
Demi kepentingan bersama, mau tidak mau Raja Bei Di akhirnya berkata,
"Baiklah aku berjanji, kami akan mundur dan kembali ketempat kami.."
Yu Ming tersenyum puas, dia melepaskan pedang yang menempel di leher putra mahkota raja Bei Di.
Yu Ming mendorong punggung putra mahkota itu, hingga dia terdorong maju kembali ke sisi raja Bei Di.
Yu Ming sambil tersenyum tenang berkata,
"Aku harap kamu bisa pegang janji mu.."
Raja Bei Di mengangguk, dia segera memberi kode ke bawahannya.
Bawahan nya mengerti apa yang di inginkan oleh Raja nya.
Dia segera mengeluarkan sebuah tanduk kerbau besar lalu di tiupnya dengan keras.
Hingga suara nya yang mirip terompet, memenuhi udara sekitar, terbawa jauh hingga ke pasukan Bei Di, yang sedang melakukan pengepungan terhadap benteng pertahanan kota Ji.
Mendengar kode suara terompet tanduk kerbau itu, pasukan suku Bei Di segera menghentikan serangan mereka.
Mereka semua mulai menarik diri menjauhi benteng kota Ji secara teratur.
Pasukan pertahanan kota Ji dan semua rakyat kota Ji yang secara sukarela ikut berperang.
Mereka semua meski bingung, tapi mereka kini bisa menghembuskan nafas lega.
Sesaat kemudian mereka segera sibuk membantu mengurus kawan mereka yang terluka maupun tewas.
Sedangkan Yu Ming dan Naga nya, mengawasi saja Raja Bei Di memimpin pasukan besarnya bergerak meninggalkan wilayah itu.
Mereka berbaris rapi meninggalkan tempat tersebut, tapi hewan tunggangan mereka kini semuanya tidak ada yang ikut.
Semua hewan liar itu kini semuanya pada bertiarap di sekitar Yu Ming dan Naga Panca Warna nya.
Setelah seluruh pasukan suku Bei Di tidak lagi terlihat, Naga Panca Warna baru mengeluarkan suara raungan nya.
Begitu suara raungan tersebut di lepaskan, seluruh hewan yang bertiarap di sekitar sana .
Semuanya segera berhamburan kesegala arah meninggalkan tempat itu.
Beberapa waktu kemudian tempat itu kembali terlihat hening, seolah olah tidak pernah ada terjadi sesuatu apapun di sana.
Hanya cahaya rembulan yang bersinar terang di angkasa, terus bersinar menerangi seluruh tempat itu.
Yu Ming dan Ji Lian Hua yang sudah memasuki kota Ji, mereka berdua terlihat berdiri di puncak menara pengawas diatas benteng kota.
Mereka berdua berdiri berdampingan sambil menatap kearah bulan yang mengeluarkan cahaya gemilang diatas sana .
"Yu Ming ke ke kapan kamu akan berangkat ke laut timur ?"
tanya Ji Lian Hua membuka pembicaraan.
Yu Ming menghela nafas pelan dan berkata,
"Bila tidak ada halangan, besok pagi kami akan memulai perjalanan kami ke laut timur.."
Ji Lian Hua menoleh kearah Yu Ming , dia menatap wajah Yu Ming yang bermandikan cahaya rembulan lekat lekat.
__ADS_1
Banyak hal yang sering dia pikirkan dan sering ingin dia ucapkan ke Yu Ming .
Tapi saat berhadapan begini, dia malah jadi tidak tahu mau bilang apa.
Setelah cukup lama mengamati wajah Yu Ming dari samping, saat Yu Ming berbalik menghadap kearah nya.
Ji Lian Hua malah menundukkan kepalanya dan berkata,
"Apa Yu Ming ke ke hanya berangkat sendiri saja..?"
"Apa mereka berdua tidak ikut..?"
Yu Ming sambil tersenyum berkata,
"Kalau mereka ikut kenapa ? kalau tidak kenapa..?"
Ji Lian Hua mendengus kesal mendengar ucapan Yu Ming yang sedang menggoda nya.
Dia membalikkan badannya memunggungi Yu Ming dan berkata,
"Tidak ada kenapa kenapa, terserah kamu saja.."
"Aku hanya asal tanya sambil lalu saja.."
"Tidak mau jawab juga tidak apa apa.."
Ucap Ji Lian Hua dengan wajah merah padam dan bibir cemberut.
Yu Ming sambil tersenyum lembut berkata,
"Terhadap orang lain tentu aku tidak akan menjawab nya.."
Selesai berkata, Yu Ming berjalan pelan menghampiri pinggiran pagar tembok pembatas.
Sambil berpegangan pada tembok pembatas, Yu Ming melihat jauh kedepan sana.
Kemudian sambil termenung dia berkata,
"Aku tidak akan membawa mereka.."
"Mereka masing masing sudah aman di samping orang tua mereka."
"Aku sudah memastikan mereka aman kembali kesisi orang tua mereka, tentu aku tidak akan biarkan mereka ikut menempuh bahaya lagi bersama ku.."
"Ini demi kebaikan mereka.."
Ji Lian Hua tersenyum sinis dan berkata,
"Ohh begitu ya, sepenting itu ternyata mereka, pantas saja Yu Ming ke ke begitu mengkhawatirkan keselamatan mereka.."
"Bila mereka begitu penting, mengapa kamu tidak lindungi mereka berdua saja seumur hidup..?"
"Bukankah bersama mu selamanya, mereka akan jauh lebih aman..?"
Yu Ming menangkap ucapan yang berbau cemburu itu, di dalam hati Yu Ming jadi berpikir ,
"Apa dia mulai mengingat hubungan kami di kehidupan sebelumnya ?"
"Atau di kehidupan ini, tanpa dia sadari dia kembali jatuh cinta pada ku..?"
__ADS_1
Tanya Yu Ming di dalam hati nya ragu .
Ada perasaan bahagia dan gembira yang nyaman di hati kecilnya.
Tapi saat wajah Ru Meng muncul, Yu Ming segera menekan semua perasaan itu dan menyimpan nya.
Lalu dia segera berkata,
"Hua er hubungan kami hanya teman biasa yang bertemu secara kebetulan karena jodoh.."
"Saat jodoh habis, maka semua pun usai, bila berjodoh suatu hari akan kembali bertemu, bila tidak juga tidak ada yang perlu di pikirkan.."
"Aku tidak bisa menjaga mereka seperti yang kamu katakan tadi, karena kami hanya ada hubungan tali pertemanan yang bertemu secara tak terduga saja.."
Ji Lian Hua yang mendengar penjelasan Yu Ming , dia langsung tersenyum sumringah dan berkata dalam hati.
"Terhitung masih punya nurani kamu, bila bisa berpikir begitu.."
"Termasuk tidak sia sia selama ini aku merindukan mu.."
Beda di ucapan di hati beda ucapan di luar.
Di luar Ji Lian Hua Hanya menjawab dengan kata,
"Ohhh..."
Hanya kata itu saja yang terucap, setelah itu mereka berdua kembali saling diam .
Hingga akhir nya Ji Lian Hua berdehem membersihkan tenggorokannya.
Sebelum berkata,
"Ini seandainya, seandainya bila aku yang ikut menemani mu pergi bagaimana..?"
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Tak perlu menggoda ku.."
"Itu mustahil, kamu untuk urus kerajaan ayah mu saja, sampai waktu makan dan tidur sulit.."
"Lagipula adik mu masih kecil, butuh dukungan dari bimbingan.."
"Kamu juga tidak mungkin mengecewakan harapan terakhir ayah mu, untuk membantu adik mu." Agar dia kelak bisa menjadi kaisar yang baik menggantikan ayah mu.."
"Bukan begitu..?"
Ji Lian Hua tiba-tiba membalikkan badannya dan berkata,
"Bila aku bilang bisa, apa kamu akan mengajak ku ikut menemani di sisi mu..,?"
Di tembak langsung oleh Ji Lian Hua, di luar perkiraan nya.
Yu Ming tanpa sadar mengangguk dan berkata,
"Akan,.. aku akan.."
Tapi setelah ucapan nya keluar, Yu Ming baru sadar akan kekeliruan nya yang telah kembali bermain api.
Tapi semua itu terjadi secara spontan, di luar kesadaran nya.
__ADS_1