PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Mencapai Penerangan sempurna


__ADS_3

Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,


"Di bicarakan akan panjang, nanti semua akan jelas setelah bertemu ayah ibu.."


"Ya..ya... benar sekali, ucapan Pangeran Mahkota tepat sekali.."


"Mari kita kedalam sekarang.."


Ucap Dewa Pagoda penuh hormat.


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Paman Dewa Pagoda, lebih baik mulai saat ini kalian panggil saja aku Wu Ming Lao Jen.."


"Aku bukan lagi Yu Ming putra mahkota, kurasa kalian semua juga sudah tahu.."


"Jadi lebih baik mulai saat ini, kalian panggil aku Wu Ming Lao Jen saja.."


"Itu lebih tepat untuk ku.."


Dewa Pagoda mengangguk paham, dia tidak berkata-kata lagi.


Dia dan Dewa Er Lang segera mengawal Yu Ming kedalam.


Sedangkan 4 Raja Langit meski ingin ikut melihat keramaian.


Mereka tidak berani meninggalkan tugas mereka, karena tugas menjaga keamanan di Pintu gerbang Utara ini bukan hal mudah dan bisa di anggap remeh.


Mereka memegang kendali 50.000 pasukan langit, khusus untuk menjaga keamanan gerbang ini membuktikan betapa berat dan pentingnya tugas mereka berempat.


Di tempat lain Yu Ming akhirnya di bawa menghadap Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang.


Suasana mengharukan segera terjadi, dalam pertemuan tersebut.


Yu Ming terlihat berlutut penuh hormat di hadapan Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang dengan kepala tertunduk.


Sedangkan Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang yang duduk di kursi kebesaran mereka.


Mereka berdua menatap dengan penuh haru dan terlihat penuh rasa sesal dan bersalah ke Yu Ming .


"Putra ku, baguslah kamu sudah kembali.."


"Kembali sudah baik.."


"Kembali sudah baik.."


Ucap kaisar langit penuh haru.


Wang Mu Niang Niang yang tidak dapat menahan rasa haru nya dengan sepasang mata berkaca kaca dia berkata,


"Putra ku,.. kami harap kamu tidak menyesali kami..'


"Kamu di Dunia sana pasti mengalami begitu banyak penderitaan, hingga berubah menjadi begini.."


"Maafkan ayah ibu yang tidak bisa mengubah nasib dan takdir hidup mu.."

__ADS_1


Yu Ming tersenyum sedih dan berkata,


"Ananda tidak pernah memikirkan itu, Budi besar ayah ibu membesarkan ku.."


"Selama nya ananda tidak akan pernah lupa.."


"Ayah ..! Ibu..! bila kalian masih percaya dengan Ming Er.."


"Berilah Ming Er wewenang memimpin pasukan langit pergi menangkap nya kembali.."


Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang saling pandang sejenak.


Wang Mu Niang Niang menganggukkan kepalanya.


Yu Ti sambil menghela nafas panjang, dia berbalik menatap kearah Yu Ming dan berkata,


"Ming Er masalah ini cukup berat dan besar.."


"Berilah kami waktu untuk merundingkan nya dulu, .."


"Kamu jauh jauh kemari, tentu juga lelah, lebih baik kamu kembali ke kamar mu untuk beristirahat beberapa hari.."


"Bila ada keputusan nya, ayah akan segera meminta orang memanggil mu datang menghadap.."


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Baiklah kalau begitu ananda pamit permisi saja.."


"Ananda akan menunggu di Goa paling puncak di tebing Utara sana.."


"Ananda lebih nyaman di sana.."


Dia mengibaskan tangannya, muncul sebuah portal cahaya pelangi.


Yu Ming melayang masuk, seketika dia menghilang dari ruang sidang istana.


Yu Ti mengangguk anggukkan kepalanya dan berkata,


"Putra kita semakin hebat dan dewasa, kelihatannya tugas ini hanya bisa terwujud lewat dia seorang saja.."


Wang Mu Niang Niang mengangguk dan berkata,


"Kamu benar sekali, kelihatannya kita hanya bisa percayakan tugas berat ini ke dia.."


Mendengar pendapat istrinya, Yu Ti pun menyuruh kepala pelayan nya, pergi mengundang para dewa dan jendral langit untuk menghadap.


Untuk merundingkan langkah langkah yang harus di ambil, menjelang pertempuran besar yang akan di pimpin langsung oleh Yu Ming, putra tiri nya yang kini berganti nama jadi Wu Ming Lao Jen.


Sementara di ruang sidang istana sedang ramai dewa dewa berkumpul dan berunding.


Yu Ming sendiri sudah tiba kembali di Goa penuh kenangan yang menjadi tempat dia pertama kali bertemu dengan ayah kandungnya, dan 9 roh gaib putih.


Di sana dia juga di temani oleh Hua er yang kini telah tiada di dunia manusia.


Dia juga tidak tahu kemana harus pergi menemukan nya.

__ADS_1


Yu Ming duduk termenung dengan berbagai kenangan lama melintas di benaknya.


Satu persatu kenangan lama terbayang jelas di depan matanya, seperti baru saja terjadi kemarin.


Yu Ming juga terkenang dengan kedua orang tua kandungnya, dia ingin mengunjungi mereka.


Tapi saat ini waktunya belum tepat pikir Yu Ming, lebih baik dia selesaikan dulu masalah Yu Long.


Baru dia pergi mengunjungi mereka, lagipula Yu Ming di hati kecilnya selalu ada rasa bersalah.


Karena dia, tidak bisa mengembalikan Ji Lian Hua yang utuh ke ibunya.


Bila Ibu nya sampai tahu, apa yang terjadi antara dia Ji Lian Hua dan Ping Ru Meng di dunia sana.


Ibunya pasti akan sangat bersedih karena nya.


Teringat hal itu, Yu Ming pun jadi terkenang dengan kenangannya bersama Ping Ru Meng.


Teringat Ping Ru Meng, Yu Ming pun teringat kejadian di tebing yang membuat hatinya terasa sakit luar biasa.


Teringat sampai di sana, Yu Ming kembali tidak bisa menahan diri untuk menyemburkan darah segar dari mulutnya.


Yu Ming buru buru duduk bersila menenangkan hati dan pikirannya yang terguncang oleh kenangan menyedihkan itu.


Tiga hari berlalu dengan cepat, Yu Ming hanya menghabiskan waktu nya dengan duduk bersila bagaikan patung.


Dia larut dalam meditasi nya, berusaha menyelami intisari rahasia kehidupan dan rahasia takdir alam semesta.


Di hari ketiga, tepat tengah malam, di mana cahaya bulan memasuki Goa menyinari Yu Ming dengan gemilang.


Yu Ming yang duduk bersila dengan posisi mengambang di udara.


Seluruh tubuhnya tiba tiba memancarkan cahaya pelangi berwarna warni yang sangat terang.


Yu Ming dalam satu tarikan nafas panjang dan hembusan nafas panjang, seolah olah melepaskan semua beban di hatinya.


Dia perlahan lahan membuka sepasang matanya yang mengeluarkan cahaya terang.


Wajah Yu Ming juga terlihat bersinar cerah, awan mendung yang memenuhi wajahnya kini sudah tidak terlihat lagi.


Senyuman Yu Ming terlihat. begitu bijak penuh welas asih.


Yu Ming telah berhasil menemukan jalan Dao.


Dia telah berhasil melepaskan semua kemelekatan yang ada di dunia.


Dia sudah. berhasil keluar dari ego nya sendiri, dia telah berhasil mendalam kebenaran Dao.


Melepaskan semua keinginan nya, mencapai penerangan sempurna.


Tidak ada lagi rasa sesal, rasa sedih, gembira ataupun kesenangan yang terlukis di wajahnya.


Dia kini memandang semua itu adalah suatu kewajaran.


Yu Ming dalam 3 hari ini sudah merenungkan semuanya.

__ADS_1


Dia sudah memutuskan setelah urusan Yu Long selesai, Yu Ming akan melepaskan segala nya.


Dia akan kembali kedunia untuk membantu umat manusia, dia akan melanjutkan petualangan tunggalnya yang bebas lepas, tanpa ikatan apapun juga.


__ADS_2