PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Papan kecil berukir


__ADS_3

"Ini barang yang tuan muda menangkan lewat pertaruhan itu.."


Jawab paman Luo penuh hormat.


Yu Ming menatap heran ke paman Luo dan berkata,


"Mengapa tidak di serahkan ke Hua er saja untuk di urus..?"


Paman Luo sambil tersenyum tak berdaya berkata,


"Menurut Nona muda, uang dia akan bantu atur.."


"Tapi barang pusaka leluhur begini, lebih di serahkan ke Tuan muda untuk di periksa.."


"Bila tuan muda tidak tertarik dan tidak menghendakinya, nanti dia baru akan mengatur nya.."


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu tinggalkan saja di sini,.."


"Aku nanti akan memeriksa nya.."


"Terimakasih paman Luo.."


Paman Luo tersenyum penuh hormat, dia menjura kearah Yu Ming .


Lalu dia segera mengundurkan diri dari dalam ruangan tersebut .


Yu Ming menunggu hingga paman Luo pergi, pintu kamarnya sudah di tutup kembali dengan rapat.


Dia baru mengeluarkan satu persatu barang barang yang ada di dalam kantung tersebut untuk di amati.


Setelah beberapa saat melakukan pengamatan.


Yu Ming hanya tertarik dengan sebuah kotak kuno, yang di dalam nya tersimpan sebuah lempengan besi tua, dan sebuah batu hitam kusam berbentuk bulat seperti kelereng.


Hanya benda ini yang mengundang rasa penasaran dan keingintahuan Yu Ming .


Sisanya Yu Ming sama sekali tidak tidak tertarik untuk menyentuhnya.


Yu Ming memasukkan kembali satu persatu barang yang tidak menarik perhatian nya itu kedalam kantung kain hitam, yang menjadi wadah untuk menampung segala macam harta leluhur si tato kelabang itu.


Yu Ming pertama tama mengeluarkan dua barang yang tersimpan di dalam kotak kayu itu.


Yu Ming mencoba memperhatikan dengan teliti kotak kayu kuno itu.


Membolak balik, membuka menutup, termasuk mengetuk dan memencet setiap tempat di kotak tersebut.


Setelah memeriksa berulang kali dengan teliti, Yu Ming akhirnya menemukan sebuah titik kecil halus, terletak di bagian paling bawah di pinggiran kotak kayu itu.


Yu Ming segera membawa ketiga benda itu dan bungkusan kain itu, pergi mengunjungi kamar Ji Lian Hua.


"Hua er kamu sedang tidur kah..!?"


Panggil Yu Ming dari depan pintu kamar.


Segera terdengar suara halus dan lembut dari dalam kamar,

__ADS_1


"Tidak Yu Ming ke ke, kamu masuklah.."


"Pintu tidak di kunci.."


Yu Ming segera mendorong pintu kamar hingga terbuka lebar.


Setelah memastikan Ji Lian Hua memang hanya sedang duduk santai menghadap jendela seperti dirinya tadi.


Yu Ming pun memberanikan diri memasuki kamar gadis itu.


Untuk menutupi rasa canggung nya,memasuki kamar Ji Lian Hua.


Yu Ming segera berkata,


"Hua er kamu punya jarum kecil atau penjepit rambut berujung runcing kecil tidak..?"


Ji Lian Hua menatap heran kearah Yu Ming dan berkata,


"Yu Ming Ke ke membutuhkan nya untuk apa..?"


Yu Ming sambil tersenyum meletakkan bungkusan kain barang leluhur si tato kelabang.


Kemudian diatas meja di hadapan Ji Lian Hua Yu Ming meletakkan tiga benda yang mengundang rasa penasaran nya.


Setelah itu Yu Ming baru berkata,


"Kamu lihat di bagian sini ada lubang halus, aku agak penasaran dengan kotak ini.."


"Bagian lain bila di ketuk akan terdengar suara kayu padat, hanya bagian ini, bila di ketuk bagian dalamnya sepertinya kosong berongga.."


Ji Lian Hua ikut memperhatikan dan memeriksa kotak itu, setelah nya.


Dia segera mengeluarkan sebuah jarum kecil dari cincin penyimpanan nya.


Kemudian Ji Lian Hua mencoba menusukkan jarum kecil ditangannya kedalam lubang itu, menekan memutar dan mencongkel congkel nya.


"Trikkk..!"


Terdengar suara bunyi halus dari kotak di tangan Ji Lian Hua.


Bagian bawah kotak terlihat menonjol keluar.


"Hei ada sesuatu di sini.."


"Lihat.. ini apaan..?"


Ucap Ji Lian Hua penasaran bercampur semangat.


Ji Lian Hua segera mencoba menarik keluar sebuah laci kecil di bagian paling bawah kotak.


Tapi baru tarik setengah laci kecil itu macet, tidak bisa di lanjut tarik patah dan merusak rahasia kotak itu.


Ji Lian Hua menatap kearah Yu Ming untuk membantunya mencari solusi.


Yu Ming setelah memeriksa sejenak dengan teliti dia berkata, "Aku akan coba memasukkan jarum kecil ini lagi.."


"Nanti kamu coba coba menariknya keluar, mungkin macet, karena jarum tidak di biarkan menancap di sana."

__ADS_1


Ji Lian Hua mengangguk paham, dia segera bersiap untuk membantu Yu Ming menemukan misteri kotak itu.


Yu Ming selesai berkata, Dia segera memasukkan kembali jarum kedalam lubang halus itu.


Kemudian Yu Ming mencoba untuk mencungkil cungkil nya, hingga terdengar bunyi,


"Trikkk..!"


"Nah sekarang Hua er, coba tarik lagi pelan pelan.."


Ucap Yu Ming sambil mencoba menahan jarum kecil itu tetap stabil di posisinya.


Ji Lian Hua mengangguk dia segera mengikuti arahan Yu Ming menarik keluar laci kecil di bagian pantat kotak kayu itu.


Sekali ini dengan mudah Ji Lian Hua berhasil menarik keluar laci kecil itu.


"Ye berhasil..!"


Ucap Ji Lian Hua bersemangat dan gembira.


Saking senangnya, dia lupa kotak itu begitu kecil, mereka berdua bekerja sama membuka nya .


Tentu saja posisi mereka berdua begitu dekat, hingga hembusan nafas hangat masing masing pun bisa terasa.


Kini dalam keadaan gembira, Ji Lian Hua lupa akan keadaan itu.


Begitu dia mengangkat kepalanya, Yu Ming juga melakukan hal yang sama.


Sepasang ujung hidung mereka hampir saja saling bersentuhan, jarak antara bibir mereka berdua begitu dekat.


Asalkan salah satu dari mereka memiringkan kepalanya pasti bibir mereka akan saling bertemu dan menempel di sana.


Kini mereka berdua hanya terpaku diam dengan sepasang mata mereka, saling beradu tatap lekat lekat.


Sesaat kemudian Yu Ming buru buru memejamkan matanya, lalu dia menarik mundur kepalanya.


Dan berkata dengan suara canggung,


"Hua er coba lihat apa isi laci itu."


Ji Lian Hua juga seolah olah di sadarkan oleh ucapan Yu Ming .


Sambil berusaha menenangkan perasaan di dalam hatinya, yang meletup letup seperti mau meledakkan jantung nya.


Ji Lian Hua terpaksa menutup matanya sejenak menenangkan gejolak perasaan nya.


Setelah stabil kembali, dia baru melanjutkan untuk memeriksa isi laci kecil di tangan nya.


Sedangkan Yu Ming yang masih merasa canggung dan serba salah.


Dia memilih untuk meraih Siao Li kedalam pelukannya dan membelai lembut kepala mahluk kecil itu, yang terlihat sangat menikmati belaian lembut dari Yu Ming .


Untung ada Siao Li batin Yu Ming di dalam hati, dia sangat bersyukur Siao Li hadir disana, membantu mengurangi rasa canggung nya.


"Ini sebuah papan kecil yang ada ukiran gambarnya, tidak tahu apa maksud nya..?"


Ucap Ji Lian Hua sambil meletakkan sebuah papan tipis kecil di hadapan Yu Ming .

__ADS_1


__ADS_2