PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Menerima kenyataan


__ADS_3

Air sungai yang mengikuti arahan pedang Yu Ming menyerang mahluk itu, segera membuat bongkahan es beku yang mengurung mahluk itu semakin tebal dan terus menebal.


Setiap muncul retakan karena mahluk itu meronta ingin keluar dari kurungan es, yang Yu Ming ciptakan untuk mengurungnya.


Yu Ming pasti akan menambah air sungai untuk menciptakan es beku baru dalam serangannya.


Sehingga bongkahan es semakin lama menjadi semakin besar, hingga mirip sebuah bukit es beku.


Mahluk yang terkurung di sana, meski sulit bergerak, tapi dari sepasang matanya yang masih bergerak gerak.


Dia jelas masih hidup, suatu ketika dia tetap akan keluar dari bongkahan es yang mengurung.nya.


Yu Ming juga sadar bongkahan es itu juga hanya bisa mengurung dan menghentikan mahluk itu sementara saja.


Dia bisa mengurungnya sesaat ini, tapi dia tidak mungkin bisa mengurungnya seumur hidup.


Sambil terus mempertebal lapisan es yang mengurung mahluk itu.


Yu Ming terus memutar otak bagaimana caranya dia bisa mengalahkan mahluk ganas dan kuat itu.


Yu Ming yang belum juga berhasil menemukan cara untuk memusnahkan mahluk itu.


Secara iseng iseng Yu Ming menebaskan pedang Xuan Yuan dengan pengerahan kekuatan api surgawi kearah Surai mahluk itu yang membeku memanjang di udara.


Seperti dua batang tiang es tebal yang menggantung di udara.


"Wussssh...!"


"Crasssh...!"


Di luar dugaan Yu Ming setelah di bekukan kemudian di tebas dengan kekuatan panas yang sangat luar biasa.


Surai itu. yang tadinya sangat kuat tidak mempan senjata pusaka.


Kini malah berhasil di tebas putus oleh Yu Ming, dengan keberhasilan ini Yu Ming menjadi bersemangat.


Yu Ming segera terbang melesat keatas, dia fokus mengalirkan seluruh kekuatan Hei Shi Phi.


Untuk mengisi pedang Xuan Yuan, bersiap untuk memberikan tebasan pamungkas berkekuatan api surgawi puncak, yang hampir belum pernah Yu Ming pergunakan sebelum nya.


"Wuzzzzzz..!"


Tebasan cahaya merah yang dahsyat bergerak cepat, berubah menjadi bayangan sebatang pedang merah raksasa membelah kebawah tanpa ampun.


Mahluk yang sebelumnya merasakan surai nya berhasil Yu Ming patahkan.


Kini saat melihat Yu Ming kembali menyerangnya dengan kekuatan yang jauh lebih mengerikan.


Mahluk itu sepasang matanya mulai menatap ngeri kearah serangan yang sedang Yu Ming lepaskan.


Sepasang matanya yang ganas dan penuh percaya diri, kini tidak lagi terlihat.

__ADS_1


Kini yang terlihat adalah sepasang mata ngeri ketakutan, sedang menanti datangnya maut.


Tiba-tiba dari sepasang mata nya, terlihat ada dua butir air bening yang mengalir keluar.


Tapi sedetik kemudian air bening langsung membeku menggantung di bawah matanya.


Yu Ming yang sedang menebaskan pedangnya kebawah, tiba tiba merasa kasihan dan tidak tega.


Yu Ming tiba tiba menahan serangannya di udara, Yu Ming mengirimkan pesan suara ke mahluk itu,


"Bertobat kembali kejalan kebenaran adalah kasih.."


"Berjanjilah padaku dan pada diri mu sendiri.."


"Hari ini bila kamu bersedia berjanji untuk bertobat."


"Selama nya tidak akan menggangu umat manusia lagi.."


"Kedipkan mata mu.."


"Aku akan mengampuni mu..!"


Mahluk itu sepasang matanya yang putus asa tadi kini langsung berbinar.


Dia segera mengedipkan matanya kearah Yu Ming , dia bahkan melakukan nya berulang kali.


Melihat hal itu Yu Ming pun membatalkan niatnya untuk memusnahkan mahluk itu.


Yu Ming menghancurkan bongkahan bukit es yang mengurung mahluk itu.


Begitu terlepas, mahluk itu langsung bersujud di hadapan Yu Ming .


Setelah melakukan sujud sebanyak tiga kali, mahluk itupun melompat kembali kedalam sungai.


Mahluk itu dengan cepat sudah berenang menuju ketengah sungai .


Sebelum berenang pergi dari sana, mahluk itu sambil memberikan tatapan mata penuh terimakasih ke Yu Ming .


Dia muncul dan tenggelam di permukaan air sebanyak 3 kali, setelah itu dia baru menghilang dari sana.


Yu Ming menghela nafas lega, sambil menyimpan pedang Xuan Yuan nya.


Yu Ming tiba tiba merasa hatinya sangat lega, setelah dia berhasil merubah mahluk itu kembali ke jalan pertobatan.


Gelang berlian di leher Yu Ming tiba tiba mengeluarkan cahaya cemerlangnya.


Sebelum kemudian menguap begitu saja dari leher Yu Ming .


Yu Ming merasa sangat kaget dengan kejadian tersebut, Yu Ming secara reflek menyentuh bagian lehernya sendiri.


Kalung berlian yang selama ini mengunci kekuatan aslinya, satu dari lima sudah terbuka.

__ADS_1


Yu Ming dengan kaget bergumam dalam hati, apa ini rahasia yang di inginkan oleh kakek nenek, dengan meletakkan gelang berlian mengunci kekuatan ku.


Apa mereka ingin aku ada di alam manusia untuk menolong orang dan menyadarkan yang jahat kembali kejalan kebenaran.


Apa seperti ini maksud mereka, apa ini adalah jalan lainnya untuk melepaskan gelang berlian yang mengunci kekuatan asli ku.


Melakukan perbuatan baik, menolong umat manusia dan menyadarkan yang jahat untuk kembali ke jalan pertobatan dan kebenaran.


Ahh aku paham sekarang..batin Yu Ming dalam hati.


Yu Ming terlihat bersemangat sekarang saat menyadari sesuatu yang mungkin bisa membantu melepaskan semua belenggu di tubuhnya.


Di mana dia bisa mengembalikan takdirnya, dia bisa kembali lagi ke kahyangan untuk kembali berkumpul bersama semua orang yang dia cintai dan sayangi.


Dengan wajah puas Yu Ming berjalan menjauhi tepi sungai, pergi menemui penduduk desa yang di bawa mengungsi oleh Ji Lian Hua dan kepala desa tersebut.


Saat melihat Yu Ming datang semua orang segera mengerubunginya .


Warga pada bersahutan bertanya kepada Yu Ming , sehingga Yu Ming terlihat kesulitan untuk menjawabnya.


Melihat Yu Ming bingung menjawab, kepala desa segera maju menenangkan warganya.


"Harap semua nya tenang dulu,.. bertanya nya satu persatu bergantian..!"


"Jangan berebutan membuat bingung tuan penolong kita..!"


Teguran kakek kepala desa segera membuat suasana menjadi hening sejenak.


Lalu beberapa warga berkata,


"Biarkan mereka yang kehilangan anak yang maju bertanya, yang lai harap bersabar.."


Ucapan mereka di sambut baik seluruh warga, sehingga majulah orang tua orang tua yang kehilangan anak mereka.


Mereka semua menatap kearah Yu Ming dengan wajah penuh harap harap cemas.


Melihat keadaan mereka Yu Ming benar benar merasa kasihan, tapi apa boleh buat Yu Ming harus berbicara sejujur jujurnya ke mereka semua.


Agar mereka tidak terus hidup dalam harapan kosong yang akan membuat mereka mengalami penderitaan tiada akhir.


Yu Ming menatap mereka yang berdiri di hadapannya dan berkata,


"Aku tahu apa yang ingin kalian tanyakan, tentu berhubungan dengan keselamatan anak kalian yang hilang, bukan begitu..?"


Semua orang tua itu segera menganggukkan kepalanya mereka dengan kompak.


Yu Ming menatap mereka semua dengan tatapan mata prihatin, lalu dengan hati hati dia berkata,


"Aku harap kalian semua bisa menerima kenyataan dan merelakan kepergian mereka.."


"Yang pergi tidak mungkin kembali, mensyukuri dan menjaga yang ada bersama kalian itu yang terpenting.."

__ADS_1


__ADS_2