PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Di hadang


__ADS_3

Selesai berkata sepucuk undangan kertas ringan, mengeluarkan suara bercuitan menyerang kearah Yu Ming .


Tapi Yu Ming dengan gerakan santai menerima undangan tersebut dengan sepasang jarinya.


Lalu dia berkata,


"Undangan sudah aku terima, kalian boleh pergi sekarang.."


"Ucap Yu Ming sambil menghentakkan energi Hei Shi Phi, lewat sepasang kakinya.."


Ketiga orang itu merasa tubuh mereka seperti di terjang angin topan.


Hingga mereka tidak kuasa untuk berdiri dengan baik, tubuh mereka di paksa mundur hingga terhuyung-huyung kebelakang.


Bila mereka bertiga tidak melakukan gerakan bersalto kebelakang.


Sebelum kemudian mendarat diatas genting rumah di belakang mereka.


Mereka pasti akan menabrak kuali besar hitam berisi minyak panas, milik pedagang asongan yang sedang menggoreng tahu busuk.


Ketiga orang itu, tanpa banyak berkata-kata, mereka segera berlompatan menghilang dari tempat itu.


Yu Ming melihat mereka pergi, dia segera melihat undangan yang di tujukan padanya.


Di sana tidak tertulis apa apa, hanya ada beberapa kata,


"Aku menunggu mu di paviliun awan putih.."


Yu Ming dengan heran membawa undangan itu masuk kedalam restoran.


Dia langsung menghampiri Ji Lian Hua dan berkata,


"Tiada awan dan hujan tiba tiba mereka menantang ku di tempat ini.."


Ji Lian Hua melihat sekilas, lalu dia segera memanggil pelayan.


Pelayan segera menghampirinya, karena setelah pengalaman tadi.


Kini mereka benar benar tunduk dan sangat menghormati Ji Lian Hua.


"Ya nyonya muda, apa ada yang bisa kami bantu.."


ucap pelayan yang menjadi rekan pelayan yang terkena semburan kuah panas tadi.


Rekannya sedang di rawat, jadi dia yang menggantikan posisinya.


Ucapan pelayan tersebut langsung membuat Ji Lian Hua tersipu malu.


Tapi dia meski tersipu malu, dia jelas terlihat sangat bahagia dan senang.


Tanpa membantah Ji Lian Hua segera berkata,


"Apa kamu tahu di mana letak Paviliun awan putih..?"


Pelayan itu mengangguk dan berkata,


"Paviliun itu terletak disebelah timur, satu Li jaraknya dari kota pelabuhan ini.."


"Bisa lewat jalur sungai, bisa lewat jalur darat.."


"Lewat jalur darat setelah melewati hutan bambu kuning akan ketemu paviliun yang di maksud.."


"Bila lewat jalur sungai, bisa ambil jalan anak sungai Yao,.nanti dari anak sungai Yao akan ketemu telaga biru.."


"Di seberang telaga biru di situlah letak Paviliun itu.."


Ji Lian Hua mendengarkan dengan serius dan berkata,


"Di mana letak sungai Yao..?"


"Dari dermaga ikuti arus sungai kuning, hingga tiba di pertigaan cabang sungai kuning.."


"Ambil jalan sebelah kiri, itulah sungai Yao.."

__ADS_1


Jawab pelayan itu cepat.


Ji Lian Hua memberikan beberapa keping perak dan berkata,


"Terimakasih informasinya, ini untuk mu.."


Pelayan itu langsung menerima nya dengan ekspresi wajah gembira.


Melihat kode dari Ji Lian Hua pelayan itupun buru buru pergi dari sana.


Setelah pelayan itu pergi,Yu Ming berkata,


"Ayo kita pergi sekarang.."


Ji Lian Hua menatap Yu Ming dan berkata dengan suara antusias,


"Kemana ?"


"Lewat darat ? apa sungai..?"


Yu Ming sambil tersenyum berkata,


"Tentu saja lewat sungai.."


"Ayo berangkat.."


Ucap Yu Ming sambil bangkit berdiri menenteng bungkusan makanan seafood, yang sudah di bungkusan oleh pelayan restoran.


Ji Lian Hua dengan penuh semangat, dia segera bangkit berdiri.


Kemudian mengikuti Yu Ming bergerak meninggalkan restoran meninggalkan kota pelabuhan.


Melanjutkan perjalanan mereka dengan kapal mereka yang berlabuh di tepi dermaga, menanti kedatangan mereka.


Setelah Ji Lian Hua membayar uang sewa parkir dermaga, Yu Ming pun membawa kapalnya bergerak meninggalkan kota pelabuhan tersebut.


Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu mengikuti aliran sungai


Tapi Ji Lian Hua segera di buat heran dan kaget, saat kapal mereka tidak berbelok kearah kiri.


Kapal mereka malah bergerak lurus mengikuti aliran sungai kuning yang deras.


Ji Lian Hua segera berteriak dari anjungan kapal.


"Eh...Yu Ming ke ke, kamu salah jalan..!"


"Seharusnya kita, belok kiri..!"


"Ini sudah salah jalur..!"


"Ayo putar balik ..!"


Yu Ming sambil tersenyum tenang berkata,


"Buat apa,..?"


"Itu bukan tujuan kita."


Dengan penuh penasaran Ji Lian Hua segera menghampiri Yu Ming dan berkata,


"Jadi Yu Ming ke ke tidak mau menerima tantangan undangan itu..?"


Yu Ming membalas menatap Ji Lian Hua dan berkata,


"Coba kamu sebutkan alasan


mengapa aku harus terima tantangan itu..?"


"Ini.."


Jawab Ji Lian Hua sedikit bingung.


Lalu dia melanjutkan berkata,

__ADS_1


"Bukankah Yu Ming ke ke sudah terima undangannya ..?"


"Sudah seharusnya setelah menerima undangan harus datang.."


Yu Ming sambil tersenyum berkata,


"Emangnya bila sudah terima undangan, maka ada keharusan aku wajib datang..?"


"Bila aku tidak mau datang dia bisa apa..?"


Ji Lian Hua dengan wajah penasaran menatap Yu Ming dan berkata,


"Tidak sih,..cuma bila tidak datang, Yu Ming ke ke akan di anggap pengecut dan takut dengan mereka.."


Yu Ming sambil tersenyum berkata,


"Sudah hanya itu saja..?"


Ji Lian Hua dengan wajah bingung mengangguk.


Yu Ming sambil tetap tersenyum tenang berkata,


"Kalau hanya itu, biarlah mereka anggap seperti itu.."


"Mereka bebas punya anggapan apapun karena itu hak mereka.."


"Sedangkan aku juga bebas untuk menentukan langkah ku.."


"Tidak ada kewajiban ku untuk mengurus mereka mau anggap aku ini apa dan bagaimana.."


Ucap Yu Ming santai.


Ji Lian Hua masih belum.puss dan berkata,


"Tapi seluruh dunia persilatan akan menertawai Yu Ming ke ke sebagai pengecut.."


Yu Ming menatap Ji Lian Hua dan berkata,


"Apa kamu juga anggap aku seperti itu..?"


Ji Lian Hua berpikir sejenak, kemudian dia menggelengkan kepalanya.


Yu Ming sambil tersenyum berkata,


",Nah itu sudah cukup, perduli apa kata dunia.."


"Yang penting kamu tidak merasa begitu, aku tidak merasa begitu.."


"Jadi buat apa kita pusingkan persepsi dunia, persepsi sebuah nama kosong yg tiada artinya.."


"Benar tidak..?"


Ucap Yu Ming sambil tersenyum.


Ji Lian Hua dengan wajah bingung menganggukkan kepalanya.


Meski teori yang Yu Ming ucapkan sangat bertentangan dengan persepsi pada umumnya.


Tapi ucapan nya yang sangat dalam masuk logika dan itu tidak salah.


Jadi Ji Lian Hua meski bingung dan heran, dia tidak bisa membantahnya.


Malah hatinya merasa nyaman dan bahagia, karena Yu Ming tadi berkata seperti itu.


Yu Ming boleh tidak perduli dengan persepsi dunia dan semua orang, tapi Yu Ming perduli dengan persepsinya.


Ini hanya menunjukkan betapa pentingnya posisi dia di hati Yu Ming .


Hal ini tentu saja membuat Ji Lian Hua sangat tersanjung dan bangga.


Di saat Ji Lian Hua sedang merasa hatinya berbunga bunga.


Yu Ming justru melihat di depan sana ada sebuah perahu lain sedang melintang menghadang jalannya.

__ADS_1


__ADS_2