
Begitu tiba di lokasi, putaran sepasang pedang dan golok Yu Ming yang seperti angin topan, segera memukul balik semua anak panah di sekitarnya.
Anak panah berhamburan tertiup balik ke arah hutan.
Segera dari balik hutan terdengar suara teriakan kesakitan dari pasukan lawan yang bersembunyi di dalam sana.
Yu Ming sambil bergerak berteriak,
"Lekas tinggalkan tempat ini..!"
"Susul yang lainnya, di depan sana..!"
Rombongan terakhir yang masih tersisa segera lari menyelamatkan diri.
Mereka memanfaatkan Yu Ming yang datang sebagai tameng, mereka segera meloloskan diri dari tempat berbahaya itu.
Setelah pasukan nya, berhasil mundur dari sana, Yu Ming kini bergerak membuat panah panah yang berserakan dan menancap diatas tanah.
Semuanya melayang di udara, sebelum kemudian Yu Ming mengibaskan kedua tangannya berulang ulang.
Meretur semua anak panah itu, kembali ke balik hutan.
Menyerang balik pasukan lawan yang bersembunyi di dalam sana.
Suara jerit kesakitan dan kesibukan pasukan lawan berusaha mengundurkan diri dari tempat itu.
Membuat suasana di balik hutan itu menjadi agak berisik.
Keadaan menjadi jadi, begitu Ji Lian Hua datang menyusul, gadis itu sambil berlindung di balik perlindungan putaran pedang dan golok Yu Ming .
Dia melepaskan serangan energi pedang menghujani pasukan lawan yang masih bersembunyi di balik hutan.
Sisa pasukan lawan yang tadinya masih terus menghujani anak panah ke Yu Ming dan Ji Lian Hua.
Kini mereka menghentikan serangan anak panah mereka.
Mereka bergerak mengundurkan diri masuk ke bagian lebih dalam hutan
Menghindari serangan balik dari Yu Ming yang meretur balik anak panah dan semua senjata yang berada di sekitarnya.
Selain serangan balik dari Yu Ming, mereka juga harus menghindari serangan energi pedang yang di lepaskan oleh Ji Lian Hua.
Yu Ming dan Ji Lian Hua, baru menghentikan serangan mereka, setelah mereka memastikan, di dalam hutan sana, tidak ada lagi pasukan lawan yang bersembunyi .
Yu Ming menoleh kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Kelihatannya mereka semua telah pergi.."
'Ayo kita pergi lihat keadaan pasukan kita.."
Ji Lian Hua mengangguk setuju, akan pendapat Yu Ming , mereka berdua segera bergerak mundur, pergi menyusul Jendral Qi dan pasukan nya berada.
Saat mereka berdua tiba di lokasi, di mana pasukan mereka berada.
Mereka melihat Jendral Qi terlihat sibuk kesana kemari, berusaha membantu sebisanya, mencoba untuk merawat pasukannya yang terluka.
Melihat hal ini, Ji Lian Hua dan Yu Ming segera terjun kesana, ikut memberikan bantuan sebisanya.
__ADS_1
Mereka semua terlihat sibuk hingga matahari terbenam, kesibukan mereka baru berhenti.
Saat malam tiba di dalam kemah besar Ji Lian Hua, terlihat Jendral Qi, Yu Ming dan beberapa komandan pasukan bawahan Jendral Qi ikut hadir di sana.
Ji Lian Hua yang memimpin persidangan kilat itu,
Dia menatap kearah semua yang hadir dan berkata,
"Bagaimana menurut kalian semua ? apa ada yang punya ide, bagaimana menghadapi situasi esok.."
"Bila ada yang punya solusi atas permasalahan kita, silahkan saja.."
Ucap Ji Lian Hua.
Tapi semua yang hadir terlihat menunduk, termasuk Jendral Qi juga terlihat tidak tahu mau bilang apa.
Melihat situasi itu, Ji Lian Hua menoleh kearah Yu Ming dan berkata,
"Bagaimana menurut pendapat Yu Ming ke ke ?"
Yu Ming yang hadir di antara mereka, menghela nafas panjang, sebelum akhirnya dia berkata dengan serius.
"Melihat kondisi pasukan kita, dan Medan berbahaya yang harus kita lewati.."
"Menurut ku, untuk sementara waktu pasukan kita beristirahat di sini saja.."
"Biar aku dan Ji Lian Hua yang bergerak masuk kedalam hutan ."
"Biar kami membuka jalan, dan mengamati situasi di dalam sana.."
"Kalian yang di sini, sambil menunggu kabar dari kami, untuk. bergerak.."
"Obat itu, akan membuat mahluk mahluk berbisa tidak berani mendekat."
"Sehingga serangan mahluk berbisa, bisa kita hindari.."
Ucap Yu Ming menjelaskan,
Kemudian dia memberikan contoh daun yang harus Jendral Qi dan bawahannya temukan .
Jendral Qi maju menerima nya, kemudian dia membawa nya, untuk di amati bersama beberapa komandan bawahannya.
Sesaat kemudian Yu Ming berkata,
"Usahakan obat sudah ter oles, merata pada bagian tubuh yang terbuka.."
"Baru boleh memasuki hutan.."
"Itulah rencana ku, bagaimana menurut kalian semuanya ?"
"Apa ada yang ingin menambahkan..?"
Melihat tidak ada yang menanggapi, Ji Lian Hua akhirnya berkata,
"Baiklah bila tidak ada pendapat tambahan, kita putuskan begitu saja.."
"Kalian boleh kembali ke kemah masing-masing.."
__ADS_1
"Jendral Qi ronda penjagaan bergilir tidak boleh kendor, waspadai perbekalan kita.."
Ucap Ji Lian Hua menambahkan sebelum Jendral Qi pergi.
Jendral Qi mengangguk dan berkata,
"Siap Yang Mulia.."
Melihat Ji Lian Hua tidak ada lagi pesan yang akan di sampaikan, Jendral Qi segera pamit permisi mengundurkan diri dari ruangan itu.
Setelah Jendral Qi dan bawahannya mengundurkan diri, Yu Ming menatap lembut kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Hua er kamu beristirahatlah,.."
"Aku kembali dulu ke kemah ku.."
"Sampai ketemu besok.."
Ji Lian Hua mengangguk pelan, sambil menatap tidak rela.
Dia masih merasa waktu mereka bersama seperti masih kurang banyak.
Dia ingin buka suara meminta Yu Ming tinggal di kemahnya, tapi dia tidak punya keberanian untuk buka mulut.
Akhirnya dia hanya bisa menatap kearah bayangan punggung Yu Ming dengan tatapan mata yang sulit di ungkapkan.
Karena jalan pikirannya sedang campur aduk.
Yu Ming yang tidak menyadarinya, dia langsung melangkah keluar dari tenda Ji Lian Hua.
Keluar dari dalam tenda, Yu Ming menghirup udara segar.
Menatap kearah rembulan bulat penuh sejenak.
Lalu Yu Ming melanjutkan langkahnya, melakukan pemantauan keadaan pasukan Ji Lian Hua.
Setelah mendapati semuanya cukup aman dan terkendali.
Yu Ming yang harusnya kembali ke kemah nya.
Dia memilih tidak kembali ke kemah nya.
Yu Ming justru melesat meninggalkan perkemahan, Yu Ming kembali ketepi hutan.
Mencari satu posisi enak, Yu Ming melayang ringan naik keatas sebuah batu besar.
Di puncak batu besar itu, Yu Ming duduk menghadap kearah hutan kabut hijau.
Dari posisi tempat duduknya, Yu Ming bisa mengawasi dengan jelas, semua pergerakan yang keluar dari balik hutan itu.
Sedikit saja ada pergerakan Yu Ming akan mengetahuinya.
Yu Ming setelah mengawasi dan memasang pendengarannya beberapa waktu.
Tidak menemukan ada tanda tanda pihak lawan sedang melakukan pergerakan diam diam.
Yu Ming akhirnya memejamkan matanya, duduk bermeditasi di sana.
__ADS_1
Memasang seluruh inderanya, siaga menangkap pergerakan pergerakan yang keluar dari dalam hutan.