ji Lian Hua.


Tapi mereka di tahan oleh rekan mereka yang lebih senior, agar mengabaikan Ji Lian Hua.


Mereka memilih pura pura tidak tahu, tidak mau ikut terlibat .


Melihat hal itu, Ji Lian Hua tentu saja semakin marah.


Sedangkan ketiga pria sorban merah itu, mereka melemparkan senyum mengejek.


Menertawai kenaifan Ji Lian Hua, yang terlihat konyol.


Salah satu dari pria bersorban merah itu dengan wajah tersenyum mengejek berkata,


"Nona sekali lagi kami peringatkan secara baik baik."


"Segera bayarlah demi keamanan dan kenyamanan kalian selama berada di kota pelabuhan ini.."


"Atau kalian boleh segera angkat kaki dari sini ."


"Bila terus bikin onar, kami tidak bisa jamin keamanan kalian berdua.."


Ji Lian Hua yang kadung kesal segera berkata,


"Coba buktikan, aku justru ingin melihat sejauh mana kalian bisa perbuat pada kami..!"


"Kota ini aku pasti masuk, membayar kalian jangan mimpi..!"

__ADS_1


__ADS_2