
Begitu muncul Pria berambut putih langsung berteriak,
"Tahan tangan mu..jangan menyentuhnya..!"
Selesai berkata, Pria berambut putih langsung melepaskan satu serangan kuat, berbentuk bayangan Naga Es menerjang kearah Yu Ming .
"Pedang Naga Es kutub Utara..!"
Bentak Pria berambut putih itu,sambil mendorongkan sepasang tangan nya kedepan.
Melihat serangan mendadak yang kelihatannya adalah jurus pamungkas lawannya tiba.
Yu Ming dalam keadaan terpaksa kembali harus menyambut serangan tersebut keras lawan keras.
Kini adalah jurus kelima yang Yu Ming lepaskan dengan harapan akan sepenuhnya berhasil menundukkan Pria berambut putih yang keras kepala itu .
"Melepaskan Ego Melepaskan Fana..!"
Jurus yang baru rampung 80% terpaksa Yu Ming lepaskan.
Tapi kesudahan nya sungguh mengerikan.
Naga Es kutub yang meluncur datang, dengan mudah di belah oleh energi pedang Golok Cahaya Biru .
Tidak cukup sampai di situ Golok Cahaya Biru bersama Yu Ming masih terus meluncur, menghantam Pria berambut putih .
Pria berambut putih berteriak ngeri, dia hanya bisa menggunakan kedua tangannya menutupi wajahnya saat benturan tiba.
Jeritan ngeri masih bergema di udara, tapi bayangan orang, Pria berambut putih, sepenuhnya sudah tidak lagi terlihat.
Tubuhnya hancur berkeping-keping tak bersisa lagi, hanya ada butiran bunga salju merah yang memenuhi udara, melayang di udara, bersamaan dengan pecahan kain putih yang di kenakan oleh Pria berambut putih itu.
Dari angkasa terdengar suara Pria berambut putih berkata,
"Tugas ku telah selesai..!"
"Terimakasih anak muda, kamu sungguh luar biasa..!"
"Tapi berhati hatilah dengan keputusan mu hari ini, jangan sampai timbul penyesalan..!"
"Mengatasi lawan mudah, mengatasi diri sendiri yang sulit..!"
Selesai meninggalkan pesan, suasana pun kembali hening, dan tenang.
Hanya bunyi hembusan angin kencang yang terdengar oleh Yu Ming .
Yu Ming setelah memberi hormat ke udara, tanpa banyak bicara dia segera menghampiri peti Giok hitam yang ke 8.
Seperti yang pernah dia lakukan sebelum nya, Yu Ming kembali melepaskan roh gaib ke 8.
Saat roh gaib ke 8 ikut bergabung kedalam tubuhnya seluruh tubuh Yu Ming bergetar hebat.
Bahkan gelang berlian yang melingkar di kakinya ikut bergetar hebat, hingga muncul garis halus retakan di tubuh gelang berlian tersebut.
__ADS_1
Tapi hal itu tidak berlangsung lama, segera setelah gelang kaki berlian mengeluarkan cahaya kemilau.
Keadaan gelang berlian pun kembali pulih seperti semula.
Yu Ming keadaan nya juga kembali tenang dan normal lagi.
Tenaga roh gaib hitam yang bergetar hebat, berhasil di tekan kembali, hingga tidak bersisa.
Naga Panca Warna sudah membawa Ji Lian Hua kembali mendarat di sisi Yu Ming .
Ji Lian Hua mengulurkan tangan nya, menggenggam tangan Yu Ming dan berkata,
"Yu Ming ke ke kamu baik baik saja kah..?"
"Apa kamu ada mengalami luka..?"
Yu Ming tersenyum lembut menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Jangan khawatir, aku tidak apa apa.."
"Misi di Utara terhitung sudah berhasil,.."
"Ayo kita pulang.."
Ucap Yu Ming sambil merangkul pundak Ji Lian Hua.
Lalu dia membawa Ji Lian Hua terbang melayang ringan mendarat di atas punggung
Tanpa harus di beri perintah, Naga Panca Warna sudah mengerti kemana dia harus pergi mengantar tuan muda nya.
Segera Naga Panca Warna bergerak membawa pasangan yang duduk berpelukan mesra di punggung nya.
Terbang menuju arah barat, karena tujuan mereka berikutnya adalah laut barat, di mana kapal layar paman Luo dan kru kapal nya, sudah bersiap menanti Yu Ming dan rombongannya di sana.
Naga Panca Warna tanpa kesulitan, setelah keluar dari hamparan lautan es beku.
Dia yang terus terbang menuju arah matahari tenggelam, akhirnya dia berhasil menemukan kapal layar yang di carinya.
Naga Panca Warna segera menukik kebawah, hingga akhirnya mendarat ringan diatas kapal.
Setelah berhasil membawa tuan mudanya kembali ke atas kapal, Naga Panca Warna kembali menghilang .
Dia kembali berubah menjadi tato naga yang melingkar di tubuh tuan mudanya.
Paman Luo dan seluruh kru kapal menyambut gembira kepulangan Yu Ming dan Ji Lian Hua.
Paman Luo sambil tersenyum gembira berkata,
"Bagaimana tuan muda apa misi berhasil..?"
"Apa kita sudah bisa melanjutkan misi perjalanan ke ujung dunia barat..?"
Yu Ming mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Sudah sudah beres semua misi kita di sini.."
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita kearah barat..."
Paman Luo mengangguk penuh semangat, dia segera menoleh kearah kru nya dan berkata,
"Ayo kita berangkat..!"
"Hore berangkat ..! ayo kita kita jalan...!"
Sorak para kru bersemangat, mereka masing masing segera bubar kembali ke posisi kerja mereka masing masing.
Mereka semua kembali menjalankan tugas masing masing dengan penuh semangat.
Layar kapal kembali diangkat, sauh di naikkan, sesaat kemudian kapal layar Yu Ming kembali bergerak membelah samudra luas.
Yu Ming sendiri melihat semua orang di UK bekerja, dia juga tidak tahu mau membantu apa.
Akhirnya dia dan Ji Lian Hua hanya bisa kembali kekamar melanjutkan permainan catur mereka mengisi waktu.
Yu Ming sangat bersemangat bermain catur dengan Ji Lian Hua, karena dia sangat penasaran.
Meski dalam hal ilmu silat Ji Lian Hua jelas terpisah jarak bagaikan bumi dan langit.
Tapi bila di perbandingkan dalam permainan catur maka selisih mereka tidaklah jauh.
Yu Ming selalu hampir berhasil mengalahkan Ji Lian Hua, tapi saat di detik detik akhir.
Dia selalu keluar sebagai pihak yang kalah, hal inilah yang sangat sangat membuat Yu Ming penasaran.
Membuat Yu Ming bersemangat dan antusias ingin memetik kemenangan dari Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua tentu saja juga tahu hal itu, dia juga sangat ingin mengalah pada Yu Ming .
Membuat Yu Ming senang, tapi dia tidak bisa melakukan nya,selisih permainan mereka sangat tipis.
Bila dia sengaja mengalah Yu Ming pasti akan tahu, hal itu justru akan sangat melukai harga diri Yu Ming sebagai suami nya.
Jadi dia benar benar ada di posisi ada keinginan mengalah tapi tidak berani melakukan nya .
Sehingga mau tidak mau, dia hanya bisa mengisi waktu luang mereka selama perjalanan dengan bermain catur dan bermain catur.
Terkadang dia sungguh ada merasa bosan, tapi dia tidak berani mengungkapkan nya.
Beruntung Yu Ming cukup pengertian, mengerti apa yang di inginkan oleh istrinya.
Dia tidak terlalu memaksa Ji Lian Hua untuk terus bermain, bila dia melihat Ji Lian Hua mulai jenuh.
Seperti makam ini, ketika bulan dan bintang di angkasa sedang terang, langit sedang cerah.
Yu Ming memutuskan menghentikan permainan catur nya, mereka berdua duduk diatas dek kapal.
Mengintil santai bermandikan cahaya bulan dan melihat bintang berkelap-kelip di angkasa.
__ADS_1