
"Tringgg..!"
Pedang Wu Ti Cien Sen yang super cepat dan ganas, telah tertahan oleh bagian batang pedang Xuan Yuan.
Wu Ti Cien Sen langsung segera menarik pedangnya, memutar lengannya.
Lalu dia kembali memberikan tusukan cepat kearah dada Yu Ming .
"Tringgg..!"
Lagi lagi serangannya tertangkis oleh pedang Xuan Yuan.
Seberapa cepat, dia menggerakkan pedangnya menyerang Yu Ming .
Pedang nya selalu tertahan oleh benteng pedang Yu Ming , seperti sebuah benteng kokoh, yang tidak bisa Wu Ti Cien Sen menembus nya.
Wu Ti Cien Sen menjadi penasaran dan semakin meningkatkan kecepatan dan kekuatannya menyerang Yu Ming .
Tapi setelah puluhan jurus berlalu, dia tetap tidak berhasil menembus pertahanan pedang Yu Ming .
Wu Ti Cien Sen kini menjadi lebih hati hati dalam melakukan serangannya.
Sambil melakukan beberapa serangan tusukan cepat, Wu Ti Cien Sen berkata,
"Kakek tua siapa nama mu !?"
"Mengapa aku bisa tidak tahu, ada orang sehebat kamu muncul di wilayah ku..!?"
"Apa tujuan kedatangan mu, mengunjungi tempat ku ini..?"
"Nama ku Wu Ming Lao Jin,.. bagaimana ?"
"Puas.. ?"
Tanya Yu Ming sambil tersenyum mengejek.
Yu Ming sudah memutuskan, meski orang ini ada di urutan ke tiga dari daftar buku dunia persilatan.
Dia tetap akan maju menghadapinya, Yu Ming tidak akan mundur selangkah pun.
Karena ini menyangkut nasib rubah kecilnya, Yu Ming tidak akan membiarkan kejadian berulang seperti dulu di Thian Cien Pai.
Yu Ming tidak akan membiarkan siapapun menindas rubah kecilnya itu.
Wu Ti Cien Sen mengerutkan alisnya yang tebal dan berkata,
"Wu Ming Lau Jen,..siapa itu aku tidak pernah mendengarnya.."
Sesaat kemudian dia pun tersadar, Yu Ming sedang mengerjainya..
Wu Ming Lau Jen artinya adalah orang tua tanpa nama, ini sana saja sedang mengerjainya.
__ADS_1
Marahlah Wu Ti Cien Sen setelah menyadarinya.
Dia segera menghimpun energi'nya hingga seluruh tubuhnya di selimuti oleh Cahaya putih transparan.
Puluhan energi pedang terlihat terus bergerak berputaran mengelilingi nya.
Dalam satu teriakan keras, Wu Ti Cien Sen melepaskan satu Tebasan kuat sambil berteriak.
"Dewa perang tanpa tanding..!"
Seberkas cahaya putih berbentuk garis melengkung vertikal melesat menerjang kearah Yu Ming .
Yu Ming tentu tidak mau terbelah oleh kekuatan serangan dahsyat itu.
Yu Ming segera membentuk energi perisai pelindung hitam putih transparan untuk menahan serangan Wu Ti Cien Sen.
Wu Ti Cien Sen dan Yu Ming saling bertemu di udara, yang satu menyerang, yang lainnya bertahan.
Hingga akhirnya terjadi ledakan dahsyat di udara, yang menimbulkan bias energi tajam berbentuk lingkaran cincin menyebar kesegala arah.
Ji Lian Hua yang berada diata kapal sampai harus berjongkok di balik tumpukan barang pesanannya, untuk menghindari ledakan bias energi yang dahsyat itu.
Kapal Yu Ming sampai lantai kapalnya terlihat berlubang lubang oleh ledakan energi pedang Wu Ti Cien Sen.
Selain itu, tiang kapal layar Yu Ming yang tersambar bias cincin energi juga terlihat patah tumbang kearah Ji Lian Hua yang sedang berjongkok sambil memeluk Rubah Bulu Putih kecil di dalam dekapannya.
Untung nya, tiang layar jatuh menimpa peti barang pesanan Ji Lian Hua tertahan di sana, tidak sampai menimpa Ji Lian Hua yang sedang berlindung di bawahnya.
Sedangkan di udara sana, Wu Ti Cien Sen terlihat masih berada di posisinya.
Menimbulkan ledakan air sungai yang muncrat tinggi keudara.
Di dalam dasar sungai sana, Yu Ming terlihat melayang layang turun kekedalaman dasar sungai, dengan mata hidung mulut dan lubang telinga mengeluarkan darah segar.
Yu Ming terlihat seperti kehilangan kesadaran diri dan mengalami luka dalam yang tidak ringan.
Sedangkan Wu Ti Cien Sen diatas permukaan sana, melihat Yu Ming menghilang tenggelam kedalam sungai.
Hatinya belum bisa tenang, dia kembali mendorongkan sepasang jari telunjuk dan tengah nya, ke bawah.
Sehingga energi pedang yang berputaran mengelilingi tubuh nya
Kini semuanya meluncur deras .
Menembus kedalam sungai bagaikan peluru tajam mengincar kearah tubuh Yu Ming yang sedang melayang tenggelam ke dasar sungai.
Setiap energi pedang yang melewati tubuh Yu Ming langsung menimbulkan ledakan kecil yang melubangi tubuh Yu Ming .
Sehingga darah menyembur keluar dari luka tersebut.
Tubuh Yu Ming terlihat terus di tembus oleh energi pedang yang di lepaskan secara kejam.oleh Wu Ti Cien Sen.
__ADS_1
Darah terus mengalir keluar dari sekujur tubuh Yu Ming yang terluka
Yu Ming di dasar sungai seperti seekor ikan mati yang terombang ambing di tembaki oleh peluru secara terus menerus
Sekejab saja, permukaan sungai mulai berubah warna menjadi merah darah.
Wu Ti Cien Sen terlihat tertawa puas di permukaan sungai sana, dalam.posisi tetap melayang di udara.
Dia beranggapan Yu Ming pasti sudah tewas, tak mungkin bisa selamat, setelah menerima serangan hujan energi pedangnya.
Ji Lian Hua yang tadinya berjongkok menghindari bias ledakan energi.
Kini melihat Yu Ming sudah menghilang dari udara.
Hanya terlihat Wu Ti Cien Sen, yang terus menyerang ke arah sungai.
Ji Lian Hua dengan nekad segera berlari ke pinggiran kapalnya, untuk memastikan keberadaan Yu Ming .
Begitu dia melihat kearah sungai dan menemukan air sungai berubah menjadi merah.
Wajah Ji Lian Hua seketika pucat, airmata langsung bercucuran membasahi wajahnya.
Sesaat kemudian setelah menurunkan Rubah Bulu Putih dari pelukannya.
Sehingga Rubah Bulu Putih langsung berlari pergi mencari tempat sembunyi sendiri.
Ji Lian Hua dengan bibir bergetar, akhirnya dia dengan nekad ikut terjun kedalam sungai.
Ji Lian Hua berenang secepat nya kedalam sungai sambil terus bergumam di dalam hati.
"Yu Ming ke ke, bertahanlah sebentar.."
"Aku datang menolong mu.."
"Kamu harus bertahan,.. tidak boleh mati.."
"Kamu tidak boleh meninggalkan aku begitu saja, pergi sendiri.."
"Aku tidak ijinkan itu.."
Ucap Ji Lian Hua didalam hati sambil terus berenang menyelam kedalam dasar sungai.
Dia terus berenang dan berenang menyelam kedasar sungai yang cukup dalam dan karena airnya kuning butek.
Jarak jangkauan pandangannya menjadi agak terbatas.
Tapi setelah beberapa saat, dimana nafasnya hampir habis, lubang telinganya mulai terasa nyeri oleh tekanan air.
Akhirnya Ji Lian Hua sangat samar melihat tubuh Yu Ming sedang tergeletak di dasar sungai, dengan darah terus keluar dari sekujur tubuh nya yang terluka.
Dengan panik, Ji Lian Hua segera mempercepat laju gerak nya menghampiri Yu Ming yang terlihat terbaru g diam dengan sepasang mata terpejam.
__ADS_1
Saat tiba di samping Yu Ming Ji Lian Hua segera meraih dan menguncang guncang tubuh Yu Ming .
Tapi karena tidak ada reaksinya, Ji Lian Hua segera menarik Yu Ming kedalam pelukannya.