PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Ejekan Ji Lian Hua


__ADS_3

Bentak pemuda bertubuh besar itu sambil melayangkan tinjunya menyerang pelayan itu.


"Wutttt...!"


Angin menderu kencang saat tinju di lepaskan pemuda itu, untuk menghantam dada pelayan malang, yang bahkan tidak tahu apa masalah dirinya harus menerima pukulan itu.


"Takkkk...!"


Tinju besar itu tertahan oleh ujung gagang pedang Ji Lian Hua yang tiba tiba muncul menahan nya.


"Arrggghhh..!"


Pemuda bertubuh tinggi besar berotot itu, berteriak kesakitan sambil melompat lompat.


Dia memegangi tinju nya yang barusan berbenturan keras, dengan gagang pedang Ji Lian Hua.


Tinju nya tidak bisa di kepalanya kembali, telapak tangan nya gemetaran.


Rasa nyeri kiut miut menyerang hingga ke hati dan jantung nya, serasa sedang di tarik tarik.


Perlahan-lahan punggung tangan dan buku buku jari nya, mulai membengkak, hingga terlihat gemuk seluruh punggung telapak tangannya.


Pemuda berbadan besar itu sambil menahan rasa nyeri luar biasa di tangan nya.


Dia berkata,


"Siapa kamu ? berani datang mencampuri urusan Sekte Pedang Tanpa Tanding...?"


Ji Lian Hua sambil tersenyum dingin berkata,


"Kamu berbuat semena-mena terhadap orang kecil tak berdosa.."


"Siapapun boleh mencegahnya.."


"Apa urusannya dengan sekte mu, jangan membawa bawa nama sekte mu, dalam tingkah lakumu yang tidak terpuji.."


"Yang aku lawan adalah kamu bukan sekte mu, bila kurang puas boleh coba maju lagi..!"


Bentak Ji Lian Hua tidak kalah gertak.


Seorang pria berusia 40 an tahun bangkit berdiri dan berkata,


"Dia salah kami yang akan menghukumnya, belum sampai ke giliran mu untuk menghukumnya.."


"Lihat perbuatan mu kini sudah melukai murid kami.."


"Segera minta maaf, kembalilah ke tempat urusan ini kami anggap selesai.."


Selesai menegur Ji Lian Hua, pria itu melihat kearah pelayan yang berdiri di belakang Ji Lian Hua.


"Kamu biang masalah harus bertanggung jawab,.. segera siapkan makanan ganti rugi permintaan maaf.."


"Bila tidak tempat mu ini, akan aku bongkar..!"

__ADS_1


Ucap pria berusia 40 an tahun itu serius.


Pelayan itu hanya bisa berdiri di belakang Ji Lian Hua dengan wajah pucat dan terus menggenggam kepala nya.


Dia benar benar serba salah dan bingung, satu pihak adalah bos nya dan restoran tempat dia bekerja.


Bila dia menuruti permintaan pria itu, dia harus menggantinya sendiri.


Dia tidak punya uang, kemungkinan gajinya akan di potong dan dia di pecat.


Dia sendiri di pecat bukan masalah, tapi anak istri dan orang tuanya yang ikut tinggal bersama nya, mereka semua akan dalam masalah besar, bila dia kehilangan pekerjaan dan penghasilan.


Pihak lainnya bila dia tidak menurut, berarti dia menentang salah satu sekte paling berkuasa di seluruh wilayah Xiang


Bila dia lakukan, maka nyawa dirinya dan keluarganya pasti akan dalam masalah besar.


Dua pilihan dengan resiko yang sama beratnya, tapi pada akhir nya, satu diantara kedua pilihan itu, dia harus memilih salah satu di antara nya .


Pelayan yang terjepit di dalam situasi itu, dia tidak bisa memilih juga menjawabnya.


Dia hanya bisa menatap kearah pria yang baru saja berbicara, dengan wajah memelas mohon di kasihani.


Tapi pria itu tidak bergeming, seolah olah hati dan perasaannya terbuat dari batu.


Melihat situasi ini Ji Lian Hua menjengek dingin, dia tidak bermaksud mundur selangkah pun.


Ji Lian Hua berkata,


"Semua pembicaraan kamu borong, seolah olah hanya ucapan mu yang harus di dengar dan di patuhi.."


Ucap Ji Lian Hua sambil meludah kearah kaki pria itu.


Setelah itu Ji Lian Hua menatap pria itu, seolah olah menantangnya, "Aku di sini, .. kamu bisa apa dengan ku..!?"


Tentu saja sikap Ji Lian Hua segera memicu reaksi pria berumur 40 tahun itu.


"Nona kecil, aku sarankan kamu tidak mencari keributan dengan kami.."


"Atau kamu pasti akan menyesali nya.."


Ucap pria itu yang tangannya sudah menempel di gagang pedang nya.


Dia sudah siap menyerang Ji Lian Hua, bila Ji Lian Hua masih berkeras tidak menuruti permintaan nya tadi.


Tapi Ji Lian Hua bersikap santai sama sekali tidak terlihat takut dengan ancaman pria di hadapan nya.


Melihat hal itu, marahlah pria itu, dia langsung mencabut pedangnya dan bergerak menyerang Ji Lian Hua.


Melihat ujung pedang pria itu, berkelebat cepat mengincar lehernya.


Ji Lian Hua langsung mengangkat pedang, yang masih tersimpan di dalam sarungnya untuk menangkis.


Trangggg..!"

__ADS_1


Terjadi benturan keras di udara, pedang Pria itu terpental kesamping di tangkis oleh sarung pedang Ji Lian Hua.


Sebelum pria itu sempat mengendalikan laju gerak pedangnya yang melenceng.


Wajahnya sudah kena tempeleng oleh sarung pedang Ji Lian Hua, yang tidak terlihat kapan di gerakkan nya.


Pria itu langsung di buat terpental berputaran di udara, sebelum tubuhnya jatuh menimpa meja di belakangnya, hingga meja pecah hancur berantakan.


"Brakkkkk..!"


Meja yang tertimpa tubuh pria itu langsung pecah hancur berantakan.


Melihat kejadian itu, beberapa rekan pria itu, yang duduk satu meja bersama nya.


Mereka semuanya dengan kompak langsung mencabut pedang.


Lalu bergerak menusukkan pedang mereka kearah Ji Lian Hua dalam bentuk formasi pedang.


6 pedang bergerak cepat mengejar kearah Ji Lian Hua, dua mengincar leher, dua mengincar dada, dua lagi mengincar perut dan ulu hati..


Ji Lian Hua menotol pelan kakinya di atas lantai tubuhnya terbang mundur kebelakang.


Saat kakinya mendarat diatas lantai, sekali lagi kakinya menotol lantai.


Tahu tahu Ji Lian Hua sudah terbang keluar dari dalam restoran.


Kini dia berada di jalan yang ada di depan restoran.


Keenam orang itu, di tambah dengan pria yang sebelumnya terkena hajaran sarung pedang Ji Lian Hua.


Mereka bertujuh segera terbang keluar dari dalam restoran dengan pedang di tangan mengejar keluar restoran.


Mereka terbang keluar dari dalam restoran secara bersamaan dengan pedang teracung kearah Ji Lian Hua.


Sisa orang orang yang duduk di meja lain, di mana mereka adalah saudara seperguruan ke 7 orang itu.


Mereka segera menyusul keluar dari dalam restoran, begitu keluar dari dalam restoran, mereka segera menyebar untuk mengamankan situasi disekitar.


Agar orang orang yang menonton di sekitar sana, semuanya bisa bergerak mundur menjauhi arena pertempuran.


Memberikan ruang dan tempat bagi ketujuh orang yang mengeroyok Ji Lian Hua, agar lebih leluasa bergerak.


7 pedang berkilauan terlihat berseliweran di sekitar tubuh Ji Lian Hua.


Mengejar kemanapun Ji Lian Hua pergi menghindar.


Ji Lian Hua sendiri sejauh ini masih bersikap santai, menangkis dan menghindar.


Pedangnya bahkan sama sekali belum terhunus keluar dari sarungnya .


"Hanya segini saja kemampuan kalian, berani menggunakan gelar Pedang Tanpa Tanding.. sungguh memalukan..!'


Ucap Ji Lian Hua sambil menyelinap menghindar kesana kemari.

__ADS_1


Dia melontarkan ejekan kepada 7 orang yang mengerubutinya.


__ADS_2