
"Tuan muda hari sudah siang, di depan sana ada kota Shang Qiu, tuan muda ingin singgah atau terus.."
"Bila terus mungkin tengah malam nanti kita baru bertemu dengan kota berikutnya, kota Qu Fu.."
Tanya Naga Panca Warna, sambil terus bergerak mendekati kota yang di lihat dari kejauhan masih terlihat seperti titik hitam kecil .
Naga Panca Warna hapal jalan, karena berpuluh puluh tahun yang lalu.
Dia adalah tunggangan kakek luar Yu Ming, yang menjabat sebagai guru besar kerajaan Yin Tsang.
Jabatan tertinggi, yang hanya setingkat di bawah kaisar Da Yi, kakek dalam nya Yu Ming.
Kakek luar Yu Ming, Wen Zhung mengemban banyak tugas, dia harus terus berkeliling melakukan inspeksi kesemua kora dalam wilayah kerajaan Yin Tsang.
Makanya Naga Panca Warna sangat hapal peta perjalanan mereka menuju laut timur.
Yu Ming setelah mendengar penjelasan dari Naga Panca Warna tunggangan nya.
"Turunkan saja aku di tempat sepi, aku ingin mengunjungi kota Shang Qiu."
"Sudah cukup lama, aku tidak makan enak tidur nyenyak."
"Kita bisa bersantai sejenak, baru teruskan perjalanan kita.."
Roh gaib hitam tiba tiba muncul, dan berkata,
"Bocah jangan bilang aku tidak ingatkan pada mu.."
"Sebaiknya kamu hindari kota Shang Qiu dan Qu Fu, kedua kota itu akan memberi mu banyak kerepotan.."
"Lebih baik kita percepat perjalanan sampai ke kota Tian Jin, di sana kamu boleh istirahat dengan sepuas hati.."
Yu Ming terdiam sejenak, berpikir.
Tapi teringat dengan pesan Da Yu, Yu Ming sambil tersenyum tenang berkata,
"Terimakasih informasinya senior, tapi aku lebih menyukai menghadapi takdir ku, daripada menghindarinya."
"Aku sudah putuskan, aku tetap akan mengunjungi kedua kota itu.."
Roh gaib hitam hanya mendengus pelan, tapi dia tidak berkomen apapun, langsung menghilang begitu saja.
Naga Panca Warna yang sudah mendapatkan jawaban tuannya, dia segera bergerak terbang menukik kebawah, mencari tempat sepi untuk melakukan pendaratan.
Naga Panca Warna mendarat di salah satu hutan bambu yang terletak di pinggiran tepi sungai Han.
Dari sana dia langsung menghilang, kembali menjadi tato yang melingkari tubuh Yu Ming .
Yu Ming melanjutkan perjalanan santai dengan berjalan kaki, tapi baru berjalan 10 langkah.
Pendengaran dan penglihatannya yang tajam melihat ada belasan anak kecil sedang menangis ketakutan, dengan tangan terikat
terhubung jadi satu ikatan, sedang di seret oleh dua orang pria dewasa berpakaian setelan hitam hitam, dari atas hingga kebawah.
Kedua pria dewasa itu, terlihat berwajah dingin tanpa perasaan.
Mereka sama sekali tidak tersentuh oleh ratapan dan tangisan ketakutan bocah bocah di bawah umur yang mereka tangkap dan seret seret.
Yu Ming yang dari kejauhan mendengar dan melihat perbuatan keji itu.
__ADS_1
Tentu saja dia tidak bisa berpangku tangan, menyaksikan kejadian seperti itu terus berlangsung di depan matanya.
Yu Ming langsung bergerak dengan langkah cahaya, tubuhnya melesat kedepan bagaikan cahaya kilat.
Tidak sampai satu kali mata berkedip, Yu Ming sudah muncul di hadapan kedua pria berwajah dingin itu.
"Berhenti,.. apa yang sedang kalian lakukan..!?"
"Cepat lepaskan anak anak itu !!"
"Kalian tidak berhak memperlakukan anak anak tak berdosa itu, dengan sesuka hati ..!"
Tegur Yu Ming berusaha untuk tetap tenang dan sabar.
Kedua orang berpakaian setelan hitam hitam itu, awalnya mereka sedikit kaget, dengan kemunculan Yu Ming yang begitu tiba tiba.
Tapi begitu mereka melihat wajah Yu Ming yang ternyata masih jauh lebih muda dari mereka.
Mereka berdua memandang remeh kearah Yu Ming , salah satu dari mereka berkata,
"Bocah, aku sarankan kamu jangan pernah berani ikut campur, dengan dengan urusan Sekte kami..!"
"Atau kamu pasti akan menyesali nya.?"
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata, dengan serius.
"Hari ini, urusan ini aku pasti akan mencampurinya.."
"Bila tahu arah, segera lepaskan bocah bocah malang itu."
"Bila tidak, aku tidak akan sungkan lagi dengan kalian .."
"Bocah sombong berani bertingkah, mencampuri urusan kami.."
"Kamu sudah bosan hidup rupanya..!"
"Singggg..!"
Sebatang golok langsung terhunus di tangan nya, begitu golok terhunus.
Tanpa banyak berbicara lagi, kedua orang itu dengan kompak langsung menebaskan golok mereka dari atas kebawah.
Ingin memotong tubuh Yu Ming menjadi dua.
Tapi serangan mereka tidak berhasil mengenai sasaran.
Sebaliknya malah terdengar suara nyaring,
"Plakkk..!"
"Auwww..!"
"Byuuur...!"
"Plakkk..!"
"Auwww..!"
"Byuuur...!"
__ADS_1
Kedua orang itu terlempar ke tengah sungai, dengan pipi kiri bengkak matang membiru.
"Oughh..!"
"Oughh..!"
Mereka berdua berteriak kaget, saat tubuh mereka tercebur kedalam sungai, dan tanpa sengaja telah menelan air sungai cukup banyak.
Tanpa memperdulikan kedua orang keji itu, gelagapan di tengah sungai
Yu Ming justru kini sedang membantu melepaskan tali yang mengikat tangan bocah bocah malang itu
Setelah selesai, Yu Ming berkata,
"Adik adik semuanya, jangan menangis lagi, mari kakak bantu antar kalian semua kembali kerumah kalian masing masing .."
"Ayo kita kembali ke kota Shang Qiu sekarang,.."
Ucap Yu Ming sambil membelai lembut kepala beberapa anak kecil, yang masih menangis ketakutan.
Anak anak itu mengangguk cepat, mereka segera mengikuti Yu Ming meninggalkan tempat itu.
Sedangkan kedua orang itu, dengan susah payah, setelah mengalami timbul tenggelam berulang kali.
Mereka berdua akhirnya berhasil juga tiba dengan selamat di pinggir sungai.
Saat berhasil mencapai bantaran sungai, mereka berdua langsung tergeletak kecapekan dengan nafas tidak teratur.
Beberapa saat kemudian mereka berdua baru bergerak meninggalkan tepian sungai dengan wajah muram .
Sementara itu, Yu Ming yang memimpin rombongan anak kecil melakukan perjalanan kembali ke kota Shang Qiu.
Dia tidak bisa melakukan perjalanan dengan cepat, meski beberapa anak yang sudah tidak kuat berjalan sudah dia bantu gendong.
Tetap saja perjalanan mereka di lakukan dengan sangat lambat.
Setelah keluar dari hutan bambu, tembok pertahanan kota Shang Qiu, kini mulai terlihat.
Yu Ming dengan bersemangat berkata,
"Anak anak lihatlah..!"
"Kita sebentar lagi akan sampai.."
"Ayo bersemangat, kakak akan mengantar kalian kembali kerumah masing masing.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum ramah.
Anak anak itu mulai pada bisa tersenyum, mereka pada menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah gembira.
Yu Ming sambil tersenyum menambahkan,
"Ayo kita percepat langkah kita, nanti kakak akan belikan permen buat kalian semua.."
Mendengar ucapan Yu Ming , bocah bocah itu langsung mempercepat langkah mereka dengan penuh semangat.
Beberapa diantaranya yang berumur lebih besar sekitar 7 sampai 8 tahun, mereka yang berlari paling depan.
Tapi langkah mereka segera terhenti, saat mereka melihat ada 6 orang berpakaian setelan pakaian atas bawah hitam, menghadang di depan mereka.
__ADS_1
Wajah mereka seketika pucat ketakutan, saat melihat 2 di antara 6 orang itu, adalah orang yang telah menculik dan menyiksa mereka.