PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
RENCANA JI LIAN HUA


__ADS_3

Penjaga yang tidak menyangka akan di serang, pasukan Li Tek yang mereka kira rekan sendiri.


Semua penjaga didepan gudang langsung roboh malang melintang.


Pasukan Li Tek, dengan sigap segera menyeret mayat mereka, untuk di masukkan kedalam gudang perbekalan.


Sebelum kemudian mereka menyalakan api, untuk membakar gudang ransum tersebut.


Setelah gudang induk mulai terbakar, Li Tek dan pasukannya segera bergerak kearah gudang lainnya.


Mereka menyalakan api, tapi mereka juga yang berteriak kebakaran.


Meminta orang pergi memadamkan api, sementara mereka terus bergerak, melakukan pembakaran di tempat lainnya.


Hingga seluruh gudang perbekalan pasukan Huo Shu terbakar di lalap api.


Dalam kekacauan Li Tek dan pasukannya segera kabur dari sana, menghilang dalam Kegelapan malam.


Di tempat lain di atas puncak tebing, pasukan Li Tek yang gagah berani meski hanya tersisa puluhan orang saja.


Mereka berhasil menghancurkan Jimat segel batu kristal merah, yang berfungsi sebagai sentral kekuatan formasi, yang membuat Yang Jian, Li Cing dan Na Cha tidak berhasil mengeluarkan hawa dewa mereka.


Dengan di hancurkan nya segel batu formasi oleh pasukan Li Tek.


Formasi pengunci kekuatan dewa dari suku Bei Di pun langsung buyar.


Di tempat lain mata mata pengawas dari pasukan Ji Lian Hua yang melihat langit merah di sebelah Utara.


Juga ada api dan asap di kedua puncak tebing mulut jalan.


Mereka segera menyampaikan pesan berantai hingga sampai di perkemahan Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua yang sedang duduk menatap kearah patung Giok di tangan nya.


Dia buru buru menyimpan barang kesayangannya tersebut.


Begitu ada pengawal yang menerobos masuk kedalam kemah nya


Ji Lian Hua yang hampir menegur sikap sembrono dan tidak sopan pengawal nya.


Dia tidak jadi melakukannya, saat mendengar laporan dari pengawal nya akan situasi di garis depan.


Ji Lian Hua buru buru mengenakan seragam militer, menyambar topi dan pedang Langit nya, yang tergantung di dekat seragam dan topinya.


Setelah itu dia segera bergegas berlari keluar dari dalam tendanya.

__ADS_1


Ji Lian Hua melesat bagaikan bayangan sekejab saja dia sudah tiba di garis depan.


Saat sampai di lokasi, Ji Lian Hua segera tersenyum lebar, saat melihat Na Ca, Li Cing, dan Yang Jian masing masing sudah bisa terbang ke garis depan.


Menghancurkan pasukan suku Bei Di yang ikut berjaga di mulut lembah bersama pasukan Huo Shu.


Pasukan besar Huo Shu dan suku Bei Di, yang tidak kuat menghadapi serangan ketiga dewa langit itu.


Mereka segera kocar kacir dan terus di paksa bergerak mundur menjauhi mulut lembah.


Sehingga Ji Lian Hua bisa memimpin pasukan kerajaan Zhou menerobos keluar dari celah mulut lembah yang sempit.


Huo Shu yang melihat situasi tidak benar, di tambah dengan laporan gudang ransum habis terbakar.


Dia segera memimpin pasukannya bergerak mundur dan terus mundur meninggalkan gelanggang pertempuran.


Suku Bei Di yang melihat hal itu, mereka juga langsung ikutan melarikan diri masuk kedalam hutan.


Berlindung, bertahan, dan bertempur di dalam hutan adalah keahlian mereka.


Ji Lian Hua tidak mau gegabah, memimpin pasukan nya melakukan pengejaran.


Ji Lian Hua hanya fokus memukul mundur pasukan Huo Shu yang memang terus bergerak mundur.


Meninggalkan pengepungan mereka, terus bergerak mundur kearah Utara.


Bahwa seluruh gudang penyimpanan perbekalan Huo Shu, sudah di bumi hanguskan oleh Li Tek dan pasukannya.


Ji Lian Hua setelah berhasil mendesak mundur pasukan Huo Shu.


Dia langsung memimpin pasukannya bergerak menuju Beijing.


Ji Lian Hua yang cerdas, dia langsung memerintahkan Na Ca, Li Cing , Yang Jian.


Bergerak duluan untuk menguasai kota Beijing.


Sebelum dia dan pasukan besarnya tiba.


Ji Lian Hua memutuskan mengambil kesempatan ini, tidak mampir dan bertahan di Tian Jin.


Karena dia sudah memperhitungkan nya dengan baik.


Huo Shu datang dengan kekuatan besar, kemungkinan kota Beijing minim pasukan pertahanan.


Saat ini adalah waktu tepat bagi dia, untuk merebut kota tersebut.

__ADS_1


Selain itu dengan cara merebut kota Beijing, berarti secara tidak langsung dengan cerdas Ji Lian Hua sudah memutus jalan Huo Shu memperbaiki keadaan kekuatan pasukan nya di Bei Jing.


Huo Shu yang kehabisan ransum perbekalan, dia pasti akan di tinggalkan oleh pasukan besar nya.


Karena tidak mungkin pasukannya akan bersedia mengikutinya kembali kekota Ji dengan resiko mati kelaparan.


Karena untuk bisa mundur kembali ke kota Ji itu jaraknya tempuhnya masih cukup jauh, mungkin paling cepat di perlukan waktu satu bulan untuk tiba di sana.


Dengan cara jitu ini, Ji Lian Hua bisa sekali tepuk kena dua ekor nyamuk.


Selain kehilangan kota Beijing, Hou Shu juga akan menghadapi bahaya kelaparan.


Di mana hal ini pasti akan menimbulkan perpecahan di tubuh pasukan Huo Shu, yang pasti akan banyak yang memilih pergi meninggalkan nya.


Tanpa perlu di perangi, Huo Shu sudah kalah dengan sendirinya.


Bila perlu Ji Lian Hua juga akan mencaplok kota Ji kembali, bila Huo Shu berhasil di tangkap, sebelum kembali kekota Ji.


Kini yang menjadi pemikiran Ji Lian Hua dalam perjalanan cepatnya adalah, kota Ji bisa saja di kuasai oleh suku bar bar Bei Di.


Di saat Huo Shu kalah dan kehilangan kekuatan dan kekuasaan nya.


Bila hal itu sampai terjadi sesuai prediksi kekhawatirannya, itu akan menjadi masalah baru yang akan cukup pelik.


Ji Lian Hua sangat mengkhawatirkan nasib rakyat di sana, bila hal itu sampai terjadi.


Karena suku Bei Di adalah suku bar bar yang sangat kasar kejam dan rakus.


Merampok, membakar, membunuh, menculik, memperkosa, itu sudah menjadi kebiasaan mereka.


Karena sudah lazim bagi mereka, bahwa semua penduduk yang kota nya di kuasai oleh mereka.


Maka seluruh penduduk di kota itu adalah budak mereka, yang dengan bebas kaum wanitanya boleh mereka setubuhi secara bebas sesuka hati, atau boleh mereka perjual belikan.


Sedangkan anak anak dan pria nya, boleh mereka penjual belikan menjadi budak sesuka hati mereka, yang menjadi penguasa di sana.


Tentu saja tindakan seperti itu sangat bertentangan dengan paham rakyat daratan tengah.


Di mana dalam ajaran Tao, konfusius, maupun Budhisme, hal hal keji seperti itu sangat di tentang.


Bila kota Ji jatuh ketangan suku Bei Di sudah bisa dipastikan rakyat di sana akan menderita.


Korban Jiwa pasti tidak terhitung, membayangkan nya saja, Ji Lian Hua tidak berani.


Bila sebelum nya dia berharap Yu Ming datang menolongnya keluar dari lembah tengkorak.

__ADS_1


Kini dia justru berharap Yu Ming bisa membantunya menguasai kota Ji.


Menahan suku Bei Di, agar tidak sampai menguasai kota tersebut.


__ADS_2