PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KENANGAN LAMA


__ADS_3

Tepat di posisi titik itu berada , terlihat ada sebuah tonjolan batu bergerigi muncul di sana.


Yu Ming yang awalnya terlihat kaget bercampur lega, melihat kedua mahluk aneh kembali menjadi patung.


Kini dia beralih memperhatikan cahaya yang memantul kesana kemari dan berakhir di titik yang ada batu bergerigi menonjol di sana.


Yu Ming berpikir bagaimana mau mencapai tempat yang tingginya hampir satu setengah tombak itu.


Dinding di sana halus licin, tidak ada tempat untuk berpijak.


Dia memang mampu melompat keatas.


Menjangkau tonjolan batu tersebut, tapi tanpa penahan tempat berpegangan, tanpa tempat berpijak.


Bagaimana dia mau bertahan untuk melakukan pemeriksaan di sana.


Karena sebelum nya di sana tidak ada tonjolan batu tersebut, kini tiba tiba ada,. setelah titik cahaya menyinari batu mutiara hijau.


Yu Ming menebak kemungkinan tonjolan batu itu adalah kunci untuk membuka pintu gerbang raksasa di hadapannya.


Tapi ada kemungkinan titik cahaya yang muncul itu, ada batas waktunya, bila titik cahaya berpindah.


Tonjolan akan hilang, dia akan kembali ke awal menunggu besok lagi cahaya muncul.


Hal itu sangat berbahaya, karena seiring cahaya muncul, pasti akan ada rentang waktu cukup lama kedua mahluk itu, untuk hidup kembali.


Tadi dia beruntung, kedua mahluk itu bertarung sendiri.


Demi memperebutkan dirinya, bila besok mereka berubah pikiran.


Bersedia membagi nya untuk di nikmati bersama, atau membunuhnya dulu.


Baru bertarung, bukankah dia bakal celaka.


Yu Ming sambil berpikir, dia terus mengedarkan pandangannya, tiba tiba mata nya terhenti pada Golok Naga Emas nya, yang masih menancap di langit langit Gua.


"Itu dia harapan ku.."


Batin Yu Ming dalam hati.


Yu Ming segera berjalan mendekati posisi Golok yang tertancap di atas nya


Lalu dengan satu lompatan kuat keatas, mengandalkan kekuatan dorongan kedua kaki dan tenaga panggulnya.


Tubuh Yu Ming melesat keatas, seperti jurus Naga Melesat Ke Angkasa.


Seperti yang dia mainkan saat menghadapi serangan berbahaya dari lawannya.


Dengan cara tersebut tubuh Yu Ming meluncur keatas, dan tangan kanannya berhasil meraih gagang Golok Naga Emas.


Sedangkan tangan kiri, Yu Ming gunakan untuk mendorong langit langit Gua.


Sehingga bisa memberikan bantuan tenaga, dia mencabut Golok yang terkunci di langit langit Gua.


"Wuttttttt..!"


"Plakkkk..,!'


"Crakkkk...!"


Golok tercabut, Yu Ming pun kembali melayang turun kebawah dengan golok ditangan kanannya.

__ADS_1


Begitu turun keatas lantai, Yu Ming langsung berbalik arah, berlari cepat menuju bagian samping gerbang pintu sebelah kanan.


Setelah mendekati titik yang di tuju, dengan satu hentakan kakinya.


Tubuh Yu Ming dengan ringan langsung melayang keatas, mendekati bagian kanan titik cahaya.


Di mana batu menonjol bergerigi muncul di sana.


Dengan gerakan cepat.


"Crakkkk..!"


Golok Yu Ming menghujam deras masuk kedalam dinding batu, yang terletak disisi kanan tonjolan batu bergerigi.


Kini Yu Ming, bisa bergelantungan, di sana mengandalkan Golok Naga Emas.


Lalu Yu Ming menggunakan tangan kirinya untuk meraih tonjolan batu bergerigi itu.


Yu Ming mencoba memutarnya ke kiri, tidak bisa.


Yu Ming kembali mencoba memutarnya ke kanan, tapi hasilnya sama tidak bisa.


Yu Ming menatap heran tonjolan batu itu, sejenak.


Lalu Yu Ming dengan penuh penasaran mencoba menekan nya kedalam.


"Rrrtttttt...!"


Sekali ini berhasil, tapi pintu gerbang batu besar tidak bergeming.


Yu Ming menatap bingung, sekaligus penasaran akan tombol batu di telapak tangan nya itu.


Sejenak kemudian Yu Ming mencoba menekan, sambil memutar ke kiri, tetap tidak bisa.


Sesaat kemudian pintu gerbang batu yang besar mulai berderak hebat.


"Derrrrtttt.! Derrrrtttt.! Derrrrtttt...!"


"Derrrrtttt.! Derrrrtttt.! Derrrrtttt...!"


Batu pasir mulai jatuh berguguran dari bagian atas pintu gerbang batu.


Setelah bergetar hebat pintu batu perlahan lahan mulai bergeser ke kiri dan kekanan


Pintu ternyata di atur dengan mesin roda, tidak bisa di dorong paksa kedalam.


Tapi pintu bergeser secara otomatis, tersambung dengan roda penggerak rahasia.


Begitu tombol pembuka gerbang di putar dari luar ataupun dari dalam.


Setelah pintu terbuka, angin segar dari dalam berhembus keluar dengan deras.


Ini hanya menunjukkan satu hal,.di balik pintu inilah, ada jalan rahasia yang menghantar seseorang keluar dari tempat ini.


Yu Ming menjadi bersemangat, Dia segera menendang dinding, lalu mencabut keluar Golok nya dari dinding batu.


Setelah berhasil, Yu Ming langsung berlari masuk kedalam ruangan, yang terletak di balik pintu gerbang batu berukir pahatan patung iblis.


Ruangan di balik pintu gelap gulita tidak terlihat ada apapun di dalam sana.


Setelah Yu Ming masuk kedalam ruangan, pintu gerbang dengan cepat menutup kembali.

__ADS_1


"Reeeerrrrrrt..! Reeeerrrrrrt..!"


"Boooommm...!"


Yu Ming sedikit kaget oleh pintu gerbang yang tertutup kembali.


Dia buru-buru berlari untuk memeriksanya.


Setelah pintu tertutup, kini seluruh ruangan malah menjadi terang benderang.


Di mana mana ada mutiara cahaya hijau, yang muncul menerangi setiap sudut ruangan tersebut.


Yu Ming yang kembali memeriksa gerbang pintu yang menutup kembali, dia segera bisa melihat ada tombol batu bergerigi yang sama di sebelah kiri pintu.


Letaknya sama persis dengan yang di luar sana.


Melihat hal tersebut Yu Ming pun menghela nafas lega.


Yu Ming kini mencoba memeriksa keadaan di dalam ruangan tersebut.


Ruangan tersebut kosong melompong, tidak ada sesuatu.


Hanya saja bila di perhatikan lantai dan atap langit langit ruangan tersebut.


Di bagian paling tengah, ada sebuah diagram bintang. Dengan rune rune kuno mengelilingi diagram formasi bintang tersebut.


Posisi bintang terletak di titik pusat bagian paling tengah dari lingkaran.


Selain itu di bagian paling tengah pusat bintang, lantainya membentuk lesakan kedalam berbentuk sebatang kunci.


Melihat bentuk kunci tersebut, Yu Ming langsung tertegun, tapi beberapa saat kemudian Yu Ming tersenyum pahit.


Yu Ming menengadah dan berkata,


"Orang telah tiada, tali benang merah telah lama putus.."


"Barang pun sudah tiada, hanya tersisa kenangan dan penyesalan hampa.."


"Mengapa masih harus muncul di sini, agar aku teringat dengan nya..?"


"Tidak bisa melupakan, tapi juga tidak bisa bersama.."


"Takdir kamu sungguh pandai mempermainkan aku dan dia.."


"Ru Meng bagaimana kabar mu ? bahagia kah kamu di sana..?"


( LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT )


Setelah menghela nafas panjang dan menghapus dua butir air bening, yang mengalir turun ke bawah.


Yu Ming segera bergerak kedepan, menuju undakan anak tangga, yang kembali membawanya menghadap sebuah pintu gerbang raksasa.


Pintu gerbang raksasa itu tertutup rapat, sama persis seperti gerbang di sebelah depan sana.


Hanya saja ukiran di depan pintu gerbang, kini berbeda. Di dalam sini ukiran nya adalah ukiran wajah seorang kakek berjanggut panjang.


Di sebelah kiri karena dasar pintu batunya adalah terbuat dari batu giok hitam.


Maka ukiran kakek tersebut terlihat seolah olah kakek itu adalah seorang kakek serba hitam.


Sedangkan di sebelah kanan, karena pintu dasar nya terbuat dari batu giok putih.

__ADS_1


Maka ukiran kakek tersebut terlihat seperti seorang kakek serba putih.


Ukiran sebelah kanan ini, kembali mengingatkan Yu Ming akan masa lalunya.


__ADS_2