PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Pria brewok


__ADS_3

Pertunjukan sulap yang Ji Lian Hua tunjukkan segera membuka mata para kru kapal bahwa mereka di tipu oleh keempat bandar judi dadu itu.


Dengan wajah emosi, mereka langsung mengepung ketiga rekan si tato kelabang.


Mereka berteriak teriak marah sambil bergerak mendekati ketiga orang bandar yang berdiri dengan kaki gemetaran celana basah dan wajah pucat pasi menatap kearah para pengepung yang terlihat sangat emosi.


Mereka sadar, bila tidak ada yang melerainya hari ini, mereka bertiga pasti akan tewas babak belur di bawah pengeroyokan para pengepung.


Sedangkan si tato kelabang yang meringkuk diatas lantai, melihat situasi kurang baik.


Dia langsung pura pura pingsan di sana, meringkuk diam tidak bergerak sama sekali.


Hanya sesekali dari sela sela matanya, dia mencoba melihat ketiga rekan nya, yang sedang di hakimi masa.


Ketiga rekannya hanya bisa menjerit-jerit seperti babi yang akan di bawa pergi untuk di sembelih .


Tapi hal itu tidak berlangsung lama, setelah suara bak bik buk terdengar memenuhi tempat itu.


Tidak lama kemudian syara teriakan mereka bertiga sudah tidak lagi terdengar.


Hanya syara bak bik buk..! yang terus terdengar memenuhi pendengaran si tato kelabang, yang membuatnya semakin meringkuk ketakutan.


Nasib ketiga rekannya cukup mengerikan, mereka bertiga hanya bisa meringkuk diatas lantai, menggunakan kedua tangan menutupi kepala mereka, dari hujan serangan tinju dari tendangan kaki, yang datang bertubi tubi mendera seluruh tubuh mereka tanpa pilih bulu.


Hujan pukulan dan tendangan itu baru berhenti saat Yu Ming yang merasa tidak tega melihat penyiksaan seperti itu berlangsung di hadapannya.


Yu Ming maju kedepan dan berkata,


"Mundurlah semuanya..!"


"Hentikan..!"


Ucap Yu Ming sambil mengibaskan ujung lengan bajunya.


Sehingga semua pengeroyok ketiga orang itu, pada terdorong mundur oleh kekuatan tak kasat mata yang sangat kuat .


Setelah terdorong mundur, mereka tidak ada yang berani maju lagi, melakukan pemukulan.


Karena di tengah tengah mereka telah hadir Yu Ming yang mereka segani dan takuti.


Mereka semua tertunduk diam di tempat tidak ada satupun yang berani mengangkat kepala mereka di hadapan Yu Ming .


Bahkan bersuara dalam bernafas pun mereka berusaha sebisanya mengendalikan nya.


Kebetulan saat itu paman Luo kembali dari tugasnya pergi berbelanja.


Dengan wajah kaget, paman Luo segera menghampiri Yu Ming dan berkata,

__ADS_1


"Tuan muda Wu Ming, maaf apa yang telah terjadi di sini..?"


Yu Ming menatap kearah paman Luo dan berkata,


"Tidak apa apa, mereka berempat ini penipu judi.."


"Tolong bawa dan serahkan pada pejabat berwenang setempat sudah cukup.."


"Ohh ya seluruh uang diatas meja itu tolong bagi secara rata saja ke seluruh kru kapal.."


"Sedangkan beberapa barang antik kuno, tolong antar ke kamar ku.."


Ucap Yu Ming santai.


Mendengar ucapan Yu Ming yang membagi uang seperti membagi raskin, begitu entengnya.


Ji Lian Hua buru buru mengamankan seluruh kantung uang nya.


Sebelum sempat di bagi bagikan oleh paman Luo.


Bila terjadi bisa jadi masalah perjalanan mereka berikutnya.


Karena Yu Ming gak pernah pegang yang, seluruh biaya perjalanan dia lah yang tanggung semuanya.


Meski Ji Lian Hua juga ada menyimpan setumpuk uang giro, tapi yang giro tidak mudah di gunakan.


Di kota kecil apalagi desa, yang giro tidak lalu dan tidak berfungsi sama sekali.


Sedangkan perjalanan mereka semakin lama akan semakin jauh dari kita besar dan pusat kota.


Maka uang cash ini sangatlah penting kegunaan nya.


Setelah menerima pesan dari Yu Ming paman Luo segera bertindak membagi bagikan uang judi yang bertumpuk tumpuk di atas meja keseluruh kru kapal.


Tentu saja dia juga diam diam menyisihkan beberapa kantung untuk diri nya sendiri, untuk Ji Lian Hua dan untuk Yu Ming .


Sedangkan si tato kelabang, atas perintah dari Ji Lian Hua, setelah dia di siram air dan dipaksa untuk bangun tidak juga bangun bangun.


Dia kemudian di paksa dengan kepala di benamkan kedalam baskom berisi air.


Gelagapan si tato kelabang tidak bisa menghindar lagi.


Dia terpaksa bangun, sambil batuk batuk karena tersedak air lewat lubang hidung dan mulutnya.


Ji Lian Hua sambil tersenyum berkata,


"Awasi dia jalani hukuman nya jilat bersih seluruh lantai kapal.."

__ADS_1


"Baru bawa dia ke pejabat setempat untuk menerima hukuman .."


Kru kapal mengangguk.patuh, mereka segera menjalani perintah dari Ji Lian Hua dengan baik.


Si tato kelabang di awasi dengan ketat untuk menjalani hukuman nya.


Kondisi hukuman terasa semakin berat, saat dia harus menjilat lantai kapal yang panas terbakar oleh sinar matahari.


Lidah nya yang tadinya sudah lecet lecet kini semakin di perparah keadaan nya dengan melepuh di mana mana.


Keadaannya si tato kelabang sungguh menyedihkan.


Sayang nya, Yu Ming sudah di ajak pergi oleh Ji Lian Hua .


Mereka pergi jalan jalan ke kota.


Sehingga tugas pengawasan sepenuhnya di serahkan ke anak buah kapal yang aslinya adalah murid Sekte Pedang Tanpa Tanding.


Sebuah sekte yang lurus tidak bengkok tidak, tentu saja mereka punya cara penanganan yang berbeda dengan orang awam umumnya.


Seekor rubah kecil yang lucu dan tidak berdosa saja, mereka tega menangkapnya untuk di siksa.


Apalagi seorang bandar judi yang berani menipu uang mereka tentu saja akhir cerita nasib si tato kelabang dan ke tiga rekannya sulit di bayangkan.


Perintah dari Ji Lian Hua adalah si tato kelabang saja, yang harus menggunakan lidah membersihkan lantai kapal.


Itu pun hanya dek bagian depan kapal, tapi oleh para murid sekte Tanpa Tanding, yang memiliki jiwa psikopat Tanpa Tanding.


Mereka berempat semuanya menjalani hukuman sama, harus menjilat semua lantai kapal, hingga keruang bawah, yang merupakan gudang yang kotornya tidak kira kira.


Hingga ke dapur dan kakus yang sangat mengerikan bentuk tampilan nya .


Sekali ini keempat bandar penipu judi itu, benar benar terkena paku nya.


Mereka sekali ini benar benar habis habisan naas nya.


Di tempat lain Yu Ming dan Ji Lian Hua yang tengah bertamasya di tengah kota Ping yang cukup ramai .


Tiba-tiba di hadapan mereka muncul seorang pria berwajah penuh brewok, pria itu menatap tajam kearah Yu Ming dan berkata,


"Apa kamu yang bernama Yu Ming ,.. !?"


"Beberapa waktu yang lalu, kamu di kota pelabuhan wilayah sorban merah.!"


"Apa kamu masih ingat, kamu pernah bertemu dengan seorang pemuda belia bernama Jia ke. .!?"


Yu Ming mengerutkan keningnya, berpikir lalu berkata,

__ADS_1


"Maaf paman, daya ingat ku kurang baik,..aku sudah lupa.."


"Tapi benar akulah Yu Ming yang pernah berhadapan dengan kelompok sorban merah yang jahat itu.."


__ADS_2