PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Si pedang tunggal


__ADS_3

Bayangan Naga Emas muncul dari telapak tangan kiri Yu Ming, melesat mengejar kearah dada Sie Bun.


Sie Bun yang tidak ingin terkena pukulan keras tersebut, dia bereaksi cepat, terbang mundur menjauh dengan memukulkan tongkat pancing nya keatas lantai perahu.


Sambil terbang mundur, dia menggunakan tangan kirinya membentuk lingkaran perisai pelindung cahaya biru di depan dadanya.


"Blaaarrrr..!"


Terjadi benturan keras di udara, yang membuat Sie Bun harus berjungkir balik kebelakang sebanyak 3 kali.


Dia baru berhasil mematahkan serangan Naga Emas yang berhasil telah berhasil meledakkan lingkaran perisai pelindung cahaya biru nya.


Ini menjadi wajar, bila Sie Bun tahu, Yu Ming menggunakan kekuatan Hei Pai Shi Phi, meski tidak sehebat Chi Dewa aslinya.


Tapi untuk di dunia fana, kekuatan dari Hei Pai Shi Phi itu sudah lebih dari cukup menahlukkan pendekar sekelas Sie Bun.


Sie Bun setelah berhasil mematahkan serangan dari Yu Ming , dia mendarat ringan di bagian paling ujung anjungan perahu.


Berdiri dengan sebelah kaki di sana, sedangkan sebelah kaki lainnya terangkat setinggi lutut.


Sie Bun melakukan gerakan kuda kuda seperti seekor bangau.


Sedetik kemudian Sie Bun sudah kembali bergerak maju, dia kembali memutar mutar tongkat pancing nya, seperti titiran bergerak mengancam seluruh titik jalan darah di depan tubuh Yu Ming .


Yu Ming melihat serangan dari Sie Bun kembali datang menyerangnya.


Yu Ming menarik air dari sungai bergerak seperti seekor naga air melesat menyambut kedatangan Sie Bun .


Sebagai susulan Yu Ming melesatkan pukulan tapak petir menyambar kearah Naga Air.


Sehingga Naga air jadi di selimuti oleh kilat listrik yang menyambar nyambar.


Sie Bun yang menyadari datangnya bahaya, tapi dia sudah kadung maju.


Sehingga tidak ada jalan mundur sehingga dia terpaksa meneruskan serangannya.


Sambil berusaha berkelit menghindari terjangan dari Naga air tersebut.


Sie Bun cukup gesit, dia berhasil menghindari serangan kepala Naga Air.


Tapi dia tidak menyangka bagian ekor Naga Emas bisa bergerak melilit pergelangan kaki nya.


Begitu pergelangan kaki nya terlilit, Sie Bun langsung mengalami kejang kejang di udara.


Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya kilat listrik menyambar nyambar.


Sie Bun akhirnya jatuh tergeletak tak berdaya di atas lantai kapal, dalam posisi tengkurap tidak sanggup berdiri lagi.

__ADS_1


Tongkat pancing juga terlihat tergeletak di sebelah tubuhnya, terlepas dari pegangan tangannya.


Yu Ming dari jarak jauh mengibaskan tangannya, serangkum angin tanpa wujud, melesat menotok beberapa jalan darah Sie Bun secara sekaligus.


Sie Bun akhirnya berhasil Yu Ming lumpuhkan tidak bisa bergerak lagi.


Yu Ming membawa kapalnya keluar dari wilayah tebing kembar, kemudian mencari tempat landai.


Sebelum kemudian tubuh Sie Bun dia lempar keatas sebuah dahan pohon besar yang tumbuh di tepi sungai.


Tubuh Sie Bun tersangkut diatas dahan pohon itu, dalam posisi diam tidak bergerak.


Dia hanya bisa melotot kesal, melihat Yu Ming dan kapalnya perlahan-lahan bergerak meninggalkan tempat itu.


Setelah terjadi penghadangan oleh Sie Bun, di mana Sie Bun gagal menjalankan tugas nya.


Yu Ming seharian melanjutkan perjalanan tanpa ada halangan.


Baru saat pagi tiba, di mana sinar matahari mulai muncul menyorot kearah kapal yang Yu Ming dan Ji Lian Hua tumpangi.


Yu Ming melihat dari bagian puncak sebuah pagoda yang terdiri dari. 12 lantai, yang di bangun tidak jauh dari tepi sungai .


Terlihat sesosok pria yang menggendong pedang di dadanya, dengan sepasang tangan terlipat di depan dada.


Pria itu melayang turun dari bagian puncak pagoda 12 lantai.


Dia terlihat terbang ringan di atas pucuk pucuk pohon yang tumbuh di bawahnya.


Dengan menotolkan kakinya diatas permukaan sungai, tubuhnya bisa melayang jauh tinggi diatas udara.


Sebelum kemudian mendarat kemudian terbang lagi ke udara.


Pria itu bergerak cepat berlompatan ringan di atas permukaan.


Dalam waktu sekejab dia sudah berhasil mendarat ringan di bagian tertinggi tiang layar kapal Yu Ming .


Dengan berdiri di ujung tiang layar kapal, sisik yang membawa pedang itu berkata,


"Anak muda, aku datang memenuhi permintaan sahabat ku, untuk mengundang mu mengunjungi pagoda halilintar kami.."


"Sahabat ku, menunggu mu di puncak menara pagoda lantai 12 yang terletak di kiri depan sana.."


Ucap Pria yang terlihat berusia sekitar usia 40 an.


Kehadiran pria itu di atas kapal, membuat kapal Yu Ming di penuhi oleh wangi kayu Cendana.


Yu Ming dengan tenang menengadah keatas, dia menggunakan tangan nya, untuk memayungi mata nya, menghindari silaunya cahaya mentari pagi.

__ADS_1


"Paman terimakasih atas undangan nya, tapi aku tidak tertarik, untuk mampir mampir."


"Karena aku sendiri sedang mengejar waktu, menyelesaikan tugas pribadiku yang harus di selesaikan sesegera mungkin.!"


"Harap paman sampaikan hormat dan permintaan maaf ku, ke sahabat Paman..!"


Ucap Yu Ming dengan suara sedikit di keraskan.


Agar terdengar jelas oleh pria yang berdiri di atas ujung tiang layar kapal.


Pria itu tersenyum dingin dan berkata,


"Untuk itu aku Si Men I Cien atau Si Men di pedang tunggal hanya memberi mu dua pilihan.."


"Pertama kamu ikut dengan ku, pergi sampaikan sendiri permintaan maaf mu.."


"Kedua biar aku yang menurut urutan buku pintar dunia persilatan yang berada di urutan ke 20 .."


"Memberanikan diri untuk menjajal mu yang kabarnya menempati urutan ke 7 dunia persilatan.."


Yu Ming mengerutkan keningnya, siapa yang begitu kurang ajar mengeluarkan buku gosip kosong seperti itu..batin Yu Ming di dalam hati.


Yu Ming sedikit demi sedikit mulai terbuka misteri yang menjadi tanda tanyanya selama ini.


Mengapa akhir akhir ini, begitu banyak tokoh dunia persilatan, yang muncul untuk menantangnya duel.


Ternyata buku gosip sialan itulah yang menjadi biang keroknya pikir Yu Ming didalam hati.


Yu Ming menjura kearah pria itu dan berkata,


"Kalau begitu silahkan saja, aku terpaksa harus menunjukkan kebodohan untuk melindungi diri.!"


Pria itu sambil tersenyum dingin, dia segera melesat turun kebawah.


Dia menggunakan kakinya untuk memberikan tendangan beruntun kearah Yu Ming .


Sepasang kakinya bergerak cepat, membawa angin berkesiur, dia menyerang seperti sedang menjejak sesuatu di udara, mengejar kearah Yu Ming .


Yu Ming menggerakkan sepasang tangannya, untuk menahan serangan tendangan bertubi tubi tersebut.


Dia menggunakan kedua lengannya yang memancarkan cahaya emas sebagai perisai pelindung.


Untuk menahan serangan tendangan kaki pria itu.


Benturan kuat berulang-ulang terjadi, dengan hasil pria tersebut di buat terpental keluar dari atas kapal Yu Ming .


Karena daya tolak yang sangat kuat terpancar dari energi pelindung di sepasang lengan Yu Ming yang di gunakan untuk menahan serangan.

__ADS_1


Pria itu menusukkan pedangnya yang masih tersarung keatas permukaan air.


Tubuhnya pun mental balik keatas.


__ADS_2