PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Pengantar undangan


__ADS_3

"Bila tidak ada urusan lain, ijinkan hamba yang menyedihkan ini mohon permisi..'


Yu Ming hanya bisa menatap kearah mereka berdua secara bergantian dengan wajah penasaran.


Ji Lian Hua sambil tersenyum berkata,


"Tuan Wan anda terlalu merendah, di negeri ini, dari timur barat selatan Utara, siapa yang tidak tahu nama Wan San.."


Belum selesai Ji Lian Hua berucap, pemuda itu dengan wajah pucat berkata.


Pemuda itu dengan wajah pucat pasi segera berkata,


"Harap tuan putri tidak menjadikan ku sebagai bahan olok-olok lagi.."


"Aku menyerah, katakan saja apa mau tuan putri..?"


"Aku pasti akan memenuhinya.."


Ucap pemuda itu dengan wajah memelas.


Ji Lian Hua tersenyum penuh arti dan berkata,


"Aku dalam perjalanan kekurangan uang, tolong berikan aku 10.000 Tael emas.."


Pemuda itu melotot sepasang matanya, dia menelan ludahnya sendiri.


Tapi saat beradu tatap dengan Ji Lian Hua,.dia langsung menundukkan kepalanya.


Dia merogoh saku bajunya cukup lama, setelah itu dia mengeluarkan setumpuk kertas giro jaman kuno .


Dia menghitungnya sebentar dengan hati hati, baru dia berikan beberapa lembar ke Ji Lian Hua dan berkata,


"Di dalam ada 10.000 Tael emas, silahkan tuan putri gunakan dengan baik.."


"permisi..'


Ucap pemuda itu buru buru ingin pergi.


"Tunggu..!"


Ucap Ji Lian Hua.


Pemuda itu dengan wajah memelas seperti mau menangis dia berkata,


"Tuan putri ada pesan apalagi, harap ampunilah saya tuan putri ."


Ji Lian Hua sambil tersenyum sadis berkata,


"Ini yang terakhir setelah ini kamu boleh pergi.."


Pemuda itu dengan wajah terpaksa, dia akhirnya duduk kembali.


"Katakanlah tuan putri.."


Ucap pemuda itu dengan ekspresi wajah nya yang menyedihkan.


Ji Lian Hua sambil tersenyum berkata,


"Kamu tolong mampir ke Zhao Ge, temui paman ku Ji Dan.."


"Tanyakan apa ada yang bisa kamu bantu ke dia.."


"Tuan putri permintaan mu, ini sama saja sengaja ingin menyulitkan ku.."


"Aku mana ada kemampuan untuk memenuhi permintaan paman mu itu..'

__ADS_1


"Tolong jangan mempersulit aku.."


Ucap pemuda itu dengan ekspresi wajah memelas seperti mau menangis.


Yu Ming sampai merasa kasihan dan ingin buka suara, meminta Ji Lian Hua membatalkan niatnya.


Tapi baru Yu Ming mau buka suara kakinya di injak oleh Ji Lian Hua yang memberi kode dengan matanya agar Yu Ming tidak ikut campur.


Yu Ming akhirnya hanya bisa menghela nafas panjang, tidak berkata-kata lagi.


Ji Lian Hua dengan senyum dingin berkata,


"Baiklah kalau begitu kamu boleh pergi.."


"Aku rasa kalau orang dunia persilatan tahu kamu sedang ada di sini.."


"Terutama kaum golongan hitam, mereka pasti dengan senang hati mengundang mu tamasya ke markas mereka..'


Ucapan Ji Lian Hua langsung membuat pemuda itu menelan ludahnya sendiri.


Sesaat kemudian dengan wajah yang kusut luar biasa, akhirnya dia mengangguk dan berkata,


"Baiklah anggap aku hari ini sedang sial, harus membayar hutang 3 kali reinkarnasi ku sebelumnya pada mu.."


"Aku akan penuhi,.. aku akan ke Zhao Ge dan temui paman mu.."


"Bagaimana apa begitu cukup..?"


Ji Lian Hua menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak belum cukup.."


"Kau...apa maksud mu.."


Ji Lian Hua sambil tersenyum berkata,


"Belum cukup karena kamu belum bilang apapun permintaan paman ku Ji Dan kamu akan memenuhinya.."


Pemuda itu melotot marah kearah Ji Lian Hua, ingin rasanya dia melompat maju mencekik leher Ji Lian Hua yang putih langsing dan mulus itu hingga remuk.


Tapi dia sadar dia tidak punya kemampuan itu, mau tidak mau dia harus menelan nya.


Setelah menguasai diri, pemuda itu berkata,


"Baiklah aku berjanji akan penuhi semua permintaan nya."


"Apa aku sudah boleh pergi..?"


Ji Lian Hua mengangguk pelan dan berkata,


"Pergilah,.. hati hati di jalan.. jalan pelan pelan.."


Pemuda itu setelah mendengus kesal, dia segera. berlalu dari sana sambil mendumel seorang diri.


Mengeluarkan sumpah serapah mengutuk kelicikan Ji Lian Hua, yang selalu memerasnya setiap kali mereka bertemu.


Setelah pemuda itu pergi, dengan penuh penasaran Yu Ming berkata,


"Siapa dia sebenarnya..?"


Ji Lian Hua memberi kode agar Yu Ming mendekatkan telinganya.


Dengan penuh penasaran Yu Ming segera mengikuti kemauan Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua segera berbisik di telinga Yu Ming ,

__ADS_1


"Dia adalah Wan San Se Tai..."


"Siapa itu..?"


Ucap Yu Ming heran.


Ji Lian Hua kembali berbisik, di telinga Yu Ming,


"Dia adalah orang paling kaya di seluruh negeri ini.."


"Kekayaannya katanya 30 keturunan tidak akan habis, meski tiap hari mereka hanya berfoya foya tanpa bekerja.."


"Ada juga yang bilang dia kekayaannya bisa mendirikan 16 kekaisaran.."


Mendengar penjelasan Ji Lian Hua, Yu Ming pun mengangguk paham.


Ini yang di katakan orang kaya tidak bisa di lihat dari penampilan.


Semakin kaya orang dia akan semakin pelit.


Bahkan termasuk untuk memanjakan perut sendiri pun dia pelit.


Dia akan sangat berat dan tidak rela bila uangnya di gunakan untuk sesuatu yang tidak menghasilkan uang lagi.


Seperti makan selesai makan semua akan di buang secara sia sia tanpa manfaat.


Makanya kekayaan mereka bisa terus bertambah tidak pernah berkurang.


Karena uang mereka itu selalu di gunakan untuk investasi yang menghasilkan uang lagi dan lagi.


Kebahagiaan terbesar dalam hidup mereka, adalah terus melihat kekayaan mereka terus bertambah.


Meski itu hanya suatu jumlah angka, tapi mereka sudah merasa sangat puas.


Yu Ming kini tidak menyesali Ji Lian Hua lagi, terhadap orang seperti itu.


Menurut Yu Ming harusnya dia di peras lebih lagi, agar uangnya, bisa di gunakan untuk membantu orang orang yang membutuhkan.


Ji Lian Hua memberi kode mata pada Yu Ming, akan kehadiran tiga orang berpakaian hitam, yang berdiri di luar restoran.


Di mana mereka terus menerus menatap kearah Yu Ming dan Ji Lian Hua dengan tatapan mata penuh permusuhan.


Yu Ming mengikuti arah pandan mata Ji Lian Hua, dia segera menemukan kehadiran ketiga orang itu disana.


Yu Ming mengabaikan mereka, Yu Ming menatap kearah Ji Lian Hua dan berkata,


"Hua er kamu tunggu di sini saja.."


"Biar aku yang pergi temui mereka.."


Ji Lian Hua mengangguk pelan dan berkata,


"Pergilah,..aku akan tunggu di sini.."


'Berhati hati lah.."


Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia segera berdiri meninggalkan meja.


Berjalan keluar dari dalam restoran, saat berhadap hadapan dengan ketiga orang itu, Yu Ming berkata pelan,


"Apa mau kalian..?"


Salah satu dari mereka segera berkata,


"Kami hanya di tugaskan untuk mengantarkan undangan ini.."

__ADS_1


__ADS_2