
Wajahnya terlihat pucat pasi seperti kertas.
Wu Ti sendiri setelah berhasil membuat Yu Ming terpental.
Dia terlihat sedang membentangkan sepasang tangan nya kesamping.
Sedang menghisap hawa di sekitarnya, begitu pula yang di lakukan oleh bayangan iblis merah raksasa di belakang nya.
Mereka berdua terlihat melakukan gerakan yang sama, sebelum kemudian.
Wu Ti sambil berteriak keras, dia melompat maju kedepan mendorongkan sepasang telapak tangannya kedepan untuk menamatkan Yu Ming .
"Bocah mampuslah kamu..!"
Bentak Wu Ti, sebelum tubuhnya menghilang, kemudian muncul di depan Yu Ming untuk menyarangkan sepasang telapak tangannya.
Yu Ming sambil tersenyum pahit menahan rasa nyeri di dadanya, dia mengangkat sepasang tangannya untuk menyambut serangan Wu Ti.
"Tapppp...!"
Sepasang telapak tangan Yu Ming dan Wu Ti saling tempel.
Yu Ming langsung mengerahkan ilmu baru nya, ilmu baru ini memberi Yu Ming kemampuan untuk mencuri hawa sakti lawannya.
Seluruh hawa sakti Wu Ti yang sedang di kerahkan untuk menyerang Yu Ming , seketika terhisap kedalam tubuh Yu Ming .
Sebagian Yu Ming alihkan ke batu besar di belakangnya, sebagian lagi Yu Ming alihkan ketanah tempat sepasang kakinya berpijak.
Batu besar di belakang punggung Yu Ming meledak hancur berkeping-keping.
Begitupula tanah tempat Yu Ming berdiri, segera terjadi ledakan.
Sehingga tanah tempat Yu Ming berpijak ambruk kebawah.
Membentuk kawah kecil .
"Bagus bocah busuk, kamu ingin mencoba coba bermain main dengan ilmu iblis ini..!"
"Aku akan melayani mu..!"
Selesai Wu Ti berucap, Yu Ming langsung merasakan akibatnya.
Daya hisap nya tidak berhasil menghisap tenaga sakti Wu Ti lagi.
Karena tidak tahu apa sebabnya, tahu tahu Yu Ming menghisap hawa kosong, tanpa isi.
Tidak ada lagi Chi yang mengalir dari Wu Ti membanjiri tubuhnya.
Yu Ming seperti menghisap ruang kosong tidak berisi.
Di saat Yu Ming sedang bingung, sepasang telapak tangan Wu Ti yang berhasil melepaskan diri, dari tempelan tangan Yu Ming .
Dia menepis kuat kedua telapak tangan Yu Ming kesamping.
__ADS_1
Kemudian sepasang tangan nya memberikan tusukan keras kearah dada Yu Ming yang terbuka.
Seharusnya serangan hujanan tangan Wu Ti masuk dengan tepat, menghujam dada Yu Ming .
Tapi Wu Ti kembali di buat kaget, Yu Ming kembali memberinya kejutan.
Hujaman kuat sepasang telapak tangan nya, tertahan dan di tolak balik oleh satu kekuatan tak kasat mata yang sangat kuat..
"Ehhh..!"
Jerit Wu Ti kaget saat tubuhnya terpental balik oleh kekuatan nya sendiri yang membalik.
Wu Ti terlempar mundur bagaikan layang layang putus.
Kekuatan serangan nya membalik, sepasang telapak tangannya remuk di hajar oleh kekuatan nya sendiri yang membalik.
Belum sempat Wu Ti memulihkan keadaannya, Wu Ti terlihat terbelalak tak percaya.
Saat Wu Ti menundukkan kepalanya kebawah, karena dadanya terasa perih.
Dia menemukan ujung pedang Xuan Yuan tahu tahu sudah mencuat keluar dari rongga dada kirinya.
Pedang itu sudah menembus punggung jantung, hingga muncul di depan dada kirinya Wu Ti.
Wu Ti dengan mulut berlumuran darah sehingga tidak mampu bersuara.
Akibat kerongkongan dan mulutnya penuh dengan darah segar, menghalanginya untuk berbicara dengan jelas.
Wu Ti berusaha menoleh kearah belakang, untuk melihat yang terakhir kali.
Tapi sebelum niatnya kesampaian, Wu Ti sudah terkulai kebawah kepalanya.
Saat pedang Xuan Yuan di cabut oleh Yu Ming dari belakang, Wu Ti langsung roboh jatuh tergeletak di atas tanah, dalam posisi tengkurap dengan darah menggenang di sekitarnya.
Yu Ming sendiri setelah menyelesaikan Wu Ti, dia juga ikut roboh pingsan tidak sadarkan diri, tidak jauh dari mayat Wu tergeletak.
Yu Ming mengalami luka dalam yang tidak ringan, bila tidak ada dua ilmu ajaib itu, muncul membantunya di detik detik terakhirnya.
Yu Ming kemungkinan besar akan tewas di tangan Wu Ti yang memilki kemampuan yang masih satu tingkat di atasnya.
Di saat Yu Ming sedang tergeletak pingsan tidak sadarkan diri.
Ji Lian Hua dan pasukannya kini sedang mengawasi Siao Ji dan pasukan sorban merahnya yang terjebak dalam kepungan api.
Sebelum mereka tiba di lokasi menyerang Ji Lian Hua dan pasukannya.
Ji Lian Hua dan Jendral Qi yang sudah tahu duluan, mereka menyiapkan jebakan.
Membiarkan Siao Ji dan pasukan nya masuk dalam perangkap yang sudah mereka siapkan.
Begitu Siao Ji dan pasukannya masuk perangkap, api segera di nyalakan oleh pasukan Ji Lian Hua.
Sehingga Siao Ji dan seluruh pasukannya terkepung api yang berkobar kobar.
__ADS_1
Siao Ji yang berilmu tinggi,dua beberapa kali berusaha menembus api,. ataupun melompat melewati api.
Tapi setiap kali dia berusaha meloloskan diri, dia selalu di paksa mundur oleh serangan anak panah dan serangan energi pedang dari Ji Lian Hua.
Sehingga Siao Ji berulang kali mencoba, dia selalu mengalami kegagalan yang sama.
Siao Ji sempat mengerahkan hewan beracun untuk mengacaukan Ji Lian Hua dan pasukannya.
Agar dia punya peluang meloloskan diri, tapi sayang seribu sayang rencananya kembali gagal.
Karet mahluk beracun tidak ada yang berani mendekati Ji Lian Hua dan pasukannya, yang sudah menggunakan olesan obat yang Yu Ming ajarkan.
Siao Ji yang kehabisan nafas terserang asap, akhirnya pingsan.
Dia gugur di lalap api bersama seluruh pengikutnya.
Cara ini agak kejam, tapi Ji Lian Hua tak berdaya, kekuatan mereka timpang jauh.
Dia hanya bisa mengandalkan strategi untuk mengalahkan mereka.
Setelah memastikan lawannya tidak mungkin bisa keluar dari kepungan api yang berlapis lapis dan berkobar kobar.
Ji Lian Hua segera bergegas meninggalkan tempat itu, dia menyusul ke garis depan di tepi hutan kabut hijau.
Saat tiba di lokasi melihat Yu Ming tergeletak diam tidak bergerak.
Dengan wajah panik, Ji Lian Hua segera berlari menghampiri Yu Ming .
Ji Lian Hua berusaha sebisanya memberikan pertolongan menyadarkan Yu Ming dari pingsannya.
Setelah beberapa saat berusaha, Yu Ming akhirnya berhasil dia sadarkan.
Ji Lian Hua langsung bertanya dengan wajah cemas setelah Yu Ming sadar dari pingsannya.
"Yu Ming ke ke, apa yang kamu rasakan..?"
"Bagaimana keadaan mu..?"
Yu Ming yang sudah sadar kembali, tidak ingin Ji Lian Hua khawatir dengan keadaan nya.
Yu Ming berusaha untuk tersenyum dan berkata,
"Aku tidak apa-apa,.."
"Kamu tidak perlu khawatir, istirahat satu dua hari juga akan sembuh dengan sendirinya.."
"Tolong bantu papah aku, kita tinggalkan tempat ini.."
Ucap Yu Ming sambil mengulurkan tangannya.
Menanti Ji Lian Hua bantu memapahnya untuk bangun.
Tapi Ji Lian Hua tidak membantu memapah Yu Ming , sebaliknya gadis bertubuh kecil itu.
__ADS_1
Dia malah memilih menaikkan Yu Ming kepunggung nya, lalu dia menggendong Yu Ming meninggalkan tempat itu.