PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

"Sedangkan sahabat ku ini, silahkan saudara Hung tanyakan sendiri ke orangnya."


"Dalam hal ini, aku tidak mau ikut campur.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum penuh arti ke Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua juga paham maksud Yu Ming , Hung hai Kun, si tombak sakti adalah seorang jagoan pilih tanding yang susah di cari lawannya.


Terutama adalah kesetiaan nya dan ucapan nya yang sangat bisa di pegang.


Dia adalah orang berbakat yang bila bisa di rekrut, akan memberikan keuntungan, yang sangat besar bagi orang, yang mendapatkan pengabdiannya.


Hung hai Kun, si tombak sakti mengangguk dan berkata,


"Terimakasih pendekar muda, aku akan selalu mengingat pesan anda ini.."


"Seumur hidup aku Hung hai Kun, tidak akan pernah berani melupakan apalagi melanggarnya.."


Yu Ming mengangguk puas dengan menepuk pundak Hung hai Kun, si tombak sakti, dengan tatapan mata bangga.


"Pendekar muda, bolehkah aku tahu nama besar anda yang terhormat..?"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Tidak ada nama besar ataupun terhormat, panggil saja nama ku Yu Ming atau adik Yu Ming atau apapun terserah kakak Hung saja.."


Hung hai Kun, si tombak sakti dengan wajah gembira segera berkata,


"Kalau begitu aku panggil kamu adik Ming saja.. bagaimana..?"


Yu Ming sambil tersenyum mengangguk cepat.


Kini Hung hai Kun, si tombak sakti dengan wajah penuh semangat, berganti menatap kearah Ji Lian Hua dan berkata,


"Nona muda, sekarang giliran anda,.."


"Sebutkan saja apa yang nona muda inginkan dari ku, bahkan nyawa inipun siap aku berikan, bila nona menghendakinya.."


Ucap Hung hai Kun, si tombak sakti tegas.


Ji Lian Hua sambil tersenyum berkata dengan suara nya yang lembut,


"Tak perlu seperti itu kakak Hung, kakak Hung cukup bawa surat ini ke paman ku Ji Dan di Zhao Ge sana.."


"Nanti paman ku akan aturkan pekerjaan yang tepat buat kakak Hung."


"Akan sayang sekali, bila bakat seperti kakak Hung, bila tidak di abdikan pada kepentingan rakyat banyak.."

__ADS_1


Hung hai Kun, si tombak sakti menerima surat dari Ji Lian Hua dengan penuh hormat, dua segera menyimpan nya. dan berkata.


"Baik nona muda, aku dari sini akan segera berangkat ke Zhao Ge menemui paman nona yang bernama Ji Dan.."


"Ji Dan,..Ji Dan.. ehh bukannya marga Ji ini milik keluarga kaisar,? apa maksud nona, paman nona adalah Ji Dan walinya kaisar saat ini Ji Song yang masih kecil itu..?"


"Jadi nona muda ini..?"


Tanya Hung hai Kun, si tombak sakti, terbelalak kaget.


Ji Lian Hua sambil tersenyum berkata,


"Bukan satu pilihan yang bisa aku pilih, terlahir di keluarga kerajaan.."


"Kakak Hung benar, Ji Song itu adik lelaki ku, sedangkan Ji Dan adalah paman ku yang membantu adik ku yang masih kecil menjalankan roda pemerintahan yang banyak kekacauan setelah ayah ku meninggal.."


"Nama ku Ji Lian Hua, di luar istana kakak Hung cukup panggil aku Hua er saja, panggilan yang sama seperti kakak Ming panggil ke aku.."


"Aku lebih nyaman dengan panggilan seperti itu.."


Hung hai Kun, si tombak sakti segera menjura memberi hormat kearah Ji Lian Hua.


Lalu dia berkata,


"Baiklah bila itu pesan dari Hua er, aku Hung hai Kun, si tombak sakti akan siap menjalankan tugas dengan taruhan nyawa ku.."


"Kalau begitu sebelum berpisah, kami ada sedikit makan seafood yang jumlahnya cukup banyak.."


"Kita makan bersama dulu sebelum berpisah.."


"Bagaimana setuju..?"


Hung hai Kun, si tombak sakti sambil tersenyum lebar menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Aku akan ikuti saja..aku juga tidak akan bersungkan lagi.."


"Terimakasih banyak.."


Yu Ming sambil tersenyum gembira, segera merangkul pundak Hung hai Kun, si tombak sakti.


Mengajaknya untuk mencari tempat duduk santai di anjungan kapal, sambil menunggu Ji Lian Hua pergi menyiapkan makanan perpisahan mereka.


Sesaat kemudian mereka bertiga, segera larut dalam kegembiraan makan minum.bersama dengan sepuasnya.


Sebelum akhirnya Yu Ming membawa kapalnya merapat ketepian sungai.


Setelah saling menjura, Hung hai Kun, si tombak sakti segera melayang ketepi sungai kuning.

__ADS_1


Dia mendarat ringan di sana, setelah melambaikan tangan kearah Yu Ming dan Ji Lian Hua, Hung hai Kun, si tombak sakti pun melesat menghilang dari sana dengan ilmu ringan tubuhnya yang hebat .


Sebenarnya tanpa kapal merapat sekalipun, Hung hai Kun, si tombak sakti bisa menggunakan ilmu meringankan tubuhnya meninggalkan kapal dengan mudah.


Yu Ming merapatkan perahu ketepi hanya sebagai sikap sopan santun mengantar sahabat barunya itu sebelum mereka berpisah.


Setelah berpisah dari Hung hai Kun, si tombak sakti, dan kembali melanjutkan perjalanan nya.


Yu Ming tiba tiba merasakan gelang berlian yang melingkar di lengan kirinya sedikit melonggar.


Sehingga sebagian Chi Dewa kembali mulai bisa mengaliri tubuhnya sedikit demi sedikit.


Menanggapi hal ini, Yu Ming menjadi lebih bersemangat lagi dalam melakukan perjalanan pertualangan baru nya ini.


Yu Ming tidak ada niat untuk mencari tah siapa pemilik Paviliun, dia tidak mengingkari kerubutan bila keributan itu tidak datang mencarinya.


Kapal yang di tumpangi oleh Yu Ming dan Ji Lian Hua kembali bergerak menyusuri sungai kuning.


Setelah permasalahan dengan Hung hai Kun, si tombak sakti selesai.


Perjalanan agak sedikit tenang, Yu Ming dan Ji Lian Hua sudah melewati 3 desa.


Tapi sejauh ini baik baik saja, tidak terlihat ada tanda tanda orang dunia persilatan akan kembali datang menghadangnya seperti ancaman Hung hai Kun, si tombak sakti dulu.


Pada kenyataannya sampai hari ini semuanya berjalan cukup.lancar.


Di desa ketiga kapal mereka sempat singgah untuk mengisi perbekalan perjalanan.


Sebelum kemudian mulai bergerak kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Setelah beberapa waktu meninggalkan desa ketiga, kapal mereka mulai memasuki kawasan yang di apit oleh sepasang tebing tinggi dan curam di kiri kanan sungai.


Aliran sungai sendiri, semakin lama semakin menyempit, tapi arus menjadi semakin deras.


Yu Ming harus lebih hati hati mengendalikan kapal, agar tidak terhempas menabrak dinding tebing batu, yang akan menyebabkan masalah fatal, pada lambung kapal bila sampai pecah, saat terjadi benturan keras.


Yu Ming dan Ji Lian Hua bekerja sama, Yu Ming mengendalikan arah kapal.


Sedangkan Ji Lian Hua menggunakan kayu panjang untuk membantu mendeteksi kedalaman dasar sungai yang akan di lewati oleh kapal mereka.


Selain itu dia juga membantu Yu Ming melakukan pengamatan terhadap kondisi jalan di depan.


Ji Lian Hua berperan sebagai navigasi bagi Yu Ming .


Saat malam tiba, Yu Ming memutuskan menurunkan jangkar, tidak melanjutkan perjalanan di malam hari.


Karena menurutnya dalam Medan perjalanan seperti ini, menempuh perjalanan malam hari sangat lah beresiko.

__ADS_1


__ADS_2