
Yu Ming dan Yang Ni saling pandang dengan wajah kaget, mereka segera bergegas pergi membuka pintu restoran.
Begitu pintu terbuka sesosok tubuh wanita setengah te lanjang langsung jatuh menimpa kearah Yu Ming .
Yu Ming buru buru merangkulnya, agar wanita itu tidak sampai roboh.
Sosok itu sudah pingsan tidak sadarkan diri dalam pelukan Yu Ming .
Yu Ming saat melihat wajah wanita itu yang sebagian tertutup rambut, sebagian tersingkap.
Dia langsung mengenali, inilah gadis berwajah galak, yang menyandarkan pedang di samping meja nya.
Beberapa waktu yang lalu mereka sempat bertemu.
Bila melihat keadaannya, apalagi dari sela pahanya ada bekas noda darahnya.
Yu Ming segera menduga gadis ini pun menderita penganiayaan yang sama seperti yang di alami oleh Yang Ni .
Yu Ming buru buru mengendong gadis itu, menuju ke kamarnya.
Yang Ni mengikuti nya dari samping.
Melihat kondisi gadis tersebut, teringat dengan keadaan dirinya sendiri.
Sepasang mata Yang Ni terlihat kembali bercucuran air mata.
Dengan munculnya gadis ini menjadi korban, sedangkan Yu Ming terus bersama nya, hampir sepanjang malam.
Ini hanya berarti pelaku yang menodai gadis itu jelas bukan Yu Ming .
Tapi pelaku itu adalah orang lain, dan kemungkinan pelaku yang menodai gadis itu adalah pelaku yang sama dengan pelaku yang menodai dirinya.
Berpikir sampai di sini, Yang Ni diam diam menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata kecewa.
Dia kini benar benar berharap Yu Ming lah pelakunya, tapi sayangnya kenyataan dan fakta berkata lain.
Yu Ming sendiri tidak sempat berpikir banyak, setelah membaringkan gadis itu di pembaringannya.
Yu Ming segera menutupi bagian tubuh gadis itu yang terbuka dengan selimut.
Setelah itu Yu Ming mengeluarkan sebuah botol porselen putih, lalu dia berikan ke Yang Ni dan berkata,
"Kamu bantu dia sadarkan diri, coba dengarkan ceritanya.."
"Mungkin dia punya petunjuk siapa pelakunya.."
"Kamu tolong bantu urus dia, aku tidak leluasa di sini.."
"Aku tunggu di luar saja, bila ada perlu panggil saja.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum lembut, berusaha memberi semangat kepada Yang Ni, yang terlihat lesu sedih dan kurang bersemangat.
Setelah mendapatkan anggukan dari Yang Ni, Yu Ming pun segera bergegas keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
Setelah Yu Ming keluar dari dalam kamar, sambil membantu gadis itu siuman dari pingsannya.
Yang Ni terus teringat dengan cara Yu Ming tadi mengurus dan menyelimuti gadis di hadapannya.
Yang Ni semakin yakin, saat itu dia juga pasti mendapatkan pertolongan yang sama dari Yu Ming.
Tapi sebagai balasannya, dia malah menuduh Yu Ming yang bukan bukan.
Kelihatan nya dalam permasalahan dirinya, kemungkinan besar Yu Ming tidaklah bersalah.
Dirinya lah yang telah salah paham dengan kebaikan Yu Ming .
Semakin berpikir Yang Ni semakin menyesal dan merasa bersalah dengan Yu Ming, yang telah begitu baik dan banyak mengalah pada dirinya.
"Aku terlalu egois, bila masih terus memaksanya menjadi suamiku.."
"Maka akulah yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri.."
Gumam Yang Ni sedih.
"Aku..aku.. tidaklah pantas untuk nya.."
"Dia pantas mendapatkan gadis baik baik yang jauh lebih baik dari ku.."
"Aku sudah ternoda, aku sudah kotor, aku mana pantas bersama nya ."
Gumam Yang Ni seorang diri sambil menangis sedih.
Sesaat kemudian gadis yang di pembaringan pun berbangkis beberapa kali.
Gadis itu segera bangun dari pembaringan, dia segera merangkul erat Yang Ni dan menangis tersedu-sedu melepaskan himpitan kesedihan hati dan perasaannya.
Yang Ni pun ikut menangis, kedua wanita itu yang mengalami nasib serupa.
Mereka sama sama menangis sedih.
Semua beban kesedihan, mereka lepaskan lewat tangisan panjang mereka.
Setelah beberapa waktu berlalu, Yang Ni yang lebih dulu menguasai perasaan nya, dia berkata pelan,
"Sudahlah tiada gunanya kita menangis, yang sudah terjadi juga sudah terlanjur terjadi.."
"Kita tidak bisa mengubah kenyataan lewat tangisan.."
"Saat ini yang bisa kita lakukan adalah segera menemukan siapa pelakunya dan menghukumnya dengan setimpal.."
"Agar jangan ada lagi gadis lain yang mengalami nasib yang sama.."
Gadis di hadapan Yang Ni mengangguk pelan dan berkata,
"Aku sebelum tidak sadarkan diri, dan di nodai oleh bajingan itu.."
"Aku sempat meraih kancing baju, dan sobekan kain ini dari pakaian, yang di kenakan nya."
__ADS_1
"Mungkin ini bisa jadi petunjuk, siapa pelaku biadab itu.."
Ucap gadis berwajah galak itu, sambil menyerahkan potongan kain dan sebuah kancing baju ke Yang Ni.
Yang Ni menerima nya dan berkata,
"Kamu beristirahatlah dengan tenang, pulihkan dirimu dulu.."
"Hal lainnya, biar aku dan suami ku ..yang akan menangani nya.."
Ucap Yang Ni sedikit ragu.
Saat dia menyebut Yu Ming suaminya.
Hati kecilnya begitu ingin menjadi istri seorang pria sebaik Yu Ming .
Tapi akal sehatnya melarangnya untuk berpikir dan berharap terlalu jauh dari keinginan hati kecilnya, yang di penuhi sifat egois itu.
Yang Ni selesai berucap tanpa memperdulikan respon dari gadis itu, dia sudah keluar dari dalam kamar Yu Ming .
Dia segera menemui Yu Ming yang sedang duduk menantinya di depan teras.
Yang Ni menyerahkan kancing dan potongan kain itu ke Yu Ming dan berkata,
"Siapapun itu pelakunya, asalkan kita bisa menemukan kecocokan pakaian nya, dengan kancing dan potongan kain ini.."
"Siapa pelakunya tentu akan bisa terungkap dengan jelas.."
Ucap Yang Ni sambil menatap Yu Ming dengan tatapan mata yang sulit di lukiskan.
Yu Ming memperhatikan dan mengamati kedua benda itu dengan seksama, sebelum dia menyimpan nya kedalam saku bajunya.
"Yu Ming ke ke bolehkah aku menumpang memelukmu sejenak.."
Ucap Yang Ni pelan dengan kepala tertunduk.
Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,
"Apapun itu, asal bisa membuat perasaan mu lebih lega lebih baik dan lebih tegar dan kuat menghadapi kenyataan.."
"Aku siap membantumu untuk itu.."
Mendengar ucapan Yu Ming , segera meledak lah tangisan Yang Ni dalam pelukan hangat Yu Ming .
Setelah beberapa waktu berlalu, saat matahari sinarnya mulai muncul.
Suara burung mulai berkicau', Yang Ni yang menangis terlalu lelah hingga tertidur di dalam pelukan Yu Ming akhirnya membuka kembali matanya.
Sepasang mata mereka bertemu, Yang Ni berkata pelan,
"Yu Ming ke ke kamu ini sebenarnya siapa? Hati mu terbuat dari apa ..?"
"Mengapa bisa begitu sabar, baik , pengertian.. padahal aku telah menuduh dan memaksa mu mengakui sesuatu yang jelas bukan kamu pelakunya.."
__ADS_1
"Yu Ming ke ke tahu kah kamu, aku sebenarnya sungguh berharap kamu lah orang itu.."
"Karena aku kelak tidak akan punya kesempatan lagi bertemu dengan pria sebaik kamu.."