
Bisa langsung di kembalikan ke lawan nya, ataupun di alihkan menyerang ke lawan lainnya.
Kini Ji Qin Fu yang menjadi kelinci percobaan ilmu pertama Ilmu bola karet, yang berhasil dia ciptakan beberapa saat yang lalu.
Ji Qin Fu sangat kaget oleh daya tolak luar biasa yang Yu Ming mainkan.
Selain itu dia juga menatap heran dan penasaran kearah Yu Ming atas sikapnya yang membela dan menyelamatkan orang sejahat Seng Kun.
"Hei apa yang kamu lakukan, mengapa kamu malah membelanya...!"
"Apa otak mu terganggu karena pusaran tadi..!?"
"Sakit ya kamu..!?"
Bentak Ji Qin Fu kesal sambil menunjuk nunjuk wajah Yu Ming .
Dia sebenarnya masih marah, karena Yu Ming tanpa sebab jelas pernah mempermalukan dirinya habis habisan tempo hari.
Kali inipun dia bersedia bekerja sama, sebagian karena ingin membela nasib rakyat Qu Fu yang terganggu oleh kelompok ini.
Sebagian lagi hatinya merasa tidak enak sama Yang Ni, karena setelah Yang Ni mengalami penganiayaan oleh si botak.
Makan itu sebenarnya, dia lah yang paling pertama menemukan Yang Ni dalam kondisi mengenaskan.
Tapi karena takut jadi tertuduh yang akan menghancurkan reputasi dan nama baiknya, sebagai seorang pangeran keluarga Ji.
Keluarga kerajaan yang terhormat.
Sehingga dia memutuskan tidak memberikan pertolongan, dia memutuskan melarikan diri menghindari tanggung jawab.
Dengan egois dia meninggalkan seorang gadis, yang memerlukan pertolongan, tapi dia tidak bertindak pergi menolong nya, demi nama baik dan reputasi nya sendiri.
Untuk itu di dalam hati, dia selalu punya rasa sesal, hati nuraninya tidak bisa menerima tindakan dan keputusan yang diambil saat itu.
Sehingga terhadap Yang Ni dia selalu ada rasa berhutang, penyesalan dan rasa bersalah yang sulit dia ungkapkan.
Itu juga merupakan alasan dia bersedia ikut kemari untuk membantu misi ini.
Di mana Yang Ni juga turut serta, dalam misi ini.
Bukan karena dia ingin bekerja untuk Yu Ming, juga bukan karena dia takut dengan Yu Ming .
Meski ilmunya lebih lemah dari Yu Ming , dia tidak bakal takut dengan Yu Ming .
Takut dan memohon ampun dari Yu Ming tidak ada dalam kamusnya, dia lebih baik mati terhormat seperti paman pertamanya Bo Yi yang di bunuh dan di jadikan bola daging oleh raja Zhoug dari kerajaan Yin Tsang.
Dinasti sebelum dinasti Zhou saat ini yang di pimpin oleh paman keduanya Ji Fa.
Yu Ming menanggapi dengan tenang sikap berang nya Ji Qin Fu yang dia maklumi, apa yang menjadi pemicunya.
Dengan sikap santai Yu Ming berkata,
"Saudara Qin Fu, tahan emosi mu.."
"Aku melakukan hal ini tentu ada alasannya.."
__ADS_1
"Tolong dengarkan dulu penjelasan ku.."
Ucap Yu Ming sabar tidak mau melayani emosi Ji Qin Fu.
Ji Qin Fu tentu saja tidak mau mengalah begitu saja.
Dengan emosi dia menunjuk wajah Yu Ming dan berkata,
"Coba kamu jelaskan bangsat..!"
"Bila tidak masuk akal, hari ini lebih baik kamu menguburku di sini sekalian.."
"Aku Ji Qin Fu seorang laki laki sejati, boleh mati tidak boleh di hina..!"
Yang Ni tentu saja marah melihat pria yang dia kagumi, di maki maki seperti itu oleh Ji Qin Fu.
Min Min juga memandang dengan kurang senang karena kakak baiknya di maki maki.
Hanya saja karena sifatnya berbeda dengan Yang Ni , dia lebih bisa menahan diri.
Tapi tidak dengan Yang Ni, Yang Ni segera melompat keluar menunjuk pedang putihnya kearah wajah Ji Qin Fu dan berkata dengan galak.
"Mundur kamu,..! dengarkan dulu penjelasannya..!"
"Sebelum jelas jangan asal fitnah..!"
"Ingat jaga mulut mu yang akan menjadi harimau mu.."
"Siapa bangsawan siapa bangsat rendahan, waktu dan sikap yang menentukan,.."
Teguran Yang Ni terbukti tokcer, Ji Qin Fu mundur teratur sulit berbicara.
Dia hanya bisa berkata dua patah kata,
"Nona,.. aku..."
Setelah itu dia menghela nafas panjang dan melangkah mundur menjauhi Yang Ni.
Bukan dia takut, tapi dia memang tidak mungkin bisa melawan Yang Ni.
Yu Ming menghela nafas panjang dua maju memegang tangan Yang Ni dengan lembut.
Menariknya mundur dan berkata,
"Tidak apa apa, dalam hal ini aku juga ada salah.."
"Kamu mundurlah, biar aku menjelaskan padanya maksud tujuan ku membiarkan Seng Kun ini hidup.."
"Bila setelah ini, dia merasa akan lebih baik langsung membunuh nya aku juga tidak masalah.."
"Jadi memang tidak ada yang perlu di ributkan, percayalah pada ku.."
Ucap Yu Ming lembut dan sabar.
Sehingga langsung melumerkan dan mendinginkan hati dan emosi Yang Ni yang meledak ledak.
__ADS_1
Yang Ni mengangguk pelan bergerak mundur dan berkata,
"Baiklah Yu Ming ke ke,.. semuanya mengikuti mu.."
Yu Ming tersenyum dan menepuk lembut pundak Yang Ni, setelah itu dia baru menatap kearah Ji Qin Fu dan berkata,
"Qin Fu, aku tidak membelanya,."
"Aku melakukan ini semuanya adalah mengingat yang selama ini dia lakukan telah mendatangkan luka penderitaan kesedihan dan kesalahan yang tidak kecil terhadap seluruh penduduk kota Qu Fu.."
"Jadi yang seharusnya paling berhak memutuskan hukuman untuk nya, tentu adalah penduduk kota Qu Fu.."
"Selain itu semua penduduk wanita yang selama ini menjadi korban, jasad mereka ada di mana.."
"Tentu hanya orang ini yang tahu.."
"Hanya lewat dia kita bisa menemukan jasad para korban, agar bisa di makamkan dan di sembahyang kan secara layak oleh keluarga yang di tinggalkan.."
"Sehingga arwah arwah itu bisa pergi dengan tenang tidak akan menjadi ganti penasaran lagi.."
"Untuk itulah orang ini, aku selamatkan.."
"Itulah alasan ku.."
"Sekarang aku sudah jelaskan semua, tapi keputusan ada pada mu.."
"Karena kini di kota Qu Fu, sebagai bangsawan keluarga istana, kamulah yang paling berhak memutuskan.."
"Apapun keputusan mu aku tidak akan ikut campur.."
Ucap Yu Ming menutup penjelasannya.
Dia kemudian menoleh kearah Yang Ni dan Min Min, dan berkata,
"Ayo kita kembali ke penginapan berberes beres.."
"Setelah itu kita bisa melanjutkan perjalanan kita, karena masalah di sini sudah selesai.."
Ucap Yu Ming .
Kedua gadis itu mengangguk cepat, mereka menyambut dengan gembira.
Ajakan Yu Ming untuk melakukan perjalanan bersama, karena memang hal itulah yang mereka harapkan.
Yu Ming melangkah meninggalkan Goa, meninggalkan Seng Kun dan Ji Qin Fu yang berdiri bengong di tempat.
Sedangkan Yang Ni dan Min Min tanpa perlu di minta untuk kedua kalinya.
Kedua gadis itu segera bergerak mengikuti Yu Ming dari belakang.
Yu Ming yang berjalan di depan sebagai penunjuk jalan karena Goa itu sangat rumit jalannya.
Dia mengandalkan bisikan petunjuk Naga Panca Warna lewat pesan suara.
Sehingga dia dengan mudah menentukan arah pilihan langkahnya.
__ADS_1