PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KOMA


__ADS_3

Sekaligus dia menggabungkan dua jurus dalam satu kali serangan.


Meski dia hanya ada hawa dewa 5% tidak stabil.


Tapi itu sudah lebih dari cukup untuk membasmi ke 7 orang yang dia incar tersebut.


Sebenarnya yang Yu Ming lakukan ini, sangat beresiko. energi dari pedang Xuan Yuan sangat tidak stabil.


Bila di tengah jalan tiba tiba energi nya lenyap, Yu Ming pasti akan konyol.


Belum lagi efek samping dari pengerahan tenaga berlebihan ini, kemungkinan seluruh nadi nya akan putus, syaraf syarafnya akan rusak.


Bila suatu hari nanti, ada keajaiban ada yang sanggup mengobati tulang punggung nya hingga sembuh. Yu Ming tetap akan menjadi manusia cacat abadi.


Hal inilah yang membuat Yu Ming selama ini, memilih menahan semua penghinaan dan pelecehan, dari orang orang Thian Cien Pai yang tidak beradab.


Bila bukan karena resikonya yang terlalu besar, dan tidak sebanding dengan kebanggaan semu sesaat .


Tentu sudah lama Yu Ming memanggil Xuan Yuan nya keluar, untuk membasmi manusia manusia tidak berhati dan berjantung ini.


Kini dalam puncak kesedihan dan emosi, Yu Ming sudah tidak berpikir banyak.


Dia sudah sampai di titik terendah hidupnya, mungkin setelah ini pun, dia tidak akan sudi melanjutkan hidup nya lagi.


Kembali ke keadaan di dalam ruangan makan.


Thian Cien Sen Ni menyadari bahaya ilmu tebasan cahaya emas dari Yu Ming .


Dia segera menghilang dari posisinya, saat muncul lagi, dia sudah menghadang di hadapan ke 7 muridnya.


"Pedang Langit Pemusnah kekuatan Semesta..!"


Seberkas cahaya putih turun dari langit menembus genting ruangan, masuk kedalam pedang Thian Cien Sen Ni, yang di tunjukkan ke angkasa.


Setelah menyatu, kekuatan tersebut di gunakan untuk menghadang serangan Yu Ming .


Serangan Yu Ming begitu di lepaskan, lantai ruangan yang di lewati cahaya emas, langsung terbelah dua, membentuk jurang dalam tak berdasar .


Langit langit atap ruangan juga terbelah, hingga langit diatas pun ikut terbelah.


Sebelum akhirnya kekuatan dahsyat itu berbenturan dengan serangan pedang langit Thian Cien Sen Ni .


"Blaaarrrr...!"


"Booommm..! Booommm..!"


"Booommm..! Booommm..!"


"Booommm..! Booommm..!"


"Booommm..! Booommm..!"


Terjadi ledakan dahsyat saat dua energi raksasa bertemu di udara,


Akibat bias ledakan pertemuan dua tenaga raksasa, sesaat kemudian susul menyusul terjadi ledakan di sekitarnya.


Beberapa saat setelah ledakan terjadi, di mana debu mulai mereda, segera semua kembali terlihat jelas.


Yu Ming di posisinya masih baik baik saja, Thian Cien Sen Ni terlihat jatuh terkapar di atas lantai dengan wajah pucat, pedang di tangan tinggal gagangnya saja.


Sudut bibirnya mengalirkan darah segar, di bagian dada hingga perut ada bekas luka sayatan panjang yang terus mengalirkan darah.


Kini nenek peot itu berada di dalam pelukan Ji Lian Hua, yang maju memeluk guru nya erat erat.


Dia seperti mencoba menggunakan tubuhnya sebagai perisai bagi gurunya, bila Yu Ming nekad datang menyerang gurunya lagi.


Di posisi belakang Thian Cien Sen Ni, keenam murid utamanya berdiri diam mematung di sana, termasuk si gendut Fei Fei, dia juga berdiri diam mematung di sana dengan senyum mengejek.


Baru sesaat kemudian mulai muncul retakan halus, senyum mengejek di wajahnya seketika lenyap.


Berubah menjadi wajah penuh ketakutan, tapi semua sudah terlambat.


Perlahan lahan mulai terlihat retakan dari bagian tengah kening mereka bertujuh, bergerak menyebar kebawah.


Susul menyusul, sebelum kemudian terus bergerak kebawah menuruni leher, terus kebawah.


"Pyaaarrr...!"

__ADS_1


Tubuh mereka bertujuh, telah meledak terpisah menjadi dua bagian.


Lalu Jatuh keatas lantai menjadi potongan tubuh yang berlumuran darah.


Embun darah akibat ledakan ke 7 tubuh tadi memenuhi udara di dalam ruangan .


Untungnya langit langit ruangan terbelah dua, jadi udara lebih bebas keluar masuk.


Sehingga sebentar saja embun darah sudah hilang terbawa angin.


Yu Ming dengan langkah mantap menghampiri Thian Cien Sen Ni yang sedang terbaring lemah dalam pelukan Ji Lian Hua.


Yu Ming menunjuk pedang Xuan Yuan nya kearah wajah Thian Cien Sen Ni dan berkata,


"Hari ini, demi memandang wajah guru ku, kau ku lepaskan.."


"Kedepannya jaga lah akhlak mu.."


Selesai berkata, Yu Ming menatap kearah Ji Lian Hua mengangguk kecil, lalu sambil tersenyum pahit.


Dia berkata pelan,


"Maaf.."


Setelah itu Yu Ming segera melesat menghilang dari ruangan tersebut.


Saat muncul lagi, Yu Ming sudah berada di depan makam sahabatnya.


"Pedang Xuan Yuan terimakasih, kembalilah ke asal mu.."


Ucap Yu Ming .


Pedang Xuan Yuan langsung menghilang dari pegangan tangan Yu Ming .


Masuk kembali kedalam gelang penyimpanannya.


Begitu pedang Xuan Yuan menghilang dari tangan nya.


Yu Ming pun kembali lagi kebentuk asalnya.


Dia kembali ke bentuk asalnya, seorang pemuda bongkok berpakaian lusuh dengan rambut acak acakan, tak terurus.


Yu Ming langsung jatuh berlutut lemah, di depan makam sahabatnya, dengan suara pelan dia berkata,


"Aku telah membalaskan dendam mu, mereka, yang menjahati mu sudah aku musnahkan.."


"Tapi hati ku tetap sangat sepi dan sedih,.. kamu tetap tidak akan bisa hidup kembali.."


"Hu...hu...hu...hu...!"


"Maafkan aku sahabat ku.."


"Maafkan aku yang lemah..."


"Hu...hu...hu...hu...!"


Yu Ming menangis sedih, menutupi wajahnya, dengan kedua telapak tangannya.


Beberapa saat kemudian Yu Ming yang kondisinya sangat labil langsung terguling pingsan di depan makam Siao Li .


Tadi karena di picu dendam, dia telah mengeluarkan kekuatan melebih batas kemampuan tubuh manusia awamnya,


Tubuh awamnya yang cacat, tidak sanggup menanggung beban kekuatan dewa tersebut.


Kini efeknya baru terasa, Yu Ming yang kehabisan tenaga, dan mengalami kerusakan nadi parah.


Dia langsung jatuh terkapar koma di sana.


Dengan nafas satu satu, jantung berdetak lemah, hampir berhenti.


Dalam pertarungan dahsyat tadi, dalam kemarahan nya, Yu Ming sudah memacu kekuatannya, mengandalkan pedang Xuan Yuan.


Sehingga dia yang seharusnya hanya ada tingkat Alam manusia langit, tahap pemula.


Tapi demi mengalahkan nenek peot, yang berada di tahap yang sama.


Yu Ming terlalu memaksakan diri secara berlebih, hingga dia menembus Alam Langit Tahap Menengah.

__ADS_1


Hal inilah yang memicu tubuhnya mengalami akibat fatal seperti saat ini.


Tubuhnya yang cacat memperparah keadaannya.


Yu Ming jadi mati suri di tepi makam sahabatnya.


Di dalam keadaan mati suri roh nya terbang ke suatu alam yang tidak dia pahami.


Disana Yu Ming bertemu dengan Siao Li, dengan gembira Yu Ming segera berlari menghampiri sahabatnya.


Jarak yang terlihat begitu dekat, tapi bagaimana pun Yu Ming berlari, hingga memacu larinya secepat mungkin.


Dia tetap tidak bisa mendekatinya, jarak di antara mereka tetap sana, Yu Ming yang sudah kehabisan tenaga dan nafas, akhir nya jatuh tersungkur kedepan.


Yu Ming jatuh tertelungkup di sana, tapi masih pantang menyerah.


Dia mengulurkan tangannya kedepan, berusaha menggapai kearah Siao Li dan berteriak sekuat tenaga.


"Siao Li,...! ini aku..! kemarilah..!"


"Aku sengaja datang kemari untuk menjemput mu..!"


"Kembalilah kesisi ku maafkan aku..!"


"Siao Li maafkan lah aku..!"


Teriak Yu Ming dengan wajah sedih dan putus asa.


Siao Li menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata sedih. Dia menggelengkan kepalanya.


Perlahan lahan tubuh nya berubah menjadi butiran cahaya.


Butiran cahaya itu kemudian berkumpul kembali jadi satu membentuk seorang gadis yang sangat cantik dan anggun.


Gadis tersebut tidak kalah cantik di bandingkan dengan Ji Lian Hua.


Umur mereka juga kurang lebih hampir sama.


Tapi sepasang mata nya yang sangat indah dan menawan itu, jelas menunjukkan suatu perasaan kesedihan mendalam dan penuh sesal.


Perlahan-lahan dia berkata dengan lembut,


"Suami ku, aku sudah berusaha.."


"Tapi kelihatannya takdir berkata lain.."


"Kembalilah ke dunia mu, jalani takdir mu.."


"Bila berjodoh, kelak kita akan bertemu kembali dan bersama selamanya.."


"Aku akan selalu menunggu hari itu tiba.."


"Kunci emas dan mutiara jiwa ini, akan membantu mu pulih, sekaligus akan membantu memenuhi harapan kita, untuk kembali bersama.."


"Aku mencintaimu, kamu kembalilah ke dunia mu,.."


"Selamat tinggal..'


Selesai berkata, gadis cantik itu mengibaskan tangannya kearah Yu Ming .


Membuat Yu Ming terpental jauh, menjauhi alam yang bukan alam untuk dirinya saat ini.


Yu Ming sempat melihat gadis cantik itu, setelah mengibas nya pergi dari sana.


Gadis itu berubah menjadi butiran cahaya, yang naik keatas.


Kemudian terhisap kesebuah lubang cahaya, yang mengeluarkan cahaya menyinari gadis itu.


Yu Ming yang terhempas menjauh hanya bisa berteriak keras,


"Ru Meng...!"


"Ru Meng...,!"


"Jangan pergi,..! jangan tinggalkan aku..!'


"Aku mencintaimu Ru Meng,..ohh istri ku..!"

__ADS_1


Didalam nyata Yu Ming mulai mendusin, tersadar dari mati suri nya, setelah mengalami mimpi panjang di alam penuh misteri, bertemu istri masa lalunya Ping Ru Meng


__ADS_2