PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Xiao Chien Sen


__ADS_3

Baru saja kapal Yu Ming merapat di pelabuhan, beberapa sudah melompat naik keatas kapal.


Tapi begitu melihat kapal Yu Ming memiliki kru kapal sendiri yang cukup banyak.


Juga sudah ada paman Luo yang mengatur semuanya, beberapa anak muda, yang melihat tidak ada peluang nya.


Mereka segera melompat turun dari atas kapal dan pergi ke kapal lainnya, untuk mencari rejeki.


Kru kapal Yu Ming bergerak sigap , mengurus segala keperluan saat kapal merapat di sana.


Paman Luo yang melihat semua pekerjaan anak buah mereka telah hampir rampung.


Dia segera pergi menghubungi Yu Ming dan Ji Lian Hua, bahwa kapal mereka sudah berlabuh di pelabuhan Wan.


Tak berapa lama kemudian Yu Ming dan Ji Lian Hua terlihat mulai meninggalkan kapal.


Mereka berdua berjalan beriringan melancong di kota yang tidak terlalu besar tersebut.


Tidak butuh waktu lama, kota yang tidak ada apa apanya itu, selain hasil laut yang melimpah.


Ji Lian Hua mengajak Yu Ming mengunjungi sebuah pondok di tepi pantai, yang menjual banyak jenis ikan, udang dan kepiting yang masih hidup hidup dan segar segar.


Ji Lian Hua memilih milih sendiri bahan mentahnya, kemudian dia serahkan ke ibu dan anak pemilik pondok itu, untuk di bawa pergi masak.


Pondok itu memang menyediakan pilihan langsung beli mentah bawa pulang..


Atau mau di bantu masak dan makan di sana, bila di bantu masak di sana, nanti di kenakan biaya tambahan ongkos masaknya.


Yu Ming hanya ikut saja tanpa komentar, membiarkan Ji Lian Hua yang mengatur semuanya.


Ji Lian Hua setelah menyerahkan semua belanjaannya ke ibu pemilik pondok untuk di bantu masak


Dia lalu mengajak Yu Ming untuk menemukan meja tempat duduk yang nyaman.


Sambil menunggu masakan pesanan nya di masak .


Mereka berdua duduk mengobrol dengan santai.


Tidak perlu menunggu waktu lama, satu persatu masakan mulai di sajikan, mereka berdua mulai menikmati nasi hangat bersama masakan laut yang segar segar itu.


Beberapa waktu berlalu, keduanya akhirnya keluar dari dalam pondok, dengan senyuman puas menghiasi wajah mereka.


Mereka langsung berjalan menuju dermaga, mereka tidak perlu mengurus barang belanjaan.


Karena ada paman Luo yang mengurusnya, Ji Lian Hua nanti tiba di kapal, dia hanya perlu bayar tagihannya saja.


Mereka tidak perlu sibuk sibuk seperti dulu lagi, cukup nikmati jalan jalan saja, setiap kali kapal mereka singgah.


Lalu sisanya kembali ke kapal menunggu kapal kembali melanjutkan perjalanan.


Tapi sebelum mereka tiba di dermaga kapal berlabuh, di jalan yang berbatasan langsung dengan bibir pantai pasir hitam.


Terlihat seorang pria berusia 30 an tahun, berdiri di tengah jalan menghadang di satu satu nya akses jalan yang mesti mereka lewati.


Yu Ming dan Ji Lian Hua terpaksa menghentikan langkahnya.


Mereka berdua menatap kearah pria itu dengan heran.

__ADS_1


"Lama aku menunggu akhirnya kalian muncul juga.."


"Apa kamu yang bernama Wu Ming..?'


Tanya pria itu sambil menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata tajam.


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Benar sekali,.. ada keperluan apa kakak menunggu ku di sini..?"


Pemuda itu tersenyum dingin dan berkata,


"Apa kamu masih ingat pemilik toko obat di kota Ping, yang meninggal beberapa waktu yang lalu..?"


Yu Ming menatap heran kearah pria di hadapannya dan berkata,


"Tentu saja ingat, ada masalah apa..?"


Pria itu senyumnya semakin dingin, dia melemparkan sebuah bungkusan kain menggelinding hingga kedepan kaki Yu Ming .


Sambil tersenyum mengejek dia berkata,


"Bukalah, kamu pasti mengenal nya.."


Yu Ming menjejakkan kakinya dengan pelan bungkusan itu segera terbang ke permukaan.


Dengan satu kibasan tangan pelan, kain pembungkus langsung terbelah.


Sebuah kepala tanpa tubuh dengan rambut awut awutan segera terlihat.


Sesosok wajah penuh brewok,. dengan sepasang mata terbelalak lebar segera terlihat jelas.


Gumam Yu Ming kaget.


Ji Lian Hua mundur satu tindak saat melihat benda di dalam kain itu, ternyata adalah sebuah kepala manusia.


Pria berbaju putih yang menghadang perjalanan Yu Ming segera berkata,


"Benar dia memang Jia Qi, dia sudah menerima hukuman nya.."


"Sekarang tinggal kamu Wu Ming, jadi bersiaplah.."


Si pemuda baju putih, seluruh tubuhnya mulai diselimuti cahaya putih berkilauan.


Itu menandakan dia sudah mengerahkan Chi nya bersiap melepaskan serangannya.


"Tahan,..! kamu setidaknya sebutkan dulu apa permasalahan kita ? dan siapa kamu, ? sebelum kita memulainya.."


Ucap Yu Ming sambil mengangkat tangannya kedepan.


Pria baju putih itu menyimpan kembali Chi nya, kemudian dia berkata,


"Baiklah, kamu dengar baik baik, pemilik toko obat itu, beliau adalah kakak ipar ku."


"Sejak bayi hingga aku usia 12 tahun, dia lah yang susah payah membesarkan ku ."


"Bila penasaran ini, aku tidak membalasnya, maka sia sia lah aku menyandang gelar si nomor dua dunia persilatan.."

__ADS_1


"Nama ku Xiao Cien Shen..."


"Bagaimana cukup..!?"


"Bila cukup mari kita mulai.."


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Kakak Xiao, semua ini terjadi tanpa di sengaja, apa perlu di lanjutkan lingkaran dendam yang tiada putusnya ini..?"


Xiao Cien Shen mengangkat tangannya kedepan dan berkata,


"Cukup..tak perlu di bahas lagi..!"


"Mari kita selesaikan dengan cara dunia persilatan saja..!"


Selesai berkata, Xiao Cien Shen kembali mengerahkan Chi nya membungkus seluruh tubuh nya.


Lalu dia berteriak,


"Thien Cien...!"


"Ti Cien..!"


"Shan Cien..!"


"Hai Cien..!"


"Huo Cien..,!"


"Ping Cien..!"


"Lei Cien...!"


"Datanglah...!"


Teriak Xiao Cien Shen dengan suara menggelegar memenuhi angkasa .


Segera terlihat dari arah langit melesat sebilah pedang mendekati Xiao Cien Shen .


Kemudian di susul dari dalam tanah, juga melesat keluar sebilah pedang, yang meledakkan permukaan tanah saat pedang itu melesat keluar.


Sebilah pedang lainnya juga terlihat melesat keluar dari perut gunung yang berdiri kokoh di pulau Wan.


Dari tengah lautan juga muncul sebilah pedang melesat menghampiri Xiao Cien Shen .


Tak lama kemudian menyusul sebilah pedang yang di selimuti oleh api bergerak menghampiri Xiao Cien Shen .


Menyusul kemudian sebilah pedang yang di selimuti es dan sebilah pedang lain nya, yang di selimuti oleh kilat listrik.


Kedua pedang itu juga terlihat melesat menghampiri Xiao Cien Shen .


Kini tujuh batang pedang yang datang dari latar berbeda, terlihat muncul tergantung di udara, tepat berada di hadapan Xiao Cien Shen.


Xiao Cien Shen menatap tajam kearah Yu Ming , kemudian telunjuk nya menunjuk kearah pedang pertama Thian Cien.


"Thien Cien pergilah habisi dia...!"

__ADS_1


Bentak Xiao Cien Shen sambil menunjuk kearah Yu Ming .


Pedang itu langsung melesat mengejar kearah Yu Ming berubah menjadi seberkas cahaya putih transparan.


__ADS_2