PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
NAGA PANCA WARNA


__ADS_3

Kini giliran sepasang tapak cakar Qiong Qi yang terbang di udara.


Pedang Xuan Yuan telah memotong tapak cakar Qiong Qi tepat di sambungan nya.


Bagian sambungan sangat rentan terputus saat berbenturan dengan benda keras dan tajam.


Tapi untuk mengenai tempat ini, harus cepat kuat dan tepat, bila tidak tentu akan sangat sulit.


Contoh yang paling mudah adalah saat kita beli ayam potong dan kita coba potong potong ayam sendiri, susah kan.?.


Padahal golok kita jauh lebih tajam,, tapi karena tebasan kita sering meleset, jadilah yang kena adalah bagian tulang keras.


Sedangkan penjual ayam, meski goloknya kadang kurang tajam, tapi karena tebasan mereka tepat sasaran, tepat mengenai tulang rawan di bagian sambungan.


Di tambah dengan kekuatan ayunan golok yang kuat tepat, maka jadilah terlihat begitu mudah.


Contoh lain adalah memotong kelapa, dan membuka durian, kedua hal itu juga sedikit mirip.


Jadi pada prinsipnya adalah cepat tepat dan kuat, itulah kunci keberhasilan.


Semua itu di peroleh melalui latihan, dan di tempa oleh situasi.


Istilahnya bisa karena biasa.


Groowaaarrrrrrr..!'


Qiong Qi kembali meraung kesakitan, dia terlihat tersungkur di atas lantai, kesulitan berdiri. Karena sepasang tapak cakar depannya, telah di putus oleh Yu Ming .


Yu Ming dengan langkah tenang menghampiri Qiong Qi, dia lalu mengangkat pedang nya keatas.


Bersiap memberikan tebasan terakhir kearah leher Qiong Qi.


Tapi saat sepasang matanya beradu dengan tatapan mata Qiong Qi yang memelas dan menyedihkan.


Hati Yu Ming menjadi ragu, pedang yang terangkat, menjadi terhenti sejenak di sana.


Tatapan mata Qiong Qi saat ini, sama persis dengan tatapan mata seekor kucing yang meminta makan, atau minta di tampung karena tidak punya tempat berteduh, sambil mengeluarkan mengeong minta di kasihani.


Tapi begitu kamu lengah, dia tidak akan sungkan berak dan kencing sembarangan di pekarangan, atau bahkan mungkin di dalam rumah mu, dia juga tidak akan segan mencuri makanan di atas meja mu, menimbulkan kekacauan dan memecahkan barang mu diatas meja.


Tapi saat tidak ada peluang dia akan meringkuk malas di kursi sofa mu, sambil mencakar dan merobek sofa mu, untuk mengasah kuku nya.


Hal seperti inilah yang sedang Yu Ming rasakan, sehingga dia jadi menimbang nimbang dalam keraguan.


Di saat melihat Yu Ming ragu dan lengah, Qiong Qi segera menggunakan kedua kakinya menjejak tanah.


Lalu tubuhnya tiba-tiba melenting keatas, dengan gerakan seperti kilat menyambar.


Ekornya yang berdiri, bergerak menyerang balik bagian kepala dan leher Yu Ming .


"Wuttttttt...!"


Tapi pergerakannya masih kalah cepat, Yu Ming sudah berpindah ke posisi lain.

__ADS_1


Kini tanpa keraguan lagi, Yu Ming langsung menebaskan pedang Xuan Yuan di tangan nya.


"Singggg...!"


"Crasssh...!"


Qiong Qi kepalanya terlihat terpisah dari tubuhnya, jatuh menggelinding di atas tanah.


Setelah berhasil mengakhiri perlawanan mahluk paling ganas dan berbahaya di hutan misterius ini.


Yu Ming kini berjongkok di sampingnya, memeriksa dan mencari letak mutiara siluman mahluk tersebut.


Setelah di ketemukan Yu Ming langsung menyimpannya kedalam gelang penyimpanan.


Selanjut nya Yu Ming melangkah menghampiri gerbang pintu batu di depannya.


Dengan satu lompatan ringan, Yu Ming sudah melewati undakan anak tangga, dia kini berdiri tepat di depan pintu gerbang batu tebal, yang tertutup rapat.


Yu Ming segera mengulurkan tangannya untuk melakukan pemeriksaan.


Setelah beberapa waktu berlalu, Yu Ming akhirnya menemukan sebuah lubang kunci, di bagian samping kanan pintu batu tebal.


Lubang kunci terletak di tempat yang agak tersembunyi, yaitu di balik dinding pintu Goa tempat kediaman Qiong Qi.


Beberapa saat melakukan pemeriksaan dan telah memastikan, bahwa yang ada di hadapannya adalah sebuah lubang kunci, yang benar benar pas dengan Kunci emas peninggalan istri nya.


Yu Ming baru mencoba memasukkan kunci emas kuno dengan hati hati.


Setelah merasa cocok dan pas, Yu Ming baru memutarnya kearah kanan.


"Kreekkk...!" "Kreekkk...!"


Terdengar suara berderak keras, sebelum kemudian pintu gerbang itu perlahan-lahan terbuka dengan sendirinya.


Begitu pintu gerbang batu tebal terbuka lebar, Yu Ming segera mencabut kunci emas kuno nya, lalu menyimpannya.


Selanjutnya Yu Ming langsung melesat cepat bagaikan sebuah kilatan cahaya.


Tahu tahu Yu Ming sudah berada di dalam Goa raksasa di balik pintu gerbang batu tebal, yang kini sedang bergerak menutup dengan sendirinya.


Yu Ming mengedarkan pandangan matanya, dia melihat di dalam ruangan tersebut hanya ada tiga benda.


Pertama adalah sebuah tungku api kuno, yang kemungkinan besar, berguna untuk menempa senjata.


Selain tungku, adalah sebuah peti mati batu, sama seperti peti mati batu yang pernah Yu Ming temukan sebelumnya.


Yu Ming yakin di dalam peti mati batu itu, Roh kegelapan kedua pasti terkurung di dalam sana.


Yu Ming berpikir di dalam hati, benarkah Roh kegelapan kedua ini, adalah roh pengendali takdir, yang tahu masa depan dan masa lalu seseorang.


Sehingga dengan mudah dia bisa membantu mengubah takdir buruknya menjadi takdir baik.


Selain tungku dan peti mati, yang paling terakhir adalah seekor Naga, yang mengeluarkan panca warna.

__ADS_1


Naga Panca Warna itu terlihat sedang melayang layang di atas langit langit ruangan.


Sambil terus menatap tajam kearah Yu Ming .


Tiba-tiba Naga itu berbicara,


"Anak muda siapa kamu, ?"


"Bagaimana kamu bisa kemari..?"


"Mana teman ku yang berjaga di luar sana..?"


Yu Ming sedikit bingung dengan ucapan Naga itu, yang seolah olah bersahabat dengan Qiong Qi.


Sangat berbeda dengan cerita kakek luarnya.


Tapi Yu Ming tidak mau berpikir terlalu jauh, dia percaya dengan kakeknya.


Jadi Yu Ming membalas menatap Naga di hadapannya dengan berani.


Dan dia segera menjawabnya dengan jujur,


"Nama ku Wen Yu Ming , aku adalah cucu luar dari pemilik medali ini.."


"Maaf teman mu yang di luar sana, sangat jahat.."


"Tiada pilihan lain, aku harus menghabisi nyawa nya.."


"Bila kamu ingin membalaskan dendam untuk teman mu, silahkan saja.."


"Aku tidak akan lari dari tanggung jawab sebab akibat perbuatan ku.."


Ucap Yu Ming tegas .


Naga pancawarna tiba tiba tertawa keras,


"Ha..ha..ha...ha..ha..!"


"Bagus,..! sungguh bagus..! akhirnya tuan ku punya penerus..!"


"Ha..ha..ha...ha..ha..!"


"Hari ini aku sungguh bahagia..!"


Ucap Naga pancawarna sambil meliuk liuk di udara.


Dia terlihat sangat gembira, mendengar ucapan Yu Ming .


Sedikit di luar dugaan Yu Ming , yang sempat was was dengan Naga itu.


Naga itu perlahan lahan melayang turun, lalu dia mendekam diatas tanah, dan berkata,


"Anak muda,. mulai saat ini kamu adalah tuan baru ku.."

__ADS_1


"Aku akan mengabdi pada mu, seperti aku mengabdi pada kakek mu.."


__ADS_2