
Kini begitu muncul suara teriakan kedua yang jauh lebih histeris.
Tanpa menunggu lagi, Yu Ming sudah menghilang dari sana, dia langsung muncul di balik batu, di mana Ji Lian Hua sedang mandi.
Yu Ming tiba di sana dengan pedang Xuan Yuan terhunus di tangan.
Yu Ming sempat melihat sekilas keadaan Ji Lian Hua yang sama persis dengan pengalamannya dulu saat berkunjung ke kediaman Hua Sien Ce.
Tapi Yu Ming segera melemparkan jubah luarnya kearah Ji Lian Hua.
Sedangkan tangan nya yang memegang pedang Xuan Yuan, langsung memberikan tebasan Pengoyak Bumi, kearah mahluk aneh, yang sedang membuka moncong nya lebar lebar, ingin mencaplok Ji Lian Hua bulat bulat.
"Wusssshhh...!"
"Blaaarrrr...!'
Mahluk itu langsung terpental ke luar dari dalam air.
Tubuh besarnya terbang keudara.
Sebelum kemudian terjatuh kembali kedalam air di bagian sedikit agak ketengah sungai sana.
"Byuuur...!"
Air muncrat tinggi ke udara, saat tubuh mahluk itu jatuh menimpa air sungai dibagian tengah sana.
Yu Ming sedikit terkejut dengan kekebalan tubuh mahluk itu, tadi dalam keadaan panik, dia sudah melepaskan serangan dengan 80% kekuatan nya.
Bila mahluk lain yang terkena tebasan tersebut sudah pasti akan terbelah dua, tidak akan selamat.
Tapi mahluk itu sungguh luar biasa, terkena tebasan sekeras itu, dia hanya terpental keluar dari dalam air..
Bahkan cedera pun tidak, ini benar benar kekebalan yang sangat luar biasa.
Yu Ming setelah membuat mahluk itu terpental meski dia di buat kaget.
Dia tetap tidak lupa mengulurkan tangannya kearah Ji Lian Hua, begitu bersambut.
Yu Ming segera menarik Ji Lian Hua terbang menjauhi air sungai.
Beruntung Ji Lian Hua cepat keluar dari dalam sungai, sedetik saja dia terlambat.
Dia pasti akan tersambar oleh listrik yang terpancar di atas permukaan air sungai.
Mahluk itu rupanya setelah masuk kedalam sungai.
Dia langsung melepaskan sengatan listrik bertegangan tinggi.
Seperti sambaran petir, di hantarkan oleh air sungai untuk menyerang Ji Lian Hua.
Tidak cukup sampai di sana, mahluk itu masih berusaha menyemburkan air menyerang Yu Ming dan Ji Lian Hua.
__ADS_1
Di mana air itu bergerak menyerang, sekaligus berfungsi untuk melilit mengunci.
Kemudian menarik Ji Lian Hua dan Yu Ming kearah bagian tengah sungai.
Dimana mahluk itu terlihat sedang membuka moncongnya lebar lebar.
Siap menampung tubuh Yu Ming dan Ji Lian Hua, yang akan di telannya bulat bulat bila kedua orang itu tertangkap oleh nya.
Sayangnya lawan yang di hadapinya adalah Yu Ming , dia bukan nya berhasil menelan kedua mangsanya itu.
Dia malah menerima sengatan listrik yang membuat dirinya kembali terpental menuju bagian sungai yang lebih ketengah lagi.
Mahluk itu sempat kejang sejenak di udara, sebelum.kemudian terbanting jatuh, lalu menghilang dari sana.
Saat mahluk itu menyerang Yu Ming dan Ji Lian Hua dengan air.
Yu Ming memutar pedangnya menjadi perisai cahaya biru.
Begitu air yang di tembakkan oleh mahluk aneh itu tertahan oleh perisai Yu Ming .
Air yang di tembakkan oleh mahluk itu segera di buat membeku.
Kondisi membeku ini menjalar dengan cepat, hingga membuat mahluk itu sedetik ikut membeku di udara.
Sedetik dia membeku, saat itulah dia menerima serangan tebasan pedang petir pemusnah.
Mahluk itu terpental, saat terkena sengatan petir yang Yu Ming lepaskan .
Yu Ming melesat kearah tepi sungai, menyambar seluruh pakaian Ji Lian Hua, yang dia taruh di atas batu sana.
Kemudian sambil memunggungi Ji Lian Hua, menghadap kearah sungai. Yu Ming melemparkan pakaian di tangannya kearah Ji Lian Hua.
Semua itu di lakukan tanpa menoleh sama sekali, sepasang matanya terus fokus melihat kearah tengah sungai, di mana mahluk itu tadi mendarat.
Yu Ming terlihat bersiaga bila mahluk itu berani kembali datang menyerang.
Tapi setelah beberapa waktu berlalu, mahluk itu tidak juga terlihat muncul kembali.
Yu Ming pun bisa sedikit menghela nafas lega.
Di belakang Yu Ming sendiri, Ji Lian Hua begitu menerima pakaiannya, dia segera membawanya berlari kearah belakang sebuah pohon besar.
Dia buru buru berganti di sana, setelah selesai berganti, dia baru kembali menghampiri Yu Ming .
Ji Lian Hua sambil mengembalikan jubah Yu Ming , dia dengan suara bergetar menahan malu,
Dia berkata dengan suara pelan hampir tidak terdengar,
"Terimakasih Yu Ming ke ke, ini jubahnya.."
Selesai berkata, Ji Lian Hua yang merasa sangat malu dan canggung.
__ADS_1
Di mana seluruh tubuhnya dari atas sampai kebawah dalam keadaan tanpa busana, tadi telah terlihat semua oleh Yu Ming .
Gadis itu segera melarikan diri dari sana, kembali ke api unggun di mana Yu Ming tadi menyiapkan ikan bakar untuk mereka bersantap.
Setelah tiba duluan di sana, Ji Lian Hua segera menyambar ikan yang sudah matang itu.
Lalu dia mengambil posisi duduk memunggungi api unggun.
Dengan kepala tertunduk dan wajah merah padam.
Dia mencoba meredakan rasa malu dan canggung nya, dengan cara memfokuskan diri menyantap ikan bakar di tangan nya.
Yu Ming sendiri di tepi sungai sana, setelah menerima dan mengenakan kembali jubah luarnya tanpa berani menoleh sedikitpun.
Hingga saat dia mendengar suara langkah kaki Ji Lian Hua, sedang berlari menjauhi tempat itu.
Yu Ming sambil menghela nafas lega, dia baru berani kembali menoleh kebelakang.
Menemukan Ji Lian Hua sudah tidak ada di sana, Yu Ming sekali lagi menghela nafas panjang.
Setelah tadi tanpa di sengaja, dia kembali menyaksikan pemandangan indah, yang tidak sepantasnya dia lihat itu. Tapi justru kembali muncul di depan matanya.
Dia kini sedang mencoba berusaha menenangkan guncangan perasaannya.
Yu Ming memilih berdiri diam di tepi sungai itu, dengan sepasang mata terpejam.
Hingga dia mendengar suara langkah kaki Ji Lian Hua kembali menghampirinya dari belakang.
Yu Ming tetap tidak berani menoleh untuk bertatapan langsung, karena dia masih merasa canggung dan sedikit tidak enak hati .
"Yu Ming ke ke, kamu belum makan, ikan bakar mu hampir dingin.."
"Makanlah.."
Melihat Ji Lian Hua sudah membawakan ikan bakar untuk nya, kini pun sudah di sodorkan di depan matanya.
Yu Ming segera mengulurkan tangannya untuk menerimanya dan berkata,
"Makasih Hua er.."
"Maaf aku tadi telah,.."
"Sekali lagi maaf aku benar benar tidak bermaksud.."
Ucapan Yu Ming yang canggung dan berlepotan, akhirnya berhenti di tengah jalan.
Saat Ji Lian Hua tiba-tiba muncul di hadapannya, Gadis itu dengan sepasang tangan nya, dia langsung menarik belakang leher Yu Ming kebawah
Lalu gadis itu dengan wajah sedikit tengadah dan sepasang kaki berjinjit.
Dia tanpa banyak bicara langsung menutupi mulut Yu Ming dengan mulutnya
__ADS_1