
Yu Ming harus berjuang mati matian seorang diri, seluruh tubuhnya sudah hampir tidak berpakaian.
Selain itu seluruh tubuhnya juga di penuhi oleh darah hijau, yang berasal dari Tao Tie, yang di bunuhnya, bercampur aduk dengan darah merah yang mengalir dari luka luka gores di sekujur tubuhnya.
Perlahan-lahan Yu Ming mulai terlihat melemah, padahal Tao Tie yang mengepungnya jumlahnya masih sangat banyak.
Nafas Yu Ming mulai tidak teratur, sebagai manusia biasa, kekuatan daya tahan tubuh ada batasnya.
Yu Ming tidak mungkin bisa terus menerus bertempur tanpa henti, tanpa makan minum dan beristirahat.
Dalam satu kesempatan setelah mengeluarkan suara teriakan keras, sambil mengayunkan pedang dan golok nya, memaksa Tao Tie yang berdatangan terpental mundur menjauhinya.
Yu Ming lalu melompat mundur menjauh, untuk mengatur pernafasannya yang memburu.
Sepasang tangan Yu Ming yang memegang pedang dan golok mulai terlihat gemetaran.
Dia hampir tidak kuat, meski hanya sekedar mempertahankan kedua senjata di tangan .
Dia merasa pedang dan golok di dalam genggamannya itu berat luar biasa.
Yu Ming akhirnya menggunakan golok dan pedang nya, untuk di tancapkan di atas tanah. Untuk membantu menopang tubuhnya agar jangan sampai terguling.
Yu Ming sadar betul, sekali dia terguling, dia tidak akan mungkin mampu bangkit kembali.
Dengan nafas tidak teratur, tubuh sedikit bergoyang-goyang, karena kedua kaki yang menopang tubuhnya gemetaran.
Yu Ming mencoba untuk bertahan, memanfaatkan sedikit jeda waktu itu, untuk sekedar mengambil nafas.
Sayang nya semua itu tidak terlepas dari pengamatan,
Tao Tie merah bersayap, yang melihat keadaan Yu Ming, dia segera mengeluarkan suara lolongan mengarahkan pasukan Tao Tie nya, agar mempergencar serangannya kearah Yu Ming .
Yu Ming yang seperti lampu minyak hampir kehabisan sumbu, diam diam mengeluh di dalam hati.
"Maafkan aku Ru Meng,.. aku sudah berusaha.."
Ucap Yu Ming sedikit putus asa.
Tapi meski mengeluh, dia terpaksa kembali melakukan perlawanan .
Karena mahluk itu kembali mulai berdatangan menerkam kearahnya.
Yu Ming dengan sisa tenaga yang ada, dia berusaha bergerak kesana kemari menghindari terkaman Tao Tie yang datang menyerang nya .
Sambil menghindar, bila ada kesempatan Yu Ming juga mengayunkan pedang dan golok di tangan nya, untuk membantai Tao Tie disekitarnya.
__ADS_1
Tapi akibat terlalu lelah, Yu Ming akhirnya tidak lagi sanggup menghindar dari serudukan seekor Tao Tie, yang datang dari belakang punggung nya.
"Brukkkk...!"
Yu Ming jatuh dalam posisi tengkurap, sepasang tangannya yang memegang golok dan pedang, terkunci oleh sepasang cakar Tao Tie, yang ada di belakang punggungnya.
"Habislah aku kali ini, batin Yu Ming terkapar pasrah, liur mahluk menjijikkan itu menetes netes membasahi pipi dan lubang telinga Yu Ming .
Hanya perlu satu caplokan lagi, tamat lah sudah riwayat Yu Ming .
Tapi sebelum niat Tao Tie itu terwujud, tiba tiba 5 gelang berlian yang selama ini membentuk tato melingkari sepasang kaki tangan dan leher Yu Ming.
Tiba-tiba mengeluarkan cahaya warna warni menyilaukan, sebelum kemudian mengeluarkan kekuatan ledakan dahsyat.
"Boooommm...!"
Terdengar suara ledakan keras, yang mendatangkan gempa dahsyat, yang melanda seluruh area di sekitar lembah.
Sebuah cincin energi putih bergerak menyebar luas kesegala arah.
Apapun yang di lewatinya akan terbelah tanpa kecuali, seluruh Tao Tie yang tak terhitung jumlahnya.
Semuanya tewas terpotong dengan tubuh terbelah menjadi dua.
Tao Tie merah meski berhasil lolos dari kematian, dengan cara terbang keatas menghindari serangan lingkaran cincin energi tersebut.
Tapi bagian ekornya tidak berhasil terselamatkan.
Ekornya terbabat putus, tergeletak di atas tanah.
Setelah cincin itu melewatinya di bawah sana, Tao Tie merah itu, akhirnya mendarat ringan diatas tanah.
Kemudian dia segera berlari cepat seperti terbang, langsung menerkam kearah Yu Ming, yang berada dalam posisi tertelungkup diatas tanah.
Tapi sebelum Raja Ratu Tao Tie itu berhasil menerkam dan memangsa Yu Ming .
"Blaaarrrr...!"
Tubuhnya di buat terpental oleh sebuah kubah cahaya warna warni, muncul melindungi Yu Ming yang sedang tertelungkup tidak sadarkan diri.
Raja Ratu Tao Tie setelah terpental puluhan meter, dia tidak sanggup bangun.
Seluruh tubuhnya mengalami kejang kejang, listrik listrik kecil terlihat menyelimuti seluruh tubuhnya, yang sedang mengalami tersengat setrum hebat, bertegangan tinggi.
Setelah beberapa saat berlalu, di mana seluruh tubuh Raja Ratu Tao Tie, yang sedang meringkuk diatas tanah, tidak lagi terlihat ada sambaran listrik menyelimuti seluruh tubuh nya .
__ADS_1
Hanya tersisa kabut asap tipis, sedang membubung keudara.
Membawa bau sangit daging terbakar .
Raja Ratu Tao Tie perlahan lahan mampu bangkit berdiri.
Sekali ini, dia tidak berani lagi mendekati Yu Ming, yang terlindungi oleh kekuatan energi tak kasat mata.
Kini Tao Tie bersayap itu, mengalihkan targetnya, dia dengan rakus memangsa seluruh bangkai anak buahnya, yang berserakan di sana.
Semakin banyak dia memangsa bangkai anak buahnya yang berserakan.
Tubuhnya semakin besar dan besar, kemudian dia mulai bertelur yang tidak terhitung jumlahnya.
Uniknya mahluk rakus itu, dia bisa sambil bertelur sambil terus makan tanpa henti.
Telur telur yang di lahirkan nya juga sangat unik, tidak sampai hitungan jam.
Tanpa perlu dierami, telur telur setinggi dada pria dewasa itu.
Bisa menetas sendiri, lalu Tao Tie hijau mulai bermunculan dari dalam cangkang telur yang di pecah kan dari dalam.
Sesaat kemudian bayi Tao Tie mulai berlompatan keluar dari dalam cangkang telur, yang membatasi kebebasan mereka dalam bergerak.
Sementara Tao Tie baru terus lahir, menetas, tumbuh besar dengan cepat.
Mereka juga mulai bergerak memangsa apapun yang bisa mereka mangsa.
Tao Tie merah yang merupakan induk sekaligus merangkap sebagai pejantannya.
Dia tidak berhenti memangsa apapun yang berada di hadapannya.
Dia baru berhenti setelah bangkai seluruh Tao Tie yang jumlahnya tidak terhitung, berhasil di habiskan oleh dirinya bersama anak anak baru nya itu.
Kemudian dia baru memimpin anak baru nya pergi menjauhi Yu Ming.
Mereka bergerak menuju Gua Gua yang letaknya berseberangan dengan posisi mulut Gua, di mana Yu Ming datang saat itu.
Setelah rombongan besar itu pergi dari sana, tempat itu menjadi sepi dan sunyi.
Sesekali hanya ada angin sepoi sepoi yang bertiup melewati tubuh Yu Ming yang sedang tergeletak tengkurap di sana.
Yu Ming diam tidak bergeming di sana, hanya rambutnya saja, yang bergerak gerak di tiup angin di lembah itu.
Tidak tahu berapa lama Yu Ming berbaring telungkup di sana, dengan pedang dan golok tidak pernah dia lepaskan dari genggamannya.
__ADS_1
Saat pedang Xuan Yuan pulih kembali kekuatan nya. Hampir bersamaan dengan itu. Keadaan Yu Ming perlahan-lahan ikut pulih kembali.