PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Saling serang di udara


__ADS_3

Dengan cara memiringkan kepalanya kesamping Tebasan cepat Yu Ming pun lewat satu Cun di samping wajahnya.


Dengan gerakan tersebut sambil menghindar, Jia Qi langsung memutar pergelangan tangannya yang memegang pedang hitam.


Sehingga pedang hitam di rubah arah pergerakan nya, berbalik memberikan tusukan ke belakang.


Tepatnya mengincar punggung sebelah kanan Yu Ming yang sedang berpapasan saling melewati.


Yu Ming menanggapi serangan tersebut, dia memutar pedangnya untuk di taruh di belakang punggungnya.


Badan pedang di gunakan dengan tepat untuk menahan ujung pedang Jia Qi.


"Trangggg..!"


Benturan keras terjadi, bunga api berpijar, serangan dari Jia Qi tertahan oleh badan pedang Yu Ming dengan tepat.


Yu Ming setelah berhasil menahan serangan ujung pedang Jia Qi.


Yu Ming bereaksi cepat, membalas dengan sebuah tendangan keras di lepaskan kebelakang.


Jia Qi terpaksa melompat mundur kebelakang untuk menghindari tendangan Yu Ming yang di lepaskan kearah wajah nya.


Jia Qi menggunakan badan pedangnya untuk menahan tendangan kaki Yu Ming .


Terjadi tabrakan keras di udara, yang membuat Yu Ming dan Jia Qi sama sama terlempar sejauh 3 meter kebelakang.


Terpisah jarak sejauh 6 meter, kini baik Jia Qi dan Yu Ming saling serang dengan melepaskan tebasan pedang jarak jauh.


Dua berkas cahaya kuning dan hitam bertemu di udara.


Terjadi ledakan keras, di pusat pertemuan kedua tenaga Chi raksasa.


"Booommm..!"


Ledakan tersebut membuat area sekitar mereka, seperti habis dilanda gempa.


Belum juga asap debu mereda, Jia Qi secara beruntun sambil bergerak maju dia membolang balingkan pedang nya kedepan.


Sehingga cahaya hitam energi pedangnya berseliweran di udara terus menerus menerjang kedepan.


Yu Ming yang jarak pandang matanya terhalang oleh kabut debu dan asap.


Begitu melihat ada cahaya berkilat melesat keluar dari balik kabut asap debu.


Yu Ming segera menebaskan pedangnya kedepan untuk menghalau serangan Jia Qi dengan jurus.


"Tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Bumi..!"

__ADS_1


Segera jalankan berbatu di bawah sana, berhamburan naik keatas menerjang keatas.


Lempengan lempengan batu besar beterbangan kedepan untuk menyambut kedatangan serangan energi pedang yang Jia Qi lepaskan.


Segera terdengar bunyi ledakan di udara, di susul dengan lempengan batu terlihat berhamburan memenuhi udara.


Sehingga jarak pandang semakin tidak jelas.


Yu Ming yang bermata tajam, bisa melihat Jia Qi berada dalam kepungan asap, sedang melepaskan tebasan pedang sambil bergerak cepat mendekati nya .


Yu Ming segera melepaskan jurus,


"Tebasan Pedang Xuan Yuan Cahaya Pedang..!"


Ribuan cahaya pedang keemasan melesat kedalam kepulan asap debu, mengarah ke Jia Qi.


Jia Qi di dalam sana melihat ada serangan energi pedang bergerak mengejarnya.


Dia segera memutar pedang hitam besarnya, menjadi segunduk cahaya hitam mengelilingi seluruh tubuhnya.


Menjadi perisai untuk melindungi dirinya dari serangan energi pedang cahaya emas dari Yu Ming .


Sambil bergerak berputaran membentuk pusaran cahaya hitam, Jia Qi terus bergerak melesat keluar dari dalam kepungan debu asap.


Berusaha mendekati posisi Yu Ming yang sedang mengarahkan energi pedang menyerangnya.


Energi pedang Yu Ming tidak berhasil menghentikan laju gerak Jia Qi.


Jia Qi terus merontokkan cahaya emas energi pedang Xuan Yuan yang menyerangnya.


Saat Jia Qi melihat energi pedang yang mengepungnya sebagian besar telah rontok.


Jia Qi segera membentuk energi pelindung kabut tipis transparan melindungi diri.


Lalu tubuhnya yang di selimuti energi pelindung melesat keatas.


Dari atas dia menebaskan pedang hitam nya kebawah.


Muncul sebuah bayangan pedang hitam raksasa' dari atas menimpa kearah Yu Ming .


Yu Ming melihat serangan tersebut, dia segera melepaskan jurus pedang.


"Tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Langit..!"


"Blaaarrrr...!"


Saat bayangan pedang Xuan Yuan yang bergerak keatas berbenturan keras lawan keras dengan bayangan pedang hitam Jia Qi.

__ADS_1


Terjadi Ledakan dahsyat di sekitar arena pertarungan, yang menyebabkan beberapa bagian depan bangunan, yang terletak di sekitar area pertarungan pada ambruk rata dengan tanah.


Dua bangunan restoran, dua rumah penduduk dan satu toko obat adalah yang mengalami kerusakan paling parah.


Restoran dan rumah penduduk yang hancur adalah bagian depan bangunan.


Penghuni bersembunyi di bagian belakang rumah sehingga selamat dari kematian tertimpa bangunan roboh.


Tapi naas bagi toko obat, karena bangunan itu tidak terlalu besar.


Seluruh toko obat roboh.


Dua pelayan toko tewas tertimpa bangunan roboh, begitupula dengan pemilik toko obat tersebut.


Dalam insiden tersebut hanya pemilik toko wanita, istri dari si pemilik toko obat yang selamat, dia hanya mengalami luka lecet lecet saja.


Dia selamat karena terlindung di bawah jasad suaminya yang menggunakan badan nya untuk melindunginya.


Segera setelah beberapa waktu berlalu terdengar suara ratapan dan tangisan nyonya pemilik toko obat itu yang histeris, saat mendapati suaminya telah tewas dengan cara mengenaskan karena ingin melindunginya.


Tapi dia hanya menangis sendirian, tidak ada yang berani datang mendekat karena pertarungan dahsyat antara Yu Ming dan Jia Qi masih terus berlangsung.


Baru setelah mereka berdua bergerak menjauh dari lokasi kejadian.


Melanjutkan pertarungan mereka di area lainnya, orang orang baru berani bermunculan untuk datang membantu nyonya pemilik toko obat, yang sedang menangis histeris. Sambil memeluk jasad suaminya yang bersimbah darah yang mulai mengering .


Yu Ming yang sedang bertarung sedikit merasa bersalah, tapi dalam kondisi seperti saat ini, dia juga tidak bisa apa-apa.


Pedang kaki dan tangan tidak punya mata, bila sudah di gerakkan dalam pertarungan dahsyat tingkat tinggi begini, segala macam resiko tetap akan ada.


Saat ini Yu Ming dan Jia Qi sedang saling serang di udara dalam jarak dekat.


Jia Qi pedang hitamnya yang membawa kabut hitam terlihat berseliweran memberikan tebasan dan tusukan cepat menyerang Yu Ming .


Saking cepatnya, Jia Qi terlihat seperti bisa muncul dan menghilang dari berbagai sudut tak terduga menyerang Yu Ming .


Tapi Yu Ming melayani setiap serangan Jia Qi dengan gerakan tenang tapi kokoh.


Seperti sebuah benteng kokoh yang tidak pernah bisa di tembus.


Sambil bertahan sesekali Yu Ming melepaskan Tebasan Pedang balasan yang selalu memaksa Jia Qi mundur menjauhi nya.


Tapi Jia Qi menjauh hanya berlangsung sedetik saja, sedetik kemudian dia sudah kembali datang menyerang dengan cepat.


Dalam satu kesempatan pedang Jia Qi di gerakkan dengan kecepatan tinggi menebas kearah leher Yu Ming .


Melihat serangan tersebut Yu Ming otomatis menarik mundur kepalanya kebelakang.

__ADS_1


Sehingga tebasan itu lewat dua Cun di depan lehernya, di saat Tebasan Pedang Jia Qi lewat.


Yu Ming melihat kesempatan, dia segera memberikan tusukan balasan terarah ke bagian ketiak Jia Qi yang terbuka.


__ADS_2