PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
CUCI BAJU KOTOR


__ADS_3

Dia langsung membentak Yu Ming dengan suaranya yang nyaring menusuk telinga.


"Apa yang barusan kamu katakan !?"


"Coba ulangi lagi..!?'


Bentak Si gendut sambil menunjuk kearah Yu Ming dengan galak.


"Tidak ada.."


Jawab Yu Ming sambil berpura pura, fokus menyapu .


"Ada,..! aku tadi jelas jelas mendengarnya..!"


Bentak si gendut marah.


"Ohh itu, aku tadi bilang pohon ini subur sekali, kak.."


"Mungkin itu maksud kakak..?"


Ucap Yu Ming dengan ekspresi wajah tak berdosa.


Si gendut mendengus kesal dan berkata,


"Awas kamu,..! bila berani kurang ajar dan berbicara sembarangan lagi..!"


Setelah itu, dia dengan langkahnya yang menimbulkan debu beterbangan, segera bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Setelah si gendut pergi, Yu Ming pun berkata pelan sambil menyapu,


"Bukankah cuma satu kata gendut saja..?"


"Mengapa harus begitu serius menanggapinya.."


"Bila kamu mau tiap hari nyapu di sini, kurangi jatah makan malam mu untuk ku.."


"Di jamin pertumbuhan mu juga tidak akan sesubur itu.."


Ucap Yu Ming mengomel sambil menyapu dan tersenyum sendiri.


Dia memang keki dan kesal dengan si gemuk itu, maka nya, dia sengaja mengejek dan mempermainkan nya.


Yu Ming menggunakan kekuatan fisiknya untuk menyapu, dedaunan dengan muda dia terbangkan, untuk di kumpulkan menjadi satu.


Setiap sapuannya yang mendatangkan angin berkesiur, langsung meniup dedaunan kering itu, terbang dan berkumpul jadi satu.


Hal ini jadi memudahkan Yu Ming untuk mempercepat penyelesaian tugasnya.


Menjelang sore, seluruh halaman di sana sudah selesai, sampah juga sudah di buang.


Yu Ming langsung mencoba berjalan kearah bagian belakang bangunan induk, seperti petunjuk dari si gendut.


Yu Ming akhirnya berhasil tiba di bagian dapur.


Begitu Yu Ming muncul, si gendut yang sedang bertugas mengatur orang orang bekerja di dapur .


Dia segera menghentikan kegiatannya, dia langsung melambaikan tangannya kearah Yu Ming.


Yu Ming yang tahu bakal ada sesuatu yang buruk menanti nya, dia memenuhi panggilan itu dengan langkah lesu.


"Cepat sedikit kemari nya..!"


"Jangan seperti bekicot merayap..!"

__ADS_1


Teriak si gendut yang terlihat tidak sabaran.


Yu Ming terpaksa mempercepat sedikit langkahnya, menghampiri si gendut.


Tepat Yu Ming tiba di hadapan si gendut, di gendut pun berkata,


"Apa tugas mu di depan sana sudah selesai,? sehingga kamu sudah kemari sebelum batas waktunya..?"


Yu Ming mengangguk kecil dan berkata,


"Sudah kak.."


"Bagus,.. sementara aku pergi ngecek kesana.."


"Kamu lihat di sana, di sana ada dua buah tong besar, benar..!?'


Tanya si gendut sambil menunjuk kearah dua Tong besar, yang letaknya tidak jauh dari mereka.


Yu Ming melihat kearah yang di tunjuk oleh jari jari gemuk putih itu.


Dan dia segera menemukan memang ada dua tong besar, yang penuh dengan pakaian.


Sekali lihat Yu Ming pun paham apa tugas berikutnya, yang akan di bebankan oleh si gendut ke dia.


"Kamu segera bawa pakaian pakaian di dalam Tong itu pergi cuci bersih."


"Lalu jemur semuanya dengan rapi di sebelah sana."


Yu Ming mengangguk pelan, tanpa banyak membantah, dia segera membawa dua Tong besar itu meninggalkan tempat tersebut.


Tapi setelah pergi dari sana, Yu Ming baru sadar kekeliruan nya, dia tadi lupa bertanya.


Pakaian kotor itu mau di cuci di mana.


Kemana dia harus mencari air untuk mencuci.


Beberapa saat berpikir, sambil terus melanjutkan langkahnya, Yu Ming akhirnya tiba di sebuah halaman kecil.


Di mana dia menemukan Ji Lian Hua, gadis yang mengalahkan dirinya dengan telak sedang berlatih.


Pedang biru di tangan nya bergerak lincah, saat di mainkan. Sangat serasi dengan pergerakan tubuhnya


Sehingga dia lebih terlihat seperti sedang menari, ketimbang bersilat.


Langkah kaki Yu Ming yang terdengar oleh Ji Lian Hua.


Membuat gadis itu segera menarik kembali pedang nya, dia tidak jadi melanjutkan pergerakan nya.


Dia menatap heran kearah Yu Ming dan berkata,


"Apa yang sedang kamu lakukan di sana..?"


Yu Ming tersenyum canggung dan berkata,


"Maaf telah menganggu latihan mu, aku hanya ingin bertanya sesuatu pada mu..?"


"Apa itu .?"


Tanya Ji Lian Hua sambil menatap Yu Ming dengan penuh curiga.


Yu Ming bisa merasakan nya,.diam diam Yu Ming merasa kecewa akan sikap sahabat lamanya ini.


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata dengan suara datar.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu, di mana letak anak sungai tempat mencuci pakaian kotor ini..?"


"Tidak ada niat lain.."


"Maaf bila kehadiran ku, menganggu mu.."


Selesai berkata, Yu Ming pun membawa dua Tong besar itu, berjalan mundur, hendak meninggalkan tempat tersebut.


Orang tidak menyukainya, buat apa dia berlama lama di sana, nanti malah menimbulkan salah paham baru. pikir Yu Ming dalam hati.


Tapi saat dia bersiap pergi, terdengar suara Ji Lian Hua dari belakang sana.


"Tunggu,.. kamu bila ingin ke anak sungai, kamu salah arah.."


"Mestinya kamu ambil arah timur sana.."


Yu Ming tanpa menoleh mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih banyak atas petunjuknya.."


"Permisi.."


Respon dari Yu Ming, membuat Ji Lian Hua merasa sedikit tidak enak hati, dan sedikit ragu ragu dengan sikapnya, yang mungkin agak sedikit kelewatan mencurigai seseorang.


Tapi saat dia teringat sikap Yu Ming, saat pertemuan pertama mereka di arena.


Dia yang tadinya ingin memanggil Yu Ming dan bertanya tentang mengapa, dia membawa pakaian kotor untuk di cuci.


Pakaian kotor siapa yang dia bawa ? segitu banyak nya.?


Dia pun membatalkan niatnya, untuk banyak bertanya, takut di salah artikan niat baiknya oleh Yu Ming.


Dia kemudian membatalkan niatnya dan kembali melanjutkan latihannya.


Yu Ming bergerak kearah timur, menuruni puncak gunung, hingga tiba di.lereng gunung.


Tidak jauh dari sana, akhirnya Yu Ming menemukan sebatang anak sungai yang berasal dari sebuah air terjun alam.


Yu Ming segera menghampiri anak sungai itu, kemudian dia berjongkok di sana.


Mengeluarkan satu persatu pakaian wanita di dalam tong yang di bawa nya.


Beberapa lembar pakaian pertama yang di keluarkan nya, adalah pakaian yang berukuran jumbo.


Yu Ming langsung yakin ini lah pakaian dari si babi gemuk yang reseh itu.


Yu Ming dengan kesal membanting pakaian ditangannya kedalam air sungai, sehingga dia malah terciprat sendiri wajahnya.


"Dasar babi gendut,..! Babi malas..!"


"Aku mengutuk mu, tidak akan laku seumur hidup..!"


"Berani beraninya kamu menyuruh ku mencuci pakaian mu yang lebih bau dari kotoran babi ini..!"


"Aku pukul kamu, dasar babi betina..!"


"Mampus kamu babi betina..!"


Umpat Yu Ming melampiaskan kekesalannya.


Karena mencuci dengan kesal, terdengar bunyi, suara kain robek.


"Breeet..!"

__ADS_1


Tidak sengaja karena mencuci nya dengan kasar, Yu Ming yang bertenaga besar, secara tidak sengaja, telah membuat celana berukuran besar itu jadi robek di bagian pantatnya.


Hingga kepala Yu Ming bisa masuk kesana.


__ADS_2