PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Che Lung dari Mo Kui Shan


__ADS_3

Yu Ming berdiri diam,terus menatap kearah Ji Lian Hua.


Menunggu jawaban dari Ji Lian Hua.


Selama beberapa waktu berada dalam keheningan,


Setelah merasa dirinya sudah lebih tenang.


Ji Lian Hua akhir nya berkata,


"Aku takut saat hari itu tiba, aku akan berat melepaskan kepergian mu.."


"Aku takut diri ku,akan menjadi egois dan menjadi penghalang langkah mu.."


"Aku takut aku akan menjadi beban di kaki mu.."


"Aku.."


Ji Lian Hua kembali tidak sanggup melanjutkan ucapan nya, karena perasaannya kembali labil.


Dia terlanjur sesunggukkan di belakang punggung Yu Ming .


Mendengar dan melihat reaksi Ji Lian Hua, Yu Ming pun menurunkan Ji Lian Hua dari punggungnya.


Lalu dia berbalik menghadap kearah Ji Lian Hua, menarik Ji Lian Hua masuk kedalam pelukannya.


Memeluknya erat erat dan berkata,


"Maafkan aku Hua er, takdir ku yang membuat mu harus menanggung kesedihan seperti ini.."


"Maafkan aku,..aku.."


Yu Ming sulit meneruskan ucapan nya, rasa bersalah menyelimuti seluruh perasaan nya.


Selain memeluk erat erat istrinya dalam diam, tidak ada yang bisa Yu Ming lakukan ataupun katakan untuk menghibur Ji Lian Hua.


Yu Ming tidak bisa mengeluarkan kata kata menghibur Ji Lian Hua, bukan karena dia bodoh, tidak pandai bicara.


Tidak, tapi ini semua lebih karena, dia tidak bisa memberikan janji janji kosong, yang akan membuat Ji Lian Hua menaruh harapan lebih besar lagi pada diri nya.


Bila hal itu terjadi, saat mereka benar benar berpisah.


Ji Lian Hua tentu akan semakin bersedih karena nya.


Yu Ming akhirnya hanya bisa berdiri diam membiarkan Ji Lian Hua melepaskan semua beban tekanan di hati nya, keluar lewat tangisan panjang penuh kesedihan nya.


Setelah tangisan Ji Lian Hua mereda, Yu Ming baru bergerak menggendong Ji Lian Hua di depan dadanya.


Membiarkan lengan kiri Ji Lian Hua melingkar di belakang lehernya, kapala dan wajah'nya menyusup di dada Yu Ming yang bidang.


Yu Ming dengan cara itu menggendong Ji Lian Hua berjalan kembali ke atas kapal mereka.


Yu Ming tanpa memperdulikan tatapan mata dan komentar orang orang di sekitarnya.

__ADS_1


Dia terus menggendong Ji Lian Hua melewati halaman luas dermaga yang ramai, langsung naik keatas kapalnya yang sedang berlabuh di sana, memuat barang.


Yu Ming langsung menggendong Ji Lian Hua masuk kedalam kamar bersama mereka, diatas kapal.


Setelah membaringkan Ji Lian Hua, ikut menemaninya berbaring hingga gadis itu tertidur pulas.


Yu Ming setelah menyelimuti Ji Lian Hua dengan selimut hangat.


Dia baru turun dari atas ranjang.


Pergi ke kursi di dekat jendela, Yu Ming duduk dalam posisi bersila di sana


Menenangkan pikiran sekaligus menghimpun Chi memenuhi seluruh tubuhnya.


Memanfaatkan waktu singkat yang ada, Yu Ming coba berlatih jurus ketiga Tiada awal tiada akhir.


Di luar dugaan Yu Ming bisa menyelesaikan jurus itu dengan sempurna tanpa kesulitan.


Yu Ming menjadi penuh percaya diri setelah dia berhasil melatih jurus ketiga, Semuanya Kembali ke Asal.


Tepat Yu Ming menyelesaikan latihan jurus ketiganya, saat sepasang matanya terbuka.


Kentungan ketiga pun terdengar sayup sayup di luar sana.


Ji Lian Hua terlihat keluar dari balik kain penutup tempat tidur mereka.


Dia menyibak kain penutup tempat tidur, mengikatnya kesamping.


Dengan ikatan sanggulan sederhana seadanya.


Ji Lian Hua lalu turun dari tempat tidur, berjalan menghampiri Yu Ming dan berkata,


"Di luar udara dingin, Yu Ming ke ke kamu kenakan saja jubah yang baru aku jahitkan untuk mu ini.."


"Kamu coba pas tidak.."


Ucap Ji Lian Hua sambil membantu Yu Ming, mengenakan jubah tersebut, dan membantu mengikatkan tali nya di depan dada Yu Ming .


Yu Ming tersenyum penuh haru, menatap wajah cantik Istrinya yang sedang tertunduk fokus membantu mengikatkan tali pengikat jubah agar tidak melorot.


Yu Ming menatap Ji Lian Hua dengan mesra, tanpa di sadari, satu persatu kenangannya bersama Ji Lian Hua terbayang di depan matanya.


Mulai dari masa lalu, hingga saat ini, semua terbayang dengan jelas di depan pelupuk matanya.


"Sudah ternyata sangat pas.."


Ucap Ji Lian Hua sambil tersenyum puas, melihat hasil karyanya, kini telah di kenakan ditubuh suami tercintanya.


Saat Ji Lian Hua menatap kearah Yu Ming , dia baru menyadari suaminya ternyata sedang termenung menatap kearah wajah nya.


Sambil tersenyum Ji Lian Hua melambai lambaikan tangan nya di depan wajah Yu Ming dan berkata,


"Suamiku sadarlah, kamu kenapa ?"

__ADS_1


"Apa yang kamu lihat dan pikirkan..?"


Yu Ming yang di sadarkan oleh pertanyaan istrinya, sambil tersenyum Canggung, dia menarik Ji Lian Hua kedalam dekapannya dan berkata,


"Istriku kamu sangat cantik dan wangi, aku benar benar sangat bahagia bisa menjadi suami mu..'


Ji Lian Hua balas memberikan pelukan mesra, sambil membelai lembut punggung suaminya yang tertutup jubah halus buatan tangan nya sendiri.


Ji Lian Hua tersenyum puas dan bahagia, sesaat kemudian dia baru berkata,


"Suami ku, waktu janji temu sudah tiba.."


"Pergilah,.. hati hati..aku menunggumu.."


Yu Ming mengangguk pelan, melepaskan pelukannya, setelah memberikan ciuman lembut di kening istrinya.


Yu Ming pun berlalu dari sana, melesat meninggalkan kamar mereka lewat jendela kamar yang terbuka.


Sesaat saja, Yu Ming sudah menghilang di balik kegelapan sungai.


Yu Ming di bawah donat bulan terlihat berkelebat cepat bagaikan bayangan setan.


Sebentar saja dia sudah menghilang dari atas kapal, muncul di dermaga.


Lalu kembali menghilang, saat muncul lagi dia sudah keluar dari wilayah dermaga.


Sesaat kemudian bayangan Yu Ming sudah berkelebat cepat menuju arah selatan.


Yu Ming yang terus bergerak cepat di bawah penerangan sinar rembulan.


Akhirnya dia tiba di sebuah lapangan luas yang di kelilingi oleh hutan bambu.


Ditengah lapangan luas itu, terlihat seorang kakek berpakaian hitam, berjanggut pendek membawa sebatang kebutan bulu di tangan nya.


Kakek itu berdiri tenang di tengah lapang, menatap tajam kearah Yu Ming dan berkata,


"Akhirnya kamu datang juga Pangeran Yu Ming dari selatan.."


"Aku pikir kamu tidak jadi datang, gagal memenuhi undangan ku.."


"Ternyata kamu cukup kesatria,.."


"Bagus, aku berjanji akan memberi mu kematian cepat dan jasad utuh.."


"Bersiaplah..!"


Selesai berkata, tanpa menunggu respon jawaban dari Yu Ming .


Dia sudah langsung melepaskan tiga kali kibasan kebutan bulu, yang memunculkan tiga cahaya biru muda, bergerak bagaikan bianglala, dengan cepat menerjang kearah Yu Ming .


Yu Ming menanggapi serangan tersebut dengan membentuk perisai Chi Ciu Sen Kung.


Sehingga serangan kakek Che Lung dari Mo Kui Shan, semuanya tertolak balik ke empu nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2