PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Perjalanan menuju Utara


__ADS_3

Ji Lian Hua menggeleng cepat dan berkata,


"Aku justru berpikir sebaliknya.."


"Aku tidak takut Ping Ru Meng cie cie menghukum ku, dan menyerang ku.."


"Aku justru takut dia menghukum mu.."


"Aku tidak akan bisa terima bila dia menghukum mu, karena ini murni aku lah yang memulainya.."


"Akulah yang bermain api, sehingga kini semuanya ikut terbakar.."


Yu Ming tersenyum, dia mencium kepala Ji Lian Hua dan berkata,


"Kalian berdua adalah wanita terpenting dalam hidup ku, aku pastikan tidak akan ada sesuatu yang bakal terjadi pada kalian.."


"Meski harus kehilangan nyawa, aku juga pasti tidak akan mundur untuk melindungi kalian.."


"Sudahlah tidak ada yang perlu di bahas ataupun di khawatirkan.."


"Aku yakin, bila tiba waktunya, Ru Meng pasti akan mengerti.."


"Bagi ku kalian berdua sama berat sama ringan, tidak ada yang lebih berat ataupun lebih ringan dari siapapun.."


"Bagi ku kalia sama pentingnya.."


Ucap Yu Ming lembut berusahalah meyakinkan Ji Lian Hua.


Meski hatinya sendiri tidak yakin sepenuhnya, karena tidak akan ada manusia yang bersedia berbagi pasangan, baik itu pria ataupun wanita.


Bila itu yang terjadi, tentunya akan mendatangkan duka dan penderitaan bagi pihak yang di dua kan dan kepusingan bagi pihak yang mendua kan.


Teori kebenarannya Yu Ming paham tapi prakteknya sangatlah tidak mudah.


Yu Ming sambil tersenyum lembut mencoba mengalihkan pembicaraan dengan berkata,


"Hua er kamu lapar tidak,..?"


"Aku ada sedikit lapar, bagaimana bila kita pergi ke restoran kemarin untuk makan.."


"Aku sedikit kangen dengan daging sapi ca kailan nya.."


"Dagingnya sangat lembut wangi menggugah selera .."


Ji Lian Hua tersenyum dan berkata,


"Kita sama,aku juga barusan memikirkan itu.."

__ADS_1


"Ayo kita kesana, aku juga kangen dengan sup daging kepiting nya.."


"Udang goreng nya yang besar besar juga nikmat.."


Yu Ming mengangguk senang, dia segera membantu Ji Lian Hua bangkit berdiri.


Lalu mereka berdua sambil saling berpelukan segera meninggalkan kapal, pergi menuju kota Tian Jin yang ramai.


Kembali mendatangi Restoran Selamat Datang, salah satu restoran terbesar terbaik dan terlengkap di kota itu.


Selain ada restoran, penginapan itu juga menyewakan vila vila privasi yang terpisah satu sama lain, dengan akses jalan jembatan kayu.


Karena bila itu terletak tepat di tengah tengah telaga buatan.


Jadi bila vila kecil itu sangat asri dan nyaman.


Sekeliling danau di tanami dengan pohon Yang Liu yang rindang, sehingga pepohonan itu daunnya mencapai ke bagian belakang villa.


Vila agak tertutupi oleh pepohonan Yang Liu yang rindang, sehingga meski villa didirikan di telaga, tapi Vila tidaklah panas.


Justru vila vila privasi itu sangat sejuk dan nyaman untuk di tinggali.


Ji Lian Hua yang tiba di restoran itu, sebelum dia memesan makanan.


Pemilik restoran yang cerdik itu langsung diajak mengajak Ji Lian Hua untuk berkeliling keliling melihat lihat kenyamanan, yang di tawarkan oleh vila milik pemilik restoran itu.


Dia mana mungkin bisa menolaknya, dia langsung saja pesan satu kamar di sana.


Sebagai tempat privasi dirinya dan Yu Ming makan minum di sana.


Sekaligus memutuskan beberapa malam dia dan Yu Ming akan menginap di sana.


Selama kapal mereka juga belum selesai memuat pesanan perbekalan mereka, yang akan diperlukan saat melakukan perjalanan ke Utara nanti.


Yu Ming sendiri hanya ikut saja, karena selama ini, asalkan Ji Lian Hua senang dia pasti ikut saja.


Lagipula semua biaya Yu Ming tak perlu khawatir, Ji Lian Hua yang borong semua.


Yu Ming selama bersama Ji Lian Hua melakukan perjalanan, dia hampir tidak pernah membayar apapun.


Tapi semua itu memang atas kemauan dan keinginan Ji Lian Hua sendiri.


Yu Ming memang tidak pernah meminta apapun darinya, semua adalah inisiatif dan keinginan Ji Lian Hua sendiri.


Meskipun Yu Ming meminta Ji Lian Hua juga tidak pernah pelit memberinya, atau hitung hitungan soal uang dengan nya.


Jadi sejauh ini, uang bukan masalah bagi hubungan mereka berdua.

__ADS_1


Sesuai keinginan Ji Lian Hua akhirnya Yu Ming dan Ji Lian Hua menempati salah satu vila di tengah telaga.


Mereka berdua sambil menunggu pesanan makanan tiba, mereka bisa mendayung perahu menikmati angin sejuk di bawah rerimbunan pepohonan Yang Liu yang teduh.


Lebih hebat lagi pelayanan di restoran tersebut adalah pesanan makanan dari Ji Lian Hua.


Bisa mereka antarkan ke perahu Ji Lian Hua dan di sajikan diatas perahu Ji Lian Hua.


Hal ini membuat Ji Lian Hua semakin senang dan betah dengan pelayanan yang di berikan oleh Restoran sekaligus penginapan Selamat'Datang itu.


Pelayanan yang cepat tanggap dan ramah adalah kunci kenyamanan bagi mood Ji Lian Hua.


Sehingga dia tidak segan segan memberi tip ke pelayan restoran dan penginapan yang khusus melayani semua keperluan nya bersama Yu Ming .


Saat malam tiba, dengan penerangan lampu lampion kuning merah bertebaran di sekeliling telaga, jembatan penyeberangan, maupun lampu di setiap kamar di tengah danau itu.


Adalah pemandangan yang sangat sangat menarik dan romantis.


Saking terbawa oleh suasana lingkungan di tempat itu, selama 3 hari 3 malam.


Yu Ming dan Ji Lian Hua hampir jarang keluar dari dalam kamar, mereka berdua tiada bosan bosannya,.menikmati bulan madu mereka.


Hingga mereka mendapatkan kabar dari pelayan, bahwa ada urusan dari Paman Luo datang mengabari mereka.


Bahwa muatan kapal mereka sudah siap, kapal sudah siap untuk berangkat.


Dengan hati setengah terpaksa, Ji Lian Hua Akhir nya harus mengikuti Yu Ming kembali lagi ke kapal.


Untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Utara.


Meski awalnya sedikit kecewa dan kurang betah bila harus kembali ke kapal.


Tapi karena di sisinya selalu ada Yu Ming yang menemaninya, lama kelamaan Ji Lian Hua pun lupa.


Dia kembali bergembira dan bersemangat menikmati perjalanan mereka menuju Utara.


Semakin ke Utara cuaca semakin dingin, semua orang kini mengenakan baju bulu tebal untuk melawan cuaca dingin.


Selain mengenakan baju tebal mereka juga mengenakan sepatu sarung tangan hingga topi berbulu tebal.


Hanya Yu Ming seorang yang tidak betah mengenakan semua pakaian itu, dia tetap hanya mengenakan baju tipis khas daerah selatan.


Hanya jubah hitam jahitan Ji Lian Hua yang selalu setia menemaninya dalam perjalanan menuju Utara.


Setelah menempuh perjalanan hampir 3 bulan, pagi itu awalnya Yu Ming dan rombongannya menemukan sekelompok ikan berukuran cukup besar, mengeluarkan suara mirip bunyi suara bayi


Ikan ikan berukuran 2 sampai 3 meter yang berwarna abu abu itu, terus terlihat berlompatan keluar dari permukaan air laut.

__ADS_1


Ikan ikan itu seperti mengejar dan mengikuti kapal Yu Ming , saat kapal sedang melaju membelah samudra luas.


__ADS_2