
"Roh gaib hitam ke 7, kamu adalah roh gaib hitam yang terakhir berada di tempat ini.."
"Menurut mu setelah ini, kemana aku harus pergi temukan saudara ke 8 mu..?"
Tanya Yu Ming yang sudah kembali ke pulau kecil di telaga , bersama roh gaib hitam ke 7 yang baru dua bebaskan dari istana sebelah selatan telaga.
Roh gaib hitam ke 7 berkata,
"Kalau itu kamu harus bertanya pada kakak kedua ku, yang bisa melihat masa lalu dan masa depan.."
"Keahlian ku adalah tenaga kasar, aku agak bodoh kalau soal berpikir.."
Yu Ming menanggapi ucapan roh gaib ke 7 yang jujur dan polos dengan senyum.
Mungkin dari 10 roh gaib, yang ini yang paling jujur dan polos pikir Yu Ming .
"Ya sudah kamu masuklah bergabung dengan saudara mu, aku akan bersiap untuk meninggalkan tempat ini."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum sabar.
Roh gaib hitam ke 7 segera memberi hormat dan mengucapkan terimakasih.
Lalu dia segera berubah jadi kabut asap hitam masuk lewat kening Yu Ming .
Yu Ming menunggu hingga Roh gaib hitam masuk bergabung dengan rekannya.
Dia baru pergi mendekati pohon satu satu nya ditengah pulau itu.
Yu Ming menemukan kenyataan di pulau itu sama sekali tidak ada tanda tanda yang bisa membawanya kembali ke dunia nya.
Jadi Yu Ming yakin pohon inilah mungkin juru kunci dari segel formasi tempat ini.
Yu Ming mulai melakukan pemeriksaan dengan teliti di setiap jengkal di area dekat pohon itu.
Setelah menghabiskan waktu berjam jam melakukan pemeriksaan.
Secara tidak sengaja, kali Yu Ming menendang sesuatu yang keras, di dekat akar pohon besar itu.
Yu Ming segera berjongkok ke bawah untuk melakukan pemeriksaan.
Hasilnya setelah tanah dan lumut di dekat akar pohon di bersihkan, Yu Ming menemukan sebuah batu bulat, yang mirip bulatan kayu yang menjadi alat sembahyang para biksu aliran Buddha .
Alat kayu bulat itu, biasanya berpasangan dengan sebuah tongkat kecil, yang bila di pukul akan mengeluarkan bunyi tok tok tok yang nyaring.
Yu Ming segera memeriksa batu bulat itu dan Yu Ming akhirnya menemukan apa yang dia cari.
Sebuah lubang kunci, terlihat ada diatas permukaan batu,Yu Ming segera memasukkan kunci emas kuno, dari keluarga Ping Ru Meng.
__ADS_1
Begitu kunci di masukkan, batu itu langsung mengeluarkan cahaya berkilauan memenuhi tempat itu.
Selanjutnya begitu kunci di putar, Yu Ming langsung menghilang dari tempat itu.
Saat muncul kembali Yu Ming sudah berada di puncak Gunung Hitam, di mana Yu Ming terlihat sedang dalam posisi berjongkok di bagian paling tengah formasi bintang 5 elemen.
Yu Ming memadamkan satu persatu elemen yang membuat cahaya menyala di kelima ujung bintang, padam kembali seperti semula .
Setelah itu Yu Ming baru bergerak terbang meninggalkan puncak gunung hitam.
Kembali ke garis pantai, untuk berkumpul kembali dengan Ji Lian Hua, Paman Luo , Naga Panca Warna dan anak buah kapal yang tersisa.
Tanpa kesulitan Yu Ming berhasil mendarat kembali di atas kapal.
Melihat tuan mudanya sudah kembali, Naga Panca Warna tanpa banyak bicara langsung pergi menyatu dengan tubuh Yu Ming , membentuk tato melingkari tubuh Yu Ming .
Ji Lian Hua dan yang lain nya langsung menghampiri Yu Ming , menyambut kedatangan nya dengan hati gembira.
"Bagaimana sudah beres..?"
Tanya Ji Lian Hua sambil tersenyum lega.
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Sudah, kita bisa tinggalkan tempat ini sekarang.."
"Masalah di sini sudah selesai,hanya sisa 3 roh gaib lagi yang perlu kita temukan.."
Paman Luo yang kini maju kedepan dan bergantian berbicara,
"Tuan muda, jadi kita selanjutnya kemana harus menuju..?"
Yu Ming menatap paman Luo, dan menepuk pundak nya,
"Maaf menyusahkan kalian semua, tujuan kita berikutnya adalah laut Utara.."
"Kita akan berlayar menuju bagian paling Utara dari dunia ini.."
"Sebuah wilayah yang penuh dengan es.."
"Jadi sebelum berangkat kesana, ada baiknya kita mampir ke sebuah kota pelabuhan yang cukup besar, untuk membeli semua kebutuhan kita."
"Seperti mantel musim dingin dan lain sebagainya.."
Paman Luo dan anak buahnya mengangguk paham, dan paman Luo pun berkata,
"Kalau begitu pelabuhan Tian Jin adalah yang paling tepat kita singgahi.."
__ADS_1
"Di sana kita bisa memenuhi segala kebutuhan kita.. untuk perjalanan berikutnya nanti.."
"Ayo semuanya kembali ke posisi kalian, kapal akan segera berangkat, mumpung laut masih tenang, hari masih pagi.."
Ucap paman Luo mengobarkan semangat kerja bawahan nya.
Dengan penuh semangat para anak buah kapal itu, segera bergerak menuju posisi masing masing untuk menjalankan tugas mereka.
Sedangkan Yu Ming dia menggandeng tangan Ji Lian Hua menuju bagian atas dek kapal mencari tempat yang tenang, jauh dari keramaian.
Mereka berdiri di bagian pinggir pagar pembatas kapal, mengamati pemandangan pulau hitam gunung hitam dan celah sempit yang sedang mereka tinggalkan.
Sesaat kemudian tempat, yang tidak mungkin mereka kunjungi lagi ini, hanya akan menjadi kenang kenangan di dalam pikiran mereka berdua.
Masing masing terdiam di sana, seperti sedang mengenang balik rangkaian peristiwa menegangkan yang mereka berdua alami sebelum ini.
Beberapa waktu berlalu, saat kapal mulai keluar dari bagian celah yang mirip sebuah gua raksasa.
Kapal mulai bergerak dengan hati hati, menghindari batu karang tajam yang banyak tersebar di sekitar tempat itu.
Yu Ming akhirnya berkata,
"Hua Er apa rencana mu bila misi kita yang tinggal tidak banyak lagi, ini berakhir..?"
Ji Lian Hua termenung menatap kearah hamparan laut luas, setelah beberapa saat menatap hamparan laut luas.
Ji Lian Hua baru kembali menatap kearah wajah Yu Ming dengan serius dan berkata,
"Entah lah, aku tidak tahu.."
"Aku terkadang sedikit takut hari itu tiba.."
"Yu Ming ke ke sendiri bagaimana, apa rencana Yu Ming ke ke selanjutnya..?"
Tanya Ji Lian Hua sambil menatap kearah wajah Yu Ming dengan tatapan mata penuh harap.
Yu Ming menghela nafas panjang,seolah olah tidak tahu mau menjawab apa.
Beberapa saat kemudian dia baru menoleh kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Hua er saat ini di kahyangan sedang terjadi kekacauan, "
"Aku rasa saat ini Yang Jian, Li Cing, Ne Cha.. mereka bertiga mungkin sudah di panggil kembali ke kahyangan.."
"Aku setelah misi selesai kemungkinan aku juga akan kembali ke kahyangan untuk menjalani kewajiban ku.."
"Membantu ayah dan ibu, dan adik angkat ku, mengatasi masalah yang di timbulkan oleh Yu Long, adik kedua ku yang sangat berambisi dan jahat.."
__ADS_1
Ji Lian Hua menghela nafas sedih, dia membuang wajah nya kesamping.
Agar airmata nya, yang bergulir turun, dan menggantung di pipi halus nya, tidak terlihat oleh Yu Ming .