PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Istana Utara


__ADS_3

Keluar dari dalam air,Yu Ming langsung terbang menuju pulau kecil di ikuti oleh Roh Gaib Hitam kelima.


Yu Ming mendarat ringan di pulau kecil, sedangkan gumpalan asap hitam yang mengikuti nya.


Kini berubah menjadi sesosok kakek berpakaian hitam.


Kakek itu menjura penuh hormat kearah Yu Ming dan berkata,


"Terimakasih tuan muda sudah membantu mengeluarkan aku dari tempat itu.."


"Kini tuan muda adalah tuan ku, aku akan mengabdi pada tuan muda, seperti keempat saudara ku, yang kini sudah bergabung dengan tuan muda.."


Yu Ming mengangguk tenang dan berkata,


"Kalian roh gaib hitam masing masing memiliki kemampuan sendiri sendiri.."


"Kamu memiliki kelebihan dalam hal apa..?"


Kakek itu sambil tersenyum bangga menunjuk ujung hidungnya dan berkata,


"Kelebihan ku adalah indera penciuman ku.."


"Siapapun yang ingin tuan muda temukan, asalkan ada benda apapun yang pernah dia pegang.."


"Aku akan dengan mudah membantu tuan menemukan nya.."


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Baiklah kamu boleh pergi bergabung dengan mereka.."


"Aku sekarang harus pergi ke bagian Utara telaga.."


Roh gaib hitam mengangguk cepat, lalu dia kembali berubah menjadi kabut asap hitam, melesat masuk kedalam kening Yu Ming .


Setiap roh gaib yang baru, memasuki tubuhnya untuk bergabung dengan saudaranya.


Yu Ming merasakan kekuatan energi kegelapan nya, bertambah banyak.


Terus meningkat secara signifikan, mengejar kekuatan roh gaib putih, yang sudah lengkapi ada di dalam tubuhnya .


Bila tidak ada gelang berlian yang menguncinya, Yu Ming yakin.


Saat dia mencapai target, berhasil mengumpulkan sepuluh roh gaib hitam lain nya


Saat itu kekuatannya pasti akan melampaui beberapa kali lipat diatas kekuatan nya.


Saat dia masih di kahyangan dulu.


Yu Ming sambil termenung sambil melesat menuju telaga sisi Utara.

__ADS_1


Di telaga sisi Utara, yang di penuhi oleh hamparan es beku, Yu Ming menemukan di bagian paling ujung dari sisi Utara.


Diatas permukaan es beku yang sangat tebal,.Yu Ming menemukan sebuah istana besar lainnya yang terletak memunggungi sebuah tebing gunung es yang tinggi dan terjal.


Yu Ming dengan sikap waspada melesat menghampiri istana di sisi Utara tersebut.


Yu Ming yakin di tempat itu, yang akan menghadangnya tentu adalah seekor kura kura Xuan Wu.


Di kehidupan nya yang lampau, Yu Ming juga pernah berhadapan dengan kura kura seperti itu.


Jadi Yu Ming sama sekali tidak takut, dia bersikap tenang tenang saja, saat berhasil mendarat ringan di depan halaman istana Utara.


Benar seperti dugaan Yu Ming, baru saja dia mendarat di depan halaman istana.


Halaman istana langsung bergetar hebat, seperti di Landa gempa.


Tidak lama kemudian dari dalam istana, terlihat seekor kura kura raksasa berjalan pelan keluar dari dalam istana.


Setiap kura kura raksasa itu melangkah, pasti akan menciptakan gempa di tempat itu.


Yu Ming yang tidak mau di buat terhuyung kesana kemari oleh guncangan yang terjadi di tempat dia berdiri.


Yu Ming memilih melayang sedikit diatas tanah, dengan demikian guncangan sehebat apapun, sama sekali tidak akan mempengaruhinya.


Sambil melayang di udara, Yu Ming mengeluarkan Golok Cahaya Biru di tangan.


Kita kura itu mengeluarkan suara raungan dahsyat yang mampu menjatuhkan semua hewan yang sedang terbang melintas lewat diatas tempat itu.


Yu Ming tentu juga tidak luput dari serangan suara raungan tersebut.


Tapi Yu Ming terlindungi oleh Chi didalam tubuhnya, raungan tersebut hampir tidak berarti bagi Yu Ming .


Melihat hal itu, kura kura raksasa itupun tiba tiba berbicara bahasa manusia,


"Bagus anak muda, kelihatannya hari ini, aku si kura kura tua, akhirnya bertemu dengan lawan.."


"Mungkin kamu adalah jodoh yang datang untuk membebaskan ku dari tugas berjaga di tempat ini.."


"Berhati hatilah anak muda, aku tidak akan bersikap lunak, meski kamu datang untuk menolong ku.."


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Sudah pasti, kita masing masing ada tanggung jawab masing masing.."


"Mari Kita akhiri dengan menentukan siapa yang lebih hebat dan lebih layak untuk menjadi penguasa di tempat ini.."


Kura kura raksasa mengangguk, dia segera membuka moncong nya untuk meniup angin tornado melesat menyerang Yu Ming yang sedang melayang di udara.


Yu Ming Bergerak menghindari serangan angin tornado tersebut.

__ADS_1


Tapi angin tornado itu terus mengikutinya,. kemanapun Yu Ming bergerak.


Yu Ming yang tidak mau tergulung oleh angin tornado yang berkekuatan magis itu.


Yu Ming segera menggunakan Golok Cahaya Biru untuk melepaskan Tebasan dengan maksud menghancurkan angin tornado itu.


Tapi di luar dugaan Yu Ming , Yu Ming membelah satu tornado dengan tebasan nya, maka akan muncul dua tornado baru mengejarnya.


Semakin banyak Yu Ming menggunakan Golok Cahaya Biru untuk membelah angin tornado itu.


Maka semakin banyak pula tornado baru yang akan muncul mengejarnya.


Melihat keadaan ini, Yu Ming jadi kapok, dia tidak berani lagi sembarangan melepaskan tebasan Golok Cahaya Biru untuk menghancurkan serangan angin tornado itu .


Sambil menghindar kesana kemari, melakukan indah di udara, Yu Ming terus menghindari serangan angin tornado yang mengepungnya.


Setiap ada angin tornado yang saling bertabrakan akibat tidak berhasil menjepit Yu Ming.


Maka, angin tornado itu, akan menyatu kembali menjadi satu.


Dengan demikian angin tornado akan semakin besar, tapi jumlahnya akan terus berkurang.


Menyadari hal ini, Yu Ming segera bergerak cepat, melakukan manuver manuver berbahaya.


Sehingga tornado tornado itu bisa saling bertabrakan dan menyatu kembali.


Dengan cara ini, Yu Ming berhasil mengurangi satu persatu pusaran angin tornado yang mengepungnya.


Hingga akhirnya angin tornado yang mengejarnya menjadi angin tornado tunggal.


Tapi setelah menjadi tunggal,.angin tornado itu menjadi besar dan sangat kuat


Daya hisapnya sangat mengerikan, selain daya hisap. Angin berpusar itu, juga membentuk hawa dingin yang mampu membekukan apa saja yang terhisap masuk kedalam pusaran.


Melihat pusaran angin itu semakin lama semakin besar, setelah menelan pusaran angin lainnya.


Yu Ming yang melayang di udara, terus berusaha menjauhi kejaran angin pusaran.


Yu Ming akhirnya memilih melesat ke atas, dari ketinggian sana Yu Ming bergerak turun.


Dengan tubuh berputar putar seperti mata bor.


Yu Ming membentuk pusaran angin tandingan, tapi pusaran angin Yu Ming berlawanan arah dengan pusaran angin di bawah sana.


Saat kedua angin berpusar bertemu di udara, kedua pusaran angin sama sama meledak.


Yu Ming yang menjadi pusat pusaran, dia terus meluncur masuk kedalam titik inti angin berpusar.


Yu Ming yang berhasil mencapai titik tengah arus pusaran, Yu Ming melalukan gerakan berputaran yang berlawanan arah

__ADS_1


__ADS_2