
Kapal berlayar dengan cepat, tidak terasa mereka sudah seminggu menempuh perjalanan tanpa henti tanpa singgah.
Karena stok persediaan mereka cukup banyak di gudang .
Berbeda dengan perjalanan sebelumnya yang banyak singgah singgah, sehingga perjalanan menjadi lambat dan banyak bertemu masalah.
Sekali ini perjalanan menjadi lebih cepat, tidak banyak singgah singgah.
Masalah pun tidak ada, selama seminggu ini perjalanan Yu Ming boleh dikatakan sangat tenang.
Tapi pagi ini, paman Luo secara pribadi datang menghampiri Yu Ming yang sedang duduk santai di bagian atas dek kapal.
"Tuan muda ada beberapa perbekalan yang sudah hampir habis, perlu di isi.."
"Bagaimana menurut tuan muda, apa boleh kita singgah di kota Ping di depan sana..?"
Ucap paman Luo dengan sikap penuh hormat.
Yu Ming sambil tersenyum berkata,
"Bukan masalah paman atur saja, tapi untuk uang belanja aku tidak punya.."
"Sebaiknya paman Luo hubungi Hua er saja ."
Paman Luo mengangguk dan berkata,
"Baik tuan muda,.. kalau begitu aku segera pergi hubungi Nona Hua.."
"Karena kota Ping sudah mulai terlihat dari sini.."
Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia kembali melanjutkan membaca sebuah buku tebal, yang dia ambil dari gelang penyimpanan nya.
Buku ini bernama buku rahasia langit, dulu di kahyangan dia sangat sibuk sehingga tidak ada waktu banyak untuk membaca dan menelitinya.
Tapi saat ini, dia justru banyak waktu senggang, jadi Yu Ming manfaatkan untuk membaca mengisi waktu agar tidak jenuh.
Tapi tiba tiba langit mendung, hujan gerimis mulai turun, Yu Ming terpaksa menyimpan bukunya.
Lalu dia meninggalkan tempat itu kembali ke bilik kamarnya, untuk melanjutkan kegiatan membaca nya.
Ji Lian Hua yang melihat Yu Ming asyik dengan bukunya, gadis itu tidak ingin menganggu nya.
Jadi dia mencari kesibukan dengan merajut pakaian dan menyulam sebuah jubah halus buat Yu Ming .
Dengan kegiatan menjahit merajut dan menyulam, Ji Lian Hua bisa mengisi hari hari nya dengan baik.
Selain itu dia juga rajin berlatih mengumpulkan Chi dan meningkatkan lagi kemampuan penguasaan terhadap jurus jurus yang di ajarkan oleh gurunya .
Berkat mendapatkan banyak petunjuk dari Yu Ming , Ji Lian Hua mengalami perkembangan yang cukup pesat di ilmu pedangnya.
__ADS_1
Akhirnya kapal merapat juga di dermaga, tapi untuk memperkecil masalah.
Ji Lian Hua dan Yu Ming masing masing memilih bersembunyi di kamar menikmati hobby mereka masing masing.
Hingga Yu Ming dan Ji Lian Hua mendengar suara ribut ribut di luar sana.
Yu Ming dan Ji Lian Hua baru keluar dari bilik kamar masing masing, pergi ke dek depan untuk melihat ada keramaian apa di luar sana.
Saat keluar dari dalam ruangan, Yu Ming dan Ji Lian Hua menyaksikan ada sekelompok orang asing yang tidak pernah mereka lihat.
Kini mereka sedang menggelar sesuatu duduk di kelilingi oleh kru kapal mereka.
Yu Ming dan Ji Lian Hua segera mendekati tempat rame rame orang sedang berkerumun.
Segera Yu Ming menemukan ternyata beberapa orang asing yang berada di atas kapalnya.
Adalah komplotan bandar judi dadu, mereka di sana ada 4 orang, mereka berempat bekerja sama.
Menjadi bandar judi, yang menunggu kru kapal dan beberapa buruh angkut barang di pelabuhan yang ikut berkumpul turut meramaikan permainan bersama rombongan kru kapal.
Setiap kali bandar judi selesai mengguncang tiga butir dadu, yang ditempatkan di sebuah piring yang di tutupi dengan sebuah mangkok.
Mereka semua segera terlihat sibuk memasang taruhannya,
Saat uang selesai terpasang diatas kertas bergambar yang di gelar diatas lantai.
Dimana sudah tidak ada yang memasang taruhannya lagi.
Bila semua sudah yakin, tidak ada lagi yang ingin menambah atau merubah taruhan nya, Bandar akan segera menyentuh penutup mangkok, bersiap membukanya.
Dalam posisi itulah suara teriakan orang orang, yang memanggil agar taruhan nya keluar lewat dadu yang di tampilkan di dalam piring , terdengar hinggar hinggar sangat berisik.
Sesaat kemudian begitu tutup mangkok dibuka, segera ada yang terlihat gembira.
Karena mereka memenangkan pertaruhan dan menerima uang kemenangan mereka dari bandar.
Sedangkan sebagian lainnya, mereka terlihat cemberut kesal marah marah dan agak emosi, karena uang mereka di tarik oleh bandar.
Awalnya para kru kapal agak takut takut, saat melihat Yu Ming dan Ji Lian Hua hadir diantara mereka.
Tapi setelah beberapa putaran berlangsung, Yu Ming tidak menegur, dia hanya diam melihat dan mengikutinya saja.
Begitupula dengan Ji Lian Hua, dia juga hanya diam memperhatikan nya saja.
Para kru kapal pun jadi berani dan bersemangat bermain lagi.
Yu Ming dan Ji Lian Hua saling pandang, setelah beberapa kali mengikuti cara permainan judi tersebut.
Dengan melihat beberapa putaran, mereka segera paham aturan permainan judi tersebut.
__ADS_1
Yu Ming dan Ji Lian Hua mereka saling menganggukkan kepala, tanda mereka sepakat untuk ikut bermain.
Yu Ming segera berbisik pelan,
"Hua er.. kamu. ingin mencobanya..?"
Ji Lian Hua sambil tersenyum lebar berkata,
"Yu Ming ke ke mau..?"
Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kamu saja, aku akan menemani mu saja.."
Ji Lian Hua dengan penuh semangat, dia segera memasang pendengarannya, saat bandar judi mulai mengguncang dadu nya.
Saat piring dan mangkok tertutup di letakkan, dadu sudah selesai di guncang .
Segera orang orang mulai sibuk memasang taruhannya.
Ji Lian Hua menunggu hingga semua orang selesai pasang.
Dia baru meletakkan uangnya di tempat yang ingin dia pasang.
Ji Lian Hua memasang angka 3 5 dan 6, masing masing menggunakan uang satu Tael emas.
Seketika hijau lah, mata semua orang yang hadir disana.
Bandar judi pun terlihat agak sedikit pucat, melihat taruhan Ji Lian Hua.
Uang itu bukan jumlah yang bisa di buat main main.
Bila dia menang tentu saja dia untung besar.
3 hari menjadi bandar judi sekalipun, dia tidak akan pernah menarik uang sebanyak itu.
Tapi bila sebaliknya, dia yang kalah, meski seluruh kekayaannya dipertaruhkan sekalipun.
Dia tidak bakalan sanggup mengganti nya.
Si bandar judi tidak berani langsung menerima pasangan dari Ji Lian Hua.
Dia minta waktu untuk berunding dengan tiga rekannya yang lain.
Setelah saling berunding dengan suara bisik bisik di tempat agak jauh.
Akhirnya mereka menemukan kesepakatan dan segera kembali lagi kehadapan Ji Lian Hua.
Kini orang yang bertugas membuka mangkok di gantikan oleh rekan, orang pertama yang mengguncang dadu tadi.
__ADS_1
Pria yang menggantikan posisi teman nya itu, dia memiliki sepasang mata tajam cekung kedalam dengan hidung bengkok seperti kakak tua.