PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
SINGA BERTANDUK


__ADS_3

Kepala Siluman Beruang, akhirnya terpental, jatuh menggelinding di atas lantai Goa.


Tubuhnya besarnya terlihat berkelenjotan di sana, dengan darah berceceran di sekitarnya.


Tidak lama kemudian, tubuh tinggi besar itupun tergeletak kaku di sana.


Setelah memastikan, Siluman Beruang itu sudah tidak bisa memberikan serangan kejutan otot, seperti capit kepiting yang masih bergerak, meski kepitingnya sudah mati.


Yu Ming baru berani bergerak mendekat untuk memeriksanya.


Beberapa saat melakukan pemeriksaan, Yu Ming akhirnya menemukan mutiara Siluman yang di carinya, ternyata mutiara itu terletak di dalam jantung Siluman Beruang.


Yu Ming setelah menemukannya, dia segera mengeluarkan nya, dari dalam Jantung Siluman Beruang yang sudah dia keluarkan dan dia belah jadi dua.


Segera mutiara Siluman berhasil Yu Ming temukan, lalu dia simpan kedalam gelang penyimpanan nya.


Setelah mendapatkan apa yang di carinya, Yu Ming yang tidak bisa meninggalkan Goa.


Terpaksa mencari tempat kering untuk melanjutkan latihannya.


Hujan lebat yang terus berlangsung, airnya mengalir deras masuk kedalam Goa.


Secara kebetulan melintasi area Siluman Beruang terbaring, sehingga genangan darah dengan cepat berhasil di cuci bersih.


Tubuh Siluman Beruang yang tergeletak di sana, terus di lewati oleh air yang mengalir sehingga memperlambat pembusukan nya.


Tepat hari ke tujuh, di mana setengah dari Goa sudah terendam air.


Hujan belum juga terlihat ada tanda tanda akan berhenti .


Yu Ming yang sudah tidak sanggup menahan bau busuk menyengat di dalam Goa.


Dia akhirnya berlompatan diatas tonjolan batu yang satu, lalu berpindah ke tonjolan batu yang lainnya.


Hingga akhirnya dia berhasil keluar dari dalam Goa.


Setelah keluar dari dalam Goa, sambil berlarian menembus hujan.


Yu Ming segera melompat melayang naik ke arah salah satu pohon besar terdekat.


Yu Ming setelah berhasil mendarat ringan, di atas salah satu cabang dahan.


Dia melanjutkan melompat ke dahan pohon lainnya.


Dengan cara itu, Yu Ming bergerak cepat meninggalkan tempat tersebut.


Yu Ming terus bergerak masuk kedalam hutan liar, yang selama ini belum pernah dia masuki.


Yu Ming terus bergerak cepat berusaha mencari tempat kering dan bersih untuk berteduh.


Setelah beberapa waktu berlalu, di mana hujani mulai sedikit mereda.


Yu Ming akhirnya menemukan sebuah Goa, yang terletak di bawah sebuah tebing curam.


Melihat mulut Goa setinggi 10 meter lebih itu, dengan hati girang, Yu Ming segera melompat turun dari atas pohon.


Lalu dia berlari cepat melintasi lapangan terbuka, untuk mencapai pintu Goa di depan sana.


Tapi belum juga Yu Ming berhasil mencapai mulut Goa yang dia inginkan.


Dari balik Goa melompat keluar seekor singa bertanduk, sebesar kerbau muda .

__ADS_1


Singa bertanduk dengan wajah sedikit mirip Naga ini, sama dengan Chi Wen.


Mereka adalah keturunan Naga, yang berbeda dari mereka hanyalah ibu mereka.


Ibu Chi Wen adalah ikan, sedangkan Ibu dari Suan Ni, Singa bertanduk, dengan wajah mirip Naga, adalah seekor singa betina.


Oleh karena itu, seperti juga Chi Wen, Suan Ni ini juga memiliki kekuatan yang sangat mematikan.


Suan Ni menatap tajam kearah Yu Ming , kemudian dia mengeluarkan suara Auman singa nya, yang menggetarkan seluruh tempat tersebut.


"Rooaaarrrrrrr...!"


"Rooaaarrrrrrr...!"


Yu Ming tahu, mahluk ini adalah Suan Ni, dia pernah baca tentang mahluk ini, dari kitab yang tersimpan di perpustakaan Ling Xiao Bao Tian.


Perpustakaan kahyangan istana Zade.


Yu Ming berusaha bersikap setenang mungkin, dia mengulurkan tangannya kedepan dan berkata,


"Suan Ni, aku datang tidak bermaksud buruk, aku hanya ingin menumpang teduh di dalam sana.."


"Tidak ada niat buruk sedikitpun.."


"Kita bisa berbagi ruangan berteduh.."


"Rooaaarrrrrrr...!!"


Suan Ni menjawabnya dengan raungan marah.


Dia menolak berbagi ruangan dan wilayah dengan Yu Ming .


Suan Ni memamerkan taringnya yang panjang dan runcing.


Yu Ming bisa merasakan aura intimidasi yang di pancarkan oleh mahluk itu, dia tidak berani main main.


Yu Ming segera mengeluarkan pedang Xuan Yuan di tangan nya.


"Kamu yang memaksa, jangan salahkan aku bila hari ini kamu tewas di tangan ku..."


Yu Ming sudah membuka seluruh meridian besar kecil di seluruh tubuhnya.


Begitu pedang Xuan Yuan berada di tangan, Chi dari pedang Xuan Yuan sebanyak 50% langsung mengalir deras masuk kedalam tubuhnya.


Seluruh tubuh Yu Ming juga memancarkan aura intimidasi yang tidak kalah kuat dengan aura Suan Ni.


Seluruh tubuh Yu Ming memancarkan aura dewa yang pekat.


Dia sudah berada dalam mode tempur nya, sikapnya tegas dan tidak main main.


Suan Ni sesaat sedikit meragu, tapi sesaat kemudian dia langsung meraung marah.


"Rooaaarrrrrrr..!"


Setelah melepaskan suara raungan ganas menggetarkan, Suan Ni langsung melompat menerkam kearah Yu Ming .


Sepasang cakarnya yang setajam pedang pusaka berkilauan di udara, menyambar ganas kearah Yu Ming .


Yu Ming dengan gerakan tenang menggeser langkah kaki nya kesamping.


Sehingga Suan Ni terkaman nya, hanya melintas lewat di depan Yu Ming .

__ADS_1


Saat Suan Ni melintas lewat, pedang Xuan Yuan yang mengandung energi petir pun di tebaskan oleh Yu Ming .


"Duaaar...!"


Suan Ni yang tersambar petir, tubuhnya langsung terlempar puluhan meter.


"Rooaaarrrrrrr...!"


Suan Ni meraung marah, Suan Ni terlihat tidak terpengaruh dengan sambaran listrik di sekeliling tubuh nya.


Dengan sikap penuh ancaman, dia langsung berlari cepat, kemudian dia kembali membuat lompatan panjang menerkam kearah Yu Ming .


Yu Ming menjejakkan kakinya, tubuhnya segera melayang mundur menghindar.


Sambil bergerak mundur, Yu Ming langsung melepaskan tebasan pedang Xuan Yuan Es Surgawi.


Seberkas cahaya biru bergerak menghantam Suan Ni yang sedang melayang di udara.


"Blaaarrrr...!"


"Brakkkk..!"


Sekali ini Suan Ni langsung di buat menjadi potongan patung singa es beku.


Saat tubuhnya mendarat di atas tanah, patung es itu menimbulkan suara keras menghantam tanah.


Potongan patung es beku, terlihat jatuh tergeletak di atas tanah, diam tidak bergerak selama beberapa detik.


Sebelum kemudian terlihat ada hembusan asap putih dari kedua lubang hidung Suan Ni.


"Kreekkk..!"


"Kreekkk..!"


"Kreekkk..!"


"Kreekkk..!"


"Pyaaarrr...!"


Potongan es beku, yang membungkus Suan Ni perlahan lahan terlihat mengalami retakan di mana mana.


Sebelum akhirnya potongan es meledak hancur berkeping-keping jatuh keatas tanah.


Suan Ni langsung mengeluarkan suara Auman kerasnya, sambil mengangkat kepalanya menghadap langit.


"Hoaaaarrrrr...!"


Lalu Suan Ni segera melompat berbalik menghadap kearah Yu Ming .


Suan Ni kini menatap semakin marah kearah Yu Ming, sesaat kemudian tubuhnya kembali melayang kedepan.


Sepasang cakarnya yang seperti pedang pusaka, bergerak gerak di udara.


Melakukan cakaran udara kosong di udara.


"Cuittt..!"


"Cuittt..!"


"Cuittt..!"

__ADS_1


"Cuittt..!"


Suara udara tajam segera membelah udara, di sertai dengan cahaya biru transparan melesat mengejar kearah Yu Ming .


__ADS_2