
Setelah melewati berbagai cabang lorong di dalam goa yang rumit.
Akhirnya sosok yang memegang suling dan menjadi pimpinan kelompok itu .
Membawa sepuluh bawahan nya, sampai di sebuah ruangan yang cukup luas.
Di dalam ruangan tersebut terlihat berbaris rapi manusia berpakaian hitam lengkap dengan kerudung menutupi kepala mereka.
Di sebuah singgasana kursi kebesaran, terlihat satu sosok berkerudung lainnya, yang wajahnya mengenakan Topeng iblis berwarna emas.
Sosok itu juga memiliki sebatang suling yang di selipkan di pinggang nya .
Perbedaanya dengan sosok yang baru datang terletak pada suling di tangan mereka.
Sosok yang baru datang sulingnya adalah sebatang suling giok hijau, sedangkan sosok yang duduk di singgasana itu, sulingnya adalah sebatang suling emas.
Sosok suling Giok hijau saat tiba di hadapan sosok yang duduk diatas singgasana.
Dia segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan sosok yang duduk diatas kursi singgasana itu, dan berkata,
"Lapor ketua, misi berjalan lancar, hati ini kita berhasil memenuhi target yaitu menghadirkan 10 orang wanita buat ketua."
sosok di atas singgasana sambil tertawa gembira, dia berkata,
"Kerja bagus Seng Kun.."
"Bagaimana dengan pemuda luar biasa yang kamu ceritakan tempo hari..?"
"Apa dia tidak muncul mengganggu pekerjaan mu.."
Sosok yang di panggil Seng Kun segera memberi hormat dan berkata,
"Tidak tahu ketua, kemana perginya orang itu, pokoknya sepanjang malam kita bekerja, dia tidak terlihat muncul sama sekali ."
"Mungkin saja, dia sudah pergi, setelah masalah pelaku pemerkosaan itu berhasil terungkap dan tertangkap oleh nya."
"Pelaku juga sudah dieksekusi oleh warga dengan di gantung di pintu gerbang dan di lempari dengan batu hingga mampus.."
Sosok di atas singgasana mengangguk dan berkata,
"Sekarang sajikan lah satu persatu, hasil tangkapan kalian.."
"Aku sudah tidak sabar ingin menghisap hawa Yin mereka. "
"Siap ketua..!"
Jawab Seng Kun cepat.
Lalu dia memberi kode , agar masing masing hasil tangkapan di dalam kantung hitam, segera di keluarkan dari dalam sana.
Satu persatu kantung hitam di buka, hasilnya adalah wanita tua muda bahkan anak kecil.
Mereka setelah di keluarkan dari dalam kantung kain hitam, mereka segera menatap dengan wajah bingung ke lingkungan di sekitarnya.
__ADS_1
Hingga kain kantung ke 9 dan ke 10 di buka, terlihatlah kini Yang Ni dan Min Min juga hadir di sana dalam keadaan lumpuh tertotok jalan darahnya.
Setelah 10 kantung di buka semua nya, sosok di atas singgasana tertawa gembira.
Dia segera melesat mendekati korban pertama, bersiap mencium bibir korban untuk di hisap hawa Yin nya.
Tapi belum juga kesampaian niatnya, sebatang pedang emas muncul dari salah satu anggota nya yang berkerudung hitam.
"Singggg...!"
Pedang emas itu meluncur cepat mengejar kearah tenggorokan sosok topeng emas yang di panggil ketua itu.
"Trangggg...!"
Sambil bergerak mundur sosok topeng emas itu, mencabut suling emas di pinggang nya, untuk menangkis datangnya serangan dari Yu Ming .
Benturan keras terjadi, pedang Yu Ming tidak bergeming masih terus mengejar kearah si topeng emas.
"Singgg...!"
Si topeng emas segera buru buru melompat mundur, sambil bersalto di udara, dia menghindari serangan Yu Ming dengan membuang diri jauh jauh kebelakang.
Dengan cara itu, dia berhasil lolos dari lubang maut tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Bumi.
Tapi satu serangan gagal serangan berikutnya, segera tiba,
"Tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Langit.."
Membuat si topeng emas, kembali harus memutar suling emasnya berubah menjadi gulungan sinar emas untuk melindungi diri.
"Trangggg...!"
Benturan keras berulang kali terjadi di udara, pertahanan si topeng emas dengan putaran suling emasnya cukup kuat dan efektif menahan serangan jurus kedua Yu Ming .
Di tempat lain Seng Kun kini juga terlihat sibuk, menghadapi serangan tapak tangan kosong, dari seorang pemuda tampan berperangai anggun .
Pemuda itu adal Ji Qin Fu, yang berhasil di tarik oleh Yu Ming untuk ikut membantunya melawan kelompok penculik wanita, yang selalu menjadi pengganggu bagi kaum wanita di kota Qu Fu.
Selain Ji Qin Fu, Yang Ni dan Min Min, yang tadinya terlihat tak berdaya seperti tertotok jalan darahnya
Kini mereka masing masing dengan pedang di tangan, sedang menghadapi keroyokan semua manusia berkerudung hitam yang ada di dalam ruangan tersebut.
Min Min lebih lemah ilmu.pedang nya, baik kecepatan ketepatan maupun kekuatan.
Dia masih kalah dari para pengeroyok nya.
Bersyukur di sebelahnya ada Yang Ni yang menemani nya.
Jadi dia masih mampu bertahan dengan baik, membantu Yang Ni menghadapi para pengeroyok.
Yang Ni sendiri dengan sepasang pedang hitam putih yang memilki jurus jurus berbahaya yang mematikan.
Dia berubah menjadi gulungan sinar hitam yang sulit di serang, tapi setiap kali dia memainkan jurus uniknya.
__ADS_1
Pasti ada satu pengeroyok yang terluka oleh tikaman ataupun tebasan pedang nya .
Untuk sementara waktu keadaan pertempuran masih cukup berimbang, meski mereka hanya berempat harus menghadapi keroyokan lawan yang begitu banyak.
Di arena pertarungan Yu Ming , Yu Ming masih terus terlihat mendesak si topeng emas dengan tebasan pedang Xuan Yuan yang mengandung Chi dewa yang kuat dan cepat.
Si topeng emas terlihat agak sedikit kerepotan menghadapi serangan dahsyat dari Yu Ming .
"Tranggg...!"
Kembali terjadi benturan di udara dengan bunga api berpijar pijar.
Sosok topeng emas kembali di buat terpental mundur oleh tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Gunung.
Saking kuatnya serangan pedang Yu Ming , si topeng emas sampai terpental menabrak kursi singgasana di belakangnya.
"Brakkkkk,...!"
Kursi singgasana kebesaran yang terbuat dari tulang belulang manusia itu pecah hancur berkeping-keping tertimpa tubuh si topeng emas .
Si topeng emas dengan sigap, saat tubuhnya terjengkang kebelakang.
Telapak tangannya menepuk lantai, tubuh nya melenting naik ke udara.
Sehingga sisa hawa pedang Pengoyak Gunung lewat di bawahnya, menghantam lantai goa.
"Bressss...!"
Lantai Goa terbelah menimbulkan lubang menganga sedalam satu meter.
Batu debu pasir berhamburan ke udara, menutupi bayangan tubuh si topeng emas.
Sayangnya cahaya suling emas membocorkan lokasi keberadaannya.
Belum sempat dia berhasil memperbaiki posisinya, pedang Xuan Yuan lagi lagi sudah tiba.
Kali ini datang dengan tebasan yang membawa hawa sangat panas hingga dia merasa sulit untuk bernafas.
"Ahhh mampus aku.."
"Bocah ini..."
Keluh Si topeng emas, sambil memutar sulingnya menjadi gulungan sinar keemasan, untuk membentengi dirinya, dari serangan pedang Xuan Yuan, sekaligus mengusir hawa panas yang sangat menganggu itu
"Trangggg...!'
"Trangggg...!'
"Trangggg...!'
Benturan pedang dan suling terjadi berulang ulang, suling di tangan sosok topeng emas sudah mulai terlihat gompal sana sini.
Juga agak melengkung lengkung tidak lurus lagi.
__ADS_1