PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
PENG TAN IBLIS TANAH, KETUA CABANG KOTA SHANG QIU


__ADS_3

Sementara itu beberapa saat setelah Yu Ming dan rombongan anak kecilnya, memasuki kota Shang Qiu.


Di tempat lain, di sebuah ruangan yang hanya di terangi oleh api obor berwarna biru.


Sehingga ruangan tersebut terlihat agak gelap dan remang remang.


Terlihat di tengah ruangan ada seorang pria paruh baya, duduk diatas kursi kebesarannya.


Sedangkan mendengarkan laporan dari 6 orang berpakaian serba hitam.


6 orang tersebut berdiri dengan kepala tertunduk di hadapan pria paruh baya yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


Salah satu dari keenam orang itu menceritakan keseluruhan peristiwa yang dialaminya. Saat mereka berhadapan dengan Yu Ming .


Pria yang duduk diatas kursi kebesaran nya, di pisahkan oleh undakan anak tangga.


Sehingga posisinya masih jauh lebih tinggi dari posisi ke 6 anak buahnya, yang berdiri dengan kepala tertunduk di bawah sana.


Dia terlihat mendengarkan dengan serius, cerita yang sedang di sampaikan oleh salah satu anak buahnya.


Hingga anak buahnya selesai menceritakan semua nya, dia baru berkata,


"Apa kalian tahu nama dan latar belakang nya ?"


"Di mana saat ini, dia berada..?"


"Kami ada kirim orang untuk mengawasinya, sementara kami kemari untuk melapor ke ketua .."


Ucap salah satu dari enam orang itu cepat.


Salah satu dari rekan nya yang lainnya menyambung,


"Tidak ketua, kami hanya tahu namanya Yu Ming, kemampuannya mungkin ada di ranah Alam Manusia Langit, lain hal kami tidak tahu.."


Pria paruh baya, yang sebagian rambutnya mulai berwarna abu-abu.


Dia terlihat mengerutkan alisnya berpikir, kira kira siapa orang bernama Yu Ming di dunia persilatan yang pernah dia tahu.


Tapi setelah beberapa saat mengingat tidak juga berhasil mengingat nya.


Akhirnya dia berkata,


"Sudahlah,.. antarkan saja aku menemuinya.."


"Hal lain nanti baru kita pikirkan.."


Keenam orang itu langsung menjawab cepat dan kompak,


"Siap ketua.."


"Silahkan ketua.."


Ucap salah satu dari keenam orang itu, mempersilahkan ketuanya meninggalkan tempat itu.


Sesaat setelah pria setengah tua itu lewat, mereka baru menyusul mengikutinya dari belakang.


Pria itu adalah ketua cabang Sekte Iblis kota Shang Qiu.

__ADS_1


Di dunia persilatan, dia terkenal dengan julukan Iblis Tanah. Nama aslinya adalah Peng Tan


Dia berada di tahapan Alam manusia Iblis misteri, tahap menengah.


Tahapan ini sejajar dengan tahapan Alam Manusia Langit, bedanya Alam manusia langit di gunakan oleh aliran lurus dan netral.


Sedangkan di dunia hitam dan sesat, mereka punya pembagian nama tingkatan berbeda.


Khususnya di tahapan berlian keatas, nama tahapan mereka, berbeda nama sebutan nya.


Saat mereka bertujuh keluar dari pintu gerbang merah berukuran besar.


Terlihat seorang berpakaian hitam, segera menghampiri salah satu dari 6 orang bawahan Peng Tan.


Mereka segera memberi informasi dengan cara berbisik-bisik.


Mendengar laporan anak buahnya, sepasang matanya terlihat berbinar.


Sesaat kemudian dia baru menghampiri Ketuanya Peng Tan,


"Lapor ketua, target ada di restoran Hok An, malam ini dia juga terdaftar sebagai tamu, yang menginap di penginapan merangkap restoran tersebut.


Peng Tan mengangguk pelan, dia segera membelokkan langkahnya, bergerak menuju Restoran Hok An.


Di tempat lain nya, di restoran Hok An yang terlihat ramai, penuh dengan pengunjung.


Yu Ming terlihat duduk santai sambil menikmati beberapa macam masakan kesukaan nya.


Ada ikan steam, udang goreng, sayur kailan ca sapi dan semangkuk sup tahu air, dengan toping bola daging cincang.


Yu Ming terlihat tidak ambil perduli dengan keramaian restoran.


Yu Ming sengaja tidak memilih duduk di lantai dua atau pun lantai tiga restoran yang lebih sepi. Karena masakan yang sama, tapi harganya jauh berbeda.


Yu Ming saat ini tidak punya uang banyak, di dalam gelang penyimpanan nya uang yang tersisa tidak lah banyak.


Sedangkan perjalanan nya, untuk menemukan ke 8 makam kuno lainnya, masih jauh dan panjang.


Jadi dia tidak bisa sembarang berfoya foya.


Baru saja Yu Ming menyelesaikan suapan terakhir nasi di mangkoknya.


Yu Ming sudah melihat Peng Tan dan ke 6 anggotanya, sedang berjalan dengan langkah terburu-buru, menghampiri restoran di mana dia berada.


Yu Ming buru buru menghabiskan sisa makanan nya, setelah itu dia duduk tenang di sana.


Menanti kedatangan tamu tamu tak di undang itu.


Yu Ming hanya mewaspadai Peng Tan saja, sedangkan ke 6 orang yang pernah dia pecundangi.


Yu Ming sama sekali tidak menaruh sebelah mata terhadap kehadiran mereka di sana.


Kedatangan rombongan itu, seketika membuat restoran menjadi terlihat sepi.


Semua tamu yang tadinya memenuhi restoran tersebut, kini semuanya sudah tidak terlihat lagi.


Masing masing sudah pergi duluan mencari selamat.

__ADS_1


Bahkan yang di lantai dua dan tiga juga terlihat buru buru meninggalkan restoran.


Mereka setelah melakukan pembayaran di masing-masing lantai.


Mereka segera menggunakan tangga darurat, yang langsung terhubung ke bagian samping luar restoran.


Mereka dengan langkah terburu-buru, berusaha menjauhi restoran Hok An.


Pemilik restoran dan beberapa pelayan nya, mereka buru buru keluar dari dalam restoran, untuk menyambut kedatangan rombongan Peng Tan.


"Tuan Peng,.. anda sendiri sampai datang kemari ?"


"Apa ada yang bisa kami bantu..?"


Ucap pemilik restoran dengan wajah takut takut.


Sebelum Peng Tan bertindak ataupun menjawabnya, salah seorang yang berpakaian berpakaian hitam hitam, yang berdiri di belakang Peng Tan .


Dia segera bertindak maju kedepan mendorong dengan cara kasar ke dada si pemilik restoran.


"Minggir jangan ikut campur..!"


Bentaknya dengan suara galak.


"Ahhhhhhh...!"


"Brukkkk..!"


Si pemilik restoran menjerit kaget, karena dorongan kuat itu. Seketika membuat dirinya jatuh terjungkal kebelakang hingga terguling di atas tanah.


Para pelayan nya, segera buru buru pergi membantu majikan mereka, untuk bisa bangkit kembali.


Sedangkan Peng Tan dan ke 6 bawahan nya, mereka tidak mengambil pusing terhadap apa yang barusan terjadi.


Mereka kembali meneruskan langkah kaki mereka, menghampiri tempat duduk Yu Ming.


Saat tiba di hadapan Yu Ming, Peng Tan tanpa menoleh ke anak buahnya. Dia berkata dengan suara pelan.


"Inikah orang nya..?"


Keenam orang itu dengan serentak mengangguk dan menjawab nya dengan kompak.


"Benar ketua.."


Peng Tan menatap tajam kearah Yu Ming yang sedang duduk santai di hadapannya.


"Bocah nyali mu besar juga, berani mencampuri urusan sekte kami..?"


Tanya Peng Tan dengan suara dingin, penuh ancaman.


Yu Ming tersenyum santai dan berkata dengan suara tenang


"Selama sekte mu, tidak menganggu orang tua anak kecil dan wanita, atau menindas yang lebih lemah.."


"Aku tentu tidak akan pernah Sudi mencampuri urusan sekte kalian.."


Peng Tan tersenyum dingin dan berkata,

__ADS_1


"Bocah busuk, kelihatannya kamu ini benar benar sudah bosan hidup.."


"Sebelum melihat peti mati, kamu tidak tahu cara menangis.."


__ADS_2