
Yu Ming melepaskan Tebasan Pedang Tiada Awal Tiada Akhir yang di mainkan lewat Golok Cahaya Biru .
"Jurus pertama, Memisahkan gelap dan terang.."
Sebuah cahaya biru melesat kedepan, membentuk bayangan golok biru.
Saat berbenturan dengan sepasang senjata prajurit kuno, berupa tameng dan tombak.
Tanpa menimbulkan suara benturan apapun, cahaya biru, berbentuk bayangan golok.
Melewati begitu saja pertahanan tombak dan tameng prajurit kuno.
Sebelum kemudian melesat melewati leher dan dada prajurit kuno dalam posisi diagonal.
Tidak lama kemudian, setelah cahaya golok biru melintas lewat, pertama tombak dan tameng hampir bersamaan terbelah dua.
Kedua menyusul.tombak dan tameng adalah potongan kepala dan separuh dada prajurit kuno raksasa itu, jatuh menimpa permukaan air hingga muncrat tinggi keatas.
Di susul dengan potongan tubuhnya yang lain, juga menyusul roboh menimpa permukaan air, yang membuat permukaan air muncrat lebih tinggi lagi keatas.
Gelombang air raksasa, segera bergerak cepat, menggulung kearah kapal yang di nahkodai Paman Luo.
Untungnya kapal sudah terpasang sauh, sehingga kapal hanya terbawa naik turun mengikuti gelombang yang datang.
Setelah gelombang raksasa lewat, keadaan air laut kembali tenang, Paman Luo baru memerintahkan anak buahnya mengakar sauh kapal.
Agar kapal bisa kembali bergerak melanjutkan perjalanan mereka.
Yu Ming yang masih melayang di udara, menghembuskan nafas lega.
Saat melihat prajurit kuno itu akhir nya berhasil dia tahlukkan dan tidak bangkit bangkit lagi.
Sementara itu, kapal yang di tumpangi oleh Ji Lian Hua juga berhasil melewati terjangan gelombang besar, hal ini juga membuat Yu Ming semakin merasa lega.
Yu Ming melayang pelan kembali keatas kapal, Yu Ming mendarat ringan di bagian dek kapal di lantai dua yang lebih tinggi, di mana Paman Luo berada.
Paman Luo terlihat sedang mengendalikan kemudi kapal di temani oleh Ji Lian Hua di sebelahnya.
Melihat kedatangan Yu Ming, baik Ji Lian Hua maupun Paman Luo, mereka berdua tersenyum gembira.
Paman Luo sambil tersenyum berkata,
"Sungguh berbahaya sekali raksasa itu, bila tidak ada tuan muda Yu Ming .."
"Seluruh kapal berserta isinya, pasti akan tenggelam di tempat berbahaya ini.."
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Semua juga berkat kerjasama, dan kerja keras kalian."
"Sehingga masalah baru bisa teratasi dengan baik."
__ADS_1
"Bila tidak ada dukungan kalian di kapal ini, aku juga tidak bisa apa-apa.."
"Semoga saja perjalanan di depan lebih lancar dan mudah."
Paman Luo tersenyum dan berkata,
"Semoga saja seperti itu.."
Mereka semua tersenyum lega sambil menatap lurus kedepan.
Kapal terus bergerak pelan, bersiap keluar dari mulut celah tebing, yang sudah terlihat semakin jelas, dan semakin terang didepan sana.
Beberapa waktu berlalu, akhirnya kapal mereka keluar juga dari dalam celah tebing yang tinggi dan terjal.
Keluar dari balik celah garis pantai pasir putih yang landai dan indah mulai terlihat.
Di kejauhan sana sebuah gunung hitam, yang di kelilingi oleh rerimbunan pepohonan raksasa juga mulai terlihat.
Suasana mencekam di tengah pulau, bisa langsung terasa, saat orang melihat pemandangan angker di tengah pulau tersebut.
Sebelum kapal mencapai garis pantai, tiba tiba bermunculan barisan siluman duyung yang jumlahnya sangat banyak menghadang perjalanan mereka.
Di tengah tengah kumpulan ikan duyung, terlihat seorang pria dengan rambut hijau, jenggot pendek.
Seluruh tubuh berwarna hijau, di penuhi oleh sisik tebal.
Pria yang hanya mengenakan cawat menutupi bagian bawah perut hingga sepaha..
Pria itu mengangkat sebatang tombak cagak tiga keatas kepala sambil berteriak mengeluarkan perintah yang tidak di ketahui artinya.
Lalu dia lemparkan kearah kapal yang di tumpangi Yu Ming dan Ji Lian Hua.
Dia melempar tombak cagak tiga, cahaya hijau nya. Seperti orang melempar lembing kearah sasaran lempar.
Melihat kecepatan dan kekuatan lemparan, Yu Ming juga tidak berani berayal.
Yu Ming langsung melesat kedepan dengan pedang Xuan Yuan di tangan, dia langsung menangkis datangnya serangan tombak cagak tiga itu dengan keras.
"Trangggg...!"
Tombak cagak tiga yang berkekuatan dahsyat di selimuti oleh cahaya hijau.
Tertangkis oleh Yu Ming , sehingga tombaknya terpental.
Manusia bersisik hijau, yang sedang terbang datang menghampiri Yu Ming , dia segera mengulurkan tangannya kearah tombak nya yang sedang terpental ke samping.
Saat tangannya terulur, otomatis tombak cagak tiga, yang seolah olah memiliki pertalian batin dengan nya.
Tombak cagak tiga itu langsung berputar arah balik lagi, meluncur masuk kembali ke dalam, genggaman tangan manusia bersisik hijau itu.
Setelah tombak cagak tiga kembali kedalam tangan nya, manusia bersisik hijau, segera memutar tombak cagak hijau di depan tubuhnya seperti titiran.
__ADS_1
Saking cepatnya putaran tombak cagak tiga itu, menimbulkan segunduk cahaya hijau, menutupi seluruh tubuh bagian depan nya .
Yu Ming yang melayang di depan nya, berkata,
"Siapa kamu !? apa tujuan mu menghadang perjalanan ku..!?"
Manusia bersisik hijau itu tertawa keras dan berkata,.
"Aku adalah Dewa laut timur,. !"
"Aku mendapat laporan, kalian telah menerobos masuk ke wilayah terlarang kami..!"
"Bahkan kalian berani membunuhi duyung duyung ku, yang aku tugaskan untuk menjaga tempat ini..!"
"Kalian sungguh bernyali besar, berani kemari mengusik
ketenangan tempat ini..!?"
"Sekarang aku datang menghukum mu, lekas menyerah..!"
"Aku akan pertimbangkan, untuk meninggalkan satu jalan kehidupan pada mu..!"
"Bila tidak, kalian semua akan aku kubur di tempat ini..!"
Bentak si manusia bersisik hijau penuh nada ancaman.
Yu Ming tersenyum tenang dan berkata,
"Itu harus melihat kemampuan mu, apa kamu punya kemampuan itu..!?"
"Aku pernah mengenal Dewa Laut Timur, tapi itu jelas bukan kamu..!"
"Katakan apa hubungan mu dengan Ao Guang, Raja Naga Lut Timur..!?"
Manusia bersisik hijau itu tertawa keras dan berkata,
"Kamu tahu apa,..!?"
"Ao Guang itu hanya penguasa lautan timur kecil, yang dekat dengan darat sana.."
"Dia bukan penguasa sejati, dia hanya seekor ikan emas kecil, yang di angkat oleh Yu Di, untuk mengawasi wilayah perairan timur di dekat daratan tengah..!"
"Dia mana bisa di katakan Dewa Laut Timur, bertemu dengan ku dia masih harus bersujud memanggil ku kakek..!"
"Sudah jangan banyak bicara rasakan ini..!"
Bentak manusia bersisik hijau melepaskan serangan pusaran tornado air menyerang Yu Ming .
Tapi serangan itu langsung di tangkis oleh Yu Ming menggunakan Tebasan Pedang Xuan Yuan Es Surgawi, yang seketika membuat air pusaran membeku di udara.
Dengan satu tebasan energi tanpa wujud dari pedang Xuan Yuan , seketika membuat pusaran air yang membeku, pecah hancur berkeping-keping jatuh kembali kedalam laut.
__ADS_1
Berapa banyak si manusia bersisik hijau menciptakan tornado air menyerang Yu Ming .
Sebanyak itu pula, pusaran air nya, di hancurkan oleh Yu Ming .