
Setelah berpikir dan menimbang lama, Yu Ming bergumam pelan,
"Tiada pilihan, aku mencoba peruntungan saja.."
Setelah berpikir dan menimbang akhirnya Yu Ming sampai pada keputusan final.
Dengan mengerahkan segenap tenaganya, Yu Ming melakukan satu gerakan menekan kuat.
"Crasssh...!"
Golok Yu Ming melesak masuk lebih dalam.
"Growwww...!"
Buaya yang kesakitan meraung keras, dia kembali ingin bangkit berdiri.
Buaya itu terlihat sangat marah, saat matanya kanannya, merasakan rasa nyeri yang jauh lebih hebat lagi.
Tapi baru saja dia ingin bereaksi mengibaskan kepalanya, berusaha melepaskan diri dari mahluk menyebalkan, yang terus menempel di dekat mata nya .
Tiba-tiba terdengar suara teriakan keras Yu Ming, di samping lubang telinga buaya raksasa tersebut, yang terletak di bagian atas lipatan matanya.
"Hyaaahhh..!"
Sambil berteriak keras, Yu Ming mendorong goloknya masuk lebih dalam, hingga tenggelam kedalam mata buaya Raksasa itu.
Tidak cukup sampai di sana, sepasang tangan Yu Ming ikut tenggelam sampai ke pangkal bahunya .
"Growwww...!"
Sekali lagi buaya raksasa itu meraung keras penuh kesakitan, tubuhnya yang baru saja bangkit berdiri kini ambruk kebawah .
Tapi buaya itu masih belum mau menyerah, dia masih berusaha bertahan ingin kembali bangkit lagi.
Padahal posisi Yu Ming sudah maksimal, sepasang tangan dan Golok nya, sudah tenggelam hingga ke pangkal bahu.
Bila diteruskan, hanya ada satu kemungkinan, Yu Ming menenggelamkan diri kedalam bola mata buaya raksasa itu.
"Growwww...!"
Sekali lagi buaya raksasa itu meraung lebih keras lagi, Sebelum akhirnya tubuhnya ambruk kebawah.
"Brakkkkk...!"
Buaya itu akhirnya benar ambruk diam tidak bergerak lagi.
Terlihat Yu Ming sedang berusaha menggunakan kedua kakinya, sebagai penahan di kelopak mata buaya raksasa itu.
Yu Ming berusaha menarik dirinya dan Golok nya yang tenggelam di dalam bola mata buaya itu.
Tadi Yu Ming tiada cara lain, dia hanya bisa mencoba nekad, menenggelamkan diri nya kedalam bola mata Buaya Raksasa'itu.
Agar Golok nya mencapai bagian otak buaya itu, merusaknya di sana, agar buaya itu berhasil di mampus kan sepenuh nya.
__ADS_1
Yu Ming yang melakukan nya, secara untung untungan akhirnya dia malah berhasil.
Buaya raksasa yang sangat kuat itu akhirnya berhasil dia bunuh.
Yu Ming yang tenggelam di dalam bola mata buaya Raksasa itu. dengan susah payah, hingga hampir kehabisan nafas,
Akhirnya dia berhasil keluar juga dari dalam sana, Yu Ming langsy jatuh tergeletak dengan posisi golok masih di tangan.
Nafas kembang kempis, beberapa kali dia tersedak dan muntah muntah cairan kental dari mulutnya.
Setelah isi perutnya hampir terkuras habis, nafasnya sudah lebih teratur .
Dengan langkah kaki sempoyongan Yu Ming segera menuruni undakan tangga.
Melewati sebuah halaman seluas 30x30 meter persegi, Yu Ming pergi kearah sungai bawah tanah.
Disana Yu Ming langsung melepaskan lilitan kain ikat pinggang dari telapak tangan nya, yang terhubung dengan gagang golok.
Setelah itu Yu Ming menancapkan goloknya ditepi sungai, baru dia mulai melepaskan seluruh pakaiannya, kemudian dia segera melompat kedalam sungai tersebut.
Untuk membersihkan diri nya yang jorok, berantakan. Dengan bau amis, yang lebih parah dari bau bangkai tikus mati.
Di dalam sungai itu Yu Ming mandi sepuasnya membersihkan diri.
Dia juga mencuci bersih seluruh pakaiannya, hingga tidak tercium lagi bau aneh dari mahluk itu.
Yu Ming baru menghentikan kegiatan mencucinya.
Pakaian Yu Ming dia gelar di atas patung singa aneh itu, untuk di keringkan.
Yu Ming. berusaha mencari jalan keluar lain, agar bisa keluar dari tempat ini.
Dia tidak mungkin mengambil jalan darimana dia datang.
Karena Jalan sungai dan terowongan air bawah tanah itu, akan membuatnya kehabisan nafas.
Sebelum dia berhasil keluar dari sana, kemungkinan besar, dia tewas duluan kehabisan nafas.
Jadi saat ini satu satunya peluang, adalah berusaha mencari jalan keluar di tempat ini.
Syukur syukur ada jalan lainnya, pikir Yu Ming .
Yu Ming melakukan pencarian dengan teliti, setiap lubang, setiap celah, berusaha di telusuri nya.
Yu Ming menggunakan sebatang pemantik api, untuk memastikan apakah lubang yang di temukan nya, ada angin yang berhembus masuk atau tidak.
Bila api di pemantiknya bergoyang goyang, itu berarti celah itu ada udara yang bisa keluar masuk, hingga menembus sampai ketempat ini.
Dengan kata lain, celah itu mungkin ada jalan keluarnya, yang bisa membawanya meninggalkan tempat ini.
Tapi sekian lama melakukan pemeriksaan, dari pakaian nya yang tadinya basah, kini juga sudah berubah jadi kering dan sudah dia kenakan kembali.
Tetap saja Yu Ming tidak berhasil menemukan jalan keluarnya.
__ADS_1
Kini harapan satu satunya tinggal pintu gerbang besar yang tertutup rapat itu.
Tidak tahu di balik pintu gerbang itu ada apa dan akan membawanya menuju kemana.
Yu Ming hanya bisa mencobanya, tapi sebelum Yu Ming melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tiba-tiba terdengar suara perutnya,
"Krukkkk...! Krukkkk...! Krukkkk...!"
"Haisss perut sialan, kamu berbunyi di saat yang sangat tidak tepat.."
Meski Yu Ming mengomeli perutnya, tapi dengan ekspresi wajah tak berdaya.
Yu Ming memperhatikan sekitarnya, sesaat kemudian dia berkata pelan,
"Terpaksa hanya bisa makan daging buaya bakar untuk isi perut.."
"Ya sudahlah daripada tidak.."
"Aku siapkan api saja dulu.."
Ucap Yu Ming seorang diri.
Lalu dia mulai bergerak mengumpulkan rumput kering dan kayu kayu kering, yang terbawa kedalam gua ini, lewat aliran sungai bawah tanah .
Setelah berhasil mengumpulkan kan tumpukan kayu dan rumput kering yang cukup.
Yu Ming kini pergi mengambil daging di tubuh buaya mati itu.
Dengan goloknya, Yu Ming menguliti dan mengerat daging daging lembut di bagian paha buaya itu.
Setelah mencucinya dengan bersih, dipotong kecil kecil, kemudian di tusuk kan ke kayu kayu kecil, yang ditemukan di dalam gua.
Yu Ming dengan Golok nya meruncing kan bagian ujung kayu kayu itu, sehingga potongan daging buaya bisa ditusukkan di sana.
Setelah semua sudah siap, Yu Ming baru menyalakan api dengan pemantik api kuno, yang di milikinya.
Setelah api unggun menyala, Yu Ming kini pun melanjutkan dengan membakar daging buaya untuk mengisi perut.
Meski awal terasa amis, tapi setelah matang dan mulai di makan, ternyata daging buaya itu cukup enak.
Mirip mirip dengan daging ayam bagian dada, sedikit berserat tidak terlalu berlemak.
Setelah menghabiskan beberapa tusuk, akhirnya rasa lapar Yu Ming terpenuhi sudah.
Setelah perut kenyang, tenaga pulih.
Yu Ming dengan penuh semangat kembali melanjutkan pekerjaan mencari jalan keluar .
Setiap jengkal lantai, hingga dinding, dia periksa dengan teliti.
Tapi tetap saja hasilnya nihil.
__ADS_1
Yu Ming tidak berhasil menemukan tuas ataupun tombol rahasia, untuk membuka pintu gerbang yang mungkin menjadi harapan terakhir bagi Yu Ming. Untuk bisa keluar dari neraka jahanam ini.
Yu Ming akhirnya terduduk lesu bersandaran di pintu batu raksasa, dengan ukiran sepasang iblis, di kanan kiri pintu.