PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Draft


__ADS_3

Setelah berjuang menghabiskan waktu beberapa jam.


Yu Ming akhirnya berhasil membawa keadaan Ping Ru Meng stabil kembali.


Melihat keadaan Ping Ru Meng sudah stabil, Ping Ru Meng sudah bisa menggunakan Chi nya, untuk menyelesaikan sisa pemulihan luka dalam yang di alaminya.


Yu Ming secara perlahan lahan menarik kembali Chi dewa nya.


Kini masing masing mereka berdua duduk bersila untuk memulihkan kondisi masing masing.


Naga Panca Warna tidak mengalami luka parah, beberapa luka ringan bagian dalam, dia obati sendiri dengan Mestika naga milik nya.


Setelah sembuh total, Naga Panca Warna membantu Yu Ming dan Ping Ru Meng melakukan penjagaan.


Agar keduanya tidak terganggu oleh serangan mahluk lain.


Lewat beberapa jam kemudian, Yu Ming dan Ping Ru Meng akhirnya sama sama pulih.


Hal pertama yang keduanya lakukan adalah saling bertanya secara kompak,


"Bagaimana keadaan mu ? Apakah baik baik saja..?"


Selanjutnya mereka berdua saling pandang, mereka sama sama menjawab lewat tatapan mata yang mewakili segala nya.


Ping Ru Meng tidak bisa menahan diri untuk maju, memeluk Yu Ming dengan erat.


Meluapkan semua perasaan cinta bencinya yang terpendam jadi satu.


Ping Ru Meng menangis dan tertawa di dalam pelukan Yu Ming, sesekali dia memukuli dada Yu Ming dengan pelan.


Yu Ming tidak menolak tapi juga tidak menerimanya, dia diam saja menyambut semua nya dengan perasaan tetap tenang, tidak ada gejolak apapun.


Tidak ada nafsu, dan keinginan untuk saling memiliki seperti cinta pria wanita fana.


Yang Yu Ming tunjukkan adalah cinta kasih sayang tulus tanpa pamrih.


Seperti cinta yang kuasa pada manusia, cinta udara, matahari, dan lainnya, yang memberikan manfaat mereka untuk kebahagiaan semua mahluk tanpa mengharapkan imbalan kembali cinta dan kasih yang mereka berikan ke semua mahluk.


Semuanya mendapatkan secara sama dan merata, tidak ada yang lebih juga tidak ada yang kurang.


Saat ini, hanya ada cinta seperti itu di hati dan perasaan Yu Ming.


Dia sepenuhnya sudah menyelami dan menyadari makna dasar Tao.


Jadi Yu Ming sudah mencapai kesempurnaan dan melepaskan semua kemelekatan.


Yu Ming telah mencapai tingkatan yang sejajar bahkan lebih dari pada 3 Dewa Agung dan Buddha.


Di hatinya saat ini hanya ada kasih sayang yang akan dia gunakan untuk menolong semua mahluk hidup.


Masa lalu maupun masa depan, semua yang bakal terjadi, semua mampu Yu Ming lihat dengan jelas.


Lambat laun perubahan sikap Yu Ming, bisa di rasakan oleh Ping Ru Meng .


Sebagai seorang wanita, yang memiliki perasaan yang sangat halus.


Setelah keadaan nya mulai tenang, pikirannya sudah kembali ke alam nyata.


Ping Ru Meng segera merasakan Yu Ming yang di pelukannya saat ini.


Sangatlah berbeda, bukan lagi Yu Ming suaminya yang hangat penuh cinta dan kasih yang selama ini dia kenal harapkan dan nantikan.


Dengan senyuman sedikit kecewa, Ping Ru Meng berkata pelan,


"Yu Ming ke ke,.. Katakanlah dengan jujur, mungkin kah kita melupakan semua dan kembali bersama seperti dulu lagi..?"


Yu Ming ragu untuk menjawabnya, dia khawatir jawab dengan jujur, Ping Ru Meng akan marah dan sakit hati.


Jawab tidak jujur, dia tidak bisa mengkhianati perasaan hati dan pikirannya sendiri.


Menangkap keragu raguan Yu Ming saat menjawab pertanyaan nya.


Ping Ru Meng melepaskan pelukannya dia tersenyum sedih dan berkata,


"Aku mengerti..aku mengerti.."


"Terkadang sesuatu yang terlewatkan selamanya tidak mungkin bisa kembali lagi.."


"Baiklah,.. Yu Ming ke ke kamu tak perlu menjawabnya aku paham.."


"Beri aku waktu, aku akan melupakan mu.."


Ucap Ping Ru Meng sambil melangkah mundur menjauh dari Yu Ming dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya.


Ping Ru Meng segera membalikkan badannya, melangkah dengan langkah pelan lesu dan sedikit sempoyongan meninggalkan tempat itu.


Dalam sekejab mata, rambutnya yang hitam indah, sedikit kebiruan berkilau.


Kini semua nya, berubah menjadi putih berkilau.


Menjelang menghilang dari hadapan Yu Ming terdengar suara Ping Ru Meng yang menyedihkan.


"Bertanya kepada dunia, cinta itu adalah apa..!?"


"Mengapa bisa ada, tapi tidak bisa bersama hingga akhir..!?"


"Apa cinta yang kekal dan abadi itu, sebenarnya tidak pernah ada..!?"


Saat bayangan punggung Ping Ru Meng sudah tiada, terdengar suara Ping Ru Meng kembali berkumandang memenuhi seluruh tempat itu.


"Yu Ming ke ke untuk sementara waktu, aku ijinkan kamu memberikan cinta dan kasih mu kesemua mahluk hidup..!"


"10 tahun kemudian kita akan kembali bertemu, bila dalam pertandingan berikutnya aku kalah..!"


"Kamu kembali bebas dan begitu seterusnya, setiap 10 tahun sekali, aku akan mencari mu..!"


"Hingga kamu kalah dan kembali ke sisi ku, aku baru akan berhenti menganggu mu..!"


"Atau dalam perjalanan waktu aku berhasil melupakan mu, melupakan semua tentang kita..!"


"Mungkin aku akan berhenti mencari mu..!"


"Jaga diri,.. Sampai jumpa..!"


Seiring dengan suara pesan Ping Ru Meng yang terakhir hilang.


Kini di tempat itu hanya ada suara hembusan angin dan bunga salju yang menemani Yu Ming dan Naga Panca Warna .


Yu Ming yang mendengar ucapan terakhir Ping Ru Meng , dia hanya bisa menghela nafas panjang.


"Semoga semua mahluk cepat menyadari jalan Tao, sehingga bisa terbebas dari penderitaan...keti dak bahagian.."


"Semoga semua mahluk bisa hidup dalam keadaan tentram damai dan sejahtera.."


Ucap Yu Ming seorang diri, lalu dia pergi mengambil jasad adik.keduanya yang sudah membeku.


Dengan menggunakan perubahan elemen es, Yu Ming membantu merekatkan kembali kepala adik keduanya, agar menyatu kembali dengan tubuh nya.


Sesaat kemudian Yu Ming sudah duduk diatas punggung tunggangan nya.


"Paman ayo antar aku, ke istana Ling Siao Bao Tian.."

__ADS_1


Naga Panca Warna mengangguk patuh, lalu dia segera terbang kembali meninggalkan daerah ujung selatan tersebut.


Yu Ming kembali ke Ling Siao Bao Tian untuk bertemu dengan ayah ibu angkatnya sejenak, berkumpul sebentar menunjukkan rasa bakti nya.


Menyerahkan jasad adik keduanya, untuk di urus oleh ayah angkatnya.


Berkumpul sejenak dengan Yu Lek dan istrinya.


Selanjutnya Yu Ming, pergi menemui Kakek dan neneknya di istana San Qing, langit tingkat ketiga.


Setelah memberikan penghormatan terakhir sebagai wujud bakti cucu terhadap kakek dan neneknya.


Yu Ming segera melanjutkan perjalanan seorang diri meninggalkan langit lapis atas.


Yu Ming menyempatkan diri berkunjung ke langit lapis 36, mengunjungi tempat tinggal ibu kandungnya, Hua Sien Ku.


Saat tiba di sana, Yu Ming melihat tempat tersebut sedikitpun tidak berubah.


Semua masih tampak sama, tidak ada yang berubah.


Pondok masih sama, kebun bunga dan sayuran, semua terlihat sama tidak ada yang berubah.


Melihat sejenak dari kejauhan, rasa penasaran Yu Ming akhirnya membawa dia berjalan memasuki halaman rumah tersebut.


Berhenti sejenak menghirup udara segar dan wangi bunga di tempat itu.


Yu Ming baru melanjutkan langkahnya, memasuki pondok sederhana yang menjadi tempat tinggal ibu kandungnya.


Setelah berkeliling melihat lihat keadaan di dalam rumah sederhana, yang sepi dan kosong, tidak ada siapapun di sana.


Yu Ming akhirnya bersiap meninggalkan pondok itu, mungkin untuk waktu yang dia sendiri tidak paham.


Selanjutnya dia hanya punya satu tujuan, dua sudah menolak tawaran ayah angkatnya untuk kembali menjadi putra kaisar langit.


Dia juga menolak tawaran Kakek nya, untuk tinggal bersama di istana San Qing bersama kakek dan neneknya.


Kini tujuannya hanya satu, kembali kedunia, untuk menolong semua mahluk hidup yang membutuhkan uluran tangannya.


Karena menurut penampakan masa depan yang Yu Ming lihat.


Sesuatu yang sangat mengerikan akan segera melanda dunia.


Sekitar 2000 tahun mendatang dunia akan di landa kegelapan bencana dan kesuraman.


Sebelum masalah tersebut teratasi, Yu Ming berencana akan menghabiskan seluruh waktunya di dunia, untuk menolong semua mahluk hidup.


Sambil berpikir dan melangkah keluar dari dalam rumah.


Yu Ming yang sedang melamun hampir saja bertabrakan dengan seorang gadis cantik .


Gadis cantik itu ingin masuk kedalam rumah, dia tidak menyangka akan ada orang yang tiba tiba keluar dari dalam rumah.


Untuk menghindari tabrakan tersebut, gadis itu segera melompat mundur.


Tapi sialnya, kakinya menginjak tempat kosong, gadis cantik itu otomatis berteriak kaget.


Untungnya sebelum dia terjatuh tangan nya tertahan oleh Yu Ming.


Dalam satu gerak cepat, gadis itu sudah jatuh kedalam pelukan Yu Ming.


Yu Ming membawa gadis cantik yang terus menatap wajah nya itu, mendarat ringan di atas tanah.


Setelah itu Yu Ming pun menurunkan gadis itu dari pelukan nya.


Yu Ming tentu mengenali, bahkan dia sangat kenal, gadis itu adalah Hua Sien Ce atau Ji Lian Hua.


Teman, sahabat dan istri tercinta di jaman berbeda, kini mereka kembali bertemu secara tidak sengaja di tempat ini, secara tidak terduga.


"Permisi.."


Ucap Yu Ming berusaha menahan perasaannya, lalu hendak pergi dari sana.


"Tunggu..!"


Teriak Hua Sien Ce, saat melihat Yu Ming, yang bertingkah laku mencurigakan ingin pergi begitu saja .


Yu Ming tanpa menoleh terpaksa menghentikan langkah kakinya.


"Katakan dulu, siapa kamu..?"


"Mengapa kamu bisa keluar dari dalam rumah ku..!"


"Apa yang kamu cari di sini..?"


Tegur Hua Sien Ce yang merasa curiga atas sikap dan tindak tanduk Yu Ming.


Yu Ming terdiam sesaat, kemudian baru menjawabnya dengan suara tenang.


"Nama ku aku sudah tua tidak ingat lagi, kamu boleh panggil aku Wu Ming Lao Jen saja ."


"Aku hanya numpang lewat saja, secara kebetulan aku melihat taman bunga yang unik dan indah ini, aku jadi penasaran ingin tahu siapa pemiliknya.."


"Makanya aku tadi masuk kedalam tanpa ijin, karena di sini tadi tidak ada siapapun .."


"Maafkan tindakan tidak sopan ku, memasuki rumah nona.."


"Apa sekarang aku sudah boleh pergi..?"


Hua Sien Ce mengangguk anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan Yu Ming.


Tapi saat mendengar Yu Ming berpamit ingin pergi begitu saja, dan terlihat agak sedikit terburu buru.


Dia kembali bercuriga,


"Tunggu dulu, Wu Ming Lao Jen,..betul..?"


Ucap Hua Sien Ce sambil berjalan menyusul Yu Ming.


Kemudian dia muncul menghadang di depan Yu Ming, memperhatikan dan mengamati Yu Ming.


Seperti ibu ibu sedang menafsir lauk dan sayuran yang akan mereka beli di pasar.


Hua Sien Ce mengamati Yu Ming dari atas hingga kebawah, bolak balik secara berulang kali dan berkata,


"Wu Ming,..Wu Ming..nama ini sepertinya sangat familiar.."


"Aku seperti pernah mendengarnya, apa kita sebelum ini pernah bertemu..?"


Pertanyaan Hua Sien Ce , seketika membuat Yu Ming sedikit kaget.


"Apa dia mengenali dan mengingat ku.."


"Ahh bila dia ingat masalah bisa runyam,."


Batin Yu Ming khawatir.


Tapi sesaat kemudian dia segera membantah nya di dalam hati.


Lalu Yu Ming buru buru menjawab,


"Pernah,.. tentu saja pernah, kita pernah bertemu di pertempuran besar beberapa waktu yang lalu.."

__ADS_1


"Bukankah waktu itu datang bersama seorang pria dan wanita berpakaian hitam hitam .?"


"Apa kamu lupa..?"


Hua Sien Ce seketika terdiam oleh jawaban Yu Ming.


Tapi itu hanya berlangsung sesaat saja, sesaat kemudian Hua Sien Ce segera membentuk tangan nya, menutupi bagian kumis jenggot dan rambut putih Yu Ming.


Lalu berkata,


"Memang benar kita pernah bertemu di sana, tapi sepertinya bukan hanya di sana.."


"Hei tunggu kamu kakek ini, kenapa kamu bisa sering muncul dalam mimpiku.."


"Tapi di sana kamu tidak setua ini, benar itu kamu.."


"Siapa kamu sebenarnya,..? apa hubungan mu dengan pria bernama Yu Ming yang sering muncul di mimpi ku itu .?"


"Hayo cepat jawab,.. Bila tidak kamu tidak boleh pergi.."


Ucap Hua Sien Ce sambil berkacak pinggang dan menatap kearah Yu Ming dengan wajah penuh curiga .


"Ahh nona kamu terlalu banyak berpikir, aku adalah seorang kakek tua.."


"Nama ku Wu Ming Lao Jen, aku tidak kenal dengan pemuda yang kamu sebut itu."


"Nona kamu pasti salah mengenali orang.."


"Nona bila tidak ada hal lainnya, aku masih ada urusan penting.."


"Sampai jumpa.."


Ucap Yu Ming buru buru memanggil Naga Panca Warna .


Lalu Yu Ming segera menghilang dari hadapan Hua Sien Ce , dengan menunggangi Naga Panca Warna, yang segera membawanya kembali ke dunia manusia.


Hua Sien Ce ingin mencegah Yu Ming kabur begitu saja.


Tapi muncul suara panggilan gurunya dari belakang, terpaksa membuatnya mengurungkan niatnya mengejar Yu Ming.


Dia dengan hati setengah terpaksa, dan sikap sedikit ogah ogah-ogahan.


Akhirnya mengikuti gurunya kembali ke istana gurunya di langit lapis sembilan.


Sementara Hua Sien Ce kembali ke istana langit, Yu Ming yang kembali ke dunia manusia.


Tidak sampai 3 tahun namanya sebagai manusia setengah dewa yang super sakti telah terkenal di seluruh penjuru daratan tengah.


Seluruh orang di dunia persilatan selalu bermimpi bisa bertemu dengan nya.


Menerima sedikit petunjuk ilmu silat, agar bisa mengembangkan nama di dunia persilatan.


Sikap Wu Ming Lao Jen yang tidak membedakan manusia baik dari golongan hitam maupun putih.


Asalkan berjodoh dengan nya, dia pasti akan memberi nya petunjuk ilmu silat.


Hal inilah yang membuat namanya sangat di puja puji dan di hormati, baik dari kalangan golongan hitam maupun putih.


Setiap ada keributan besar dan pertumpahan darah, di mana kebetulan Wu Ming Lao Jen lewat di sana.


Kemunculannya pasti akan membuat semua orang segan untuk melanjutkan pertikaian.


Mereka semua akan dengan tertib dan senang hati mendengarkan petunjuk dan nasehat dari Wu Ming Lao Jen.


Demikian terus berlanjut hingga tidak terasa sepuluh tahun berlalu.


Pagi itu di lembah malaikat yang menjadi tempat tinggal rahasia Wu Ming Lao Jen.


Terlihat seorang wanita cantik berambut putih, datang mengunjungi pondok sederhana milik Wu Ming Lao Jen.


Dengan duduk menunggangi diatas punggung seekor kura kura raksasa, Xuan Wu.


Wanita cantik berambut putih itu berkata,


"Yu Ming keluar lah untuk menerima janji temu kita..!"


Wu Ming Lao Jen di dalam pondoknya, jauh sebelum wanita itu tiba, dua sudah menghitung.


Hari ini dia bakal mengalami kesialan, akan ada gangguan yang tidak mudah dia hindari, akibat dosa di masa lalunya yang belum berakhir.


Untuk itu pagi pagi Wu Ming Lao Jen di dalam pondoknya.


Sudah bersiap menanti kedatangan wanita itu, sambil minum teh wangi .


Ketika terdengar suara wanita itu dari depan halaman rumah nya.


Wu Ming Lao Jen sambil menghela nafas panjang berkata,


"Ru Meng,.. Yu Ming yang kamu cari, sudah lama tiada dari dunia ini.."


"Kini yang tersisa hanya seorang kakek tua renta yang menunggu ajal tiba.."


"Buat apa kamu menyusahkan diri dan memaksakan diri mu dan dirinya.."


"Larut dalam penderitaan tiada bertepi, lebih baik bertobat..lah.."


"Mari kita minum teh bersama, menikmati pagi hari yang indah ini.. dengan penuh kedamaian.."


Mendengar jawaban dari dalam rumah, wajah wanita cantik yang duduk di atas punggung kura kura raksasa terlihat emosi.


"Yu Ming, kamu kentut..!"


"Cepat keluar hadapi aku, jangan terus bersembunyi di dalam sana..!"


"Aku hitung sampai tiga bila tidak keluar juga.."


"Percaya tidak aku akan hancurkan pondok bobrok mu itu..!?"


"Satu, dua, tiga .!"


Teriak wanita cantik berambut putih itu, yang bukan lain adalah Ping Ru Meng.


Dia sengaja berhitung dengan cepat . Lalu bersiap untuk menghancurkan pondok Yu Ming dengan pukulan jarak jauhnya.


Tapi sebelum dia sempat melakukan nya, Wu Ming Lao Jen sudah muncul di hadapan nya dan berkata,


"Baiklah Ru Meng aku akan penuhi keinginan mu.."


"Tapi sebaiknya tidak di sini.."


Selesai berkata Wu Ming Lao Jen langsung membuat sebuah portal cahaya.


Lalu dia melesat masuk kedalam portal cahaya, melihat hal itu.


Ping Ru Meng segera meminta hewan tunggangannya terbang menyusul kedalam portal cahaya.


Sampai di sini teman teman semua nya, tamat lah cerita Petualangan Putra Alam Semesta.


Mohon maaf bila ada salah salah dalam cerita ku, yang membuat kalian semua kurang puas.


Terimakasih banyak sudah membaca dan mengikuti dengan setia semua cerita ku .

__ADS_1


Di sini aku mohon pamit,.. Terimakasih semuanya.


__ADS_2