PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Wu Ti Cien Sen


__ADS_3

Melihat rubah putih itu melompat keatas kapal, anggota Sekte Pedang Tanpa Tanding langsung ikutan berlompatan naik keatas kapal.


Tapi sialnya mereka tidak tahu kapal itu adalah kapal Yu Ming dan Ji Lian Hua yang sudah berulang kali bentrok dengan kelompok mereka.


Begitu menyerbu keatas kapal, melihat Rubah Bulu Putih yang mereka incar kini bersembunyi ketakutan di bawah kursi malas seorang kakek tua.


Mereka segera bergerak mengepung tempat itu.


Kakek tua yang bukan lain adalah Yu Ming , manusia super sabar di dunia .


Tapi sekali ini orang orang ini benar benar membuatnya marah.


Kejadian Rubah Bulu Putih ini justru mengingatkan Yu Ming akan nasib Siao Li sahabatnya, yang sebenarnya adalah jelmaan Ping Ru Meng yang datang menemaninya.


Yu Ming dengan suara bergetar berkata,


"Cecunguk bila ingin selamat segera tinggalkan tempat ini..!"


"Jangan membuat ku marah dan melanggar pantangan membunuh..!"


Ji Lian Hua yang sedang melakukan transaksi pembayaran dengan beberapa pemasok pesanannya.


Sampai berdiri bengong, selama mengenal Yu Ming , ini adalah kali kedua dia mendengar suara Yu Ming seperti itu.


Dia tahu persis bila orang orang Sekte Pedang Tanpa Tanding ini tidak segera menuruti Yu Ming .


Kejadian mengerikan di Sekte Pedang Langit akan segera berulang.


Orang orang ini pasti akan mati dengan sangat menyedihkan.


Ji Lian Hua yang khawatir dari kejauhan hanya bisa bergumam pelan dengan khawatir.


"Yu Ming ke ke jangan .."


Tentu saja ucapannya tidak akan terdengar karena tertutup oleh suara ribut orang irang Sekte Pedang Tanpa Tanding , yang ingin menangkap Rubah Bulu Putih .


Para pengepung itu bersikap cuek, mereka mana mungkin mengindahkan teguran seorang kakek kakek .


Mereka terlalu percaya diri dan sudah terbiasa bersikap arogan, karena nama besar sekte mereka.


Di kota ini, siapa yang tidak kenal dan berani melawan mereka.


Apapun yang mereka kehendaki mana ada orang yang berani melarang mereka.


Apalagi sekali ini, mereka dalam rangka menjalankan tugas dari ketua Agung mereka tentu saja mereka semakin arogan dan percaya diri.


Salah satu dari mereka yang merupakan kepala pimpinan kelompok itu, dia langsung membentak balik kearah Yu Ming dengan suara keras.


"Kakek tua bau tanah,.. ! bila tahu arah cepat menyingkir..!"

__ADS_1


"Jangan menghalangi kami menjalankan tugas..!"


Yu Ming yang mendapatkan tanggapan seperti itu, tentu saja menjadi semakin marah.


Saking marahnya, Yu Ming tubuh nya sampai terlihat gemetaran menahan emosi yang setiap saat bisa meledak.


Tapi oleh pengepung nya, keadaan Yu Ming mereka kira Yu Ming sedang ketakutan .


Yu Ming yang sudah tidak bisa menahan emosinya, terlihat menyunggingkan satu senyum dingin.


Sebelum akhirnya dia berteriak keras, dengan suara menggelegar.


"Enyahlah kalian semuanya..!"


Suara bentakan Yu Ming langsung mendatangkan kilat menyambar nyambar di siang hari.


Sungai bergolak hebat, langit bumi hingga neraka, tiga akan mengalami gempa dahsyat.


Puluhan orang Sekte Pedang Tanpa Tanding yang melakukan pengepungan diatas kapal.


Mereka pada terlempar keluar dari dalam kapal dengan tubuh gosong tersambar oleh petir petir yang datang dari langit.


Setelah semua murid Sekte Pedang Tanpa Tanding terlempar keluar dari dalam kapal tewas dengan tubuh gosong.


Kini Yu Ming dengan gerakan lembut membelai lembut Rubah Bulu Putih , yang terlihat meringkuk mengigil ketakutan di sana.


Yu Ming kemudian memegang dan menarik Rubah Bulu Putih itu masuk kedalam pelukannya.


"Siao Li kamu tenang saja, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun lagi menganggu mu.."


"Kamu tenanglah jangan takut pada ku.."


Perlahan lahan Rubah Bulu Putih mengerti Yu Ming tidak ada niat buruk dengan nya .


Yu Ming justru muncul untuk melindunginya, sehingga mahluk itu kini berbaring manja di dalam pelukan Yu Ming .


Ji Lian Hua kini bisa sedikit bernafas lega melihat Yu Ming sudah tenang kembali.


Tidak lagi bersikap menyeramkan seperti tadi.


Seiring dengan tenangnya emosi Yu Ming , tiga alam mulai kembali tenang tidak lagi mengalami gempa dahsyat seperti sebelumnya.


Tapi di dalam kapal tenang, di dermaga dan di sungai justru terjadi kehebohan.


Semua orang berteriak ketakutan dan menatap ngeri kearah mayat mayat gosong yang bergelimpangan baik di darat maupun di sungai.


Banyak masyarakat yang berkata, bahwa orang orang Sekte Pedang Tanpa Tanding telah mendapatkan hukuman dari langit atas dosa dosa mereka selama ini.


Kehebohan semakin menjadi jadi saat mereka melihat Ketua Sekte Pedang Tanpa Tanding, Wu Ti Cien Sen dewa pedang tanpa tanding.

__ADS_1


Melayang terbang mendekati dermaga, kemudian Wu Ti Cien Sen melayang layang di atas kapal Yu Ming dan berkata,


"Kembali kan rubah ekor sembilan itu pada ku..!"


"Aku akan pertimbangkan mengampuni nyawa mu, dan nyawa cucu mu..!"


Yu Ming menengadah keudara, dengan memicingkan sedikit matanya mengurangi cahaya silau matahari yang masuk ke mata nya.


Yu Ming berkata,


"Jangan mimpi kamu..!"


Yu Ming kemudian melempar Rubah Bulu Putih kearah Ji Lian Hua dan berkata,


"Hua er tolong jaga dia baik baik.."


"Aku akan mengusir lalat sombong yang sedang terbang di udara itu.."


Ji Lian Hua menerimanya dengan mudah, Rubah Bulu Putih tidak berani banyak bergerak.


Dia meringkuk ketakutan dalam pelukan Ji Lian Hua, saat melihat Wu Ti Cien Sen sudah datang sendiri ingin menjemputnya kembali.


Yu Ming setelah melemparkan Rubah Bulu Putih ke arah Ji Lian Hua.


Dia kini juga melayang ringan naik ke udara menyusul kehadapan Wu Ti Cien Sen.


Yu Ming juga melayang sejajar di hadapan Wu Ti Cien Sen sambil tersenyum sinis.


"Rupanya ada sedikit kemampuan juga kamu, makanya berani jual kesombongan di hadapan ku..!"


Tegur Wu Ti Cien Sen sambil mencabut pedang nya.


Begitu pedang tercabut , langit kembali mengelegar dengan petir sambar menyambar di angkasa sana.


Sambil tersenyum sinis Wu Ti Cien Sen berkata,


"Pak tua..ini peringatan terakhir ku..!"


"Mau kembalikan atau tidak rubah itu pada ku..!?"


Yu Ming sambil tersenyum sinis mengeluarkan pedang Xuan Yuan yang segera mengeluarkan sinar emas menyelimuti seluruh tubuhnya yang sedang terbang di angkasa.


"Aku katakan ulang pada mu, jangan mimpi..!"


"Tahu diri cepat menyingkir dari sini, sebelum hari ini aku akan membuat mu si Tanpa Tanding jadi Tanpa Malu..!"


Wu Ti Cien Sen sepasang alisnya langsung berdiri, sepasang matanya menatap gusar kearah Yu Ming dan dia akhirnya berteriak,


"Kakek bau tanah, mampuslah sana..!!"

__ADS_1


Seiring dengan ucapan yang dia keluarkan, seberkas cahaya putih melesat berkeredep menyerang kearah leher Yu Ming .


Gerakan itu saking cepatnya, tidak terlihat Wu Ti Cien Sen, menggerakkan pedangnya tahu tahu ujung pedang sudah menempel di depan leher Yu Ming .


__ADS_2