
Berjalan sesuai prediksi Ji Lian Hua, Mereka berhasil menduduki kota Beijing tanpa perlawanan.
Sedangkan Huo Shu yang dalam perjalanan nya, mundur ke Beijing,.dia kalah cepat.
Dia terpaksa membawa pasukannya yang dalam keadaan lelah dan kelaparan mengambil jalan memutar arah kembali ke kota Ji.
Ditengah perjalanan terjadilah insiden pemberontakan dari tubuh pasukan Huo Shu sendiri.
Sehingga Huo Shu dan pasukan setianya, semuanya tewas di bantai oleh pasukan pemberontak.
Awalnya bermula dari pasukan yang memutuskan melarikan diri.
Huo Shu menurunkan titah keras, barang siapa yang mencoba melarikan diri, akan langsung di hukum mati di tempat, dengan panah menembus hati.
Titah ini awalnya cukup menekan, sehingga tidak ada lagi yang mencoba melarikan diri.
Tapi lama kelamaan karena jatah makan yang tidak adil, kembali muncul pasukan melarikan diri dalam jumlah lebih banyak lagi.
Begitu mereka hendak di tangkap, dan di hukum tembak mati dengan anak panah.
Mereka segera melawan balik, banyak pasukan yang ikut dengan mereka bergerak melakukan perlawanan balik.
Semakin lama semakin meluas dan tak terkendali, akhirnya perang pecah.
Antara pasukan yang setia dengan Huo Shu dan pasukan yang ingin memberontak dari Huo Shu.
Perang tidak berjalan lama, karena pihak pemberontak jumlahnya jauh lebih besar.
Huo Shu dan pasukan setianya, mereka semuanya tewas di bantai oleh pasukan pemberontak.
Pasukan pemberontak ini, kemudian berbalik menuju Beijing untuk menyerahkan diri.
Mereka kemudian kembali bergabung menjadi pasukan kerajaan Zhou.
Ji Lian Hua dan pasukannya dalam perjalanan mendapatkan kabar tersebut.
Dia segera menulis surat, untuk di kirim ke Yang Jian, meminta nya menyusul ke kota Ji.
Sedangkan Ji Lian Hua sendiri melakukan perjalanan cepat langsung menuju ke kota Ji.
Ji Lian Hua melakukan perjalanan cepat, saat tiba di perbatasan kota Ji, Ji Lian Hua sudah mendapatkan kabar dari mata mata garis depan nya.
Bahwa kota itu sedang di kepung rapat oleh pasukan suku Bei Di.
Saat ini yang bertahan di kota tersebut, hanya tersisa pasukan keamanan, di bantu oleh rakyat kota Ji sendiri.
Mereka sudah mengalami pengepungan dan gempuran dari pasukan suku Bei Di, selama 3 hari 3 malam.
Ji Lian Hua yang mendapatkan informasi tersebut, dia segera memerintahkan kepada pasukannya agar membuat perkemahan.
Sambil menunggu pasukan nya memulihkan rasa kelelahan mereka, setelah di paksa menempuh perjalanan cepat dan jauh .
Ji Lian Hua juga berusaha mengumpulkan informasi, sebelum bergerak menyerang pasukan suku Bei Di.
Dari laporan mata mata, Ji Lian Hua memperkirakan setidaknya pertahanan kota Ji, bila terus bertahan di dalam benteng.
__ADS_1
Paling cepat suku Bei Di butuh 5 hari lagi, baru bisa menjatuhkan kota tersebut.
Jadi untuk itu Ji Lian Hua masih punya waktu dua hari lagi, untuk mengistirahatkan dan memulihkan kondisi pasukannya.
Sambil memikirkan cara terbaik untuk memukul mundur pasukan suku Bei Di.
Sementara Ji Lian Hua dan pasukannya seng berkemah.
Di tempat lain, Yu Ming bersama Yang Ni akhirnya tiba juga di kota Tian Jin.
Saat hendak memasuki kota tersebut melihat kota tersebut seperti dalam suasana siaga berperang.
Saat melewati pemeriksaan di pintu gerbang, Yu Ming sambil lalu pun bertanya kepada petugas yang berjaga di depan pintu gerbang kota.
"Kakak kalau boleh tahu apa yang sedang terjadi, mengapa kita ini, terlihat agak berbeda dengan kita kota sebelumnya yang kami lewati..?"
Petugas itu menatap Yu Ming dengan tajam dan berkata,
"Apanya yang berbeda..?"
Yu Ming yang mendapatkan pertanyaan balik, dan di tatap dengan penuh rasa curiga.
Dia sambil tersenyum canggung berkata,
"Kota ini terlihat sangat sibuk, seperti sedang dalam persiapan menghadapi invasi musuh.."
Petugas jaga semakin bercuriga, dia segera memberi kode agar rekan rekannya datang berkumpul mengepung Yu Ming .
Yu Ming sadar kekeliruan nya, yang bersikap kepo, tanpa di sengaja kini dia justru mengundang masalah bagi perjalanan nya.
Saat terdengar suara kegaduhan di luar kereta, Yang Ni segera keluar dari dalam kereta.
Pasukan penjaga juga sudah menodongkan senjata, bersiap menyerang Yu Ming .
Yang Ni yang berdiri di atas kereta segera berteriak,
"Hentikan..! siapa pimpinan jaga di sini ?!"
"Harap keluar berbicara dengan ku..!"
Seorang pria berkumis, yang seragamnya sedikit berbeda, dia segera berjalan maju kedepan dan berkata,
"Aku Dan Li komandan pasukan jaga saat ini, katakan cepat..!"
"Apa yang ingin kamu katakan..!?"
Yang Ni membalas menatap tajam kearah komandan pasukan tersebut dan berkata,
"Aku Yang Ni, putri Yang Guo, pasangan pendekar hitam putih.."
"Kalian di sini bekerja untuk gubernur Li Sun dan Jendral muda Li Tek, atau kalian sekarang bekerja pada pemberontak Huo Shu..!?"
"Bila kalian bekerja pada Huo Shu tak ada lagi yang perlu kita bicarakan..!"
Bentak Yang Ni .
__ADS_1
Komandan itu begitu mendengar Yang Ni adalah Putri pasangan pendekar, yang sangat di hormati di seluruh wilayah Tian Jin.
Dia segera memberi kode, agar seluruh pasukan nya, bergerak mundur .
Lalu dengan sikap penuh hormat, dia berkata,
"Maaf,.. kami tidak mengenali nona, kami tidak tahu nona adalah putri tunggal pendekar besar Yang.."
"Sehingga timbul kesalahpahaman seperti saat ini.."
"Kami bukan dan tidak di bawah Hou Shu jendral penghianat itu.."
"Kami semua masih di bawah Jendral L.."
"Mari saya antarkan Nona ke kediaman Gubernur Li, ayah ibu nona saat ini ada di sana.."
Yang Ni mengangguk pelan menjura dan berkata,
"Terimakasih paman Dan.."
"Maaf jadi merepotkan paman.."
Komandan Dan Li segera menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada yang di repotkan ini memang sudah tugas.."
"Mari nona .mari tuan.. silahkan.."
Ucap Dan Li sambil mempersilahkan Yu Ming untuk kembali naik keatas kereta.
Dia sendiri segera menyusul menjadi kusir kereta, membantu membawakan kereta itu menuju kediaman atasannya.
Tidak butuh waktu lama, karena di bantu di kawal pasukan keamanan kota.
Mereka bisa tiba lebih cepat, terbebas dari hambatan.
Setelah tiba di halaman kediaman gubernur Li, komandan itu melompat turun duluan dari kereta kuda tersebut.
Dia menyerahkan kereta untuk di awasi bawahannya.
Sedangkan dia sendiri langsung berlari pergi melapor pada petugas penjaga pintu gerbang kediaman gubernur Li.
Setelah menyampaikan pesan ke penjaga pintu, Dan Li segera kembali ke hadapan Yu Ming dan berkata,
"Tuan kami hanya antar sampai di sini saja.."
"Kami masih ada pekerjaan di pintu gerbang sana.."
"Jadi kami mohon permisi.."
Yu Ming segera balas menjura memberi hormat dan berkata,
"Silahkan komandan Dan, terimakasih banyak sudah bantu antar kami kemari.."
Komandan Dan tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Tidak perlu sungkan, ada perlu apa hubungi saja.."
"Kami siap membantu.."