PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Surat tantangan duel


__ADS_3

Gadis cilik itu terlihat mengingat ingat, kembali ciri ciri kakek yang di temuinya tidak jauh dari restoran.


Sesaat kemudian dia berkata,


"Kakak cantik, kakek tua itu membawa sebatang kebutan bulu, pengusir lalat di tangan nya.."


"Aku rasa hanya itu yang aku ingat.."


Ucap gadis kecil itu dengan sepasang mata polos penuh kejujuran.


Ji Lian Hua dan Yu Ming kembali saling pandang, Ji Lian Hua mengerti tidak akan ada yang bisa di tanyakan lagi ke gadis cilik itu.


Jawaban jelasnya tentu ada didalam surat itu.


Ji Lian Hua kini memberikan beberapa keping uang perak kedalam telapak tangan gadis kecil itu dan berkata,


"Ini bawalah untuk pergi beli jajanan, terimakasih adik kecil..'


Gadis kecil menggeleng cepat, dia berusaha mengembalikan uang dari Ji Lian Hua dan berkata,


"Tidak usah,.. tidak usah..kakak cantik.."


"Ini tidak perlu, aku sudah menerima bayaran dari kakek itu, jadi kakak tidak perlu bayar.."


Ucap gadis cilik itu dengan polos, sambil ingin mengembalikan uang di telapak tangannya ke Ji Lian Hua.


Tapi Ji Lian Hua menolaknya dengan keras, dan bersikeras meminta gadis itu menyimpan uang nya dengan baik, agar nanti bisa di pergunakan, bila gadis cilik itu sedang dalam keadaan kepepet.


Akhirnya gadis cilik itu, terpaksa menerimanya, setelah mengucapkan terimakasih berulang ulang ke Ji Lian Hua dan Yu Ming .


Akhirnya Gadis cilik itu, pergi juga meninggalkan restoran, tempat Yu Ming dan Ji Lian Hua sedang asyik bersantap.


Sambil bersantap, Yu Ming membuka sampul surat, mengeluarkan isinya untuk di baca.


Ji Lian Hua mengamati dari samping dengan wajah was was.


"Apa yang di sampaikan oleh surat itu.."


Yu Ming tersenyum tenang dan berkata,


"Bukan apa apa, hanya tantangan Che Lung dari Mo Kui Shan untuk melakukan duel, .."


"Mungkin buntut dari masalah ku dengan Che Ying ketua aliran sekte Iblis itu.."


Ji Lian Hua menatap wajah Yu Ming dengan tatapan mata khawatir dan berkata,


"Apa Yu Ming ke ke akan pergi menemuinya..?'


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Ya, bila aku harus pergi menyelesaikannya.."


"Bisa menghindar saat ini, tidak akan bisa menghindar seumur hidup.."


Ji Lian Hua masih dengan tatapan mata khawatir dia berkata,


"Kapan kamu akan pergi..?"

__ADS_1


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Malam ini Kentungan ketiga, di hutan bambu sebelah selatan kota.."


"Begitulah bunyi tantangan nya ."


"Kamu tunggu saja di kapal, setelah semua selesai, aku akan kembali ke kapal menemui mu.."


Ji Lian Hua mengangguk pelan, meski hatinya sangat khawatir dan ingin turut serta.


Tapi dia menahan diri, agar tidak menambah beban pikiran Yu Ming .


Dia sangat mencintai Yu Ming , jadi se khawatir apapun, dia tidak boleh menjadi beban pikiran bagi Yu Ming .


Itu justru sangat berbahaya dan mengganggu konsentrasi Yu Ming .


Dia harus percaya dengan Yu Ming , dan mendukung setiap keputusan Yu Ming .


Dia harus percaya, keputusan yang Yu Ming ambil adalah yang terbaik uat mereka.


Ji Lian Hua dengan terpaksa, menahan semuanya di dalam hati.


Dia hanya menjawab singkat, tapi sangat bermakna bagi Yu Ming .


"Baiklah kamu berhati hatilah.."


"Aku akan selalu menunggumu.."


Yu Ming menatap Ji Lian Hua dengan penuh haru, dia menggenggam lembut tangan istrinya dan berkata,


"Jangan khawatir, aku pasti akan kembali.."


Ucap Yu Ming sambil menyumpitkan sepotong lauk untuk di suapkan kedepan mulut istrinya.


Ji Lian Hua mengangguk, lalu dia membuka mulutnya menerima suapan dari suaminya.


Tapi dia sudah kehilangan seleranya, hatinya selalu cemas pikirannya sulit tenang.


Akhirnya setelah menerima beberapa suap, Ji Lian Hua berkata,


"Yu Ming ke ke, aku sudah kenyang, ayo kita pulang saja ke kapal.."


Yu Ming menatap Ji Lian Hua dan berkata,


"Bukankah kamu tadi nya bilang ingin pergi mengunjungi biara Yu Di dan Wang Mu Niang Niang.."


"Kenapa tiba tiba..?"


Ji Lian Hua menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak apa apa, aku hanya sedang malas saja.."


"Mungkin lain kali saja.."


"Yuk kita kembali ke kapal, aku ada sedikit ngantuk.."


Yu Ming hanya bisa menatap tak berdaya, dia terpaksa bangkit berdiri, mengikuti Ji Lian Hua .menuju ke kasir untuk melakukan pembayaran.

__ADS_1


Setelah selesai mereka berdua pun berjalan beriringan menuju jalan yang akan membawa mereka kembali ke dermaga di mana kapal mereka berlabuh.


Ji Lian Hua, sambil berjalan merapatkan dirinya kearah Yu Ming .


Dia melingkarkan tangannya di pinggang Yu Ming , sambil menyusupkan kepala didada Yu Ming .


Untuk merasakan kehangatan dan detak suara jantung suaminya.


Yu Ming sambil tersenyum membalas merangkul pundak istrinya dengan lembut.


Lalu membimbingnya dengan hati hati berjalan kembali ke kapal mereka.


Belum jauh mereka berdua melangkah Ji Lian Hua berbisik pelan,


"Yu Ming ke ke, aku ada merasa kedua kaki ku sedikit lelah, boleh tidak aku naik ke punggung mu.."


"Aku ingin kamu.."


Yu Ming menjawabnya dengan cepat, dia segera berjongkok memunggungi Ji Lian Hua dan berkata,


"Naiklah,.. aku akan menggendong mu pulang.."


Ji Lian Hua sambil tersenyum senang, segera melompat keatas punggung Yu Ming , sambil melingkarkan kedua tangannya di depan leher Yu Ming .


Yu Ming dengan santai menggendong Ji Lian Hua berjalan menuju dermaga yang masih cukup jauh.


Yu Ming sengaja melambatkan langkahnya, agar waktu kebersamaan mereka lebih lama.


Dia ingin Ji Lian Hua puas dan bahagia, dia ingin bantu Ji Lian Hua melupakan segala kecemasan nya.


Ji Lian Hua tentu saja paham, Yu Ming sengaja melambatkan langkahnya.


Yu Ming tidak mungkin tidak kuat, menggendong bayi sebesar gajah naik turun gunung pun Yu Ming tidak masalah, apalagi cuma dirinya.


Yu Ming melakukan hal itu semata mata karena ingin waktu kebersamaan mereka lebih lama, lebih awet.


Ji Lian Hua sambil menyandarkan ujung dagu nya yang runcing di bahu Yu Ming .


Dia berkata,


"Yu Ming ke ke,.. bisa kah kamu jangan terlalu baik dengan ku..?"


"Jangan terlalu memanjakan ku..?"


Yu Ming menoleh kesamping mencium pipi istrinya dan berkata,


"Kenapa,..? bukankah itu sudah kewajiban ku sebagai suami mu..Untuk selalu mencintaimu dan menyayangi mu..?"


Ji Lian Hua tersenyum sedih dan berkata,


"Aku takut Yu Ming ke ke,.."


"Aku sungguh takut.."


Yu Ming menghentikan langkahnya menatap kearah istrinya dan berkata,


"Kamu takut apa..?"

__ADS_1


Ji Lian Hua memalingkan wajahnya, kesamping, agar Yu Ming tidak melihat airmata nya yang telah runtuh, dari sepasang matanya yang indah.


Kini butiran mutiara bening itu sedang menggantung di pipinya, perlahan lahan bergulir menuju bibirnya.


__ADS_2