PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
LATIHAN BERAT


__ADS_3

Di sini ujian yang benar benar tidak masuk akal pun berlangsung.


Semua itu di lakukan hanya mengandalkan fisik kasar, tanpa di tunjang dengan tenaga sakti dan ilmu meringankan tubuh sama sekali.


Meski sangat tidak masuk akal dan berat, Yu Ming tetap melakukan nya dan melakukan nya tanpa putus asa.


Kegagalan yang sudah tidak terhitung, tidak membuat Yu Ming mundur.


Yu Ming tetap berlatih dan berlatih dengan tekun.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, waktu berlalu dengan cepat.


Tanpa terasa 5 tahun sudah berlalu, kini Yu Ming sudah berusia 13 tahun.


Pagi itu, saat matahari baru muncul di ufuk timur, di mana cahaya nya baru mulai membelah kegelapan.


Yu Ming terlihat sedang menggendong batu sebesar gajah di atas kepalanya.


Berlompatan di tebing tebing terjal, berusaha untuk bisa naik ke bagian paling puncak sana.


Tebing yang begitu terjal berdiri tegak lurus hampir 90° kemiringannya.


Di tambah dengan dinding nya yang licin, karena diselimuti lapisan es beku.


Yu Ming terlihat berulang kali sudah sampai di tengah tengah, dia harus kembali terpeleset dan kembali ke posisi awal.


Karena beratnya beban yang dia bawa, saat mengalami jatuh berulang ulang.


Tempat posisi awal nya itu, sudah terlihat melesak ke bawah, membentuk sebuah sumur kecil.


Karena beratnya latihan yang Yu Ming lakukan, anak yang baru berusia 13 tahun itu.


Kini bentuk tubuhnya yang penuh otot, terlihat seperti anak berusia 18 tahun.


Hanya wajah dan senyuman nya saja, yang menunjukkan dia masih seorang anak anak.


Yu Ming terus mencoba dan mencoba, meski tubuhnya yang berotot, terlihat sudah bersimbah keringat, hingga berkilat kilat berkilauan tertimpa cahaya matahari pagi.


Semua itu tidak menyurutkan niat Yu Ming, untuk terus mencoba nya.


Sekali lagi Yu Ming mencoba, dia kembali mendarat di bagian tengah tebing terjal itu.


Sekali ini, Yu Ming bertahan sejenak, di bagian tengah tebing tersebut.


Setelah mengumpulkan nafas dan kekuatannya, Yu Ming akhirnya melontarkan batu sebesar gajah itu melayang ke puncak tebing.


Lalu dia juga melompat menyusul nya dari belakang, saat melewati bagian puncak tebing


Yu Ming baru menyambutnya diatas sana, lalu membawanya mendarat di puncak tebing.


"Brakkkk..!"


Sepasang kaki Yu Ming menghujam keras di atas tanah datar di puncak tebing.

__ADS_1


"Booommm..!"


Batu besar itu Yu Ming jatuhkan di sampingnya .


Yu Ming tersenyum puas, akhirnya dia berhasil juga kembali ke puncak gunung Cing Lung San, membawa batu sebesar gajah itu.


Yu Ming menyapukan pandangannya menatap ketempat itu penuh kerinduan.


Hampir 3 tahun, dia tidak pernah menginjakkan kaki nya di bagian paling puncak ini.


Karena selama ini, dia masih selalu gagal membawa batu besar itu naik keatas.


Jadi dia terpaksa harus melewatkan beberapa tahun ini, hidup mandiri di bawah sana.


Kini bisa kembali, setelah sekian lama berpisah, wajar bila Yu Ming terlihat sangat merindukan tempat ini.


Wang Wu yang sedang berbaring santai di kursinya, yang terletak di halaman depan pondok sederhana nya.


Dia berkata dengan sepasang mata terpejam,


"Ming Er.. cara mu ini, agar bisa naik ke puncak, itu tidak sah."


"Silahkan kamu coba ulangi lagi dengan cara lain.."


"Ingat, saat kamu melakukan pendakian, ataupun turun kebawah, batu tidak pernah boleh terlepas dari pegangan tangan mu.."


Ucapan Wang Wu segera menghancurkan kegembiraan dan kepuasan Yu Ming atas pencapaiannya.


Lalu dia segera melompat turun kembali ke bawah tebing, tempat dia berada sebelumnya.


Yu Ming yang agak kecewa terlihat memilih duduk santai di atas batu, yang selalu di panggulnya itu.


Yu Ming duduk di sana menikmati siraman matahari pagi nan hangat.


Wang Wu yang sedang berbaring santai di depan pondoknya, bergumam pelan.


"Ming Er,.. guru juga tidak ingin, tapi kondisi Dan Tian mu, yang tersegel kekuatan aneh itu.."


"Itu di luar kemampuan guru, untuk membuka segel tersebut.."


"Supaya kamu bisa menjaga diri, dan mampu mengimbangi lawan duel mu 5 tahun lagi.."


"Guru hanya bisa melatih mu dengan cara ini.."


"Semoga kamu paham maksud dan kesulitan guru.."


Ucap Wang Wu sambil menghela nafas panjang.


Lalu keadaan di puncak pun kembali hening, Wang Wu setelah beberapa kali menguap.


Dia memilih memiringkan badannya, tiduran menyamping, mengurangi silaunya cahaya matahari, membuat pelupuk mata, sehingga dia bisa melanjutkan tidur malas nya.


Yu Ming sendiri setelah beberapa saat duduk bersila, bermandikan cahaya matahari pagi.

__ADS_1


Dia kemudian melompat turun dari batu besar yang di duduki nya.


"Derrrrtttt..!"


Batu besar itu bergetar, saat di angkat oleh Yu Ming, untuk di panggil di bahunya.


Setelah itu, Yi Ming kembali mencoba untuk memanjat tebing terjal itu, agar bisa naik keatas.


Yu Ming kini mencoba dengan menggunakan ujung kaki nya, untuk menendang dinding batu hingga melesak kedalam.


Lalu dengan sebelah tangannya, dia mencoba membuat lubang, untuk pegangan tangan dan injakan kaki.


Sedangkan tangan nya yang lain, dia gunakan untuk menyangga batu besar di pundaknya.


Dengan cara itu, sedikit demi sedikit, Yu Ming berusaha memanjat naik ke puncak tebing.


Semua berjalan dengan sangat lambat, detik demi detik terus berlalu.


Hingga tepat matahari hampir tenggelam, Yu Ming akhirnya berhasil merangkak naik ke atas tebing, sambil menggendong batu besar itu di pundaknya.


Nafas Yu Ming terlihat tidak teratur, seluruh tenaganya seolah olah baru saja di kuras habis.


Wajahnya pucat pasi, bibirnya mengering, peluh di tubuhnya sudah tidak lagi terlihat.


Dia sudah hampir dehidrasi, sehingga tidak ada lagi, cairan keringat yang bisa di keluarkan oleh kulitnya.


Setelah berdiam di tepi tebing, selama belasan menit, saat nafasnya sudah lebih tenang.


Yu Ming baru bangkit berdiri membawa batu sebesar gajah itu, untuk di letakkan kembali ketempatnya.


Saat batu itu di kembalikan oleh Yu Ming ketempatnya, dengan sisa tenaga yang di milikinya.


"Boooommm..!"


Terdengar suara keras, yang membuat pondok Wang Wu bergetar hebat.


Setelah itu, Yu Ming segera jatuh terduduk bersandar di batu besar tersebut.


"Wuttttttt..!"


Dari dalam pondok terlihat melayang keluar sebuah guci arak, melesat kearah Yu Ming.


Guci itu, kemudian mendarat ringan tepat di sebelah Yu Ming.


Begitu guci mendarat dengan sempurna, dari dalam pondok, segera terdengar suara Wang Wu,


"Ming Er minumlah air segar tersebut, lalu segeralah beristirahat.."


"Besok pagi ulangi lagi latihan mu mulai dari kaki gunung sana."


Yu Ming yang sedang minum, mendengar ucapan gurunya, langsung tersedak dan batuk batuk di buatnya.


Tapi setelah batuk mereda, tanpa banyak bicara ataupun protes, Yu Ming langsung berbaring dan mencoba untuk tidur di sana.

__ADS_1


__ADS_2