
Sambil mengamati Yu Ming berjalan mengelilingi tempat itu, saat Yu Ming tanpa sengaja menginjak tempat tungku api kuno sebelumnya berada.
Lantai tempat itu sedikit melesak kedalam, saat Yu Ming menjauhi tempat itu, lantai pun kembali ke posisi asal sejajar dengan posisi lantai lainnya.
Dari kejadian ini Yu Ming akhirnya bisa menebak, mengapa tutup peti sekarang bisa aktif terbuka sendiri.
Sedangkan sebelumnya tidak, kecuali ada yang membuka paksa tutup peti tersebut.
Ini hanya berarti, di bawah lantai ini ada penggerak rahasia, karena tungku api telah dia ambil.
Jadi saat cahaya lewat, peti pun mekanisme nya bekerja secara otomatis.
Tujuan nya adalah memberikan serangan tidak terduga pada orang rakus, tapi sangat berhati hati, sehingga tidak mau membuka paksa peti itu
Sebelum merasa yakin bahwa peti itu tidak ada menyimpan sesuatu, yang berbahaya.
Setelah mendapatkan jawaban atas rasa penasaran dengan cara dan maksud dari pembuat jebakan ini.
Yu Ming kini beralih pada titik fokus cahaya, yang kini menyorot kearah dinding Goa di belakang peti batu.
Di tempat tersebut Yu Ming menemukan sebuah lubang kunci, yang baru terlihat saat mendapatkan sorotan dari pantulan cahaya tersebut.
Yu Ming segera mengeluarkan kunci emas kuno nya, kemudian dia masukkan kedalam lubang kunci yang terlihat.
Sama seperti sebelumnya Yu Ming memutar kunci tersebut kesebelah kanan.
"Krreekkk..! Krreekkk.! Krreekkk..!"
"Krreekkk..! Krreekkk.! Krreekkk..!"
Dinding Goa padat tiba tiba bergerak bergeser kedalam, sehingga muncul sebuah ruangan lainnya.
Yu Ming segera mencabut kuncinya, lalu dia melangkah memasuki pintu Goa yang terbuka untuk nya.
Di dalam Goa itu, Yu Ming menemukan sebuah ruangan lain dengan diameter 3x3 meter persegi.
Di pojok ruangan Yu Ming menemukan ada sebuah portal cahaya, yang bagian tengahnya bergerak gerak sendiri, seperti riak gelombang air.
Yu Ming mengulurkan tangannya, mencoba menyentuh pintu portal cahaya itu.
Yu Ming menemukan tangan bisa masuk dengan mudah kedalam portal cahaya.
__ADS_1
Saat tangan nya di tarik kembali, juga semua baik baik saja, melihat hal ini.
Yu Ming pun nekad melangkah memasuki portal cahaya itu, begitu tubuh Yu Ming memasuki portal cahaya tersebut.
Portal cahaya itu langsung lenyap dari ruangan tersebut, semua terlihat kembali normal seperti di dalam ruangan tersebut portal cahaya itu memang tidak pernah ada di tempat tersebut.
Sedangkan Yu Ming seperti tertarik memasuki terowongan cahaya berwarna warni, dengan dasar seperti langit gelap di malam hari.
Setelah beberapa waktu berlalu, dia akhirnya seperti melihat ada titik cahaya terang di depan sana.
Semakin dia mendekati asal titik cahaya, titik cahaya tersebut terlihat semakin membesar.
Bersamaan dengan hal itu, tubuh Yu Ming yang terhisap menuju titik pusat cahaya itu, semakin lama semakin kuat.
Tubuh Yu Ming terhisap semakin cepat menuju pusat cahaya itu, Yu Ming diam saja memasrahkan diri nya.
Tidak memberikan perlawanan sama sekali, dia berusaha bersikap setenang mungkin.
Membiarkan dirinya terus terhisap menuju pusat cahaya.
Meski sebenarnya Yu Ming merasa sedikit cemas, dengan situasi yang akan di hadapi nya di tempat baru itu.
Tapi dia tetap berusaha tenang, agar pikirannya bisa fokus dan tidak sampai kalut dengan situasi yang dia hadapi.
Saat keluar lagi, Yu Ming sudah berada di suatu taman yang indah, hamparan rumput pendek membentang bagaikan hamparan permadani hijau.
Diantar rumput pendek, banyak tumbuh bunga berwarna warni bermekaran indah, menambah suasana tersebut menjadi semakin nyaman.
Melihat pemandangan di hadapannya ini, Yu Ming jadi teringat dengan peta lukisannya sendiri.
Yu Ming buru buru mengeluarkan petanya, untuk di perbandingkan dengan situasi dan suasana pemandangan di hadapannya itu.
Sesaat setelah melihat peta Yu Ming langsung menoleh kearah kanan.
Di mana di sebelah kanan sana, terlihat ada sebuah tebing tinggi, yang dari bagian atasnya mengalirkan air terjun tujuh cabang yang sangat indah jatuh bagaikan tirai air jatuh dari ketinggian sana kebawah.
Di bawah kemudian mengalir melewati sungai dangkal yang mirip undakan anak tangga, air jernih mengalir deras melewati undakan anak tangga menuju kebawah.
Yu Ming memperhatikan sejenak tempat tersebut, untuk di perbandingkan dengan peta di tangan nya.
Beberapa saat kemudian, Yu Ming segera berlari menuju tebing tinggi tempat asal air terjun pancuran tujuh itu.
__ADS_1
Karena sesuai peta lukisan Yu Ming dari peti batu pertama, lokasi yang di carinya terletak di balik tirai air terjun ketiga, bila di hitung mulai dari arah kanan.
Yu Ming yang menggunakan ilmu langkah cahaya, dalam waktu singkat dia sudah muncul di area undakan anak tangga sungai dangkal mengalir.
Dengan beberapa kali pergerakan hilang dan muncul di undakan anak tangga sungai mengalir.
Yu Ming akhirnya berhasil tiba di depan kolam air yang menampung tujuh cabang air terjun, yang jatuh dari atas kebawah.
Sejenak berdiri di tepi kolam, Yu Ming segera melesat dan menghilang ke balik air terjun ketiga.
Saat muncul lagi, Yu Ming sudah berada di sebuah cekungan yang mirip Goa sedikit menjorok kedalam.
Di tempat itu terlihat ada sebuah peti mati batu Giok Hitam yang mirip dengan peti batu yang berisi senjata rahasia sebelum nya.
Yu Ming segera menghampiri tempat itu, memeriksa dengan teliti setiap sudut peti batu itu.
Di sini Yu Ming menemukan peringatan yang sama dari Da Yu, bedanya di sini di katakan.
Jangan percaya dengan mahluk didalam sana, karena dia adalah perwujudan kemarahan dan kebencian.
Dia memang bisa melihat masa lalu dan masa depan, tapi mengubah satu masa depan, akan mengubah keseluruhan takdir yang sudah di tentukan.
Satu yang di ubah akan mendatangkan lebih banyak halangan dan penderitaan kemalangan di masa depan sana.
Jadi mengubah takdir itu sama sekali, tidak akan membawa manfaat apapun, hanya menghindar sementara yang tidak bisa di hindarkan.
Yu Ming setelah membaca tulisan tersebut, dia larut dalam pikirannya sendiri, mencoba mencerna maksud dari nasehat yang di temuinya itu
Yu Ming tidak memperdulikan Roh hitam gaib yang muncul memintanya segera membuka peti batu kedua.
Bahkan karena Yu Ming tidak menanggapinya, tetap larut pada pikirannya sendiri.
Roh hitam gaib terlihat sangat tidak sabar dan marah terhadap Yu Ming .
Dia terus mencak mencak dan mengomeli Yu Ming tanpa henti.
Roh gaib putih dan Dewa Ginseng.
Mereka berdua tidak berkata apa-apa, hanya menjadi pengamat sambil menahan senyum, melihat tingkah Roh hitam gaib.
Setelah berpikir cukup lama, Yu Ming akhirnya menempelkan sepasang tangannya yang mengalirkan kekuatan Hei Pai Shi Phi, kearah ukiran telapak tangan hitam dan putih di bagian depan peti batu tersebut.
__ADS_1
Sesaat kemudian perlahan-lahan peti batu mulai terbuka sendiri.