
Tapi Paman Luo yang berpengalaman sudah mengantisipasinya.
Dia sudah sekaligus menurunkan dua sauh, depan dan belakang.
Sehingga bagaimana pun gelombang datang, kapal mereka hanya naik turun saja, tidak sampai terhempas oleh gelombang yang datang.
Lagipula bila gelombang terlalu besar, ada Yu Ming di anjungan perahu yang membelahnya.
Sehingga tidak ada gelombang yang bisa menggulung kapal itu kedasar laut.
Sementara masalah di kapal mulai teratasi, tapi pertarungan sengit di depan sana masih terus berlangsung dengan hebat.
Naga Panca Warna mulai menyemburkan hawa es menyerang prajurit kuno raksasa itu.
Tapi prajurit kuno itu selalu berhasil menggunakan tamengnya.
Untuk menahan serangan Naga Panca Warna .
Naga Panca Warna mencoba menggantinya dengan semburan api, tapi hasilnya sama saja.
Patung itu tamengnya juga mampu menahan semburan api Naga Panca Warna .
Kembali gagal Naga Panca Warna kini menyemburkan kilat listrik.
Sekali itu sambaran kilat listrik berhasil merontokkan beberapa batu yang melapisi tameng prajurit kuno raksasa itu.
Tapi tetap saja tidak berhasil, menembus pertahanan nya.
Sebaliknya sambil menahan serangan, prajurit kuno itu menebaskan tombak di tangannya menghantam leher Naga Panca Warna .
Naga Panca Warna terlambat menghindar, karena sedang fokus menyemburkan kilatan listrik menyerang prajurit kuno raksasa itu.
Hasilnya Naga Panca Warna terpental hingga menabrak tebing di sampingnya.
Meski Naga Panca Warna terlindungi oleh sisik nya yang keras, dia kebal dan tidak mudah terluka.
Yu Ming yang menyaksikan hal itu, dia segera memanggil Naga Panca Warna untuk mundur.
Dia sendiri yang melesat maju dengan pedang Xuan Yuan di tangan, menggantikan posisi Naga Panca Warna .
Naga Panca Warna meski sedikit tidak puas, dia mengerti niat baik tuan mudanya.
Dia tidak membantah, dia segera kembali menyatu, melingkari tubuh Yu Ming .
Melihat Yu Ming datang mendekatinya, patung prajurit kuno itu, segera menggerakkan tameng nya yang besar untuk menghantam Yu Ming .
Selain itu dia juga menggunakan tombak besarnya untuk menghantam kearah lain, yang kemungkinan menjadi jalan mundur Yu Ming .
__ADS_1
Prajurit kuno itu, ingin menutup jalan mundur Yu Ming , memaksa Yu Ming .menerima hantaman tameng nya.
Yu Ming sebenarnya bisa saja menghindar, tapi karena ingin menyelesaikan amukan patung prajurit kuno tersebut dengan cara cepat.
Yu Ming mengerahkan kekuatannya memenuhi pedang Xuan Yuan, lalu menyambut hantaman tameng keras lawan keras.
"Blaaarrrr...!"
Terjadi ledakan kuat saat tameng raksasa yang di lapisi batu, bertemu dengan pedang Xuan Yuan.
Ledakan kuat, pertemuan kedua kekuatan itu, berhasil merontokkan batu yang membungkus, sebuah Tameng berwarna hitam di dalamnya.
Meski patung prajurit kuno itu berukuran raksasa, tapi benturan tersebut tetap membuat nya terdorong mundur tiga langkah kebelakang.
Setelah memperbaiki posisinya, patung prajurit raksasa itu, kembali bergerak maju.
Untuk menyerang ulang dengan pengerahan tenaga yang jauh lebih kuat lagi.
Yu Ming yang masih melayang diatas permukaan air tidak bergeming.
Dia kembali melesat keatas menyambut hantaman tombak prajurit itu yang datang menyerang nya .
"Blaaarrrr...kembali terjadi ledakan keras yang menyebabkan batu yang membungkus tombak prajurit itu, pada rontok.
Sehingga terlihat lah sebatang tombak perak berkilauan di tangan prajurit kuno itu.
Dalam dua kali pertemuan benturan senjata di udara, dua senjata prajurit kuno itu telah di buat kembali kebentuk asalnya.
Kedua senjata prajurit kuno telah kembali ke wujud aslinya.
Prajurit kuno, kembali mengayunkan senjatanya raksasa'nya untuk menyerang Yu Ming .
Sekali ini Yu Ming tidak lagi, menyambutnya keras lawan keras, Yu Ming melakukan manuver ringan di udara, menghindari hantaman tombak dan tameng.
Lalu dia menyarangkan pedang Xuan Yuan menghantam pundak leher dada dan perut prajurit kuno itu.
Hingga prajurit kuno raksasa itu terpental mundur, dan roboh kebelakang menimpa permukaan air.
Hal ini segera menyebabkan air laut pada muncrat keatas, gelombang besar langsung bergolak hebat di perairan tersebut.
prajurit kuno raksasa setelah tumbang kedalam air, beberapa saat kemudian.
Dia kembali bangkit dari dalam air, prajurit tersebut kini di bagian pundak leher dada dan perut.
Batu yang membungkusnya sudah rontok,.menampilkan seragam militernya yang asli.
Sebuah baju zirah perang yang berkilauan indah membalut tubuh raksasa'nya.
__ADS_1
Setelah bangkit berdiri, sambil meraung marah, prajurit kuno itu kembali maju untuk menyerang Yu Ming , masih dengan senjata tameng dan tombaknya.
Tapi lagi lagi serangan prajurit kuno itu gagal menemui sasaran.
Yu Ming dengan mudah melakukan manuver di udara.
Lalu membalas menebaskan pedang Xuan Yuan nya menghantam kepala prajurit kuno itu.
Hingga batu yang membungkus bagian kepala yang terlindungi oleh helm militer terlihat rontok berguguran.
Menampilkan wujud kepala wajah asli dan helm pelindung kepala yang mengeluarkan cahaya perak berkilauan.
Kini prajurit kuno itu, hampir menunjukkan 3/4 bagian bentuk aslinya.
Tidak lagi di bungkus oleh batu yang sudah pada rontok berguguran.
Prajurit kuno tanpa memperdulikan keadaan dirinya, dengan berteriak marah, dia kembali mencoba menyerang Yu Ming dengan lebih cepat lagi.
Tapi lagi lagi serangannya gagal menemui sasaran, Yu Ming lagi lagi berhasil.menghindar dari serangan nya .
Selain itu, Yu Ming dengan cepat juga berhasil menyarangkan pedangnya ke beberapa bagian tubuh prajurit itu, yang kini tidak lagi terlindungi oleh batu.
Tapi Yu Ming di buat kaget, prajurit kuno itu meski berhasil di buat pontang panting oleh serangan Yu Ming .
Tapi sekian banyak serangan yang begitu kuat bersarang telak di tubuhnya.
Serangan pedang Xuan Yuan sama sekali tidak berhasil melukainya.
Tidak ada satupun serangan Yu Ming, yang berhasil melukai prajurit kuno raksasa, yang ternyata memilki kulit daging dan otot yang kerasnya melebihi baja.
Yu Ming yang penasaran segera bergerak cepat, untuk kembali menyerang prajurit kuno itu dengan lebih cepat dan lebih kuat lagi.
Hingga prajurit itu terpental kesana kemari, terhuyung-huyung tanpa sempat membalas sama sekali.
Akhirnya dia kembali roboh kedalam.air, yang kembali membuat permukaan air yang menerima kejatuhan tubuh besarnya, kembali muncrat tinggi keatas.
Yu Ming melayang di atas permukaan air untuk mengamati reaksi apa yang akan terjadi pada prajurit kuno itu.
Beberapa saat berlalu, permukaan air kembali bergolak, prajurit kuno itu kembali bangkit untuk berdiri.
Seluruh tubuhnya yang menerima hantaman pedang Xuan Yuan terlihat baik baik saja.
Yu Ming yang lagi lagi gagal, dia akhirnya menukar pedang Xuan Yuan dengan Golok Cahaya Biru .
"Bila sekali ini juga gagal maka, aku benar benar kehabisan akal.."
Batin Yu Ming di dalam hati.
__ADS_1
Sesaat setelah prajurit kuno kembali bangkit berdiri, Yu Ming kembali datang menyerangnya.
Prajurit kuno juga menggerakkan sepasang senjata nya, untuk membalas menyerang balik ke Yu Ming.