PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Salah tangkap


__ADS_3

Ping Ru Meng berdiri diam di tempat dengan pedang cahaya biru siaga di tangan.


Naga Panca Warna sangat marah karena dia melihat pembunuh yang menjadi penyebab kematian Ji Lian Hua dan putrinya berada di tempat itu.


Naga Panca Warna tidak mungkin lupa bagaimana Ping Ru Meng dengan cara sangat kejam melukainya,lalu dia juga membunuh Ji Lian Hua dan putrinya yang masih kecil secara keji.


Teringat hal ini dia menjadi sangat emosi, bisikan dan peringatan Yu Ming sama sekali tidak di dengarnya.


Malahan Naga Panca Warna meninggalkan Yu Ming, dia bergerak sendiri pergi menerjang kearah Ping Ru Meng .


Tapi sebelum Ping Ru Meng sempat melakukan sesuatu menanggapi terjangan Naga Panca Warna .


Singa Bersayap di sebelah Ping Ru Meng yang bereaksi lebih dulu.


Singa itu melesat terbang keatas siap menyambut kedatangan Naga Panca Warna .


Melihat ada yang berani menghadang jalan nya. Naga Panca Warna tentu semakin marah dan emosi.


Sambil meraung marah Naga Panca Warna menyemburkan api panca warna menyambut kedatangan Singa Bersayap yang hendak menghadang pergerakan nya.


Singa Bersayap sama sekali tidak gentar, dia mengandalkan sisik di tubuhnya yang keras.


Singa Bersayap terbang menerobos kobaran api panca warna terus mendekati Naga Panca Warna .


Setelah jarak mereka tinggal 3 meter,Singa Bersayap tiba tiba mengeluarkan suara raungan dahsyat yang menggetarkan lagi dan bumi.


Hembusan kuat angin raungan Singa Bersayap, segera membuat api panca warna buyar.


Tidak sampai di sana, suara raungan tersebut bahkan berhasil membuat Naga Panca Warna beberapa detik menjadi terhenti pergerakan nya.


Di saat Naga Panca Warna terdiam beberapa detik,sudah lebih dari cukup bagi Singa Bersayap untuk mengigit dan mencengkram kuat bagian leher Naga Panca Warna .


Lalu membawanya jatuh keatas tanah, Singa Bersayap dengan ganas mengunci tenggorokan Naga Panca Warna dengan taringnya yang panjang dan runcing.


Naga Panca Warna oleh Singa Bersayap di banting dan diinjak dengan sepasang cakar kaki depan nya yang berkuku runcing.


Tanpa memperdulikan rontaan dari Naga Panca Warna , Singa Bersayap tanpa ampun mengunci leher dan tubuh Naga Panca Warna di bawah sana.


Saat Naga Panca Warna menyadari apa yang sedang terjadi.


Dia tidak meronta ronta kuat seperti sebelumnya, dia hanya diam-diam menggeser ekornya bergerak mendekati Singa Bersayap.


Singa Bersayap yang merasa sedang diatas angin.


Dia terus mengunci tenggorokan Naga Panca Warna ingin membuat lawannya tersebut kehabisan nafas dan menyerah.


Tapi tindakannya tersebut justru membuat dia sedikit lengah dan meremehkan lawannya.


Beberapa detik dia lengah, sudah lebih dari cukup bagi Naga Panca Warna untuk melilit tubuh Singa Bersayap dengan kuat.


Kini kedua hewan legenda raksasa itu, sama sama terguling diatas tanah saling mengunci.


Tidak ada yang bersedia mengalah satu sama lainnya.

__ADS_1


Mereka masing masing terus berusaha mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengunci erat erat tubuh lawannya.


Beberapa waktu berlalu, kedua mahluk itu yang saling bergulat diatas tanah.


Menimbulkan debu batu pasir berhamburan ke udara, menutupi daya pandang orang di sekitarnya.


Akhirnya terdengar suara tulang berderak keras, dari balik kabut asap.


Sebelum kemudian menyusul terdengar suara Auman kesakitan Singa Bersayap.


Setelah suara Auman Singa Bersayap berlalu, keadaan menjadi hening.


Di dalam kabut asap sana terlihat Singa Bersayap sudah tidak mampu melanjutkan perlawanan nya.


Singa tersebut terkulai lemah, dengan hampir seluruh tubuh, terlilit kuat oleh Naga Panca Warna .


Selain itu cakar cakar Naga Panca Warna yang runcing juga terlihat berhasil menembus dan merobek sisik sisik pelindung di tubuh Singa Bersayap.


Selain itu leher Naga Panca Warna yang sebelumnya terkunci oleh gigitan Singa Bersayap, kini sudah terlepas.


Malah rahang Naga Panca Warna yang terbuka lebar, kini sedang berusaha menghancurkan kepala Singa'Bersayap yang lehernya sudah di patahkan oleh Naga Panca Warna .


Singa Bersayap terkulai lemah, dengan nafas putus putus.


Dia hanya menunggu waktu kepalanya di hancurkan oleh Naga Panca Warna .


Tapi dh saat bersamaan, sebelum kepala Singa Bersayap diremuk kan oleh Naga Panca Warna .


Seberkas cahaya biru melesat tiba menghantam moncong Naga Panca Warna .


Tebasan Energi Pedang inti Es yang begitu dingin dan kuat.


Memaksa Naga Panca Warna terpaksa melepaskan mangsa di dalam mulutnya.


Naga Panca Warna setelah terpental berguling-guling di atas tanah.


Saat dia mencoba untuk bangkit, menegakkan kepalanya keatas.


Tiba-tiba dari rahangnya yang tertutup oleh kabut es.


Menjalar ke area lainnya hingga akhirnya Naga Panca Warna berubah menjadi sebuah arca es yang tertutup oleh es tebal.


Disaat Naga Panca Warna berubah menjadi sebuah arca es, seberkas cahaya biru kembali datang menerjangnya.


Tapi cahaya biru itu tertahan oleh cahaya pelangi yang terpancar dari tubuh Yu Ming.


Yu Ming tiba tepat waktu menyelamatkan tunggangan nya dari kehancuran.


Dengan cahaya pelangi yang terpancar dari seluruh tubuhnya.


Serangan cahaya biru dari Ping Ru Meng tertahan di sana, lalu di pentalkan kembali.


Yu Ming sambil tersenyum lembut berkata,

__ADS_1


"Budi dan dendam balas membalas hanya menimbulkan kebencian dan jurang penderitaan tidak berdasar.."


"Mengapa tidak mencoba untuk menyadarinya.."


"Kembali kejalan kebenaran adalah kasih, kasih terhadap semua mahluk hidup..secara tulus tanpa pamrih.."


"Itulah yang akan mendatangkan bahagia, membebaskan kita dari Belenggu penderitaan tiada awal tiada akhir.."


"Ru Meng sadarlah dari kekeliruan mu.."


Ping Ru Meng berdiri diam di tempat dia tersenyum dingin dan berkata,


"Simpan kemunafikan mu, aku muak mendengarnya.."


"Lebih baik kita tentukan, hari ini tidak kamu yang mampus, aku yang musnah.."


"Lelaki berhati serigala, tidak setia dan tidak tahu balas Budi.."


"Lihat pedang..!"


Bentak Ping Ru Meng dengan suara sedingin es, tapi sepasang mata nya yang indah tetap terlihat berkaca kaca.


"Angin berhembus semua mahluk membeku..!"


Ping Ru Meng langsung melepaskan jurus pertama nya.


Seberkas angin dingin berpusar mengeluarkan cahaya biru putih berkilauan.


Melesat cepat kearah Yu Ming, apapun yang di lewatinya langsung membeku.


Rerumputan dan tanah yang di lewati oleh energi pusaran itu, semuanya membeku.


Tapi saat membentur cahaya pelangi yang keluar dari tubuh Yu Ming.


Seketika energi itu buyar hilang tak berbekas.


Yu Ming sambil tersenyum lembut berkata,


"Ru meng,.. Lepaskan lah pedang mu,.."


"Kuasai emosi mu, mari kita lupakan semua.."


"Ikutlah dengan ku.."


"Mari kita lupakan semuanya.."


"Jangan ada lagi kemelekatan ego yang akan membawa penderitaan dan kehancuran bagi diri kita sendiri.."


Ping Ru Meng mana bisa mendengar masukan dari Yu Ming.


Dia saat ini sedang di kuasai oleh kebencian, akibat merasa di khianati oleh Yu Ming.


Semua ucapan Yu Ming tidak ada yang masuk sama sekali.

__ADS_1


Justru setiap ucapan Yu Mingdi tanggapi nya dengan salah.


__ADS_2