PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
HARAPAN BARU


__ADS_3

"Dia juga sudah tiada, karena pilihan mu.."


"Mau bilang apa, semua sudah berlalu.."


Ucap Yu Ming sambil menatap sosok di gerbang sebelah kanan dengan tatapan mata bersalah.


Yu Ming menjatuhkan diri bersujud tiga kali, tepat di hadapan sosok ukiran serba putih itu.


"Maafkan aku senior..Aku tidak bisa memenuhi harapan mu.."


"Di masa lampau tidak bisa, di masa kini semakin tidak mungkin.."


"Maaf senior.."


Ucap Yu Ming di dalam hati secara tulus dan mendalam.


Selesai Yu Ming bersujud dan bangkit berdiri, tiba tiba di pojok dinding sebelah kanan terdengar bunyi.


"Kreekkk..! Kreekkk..! Kreekkk..!"


Sesaat kemudian, di sudut itu muncul sebuah pintu kecil.


Yu Ming segera pergi memeriksanya.


Pintu itu terhubung dengan sebuah lorong gelap, yang ada undakan anak tangga naik keatas.


Karena lorong itu tidak punya penerangan sama sekali, Yu Ming segera mengeluarkan pemantik api kuno nya.


Begitu api di nyalakan, kini ruangan sempit dengan tangga memanjang menanjak keatas segera terlihat jelas.


Di undakan tangga kelima, Yu Ming menemukan ada sebatang obor, yang tergantung di dinding ruangan.


Obor itu masih dalam kondisi bagus, lengkap dengan sumbu dan minyaknya yang masih lengkap.


Terlihat seperti belum pernah di gunakan sejak di tempatkan di sana.


Dengan pemantik api kuno, Yu Ming segera menyalakan obor tersebut.


Selanjutnya pemantik api kuno segera Yu Ming simpan.


Kini untuk menerangi perjalanan nya, Yu Ming menggunakan obor yang di temukan nya di ruangan tersebut.


Yu Ming kembali melanjutkan langkahnya hingga tiba di undakan anak tangga yang ke 10, di mana kondisi sedikit berbelok, tiba tiba terdengar suara bunyi .


"Kreekkk..! Kreekkk..! Kreekkk..!"


Pintu gerbang di bawah sana telah menutup kembali secara otomatis.


Tangga tersebut sangat panjang dan terus menanjak keatas, bila perjalanan itu ditempuh orang biasa.


Kemungkinan nafas akan putus atau mengalami dehidrasi, pingsan di tempat.


Tapi bagi Yu Ming yang memilki fisik luar biasa kuat, hal ini bukan masalah bagi nya.


Yu Ming terus bergerak mengikuti anak tangga itu menyusuri terowongan yang terus bergerak keatas.


Tidak tahu berapa lama menempuh perjalanan menanjak keatas.


Yu Ming akhirnya sampai di sebuah ruangan yang hanya seluas satu tombak kurang.

__ADS_1


Ruangan yang terbentuk secara alami tersebut, hanya ada sebuah batu persegi empat mirip sebuah meja batu.


Di atas meja batu hanya ada sepotong giok berwarna putih , berbentuk persegi empat, dengan bagian atas ada ukiran sepasang Naga, memperebutkan sebutir mutiara ditengah tengah.


Batu giok tersebut terlihat melesak masuk kedalam meja batu.


Hanya bagian atasnya yang berbentuk ukiran Naga yang muncul ke permukaan batu.


Diatas meja batu ada ukiran 3 huruf Pai Shi Bi, Stempel giok putih.


Meski cukup tertarik, tapi Yu Ming tidak mau menyentuh benda yang bukan milik nya, juga tidak berhubungan dengan dirinya.


Dia hanya mengamatinya sebentar, benda yang mengundang rasa penasaran nya itu.


Kemudian Yu Ming segera pergi memeriksa tempat lain mencari jalan keluar.


Setelah memeriksa beberapa waktu tanpa hasil, Yu Ming akhirnya menyerah.


"Haiss harapan palsu,.. biadab..!"


Keluh Yu Ming sedikit kesal.


Yu Ming melompat ringan duduk diatas meja batu, tepat di sebelah kanan Pai Shi Bi itu berada.


Begitu Yu Ming duduk di sana, tiba tiba gelang emas bawaan lahir Yu Ming, mengeluarkan cahaya.


Sesaat kemudian Pai Shi Bi secara ajaib melesat keluar dari lubangnya.


Dia terbang melayang sendiri di hadapan Yu Ming berputar-putar.


Sesaat kemudian dia segera meluncur masuk kedalam gelang emas Yu Ming .


Begitu Pai Shi Bi menyatu masuk kedalam gelang emas Yu Ming.


Tanpa mengalirkan Chi dewanya, kini dia bisa melihat dengan jelas semua barang yang di simpan nya di dalam gelang penyimpanan tersebut.


Selain itu cukup dengan membayangkan nya saja, apapun yang di inginkan nya.


Akan bisa dia keluarkan dari dalam gelang penyimpanan nya, tanpa perlu repot mengalirkan Chi dewanya.


Yu Ming menjadi bersemangat di buatnya, Yu Ming segera menyimpan Golok Naga Emas kedalam gelangnya, juga pemantik api dan beberapa benda seperti uang dan lainnya.


Semuanya kini, bisa di simpan dan di panggil keluar dengan mudah.


Yu Ming mencoba memanggil pedang Xuan Yuan nya.


Pedang tersebut dengan sangat mudahnya, kini sudah berada di dalam genggamannya.


Begitu pedang tergenggam di tangan, Yu Ming merasakan ada sedikit Chi Dewa, yang berasal dari pedang pusaka nya dapat dia manfaatkan.


Yu Ming segera mencoba memainkan beberapa jurus tebasan pedang Xuan Yuan, yang di kuasai nya


Hasilnya cukup memuaskan nya, terjadi ledakan beruntun di dalam ruangan sempit tersebut.


"Blaaarrrr..! Blaaarrrr..! Blaaarrrr..!"


"Blaaarrrr..! Blaaarrrr..! Blaaarrrr..!"


"Blaaarrrr..! Blaaarrrr..! Blaaarrrr..!"

__ADS_1


Yu Ming sangat girang, ini adalah kali pertama dia bisa memainkan jurus andalan nya dulu.


Meski masih jauh dari sempurna, karena Chi yang bisa dia mainkan hanya 5% nya.


Tapi Yu Ming sudah cukup puas dan merasa sangat girang, karena dia kini sudah mengalami peningkatan pesat.


Dia kini sudah berhasil menembus Alam Manusia Langit tahap awal.


Tahapan paling rendah dari pembagian tingkatan di ranah Alam Manusia Langit.


Itupun dengan catatan pedang Xuan Yuan di tangan nya,


Tapi bila tanpa pedang itu.


Yu Ming tentunya akan kembali ke tingkatan emas tahap akhir.


Meski sudah ada peningkatan dua tingkat di banding dengan saat dia masih di Thian Cien Pai dulu.


Tapi tingkatan ini bagi Yu Ming, masih sangat rendah, kurang berguna.


Yu Ming sambil tersenyum puas, dia menyimpan kembali pedang Xuan Yuan, kedalam gelang penyimpanan.


"Huff !.. akhirnya ada sedikit cahaya juga kamu Yu Ming .."


"Tapi cahaya mu tidak berguna, bila kamu terkurung di sini.."


Ucap Yu Ming sedikit mengeluh, saat menyadari dirinya masih terkurung di ruang sempit tersebut.


"Mungkin kamu kurang teliti, coba periksa ulang lagi.."


"Langit tidak mungkin akan dengan kejam memutus jalan hidup seseorang.."


"Ayo kita coba lagi.."


Ucap Yu Ming mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Yu Ming kembali mencoba meraba raba dan mendorong dorong dinding di dalam ruangan tersebut.


Saat Yu Ming mencoba mendorong dinding, yang berada di balik meja batu.


Tiba-tiba keluar cahaya putih dari dalam gelang Yu Ming, menyinari dinding batu keras tersebut .


Sesaat kemudian terdengar bunyi,


"Krakkkk,..! Kreekkk..! Krakkkk,..!"


"Krakkkk,..! Kreekkk..! Krakkkk,..!"


"Krakkkk,..! Kreekkk..! Krakkkk,..!"


"Krakkkk,..! Kreekkk..! Krakkkk,..!"


Dinding batu tiba tiba muncul retakan, yang memancarkan cahaya masuk kedalam ruangan.


Sesaat kemudian terdengar suara ledakan.


"Blaaarrrr...!"


Bebatuan di dinding tebal itu meledak terbang keluar, kesegala penjuru.

__ADS_1


Seperti di ledakan suatu tenaga dahsyat, yang tidak kasat mata.


Yu Ming sangat kaget bercampur girang, saat melihat sebuah lubang besar muncul di hadapannya.


__ADS_2