PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEMBALI KE DAN YANG


__ADS_3

Di pesta perayaan tersebut, Yu Ming di minta untuk menceritakan, bagaimana pengalaman dia bisa berhasil bertahan hidup dari buaya putih raksasa itu.


Juga kemana saja beberapa waktu ini dia menghilang tanpa kabar berita.


Yu Ming hanya bercerita sekilas bagaimana dia membunuh buaya putih raksasa itu, untuk memuaskan rasa penasaran para penduduk dan ketiga bawahan setia nya


Dia juga beralasan dirinya cedera, sehingga di bawa ke Thian Cien Pai di puncak Feng Huang San oleh bibi Guru nya untuk di obati di sana


Yu Ming tidak mau membuka rahasia makam kuno, yang berbahaya dan penuh misteri, dia juga tidak mau rakyatnya, ikut ikutan memusuhi Thian Cien Pai .


Di mana mereka jelas tidak ada hubungannya dengan permasalahan pribadi antara dirinya dan Thian Cien Pai .


Jadi Yu Ming tidak mau mereka ikut terbawa bawa dan terlibat, yang akan merugikan kedua belah pihak itu nantinya.


Penjelasan Yu Ming cukup memuaskan rasa penasaran mereka.


Selesai Yu Ming berpidato acara pesta makan pun di lanjutkan dengan meriah.


Yu Ming yang punya rencana sendiri, tentu tidak bisa berlama-lama di sana.


Dia hanya mampir 3 hari di sana, setelah itu dia segera berpamitan ke ketiga sahabatnya itu.


Dengan diantar oleh ketiga sahabatnya, tanpa sepengetahuan rakyat kota Shoucun.


Yu Ming di malam ketiga, saat menjelang tengah malam.


Di mana suasana kota sedang sepi.


Yu Ming secara diam diam meninggalkan kota Shoucun, hanya di temani oleh ketiga sahabatnya.


Jendral Xiang Jendral Zhuo dan Jendral Meng .


Mereka bertiga menemani Yu Ming hingga perbatasan wilayah Shoucun.


"Teman teman kurasa cukup lah sampai di sini.."


"Cepat lambat kita tetap akan berpisah, tiada pesta yang tiada usai.."


"Senang bisa mengenal dan bekerja sama dengan kalian bertiga.."


Ucap Yu Ming sambil menepuk pundak mereka bertiga secara bergantian.


Ketiga bawahan Yu Ming menatap kearah Yu Ming dengan perasaan berat.


Mereka bertiga jelas merasa berat untuk berpisah, mereka tadinya sangat berharap setelah Yu Ming kembali.


Yu Ming akan kembali memimpin kota Shoucun, seperti dia memimpin kota perbatasan Chang An dulu, yang langsung membawa Chang An mengalami kemajuan yang sangat pesat.


Tapi setelah mendengar penjelasan dan alasan Yu Ming , mereka terpaksa harus melepaskan kepergian Yu Ming dengan setengah terpaksa.


Sesaat kemudian Jendral Cuang akhirnya mewakili kedua rekannya berkata,


"Baiklah Pangeran Yu Ming, jaga diri mu baik baik.."

__ADS_1


"Bila ada waktu kembali lah untuk mengunjungi kami.."


"Bila ada masalah, jangan lupa hubungi kami, kami dan seluruh rakyat Shoucun selamanya akan berdiri di pihak anda.."


Yu Ming membalasnya dengan senyuman haru, matanya sedikit berkaca kaca, begitu pula dengan ketiga bawahan nya.


Setelah kembali saling berangkulan untuk yang terakhir kalinya.


Yu Ming akhirnya menunggangi kuda hitamnya bergerak meninggalkan batas wilayah Shoucun.


Yu Ming memacu kudanya dengan cepat menghilang dari pandangan ketiga sahabatnya.


Sebelum meninggalkan tempat tersebut, Jendral Xiang berkata kepada dua wakilnya.


"Aku sungguh membenci pohon pohon di depan sana.."


"Besok kalian bawa orang orang untuk tebang semua pohon itu.."


Jendral Zhuo dan Jendral Meng mengangguk dan berkata,


"Kakak benar, kami juga memiliki pemikiran yang sama.."


"Pohon pohon itu sungguh menyebalkan, mereka menghalangi pandangan kita dari pangeran Yu Ming .."


Sesaat kemudian mereka bertiga pun menggerakkan tali kekang kuda ditangan mereka.


Memacu kuda mereka kembali ke kota Shoucun.


Dia ingin pergi menemui ayah ibunya, mengucapkan perpisahan. Sebelum dia melanjutkan perjalanan mencari makam kuno kedua.


Yu Ming yang memacu kudanya melakukan perjalanan cepat tanpa henti, akhirnya tiba juga di kota Dan Yang.


Dari kejauhan diatas sebuah bukit hijau, Yu Ming sudah bisa menyaksikan tembok kota Dan Yang yang megah.


Yu Ming segera memacu kudanya menuruni bukit hijau, mendekat kearah pintu gerbang Utara kota tersebut.


Setelah mendekati pintu gerbang kota, Yu Ming segera mengikuti barisan antrian yang sangat panjang.


Untuk bisa memasuki kota Dan Yang yang kini sangat ramai dan terlihat hidup suasana nya.


Yu Ming melihat sudah banyak sekali kemajuan di kota tersebut.


Yu Ming tidak menyadari kehadiran nya di dalam barisan antrian rakyat, yang ingin memasuki kota Dan Yang.


Telah terlihat dan terpantau oleh prajurit penjaga di menara.


Prajurit itu segera buru buru mengabari komandannya.


Pesan berantai segera di kirim menuju istana Adipati Chu, sebagai penguasa wilayah selatan.


Sedangkan sang komandan jaga sendiri membawa sebarisan pasukan segera keluar dari pintu gerbang langsung menuju kearah Yu Ming.


Dari kejauhan melihat sebarisan pasukan penjaga menghampirinya.

__ADS_1


Yu Ming segera menyadari kehadiran nya di sana telah di ketahui oleh pasukan penjaga gerbang.


Diam diam Yu Ming merasa bangga dan kagum dengan kedisiplinan pasukan ayahnya.


Setelah rombongan yang di pimpin oleh komandan pasukan itu tiba di hadapan Yu Ming .


Mereka semua segera mengikuti komandan mereka berlutut di hadapan Yu Ming .


"Salam hormat kami Yang Mulia Pangeran Yu Ming.."


"Maaf,.. kami datang terlambat menyambut kedatangan anda.."


Ucap komandan penjaga gerbang dengan penuh hormat.


Yu Ming tersenyum lembut maju membantunya berdiri dan berkata,


"Kalian semua berdirilah, tak perlu seperti ini.."


Komandan pasukan itu segeralah bangkit berdiri dan berkata,


"Mari Yang Mulia Pangeran Yu Ming , silahkan lewat sini.."


"Biar kami yang mengawal anda kedalam.."


Yu Ming mengangguk pelan, lalu segera mengikuti mereka melewati barisan antrian panjang, langsung memasuki pintu gerbang Utara kota Dan Yang.


Semua yang sedang mengantri pada bertanya tanya, tapi sebagian mereka yang memang adalah penduduk lama kota Dan Yang.


Mereka segera berteriak riuh rendah ingin maju untuk menyalami Yu Ming .


Tapi pergerakan mereka tertahan oleh barisan pengawal, yang memberikan pengawalan ketat.


Agar perjalanan Yu Ming tidak terganggu oleh rakyat yang sedang mengantri .


Melihat hal ini, Yu Ming yang maju mendekati mereka dan berkata kepada para pengawal.


"Jangan kasar pada mereka, biarkan mereka lewat.. mereka hanya ingin menyapa ku saja.."


Mendengar perintah dari Yu Ming langsung, komandan pasukan segera menarik mundur pasukan nya yang berjaga-jaga di sana.


Membiarkan penduduk yang sedang antusias dan bersemangat segera bisa mendekati Yu Ming .


Sebentar saja Yu Ming sudah di kerumuni oleh penduduk lama kota Dan Yang.


Yu Ming bahkan menggendong seorang bocah laki laki yang ikut menghampirinya.


Sambil menyapa para penduduk dengan ramah dan akrab.


Semua berjalan natural tanpa di buat buat untuk mencari popularitas dan ketenaran.


Karena Yu Ming melakukan semua itu dengan tulus, dia memang pada dasarnya menghormati dan menghargai mereka.


Dia punya maksud atau tujuan apapun, di balik sikapnya yang ramah dan baik terhadap mereka yang mendekatinya.

__ADS_1


__ADS_2