PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
INTI PERGERAKAN ILMU SILAT SEMESTA


__ADS_3

Keesokan paginya, sebelum matahari terbit, Yu Ming sudah menggendong batu sebesar gajah itu, menuruni puncak gunung Cing Lung San.


Yu Ming menjalankan semua perintah gurunya, tanpa banyak mengeluh.


Dia tidak mau berpikir terlalu banyak, kondisinya yang tidak bisa menghimpun hawa murni.


Cukup membuat dia sadar diri, bahwa kini masih ada guru yang mau melatihnya, dia sudah harus bersyukur.


Mana ada tempat dan hak baginya untuk mengeluh, lagipula selama mengikuti menjadi murid Wang Wu.


Dia bukan hanya tidak perlu membayar sepeserpun ke gurunya.


Bahkan makan tidur pakaian, semuanya dia terima gratis dari Wang Wu.


Jadi menerimanya sebagai murid, Wang Wu sudah mengalami kerugian besar.


Dia mana punya hak, untuk menolak. Apalagi melontarkan protes dan menolak perintah dari gurunya.


Berdasarkan semua pertimbangan ini, Yu Ming sangat patuh dengan perintah gurunya.


Menuruni gunung terjal dengan membawa beban seberat itu, bukanlah pekerjaan mudah.


Yu Ming harus berhati hati, bila tidak ingin dirinya beserta batu yang di panggulnya, bergulingan jatuh kedalam jurang.


Menjelang siang, Yu Ming akhirnya sampai juga di kaki gunung.


Setelah beristirahat sejenak melepaskan lelah, Yu Ming sudah kembali melanjutkan tugasnya memikul batu besar itu, kembali lagi naik ke puncak gunung.


Menjelang tengah malam, Yu Ming baru berhasil kembali ke puncak gunung.


Hal itu Yu Ming lakukan berulang ulang setiap hari, semakin hari jarak tempuh perjalanan nya semakin cepat.


Fisik Yu Ming mulai terbiasa, bahkan di tambah dengan gurunya ikut duduk diatas batu pun.


Yu Ming sanggup melakukan semuanya dengan santai.


Setelah 2 tahun berjalan, di mana Yu Ming hanya bolak balik naik turun gunung, sambil memikul batu sebesar gajah itu.


Kini Yu Ming sebelum matahari terbit, dia mulai bergerak turun gunung, saat matahari mulai terbit, dia sudah memulai pendakian naik menuju puncak gunung.


Tepat sebelum tengah hari, Yu Ming sudah berhasil kembali kepuncak gunung.


Cara meletakkan batu pun di lakukan pelan pelan, tidak di banting lagi.


Wajah nya juga tidak terlihat pucat lagi, nafasnya pun kini terlihat sangat teratur.


Semua berjalan biasa saja, keringat tetap ada, hanya saja tidak sampai banjir seperti dulu, hingga rambut pun terlihat seperti orang habis keramas.

__ADS_1


Kini keringatnya hanya muncul di dada punggung leher dan kening saja.


Semua masih dalam batas normal, tidak seperti dulu, yang sampai dehidrasi.


Wang Wu yang melihat hal itu dari jauh, dia tersenyum puas.


Saat mereka berdua makan siang bersama sama, Wang Wu pun berkata,


"Ming Er mulai sore ini dan seterusnya, kamu tidak perlu urus batu lagi.."


"Guru akan mulai mengajari mu, ilmu Golok Naga Emas.."


"Ilmu Golok Naga Emas terdiri dari 15 jurus, setiap jurus terbagi dalam 15 gerakan, setiap gerakan ada 15 perubahan."


"Jadi total Ilmu ini, ada 3375 perubahan.."


"Supaya mudah dan tidak menghabiskan banyak waktu, kamu harus memahami dengan baik, setiap jurus, sesuai dengan nama jurus jurus nya.."


"Bila salah mengerti, maka hasilnya tentu akan beda.."


"Selama 3 tahun tersisa, guru akan mengajarkan semua yang guru kuasai pada mu."


"Tentu saja Ilmu tenaga dalam, dan ilmu meringankan tubuh menjadi pengecualian.."


"Kamu sendiri tentu lebih paham, kenapa guru tidak bisa wariskan kedua dasar ilmu silat itu pada mu.."


Yu Ming tidak berkata apa-apa, dia hanya mengangguk cepat, dan mendengarkan pesan dan informasi dari guru nya dengan serius.


Wang Wu bisa melihat dengan jelas, dari tatapan mata Yu Ming, Yu Ming terlihat sangat tertarik dan bersemangat.


Siang itu, selesai makan Wang Wu mulai menjelaskan ke 15 jurus itu secara teori dengan penuh kesabaran.


Dia juga menyerahkan sebuah salinan kitab, yang dia tulis tangan sendiri kepada Yu Ming. Untuk di pelajari dan di baca baca .


Menjelang sore, Wang Wu mulai menurunkan satu persatu jurus goloknya ke Yu Ming.


Wang Wu cukup terkejut, karena setiap jurus yang dia mainkan, sekali lihat, Yu Ming sudah mampu meniru nya dengan sempurna.


Perbedaanya hanya terletak pada pengerahan tenaga, Yu Ming hanya menggunakan tenaga luar, tanpa pengerahan tenaga dalam.


Kecepatan dan keluwesan pergerakan nya, juga tidak mengandalkan ilmu ringan tubuh.


Melainkan kecepatan dan kegesitan, yang di peroleh nya dengan latihan keras.


Sehingga dia dapat bergerak dengan cepat dan lincah, seperti reflek pada hewan hewan liar.


Semua yang Yu Ming lakukan sangat mencengangkan Wang Wu, sekaligus membuatnya sangat bergembira.

__ADS_1


Wang Wu menjadi sangat bersemangat dan tanpa ragu ragu lagi, dia segera menurunkan semua jurus yang dia kuasai dan menjadi andalan nya selama ini, ke Yu Ming.


Wang Wu tidak tahu dan tidak pernah menyangka, kemampuan Yu Ming ini semua, karena dia sudah menguasai inti pergerakan Ilmu silat semesta.


Jadi apapun pergerakan dari ilmu silat yang dia lihat, cukup sekali lihat, dia sudah menguasai dan tahu kelemahannya.


Hanya saja karena dulu usianya masih kecil, tenaganya masih kurang, kelincahan dan kegesitan pun tidak punya.


Tubuh juga tidak terlatih dengan baik, semua faktor ini membuat Yu Ming menjadi lemah.


Hanya tahu teori saja, dalam pertarungan sebenarnya, semuanya menjadi percuma.


Dia tetap akan menjadi sasaran empuk lawan nya.


Tapi situasinya kini jauh berbeda, tubuhnya kini cukup terlatih, tenaga, dan kecepatan nya kini juga sudah cukup mumpuni.


Dia jadi mulai bisa mengembangkan pengetahuan nya, tentang dasar dasar Pergerakan Ilmu silat semesta.


Dengan ilmu inilah Yu Ming dengan mudah menguasai dan meniru setiap pergerakan jurus golok Wang Wu, dengan sempurna.


Di hari ketiga pelatihan Yu Ming, Wang Wu hanya berdiri di pinggir lapangan, sambil berteriak secara acak, jurus jurus yang dia ajarkan.


Wang Wu menyebutkan nomor urut jurusnya.


Sedangkan Yu Ming sebelum memainkan jurus tersebut, dia menyebutkan namanya dulu.


Setelah itu dia baru bergerak menyerang.


Wang Wu terlihat sangat puas dan bergembira dengan pencapaian muridnya saat ini.


Pertama dia mampu memainkan Golok Naga Emas milik gurunya yang berat itu, dengan sangat baik.


Seolah olah golok itu ringan ringan saja di tangannya.


Kedua gerakan nya sangat mantap, setiap jurus yang dia mainkan, tanpa menggunakan tenaga dalam, mampu mendatangkan angin berkesiur di sekitarnya.


Ketiga dia memilki reflek yang lincah dan bagus, tidak terlihat kaku, meski dia adalah seorang ahli tenaga luar.


Tubuhnya tetap luwes dan lentur, kegesitan dan refleknya cukup baik.


Tidak sampai seminggu Yu Ming berlatih, dia sudah menguasainya dengan sempurna.


Karena Yu Ming sudah berhasil, mewarisi apa yang ingin dia wariskan.


Selanjutnya Wang Wu memberikan Yu Ming kebebasan dalam berlatih.


Dia tidak lagi ikut campur mengatur Yu Ming.

__ADS_1


__ADS_2