PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Kakek pemancing ikan


__ADS_3

Yu Ming sadar dia harus tahu kunci memecahkan formasi tempat ini.


Bila dia ingin bisa keluar masuk tempat ini dengan bebas, bila dia tidak menemukan kunci formasinya.


Maka Yu Ming selamanya pasti akan terkurung di dalam hutan ini, sehebat apapun ilmunya.


Di tempat yang sudah di pasangi segel formasi ini, semua ilmunya tidak akan berguna.


Bila dia memaksa, merusak formasi secara kekerasan.


Formasi rusak mungkin selamanya dia akan terkubur di tempat ini.


Yu Ming mulai mengikuti pergerakan bunga persik di sekitarnya.


Sambil mencoba mempelajari pola pergerakan formasi sesat yang mengurung nya.


Setelah beberapa saat melakukan pengawasan, Yu Ming akhirnya menemukan cara pemecahan kunci segel formasi tersebut.


Setelah menemukan kuncinya, Yu Ming mulai mencoba bergerak mengikuti Wu Xing Pat Kwa Cheng.


Dengan menggunakan pola pergerakan Wu Xing Pat Kwa Cheng, Yu Ming akhirnya berhasil keluar dari lingkaran maut hutan sesat itu..


Setelah keluar dari balik hutan bunga persik, Yu Ming melihat seorang kakek tua duduk bersila memunggunginya.


Kakek itu duduk menghadap kearah sebuah kolam, dia seperti sedang melakukan kegiatan memancing ikan.


Seorang diri dia duduk tenang di sana, hingga akhirnya dia berkata,..


"Kena...!"


Lalu dia terlihat sibuk menarik dan mengulur ikan yang telah memakan umpan pancing nya.


Kini ikan yang sudah tersangkut di kailnya sedang meronta melakukan perlawanan berusaha melepaskan diri.


Tapi kakek itu, tentu saja tidak akan membiarkan hasil pancingannya lepas begitu saja.


Tarik ulur terjadi, kakek yang tadinya duduk melengut ngantuk di tepi danau.


Kini dia terlihat penuh semangat, berusaha menahlukkan ikan yang sudah tersangkut di mata kailnya.


Tapi ikan itu sangat kuat daya perlawanannya, tidak mudah menyerah untuk di tarik ke darat.


Ikan itu terus meronta dan bergerak kesana kemari, dia bahkan bergerak ke daerah yang banyak ajar dan kayu kayunya.


Di sana dia bersembunyi sehingga tali pancing menegang nyangkut di sana.


Tidak bisa di tarik ataupun di ulur, hal tersebut tentu membuat kakek itu terlihat uring uringan.


Setelah beberapa saat berusaha dia masih tidak berhasil menarik keluar ikan hasil pancingan nya.


Kakek itu sambil mengomel panjang pendek, dia mencari pohon untuk mengikat tangkai pancing nya.


"Dasar sungguh sial, semua ini gara gara Kamu..!?'


"Kamu datang kemari mau apa bikin sial aja...!"


Bentak kakek itu melampiaskan kekesalannya ke Yu Ming .

__ADS_1


Dia bukan hanya mengomel tapi jari nya ikutan menunjuk nunjuk kearah Yu Ming dengan wajah jelas tidak bersahabat.


Yu Ming di kejauhan sana tidak berkata apa-apa, dia hanya menanggapinya dengan tersenyum sabar.


Kakek itu tidak lama memakai maki Yu Ming , karena dia masih ada urusan lain belum selesai.


Sebelum terjun kedalam kolam, dia sempat menunjuk kearah Yu Ming dan berkata,


"Bocah busuk kamu tunggu di sana..!"


"Setelah aku membereskan ikan ku, aku akan kembali membereskan mu.."


Selesai berkata,


"Byuuur..!"


Air muncrat tinggi, kakek itu seperti seorang atlit lompat indah , dia sudah menceburkan diri nya masuk kedalam danau .


Dia berenang dengan sangat cepat, meliuk liukan tubuh nya seperti seekor ikan duyung besar.


Langsung menghampiri area kayu dan akar di dasar danau, di mana ikan dan kailnya tersangkut di dasar danau sana.


Kakek yang bermata tajam itu, segera menemukan ikan besar yang terkena mata kail pancing nya.


Sedang meronta ronta berusaha melepaskan diri dari mata kail yang nyangkut di mulut nya.


Tapi sejauh ini, sampai kakek itu tiba di lokasi, ikan itu tetap belum berhasil meloloskan diri.


Kakek itu segera meluncur cepat menghampiri target, ikan itu ingin menghindar, saat melihat tangan kakek itu terulur menghampirinya.


Ikan tersebut langsung lemas tak berkutik, kakek itu segera membawa ikan itu ikut dengan nya naik ke permukaan.


Seekor ikan janggut sebesar betis kaki pria dewasa, segera di lempar oleh kakek itu ketepi danau .


Ikan tersebut hanya mengelegar gelepar lemah tak berdaya di atas tanah.


"Untung masih sempat terselamatkan, bila tidak hari ini kembali makan angin aku.."


Ucap kakek itu mengomel sendiri.


Setelah keluar dari dalam air, sekali menghentakkan energi nya, seluruh pakaian kakek itu yang basah kuyup langsung kering.


Begitupula dengan rambut di kepalanya yang tadinya menetes netes kan air, kini ikutan kering.


Tanpa menghiraukan Yu Ming yang berdiri menunggu nya di sana.


Kakek itu membersihkan ikan, membungkus nya dengan daun, dan tanah.


Lalu ikan itu dia masukkan ke bagian bawah tumpukan kayu bakar.


Lalu dengan satu dorongan tangan pelan kearah tumpukan kayu kering.


Api pun menyala nyala membesar membentuk api unggun.


Setelah api unggun terbentuk kakek itu baru beralih menatap kearah Yu Ming dan berkata dengan suara ketus.


"Apa yang kamu lakukan di tempat terpencil ini..?"

__ADS_1


"Apa yang kamu inginkan..?"


Tegur kakek itu dengan wajah dingin, tidak bersahabat.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Tujuan ku sederhana, tunjukkan di mana Peti Giok hitam.."


"Setelah menemukan apa yang ku cari, aku akan pergi tanpa menganggu mu.."


"Kamu boleh makan dengan tenang.."


"Kentut...!"


Bentak kakek itu marah.


"Apa kamu tahu apa isi peti itu..!?"


Ucap kakek itu dengan sepasang mata melotot seperti hampir lompat keluar dari kelopak matanya.


Yu Ming tersenyum sabar dan berkata,


"Tentu saja aku tahu, bila tidak buat apa aku jauh jauh kemari..?"


Kakek itu melompat berdiri, dengan wajah gusar dua berkata,


"Kamu ini bocah benar benar cari mampus..!"


"Ada jalan ke surga kamu tidak pergi malah pilih jalan ke neraka..!"


Selesai membentak marah kakek itu langsung mendorongkan telapak tangan nya kearah Yu Ming .


Muncul sebuah bola api melesat menerjang kearah Yu Ming .


"Blaaarrrr...!"


Sebelum bola api berhasil menyentuh Yu Ming , bola api sudah meledak lebih dulu.


Bola api yang bertemu dengan energi pelindung yang terpancar dari tubuh Yu Ming .


Sebelum berhasil mendekati Yu Ming sudah meledak lebih dulu.


Melihat serangan pertamanya gagal, kakek itu segera memutar kedua tangannya di depan dada.


Membentuk sebuah bola api di depan dadanya, sebelum kemudian bola api yang berukuran jauh lebih besar itu dia dorongkan kedepan langsung menerjang kearah Yu Ming .


"Blaaarrrr...!"


Lagi lagi terjadi ledakan hebat, yang membuat api memercik kesegala penjuru.


Tanah sampai bergetar seperti di Landa gempa.


Yu Ming tetap tersenyum diam tidak bergeming ditempat.


Seluruh tubuhnya tetap terlindungi oleh energi Chi Ciu Sen Kung.


Adalah kakek itu yang terpental mundur satu meter ke belakang, oleh kekuatan tenaganya yang membalik.

__ADS_1


__ADS_2